Kategori
Cacatnya Harianku

Pelesir ke Dunia Fantasi

do fun

Jekartah oh Jekartah!

Ternyata ga sedramatis Mordor seperti yg diutarakan Boromir. Memang sih rada panas, rada macet, rada kejam, dan rada beda dari Bandung pastinya. Ibukota oh ibukota Indonesia.

Jumat pagi (22/02/13), saya menginjakan kaki pertama di Jakarta Utara, tepatnya di parkiran depan Gelanggang Samudera Ancol. Hampir tiga jam saya beserta 1/3 warga Fabuloucious duduk manis juga bobo cantik di bus yg berangkat dari Jatinangor ini. Ancol menjadi destinasi wisata angkatan yg dicanangkan sejak sebelum libur semester lalu.

Jumat itu salah satu hari raya bagi umat Islam. Jumat itu ga masuk kategori weekend. Jumat itu hari tanpa kuliah di awal semester ini. Maka itulah yg mungkin menjadi pertimbangan kenapa harus berangkat hari Jumat.

Hanya dengan mengeluarkan uang semurah Rp. 50.000,- dan pinjaman yg entah kapan akan saya bayar, saya bisa ikut melancong ke Ancol, dengan tujuan ke Gelanggang Samudera dan Dunia Fantasi. Dan bisa merasakan sensasi shalat Jumat di Jakarta, yg ternyata ga ada bedanya.

Tepat setelah menuntaskan shalat Jumat yg ga diwajibkan bagi kaum hawa, bus berangkat menuju lokasi theme park pertama di dunia yg saya kunjungi. Kami diberi jatah sampai pukul 6 maghrib untuk berpetualang di Dunia Fantasi yg kalau disingkat menjadi Dufan.

tempat sampah
Tempat sampah. Ya, tempat sampah. Kirain saya wahana permainan.

Dimulai dengan kora-kora, lalu tornado, kemudian kicir-kicir, lanjut ke istana boneka, rehat menyaksikan teater Treasure Land: Temple of Fire, lanjut lagi menuju Hysteria, dan berakhir di Halilintar.

istana boneka
Rumah Hantu, banyak boneka Chucky!
hysteria
Hysteria. Ga ada apa-apanya ketimbang angkot Soreang-Leuwipanjang.
halilintar
Tadi di bus, urang ngimpi siga di Final Destination 3 siah“, ucapan sompral saya sebelum menjajal halilintar.

Jam 4 sore. Belum makan. Belum shalat Ashar. Perut rada bergejolak. Ya sudah istirahat dulu.

Setelah energi kembali pulih, lanjut ke wahana niagara-gara. Kagok basah, pindah ke arung jeram. Oh, sebelumnya masuk ke rumah miring dulu. “The dream is collapsing”, saya berlagak kaya Joseph Gordon-Levitt.

Enak basah-basahan, biar pakaian kering, naik ayunan. Untung cuma pusing, ga sampai masuk angin segala.

Meski ada pengumuman samar-samar kalau ada panggilan buat Keperawatan Unpad. Tapi tetap lanjut ke Happy Feet di Teater Simulator. Mahasiswa ini, ga ngaret ga kece. Meski sudah lewat jam 6, masih penasaran sama kukudaan, ya jajal lah. :mrgreen:

***

Menuju tengah malam, bus tiba dengan selamat sentosa di Jatinangor. Pekan pertama kuliah semester ini ditutup dengan bobo ganteng dan memori indah dari Jekartah.

bojongkunci

36 tanggapan untuk “Pelesir ke Dunia Fantasi”

Tinggalkan Balasan