Kategori
Celotehanku

Selfie dan Seni Photobombing

Abraham Maslow Modern Human Needs
Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia dari Abraham Maslow versi 2013

Di tahun ini, ‘Selfie’ dimasukan sebagai kata baru dalam kamus, bahkan ditempatkan sebagai Oxford English Dictionary’s 2013 Word Of The Year. Istilah yang berarti memotret diri sendiri kemudian mengunggah ke media sosial ini kalau boleh dibilang sudah jadi gaya hidup.

Ga hanya masyarakat biasa, kalangan elit seperti selebritis, pejabat, bahkan presiden sudah ketularan wabah narsis ini. Karena emang secara biologis, pengakuan sosial itu kebutuhan, bahkan ada area pada otak yang dikhususkan untuk aktivitas sosial ini. Jadi wajar aja kita punya keinginan untuk memotret, memposting, dan pastinya mendapatkan β€˜likes’ dari situs jejaring sosial. Sangat manusiawi. πŸ˜€

Masalahnya, sekarang mah kebutuhan aktualisasi diri ini sudah sejajar dan dianggap sama pentingnya seperti kebutuhan dasar manusia paling pokok. Perilaku narsis di media sosial ini pun sudah berlaku universal. Menurut survey, setengah dari pengguna internet punya kebiasaan mengunggah potret dirinya ke dalam Facebook, Twitter atau jejaring sosial lainnya. Narsis-narsisan kayaknya udah jadi kebutuhan kayak makan buat manusia masa kini.

the art of photobombing

Nah, untuk urusan foto-fotoan mah, seorang Arif Abdurahman paling banci kamera. Kalau ada yang lagi selfie paling suka ikut nimbrung juga, dan seringnya ga minta izin dulu alias photobombing.

Photobombing is the act of inserting oneself into the field of view of a photograph, often in order to play a practical joke on the photographer or the subjects. -Wikipedia

Dan kalau menurut saya sih, photobombing bukan hanya act tapi udah masuk ke ranah art. Ya, sebuah aktivitas kreatif dan sedikit sadis agar kita lah yang jadi pusat perhatian, bukan si model utamanya. Merusak kebagiaan orang lain emang. :mrgreen:

Parahnya, saya paling ga bisa difoto pake pose biasa-biasa aja. Kalau ke Jonas buat foto studio aja, pasti pas screening hasil jepretan, si aa tukang fotonya paling hobi nge-zoom saya buat dijadiin bahan ledekan. Ya, maklum lah saking ga bisanya pasang pose normal. 😎

photobombing pose snsd

Duh lupa ga disensor dulu muka korban-korbannya, males euy. πŸ‘Ώ

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

74 tanggapan untuk “Selfie dan Seni Photobombing”

Hobiku … narsis seharian .. hahaha. Nggak dipungkiri, foto-foto kita kelak akan dijadikan kesan tersendiri dalam bernostalgia ataupun bagian dari sejarah dunia … anak cucu kita akan melihat foto-foto narsis kita masa muda … asik bukan …?

Baru tahu nih kang tentang selfie dan photobombing ini…
Saya mah belum berani uplod foto sendiri ke jejaring sosial. Jadinya saya minta bantuan sama anak kucing untuk jadi foto profile saya.
Masih mikir, kapan mau uplod foto sendiri. Malu euy…

Wah brmanfaat sekali, jadi tahu istilah selfie photobombing~
kalau aku kebalikannya, gak suka difoto ^^’

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang