Kategori
TV Geek!

Sherlock Season 3

sherlock bbc series

Sinetron dari negara mana yang terbaik? Kalau menurut saya sih bukan tv series Amrik, bukan k-drama, bukan dorama Jepang, bukan telenovela, dan bukan pula sinetron domestik Indonesia. Negara dengan kualitas sinetron terbaik kalau boleh saya bilang adalah Inggris.

Pasti pada hapal dengan Mr. Bean kan? Serial televisi lawas buatan tahun 90an yang cuma 14 episode ini sampai sekarang masih ga pernah bosan untuk diputar dan ditonton ulang. Dan untuk abad 21 ini ada Sherlock yang dengan cuma merilis 3 episode per musimnya, mendapat banyak sambutan positif.

Bagi penggemar detektif legendaris yang tinggal di 221B Baker Street ciptaan Sir Arthur Conan Doyle sangat wajib untuk nonton serial bikinan BBC ini. Karena serial besutan Mark Gatiss dan Steven Moffat ini menampilkan Sherlock yang benar-benar Sherlock.

Serial Sherlock ini sendiri telah memasuki musim ketiga, setelah penantian panjang selama dua tahun lamanya.

Prequel – Many Happy Returns

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=JwntNANJCOE]

Episode mini berdurasi 7 menit yang menceritakan dua tahun setelah Sherlock tiada. Tapi, ada beberapa orang yang masih menyangsikan kalau Sherlock sudah mati, khususnya Anderson. Berbagai kabar tentang terungkapnya berbagai kasus kriminal di Asia dan Eropa makin menguatkan kalau itu merupakan hasil karya Sherlock.

Episode 1 – The Empty Hearse

the empty hearse

Episode yang didasarkan pada ‘The Adventure of The Empty House’, cerita orisinal tentang Sherlock Holmes yang comeback setelah diduga telah meninggal dunia.

Ya, dua tahun setelah peristiwa ‘The Reincbach Fall’, John diceritakan telah move on. Punya pacar yang siap dinikahi, dan punya penampilan baru sekaligus aneh, kumisnya. Di samping itu London tengah dalam ancaman serangan teroris.

Di episode ini dijelaskan pula jawaban atas teka-teki cara manipulasi kematian Sherlock.

Episode 2 – The Sign of Three

the sign of three

Judul episodenya diambil dari salah satu judul cerita orisinal Sherlock Holmes, ‘The Sign of Four’.

Sherlock kali ini harus menghadapi tantangan terbesar, harus memberi sambutan di pernikahan John dan Mary. Namun, rupanya ada bahaya mengancam di pesta yang membahagiakan ini, kasus yang bisa mengantarkan Sherlock agar bisa memecahkan kasus misterius sebelumnya.

Episode 3 – His Last Vow

his last vow

Judul episodenya diambil dari judul cerita orisinal terakhir Sherlock Holmes, ‘His Last Bow’. Selain itu karakter antagonis Charles Augustus Magnussen mengacu pada nama di cerita asli, Charles Augustus Milverton.

Di episode terakhir musim ketiga ini, Sherlock berhadapan dengan orang yang mengetahui kelemahan setiap orang penting di dunia Barat, Magnussen si tukang peras. Untuk mengalahkan musuh satu ini, Sherlock melakukan beragam intrik yang kalau dipikir ga masuk akal, dari jadi pecandu narkoba sampai pacaran.

Dan untuk salam penutup episode ini sungguh kampret banget!

sherlock and john
Bilbo Baggins & Smaug

Untuk musim ketiga ini, makin cinta sama aktingnya Benedict Cumberbatch yang dengan apik dan epiknya memerankan tokoh Sherlock. Hubungan yang dibangun dengan Martin Freeman sebagai John pun makin kuat. Jempol juga untuk cast-cast baru yang hadir.

Dan tentunya cerita yang dihadirkan makin juara, sehingga ga bakal bosen nonton selama 90 menit per episodenya. Rasanya tiga episode per musim sungguh kurang banget.

Aripmeter: 96% | IMDb Rating: 9,3/10

Jadi ga sabar buat musim keempat, yang pasti ga harus nunggu dua tahun lagi, karena kabarnya bakal rilis di akhir tahun ini.

51 tanggapan untuk “Sherlock Season 3”

Eh tapi menurutku, Asia itu memang paling jago bikin film atau sinetron atau FTV dengan kisah drama lebih humanis dan realistis. Terutama Jepang. Hehehe. Kalau Amerika, jagonya bikin kisah yang penuh fantasi. Eropa kurang lebih sama kayak Amerika. Telenovela Latin hampir menyamai Asia, walau lebaynya sama kayak India dan Indonesia. LOL

Iya emang untuk urusan drama romansa mah Asia yang jago, khususnya Jepang sama Korea. Ditambah karena sama-sama budaya timur, jadi orang Indonesia pada suka.

Balas

beda negara beda gaya soalnya mang
klo korea suka yang melow
klo amrik suka sience finction
klo indonesia suka konflik rumah tangga gak jelas

rasanya sedih klo bandingin buatan lokal sama luar negri, tapi pernah nonton serial filipina, thailand gak kalah jeleknya

ane pernah isengn nonton serial mesir kayak detektiv gitu bagus loh

Gw belom lama ntn nih tv series. Waktu Moriarty modar di season 2, gw dah yakin yg namanya Moriarty ga akan mati semudah itu. Yg gw tau musuh bebuyutan Sherlock ya si Moriarty. Dan logikanya adalah Sherlock ga akan slesei urusannya sama Moriarty secepat itu.

Oiya. Cara membawakan sosok sherlock antara Benedict sama Robert menurut gw emang sedikit beda. Si Benedict terlihat lebih dingin dan si Robert lebih santai malah terlihat kayak org gila.. haha
Si Robert seakan lebih ahli memvisualisasi apa yg akan terjadi dan si Benedict seakan lebih ahli menganalisa apa saja yg telah terjadi.

Dari segi cerita.. Utk yg tv series nya klimaks bgt dan mind blowing bgt di banding movie nya. Entah mungkin karena efek penayangan secara series ato mungkin yg lain.
Yg gw inget bgt di ep John’s wedding. Gw dah bisa nebak duluan siapa pembunuhnya..

Tinggalkan Balasan