Kategori
Cacatnya Harianku

288 Jam Lagi

Pre-Vacation Syndrome! Kalau udah mau liburan tuh rasanya nano-nano banget. Apalagi liburan super panjang semester ini bakal diisi sesuatu yang berbeda. Ya, saya bakal KKN.

schedule board

Kuliah dipadatin. Tugas ini itu, ujian itu ini. Dan masalahnya kondisi bio-psiko-sosio-spiritual udah ga konsen sama jadwal yang bertubi-tubi ini. Belajar males, buat berangkat ke kampus aja kudu ngumpulin semangat dulu. Ya, inilah manifestasi klinis dari si Pre-Vacation Syndrome tadi.

Besok aja ada ujian tulis gabungan dari Sistem Reproduksi I dan II, tapi kuliah penuh dari jam 8 pagi sampai 3 sore, jadi ujiannya sore menjelang magrib. Selasanya dihadapkan sama presentasi Nursing Research, mata kuliah persiapan buat skripsi. Dan di hari yang sama ada ujian tulis Nursing Entrepreneur. Kamisnya baru si Nursing Research yang ujian tulis.

Jumat ada OSCE. Objective Structured Clinical Examination. Ujian praktek Sistem Reproduksi gelombang I, dan dilanjut hari Rabu minggu depan untuk gelombang 2-nya. Masih belum selesai sampai di situ, ada ujian lagi dari Sistem Reproduksi III di Senin mendatang.

Untuk persiapan KKNM, kelompok kami bakal ngadain survey buat nyari rumah dan survey sinyal provider juga hari Sabtu nanti. Lokasi KKN saya sih di Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya.

Kalau ngurusin KKN sih entah kenapa semangat. Tugas pertama saya buat ngedesain kaos kelompok aja bisa beres cepet.

desain kaos pusparaja

Dan yang dipilih adalah desain kaos pertama dengan pilihan warna abu-abu. Warna yang melambangkan netralitas, biar ga disangka simpatisan partai politik.

Gejala Pre-Vacation Syndrome tadi kayaknya cuma ngaruh di perkuliahan aja, KKN mah semangat. Padahal KKN juga masuk mata kuliah sebenernya. Saat pembekalan KKN Sabtu kemarin aja, saya yang paling semangat.

Alkisah, dosen pembimbing lapangan sedang mengabsen dan tanya-tanya anggota kelompoknya tentang asal fakultasnya dan apa yang bakal dibawa ke masyarakat nanti. Tibalah giliran saya.

“Arif Abdurahman dari Keperawatan,” sahut sang DPL mengabsen.

“Ya”

“Bakal ngapain nanti di sana nih?”

“Membantu persalinan pak!” saya jawab dengan mantap dan setengah bercanda. Ya, iyalah masih kepikiran sama Sistem Reproduksi I, II, dan III.

Sang DPL sedikit melongo. “Emang ada yang mau dilahirin sama laki-laki kayak kamu ya?” lalu beliau yang udah bergelar profesor ini kemudian bertanya ke khalayak mahasiswa cewek. “Kalian ada yang mau nggak dilahirin sama dia?”

“ENGGAK!” kompak semua mahasiswa cewek berkoar.

“Paling nenek-nenek sih iya,” timpal sang dosen asal Fakultas Pertanian.

Setelah pengabsenan beres, sang DPL kemudian menjelaskan tentang lokasi KKN kami, Desa Pusparaja. Ada statistik yang menyebutkan kalau dukun beranak di sana masih.

“Nah, dukun beranak masih banyak nih. Nanti kamu cari gimana nih ngatasinya,” sang dosen yang mengajar di fakultasnya Melody Nurramdhani Laksani (@melodyJKT48) ini pun berkelakar.

***

Wahai kau Pre-Vacation Syndrome berdamailah dengaku. Liburan sudah melambai-lambai, KKN mulai tersenyum manis, tapi aku harus kuat menjalani sisa dua minggu penuh jadwal bertubi-tubi ini. FIGHTING!

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

34 tanggapan untuk “288 Jam Lagi”

Ke si istri dong.
Kan jadi takut buat selingkuh atau jajan sembarangan biar ga kena HIV.
Jadi lebih peka dan sayang juga sama istri karena ngerti gimana beratnya proses persalinan dari mulai haid terakhir sampai masa pospartum.
Bisa ngajarin senam hamil, bisa ngatur pola dietnya, dan mungkin ngelahirinnya nanti langsung sama saya sendiri sebagai suami.

Ga keren gimana coba? 😎

Balas

Sebenernya tujuan KKN di sini mah cuma buat ajang belajar dari masyarakat, ga ada keharusan buat bikin kontribusi ke desanya.
Tapi ya kalau udah di sana mah, masa sih cuma diem di rumah aja. 😀

Balas

Tinggalkan Balasan