Kategori
Anime

Perbedaan Ending Akame Ga Kill Antara Manga dan Anime

Anime Akame ga Kill tayang pada musim Summer-Winter 2014 sebanyak 24 episode. Sementara manga yang menjadi sumber adaptasinya masih berlanjut dan akan berakhir pada 2016 dengan total 80 chapter. Meski begitu, soal cerita akhir anime yang diproduksi Studio White Fox ini melibatkan juga penulis aslinya Takahiro dan Tetsuya Tashiro.

Baca juga: 10 Anime Pilihan dari Studio White Fox

Memang sering terjadi hal macam begini, ketika anime melangkahi manga, sehingga jadi ada dua ending yang tercipta.

Karena tulisan ini membahas ending manga dan anime, pastinya mengandung SPOILER. Jadi bagi yang alergi spoiler jangan lanjut baca.

Arc Wild Hunt

Perbedaan baru terasa sampai episode setelah kematian Seryu.

Tentu, sebelum itu, lewat manga kita akan mendapat cerita latar yang lebih baik untuk beberapa karakter. Misalnya Leone yang menjelaskan bagaimana dia mendapatkan Teigu atau senjata imperialnya, Lionel, dari pasar gelap.

Perbedaan paling signifikan antara anime dan manga adalah arc Wild Hunt, yang mencakup hampir 20 chapter, cerita yang cukup bagus untuk diikuti. Wild Hunt merupakan gerombolan yang dibentuk dan dikomandoi Syura, anak perdana menteri Honest.

wild hunt akame ga kill

Arc ini seluruhnya dilewati dan tak ada karakter yang muncul di anime. Lewat arc ini digambarkan perpecahan internal yang terjadi di tubuh kerajaan, antara Wild Hunt dengan Jaeger.

Di arc ini, Run mati, tapi kemudian dihidupkan kembali oleh Kurome setelah dia menikamnya dengan Yatsufusa.

Perbedaan terbesar yang akan kita lihat di antara keduanya adalah pembangunan dunianya. Sementara manga masuk lebih dalam ke kejahatan negara dan tindakan bejat yang dilakukan orang-orang, anime memotong sebelum itu dan langsung menuju ke pertarungan terakhir.

Akame vs Esdeath

akame esdeath

Pertarungan Akame dengan Esdeath memperlihatkan kemampuan lebih yang ditunjukkan oleh Esdeath. Dia bisa membungkus dirinya menjadi semacam Mecha, meregenerasi lengannya menggunakan jurus es, membentuk Pedang Es sebagai pengganti lengannya yang putus, dapat membekukan seluruh benua dengan Panglima Tertinggi, dan menggunakan Ice Centaurus untuk memperkuat kekuatan Empire.

Akame sebenarnya tidak menghadapi Esdeath sendirian, beberapa pengguna Teigu dari pasukan Revolusioner mencoba menjatuhkan Esdeath. Salah satunya menggunakan Spectator untuk mencoba mengelabui Esdeath bahwa dia sedang menghadapi Tatsumi.

Akame dan Esdeath bertarung sampai akhir, sebelum sang jenderal terkuat itu dikalahkan oleh Murasame.

Kematian Brutal Minister Honest

minister honest akame ga kill

Bagaimana Leone membunuh Minister Honest di manga jauh lebih brutal daripada di anime. Apa yang terjadi adalah bahwa Minister Honest benar-benar menjatuhkan Leone dengan merobek isi perutnya, dan menghancurkan sabuk Teigu milik Leone. Leone kemudian terlempar dari balkon dan dibiarkan mati. Beberapa chapter kemudian, Honest disergap oleh Lionel yang telah menyatu dengan Leone, yang memberi Honest salah satu kematian paling sadis.

Untuk mempersingkatnya, Leone menyeret Honest ke tengah kerumunan warga Empire, yang pernah diperlakukan dengan kejam oleh Honest di masa lalu. Apa yang terjadi selanjutnya adalah pesta pembantaian total, orang-orang memotong lidah Minister Honest, memutilasi anggota tubuhnya dan tentu saja, mengeksekusinya perlahan-lahan.

Yang Mati dan Yang Hidup di Akame ga Kill

Alur ceritanya secara keseluruhan masih sama, Kaisar memicu Ultimate Teigu dan menghancurkan ibu kota, sementara Tatsumi dan Wave bergabung untuk mengalahkannya.

Beberapa perubahan terpenting terjadi di area kematian karakter: Mine, Tatsumi dan Kurome semuanya mati di anime, sementara di manga mereka masih hidup sampai akhir.

Tatsumi terikat dengan Incursio dan menjadi hibrida manusia dan naga. Kurome telah dikalahkan oleh Akame, meski masih hidup dan kemudian meninggalkan negara itu dengan Wave. Mine terbangun dari koma dan bersatu kembali dengan Tatsumi.

tatsumi mine akame ga kill

Ending manga setidaknya sedikit lebih bahagia ketimbang versi anime. Meski tak bisa dipungkiri, kedua versi ending Akame ga Kill sama epiknya.

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Tinggalkan Balasan