Kategori
Uncategorized

10 Manga Shonen Karya Perempuan

manga shonen perempuan

Manga Shonen didefinisikan sebagai manga yang ditargetkan untuk anak laki-laki dengan umur antara 8 dan 18. Meski ini sama sekali tak mendefinisikan, apalagi membatasi, pembaca sebenarnya yang mengonsumsinya.

Terkenal karena pertempuran panas berdarah-darah, persahabatan loyal laki-laki, dan tema seputar kerja keras, kesetiaan, serta keberanian. Banyak dari judul manga populer ini, seperti Naruto, Bleach, Hunter x Hunter, dan One Piece, masuk dalam label shonen.

Sementara kategori yang digerakkan oleh testosteron ini sepertinya didominasi oleh pencipta laki-laki, beberapa manga shonen yang paling ikonik, pada kenyataannya, ditulis dan digambar oleh perempuan. Berikut sepuluh manga shonen yang ditulis oleh para perempuan, kamu mungkin akan terkejut melihat beberapanya sudah jadi favoritmu.

1. Inuyasha – Rumiko Takahashi

inuyasha

Sangat tepat memulai daftar ini dengan Rumiko Takahashi, salah satu mangaka paling produktif dan sukses dalam beberapa dekade terakhir. Terkenal dengan manga seperti Urusei Yatsura, Maison Ikkoku, dan Ranma ½, dia terkenal karena shonen hit Inuyasha.

Cerita dimulai ketika anak sekolah menengah Kagome jatuh ke sumur ajaib dan berpindah ke Jepang zaman baheula di Periode Sengoku. Di sana dia bertemu dengan Inuyasha, manusia setengah siluman anjing.

Takahashi selalu menciptakan karakter perempuan kuat. Inuyasha tentunya mendapat fokus utama, tapi Kagome tak dapat disangkal sebagai titik akses pembaca ke dalam latar fantasinya. Takashi juga tak menolak membiarkan romansa menjadi fokus utama dalam manga aksi. Tak heran manga Takahashi populer di kalangan laki-laki dan perempuan selama beberapa dekade.

2. Fullmetal Alchemist – Hiromu Arakawa

fullmetal alchemist

Shonen hit fantasi steampunk Fullmetal Alchemist mengikuti Edward dan Alphonse Elric bersaudara. Ketika ibu mereka meninggal, keduanya mencoba satu metode alkimia terlarang untuk menghidupkannya kembali, yang berakhir bencana.

Ada banyak hal yang dapat dicintai dari Fullmetal Alchemist: aksi mendebarkan, alur cerita yang mengasyikkan, dan sejumlah karakter yang tak terlupakan, termasuk para perempuan hebat seperti Olivia Armstrong, Ran Fan, dan Winry Rockbell. Pada tingkat yang lebih luas, manga bergulat dengan keangkuhan, fanatisme, prasangka, dan kemungkinan penebusan.

Selain Fullmetal Alchemist ini, sentuhan cekatan Arakawa dengan karakter dan tema dapat juga dirasakan dalam karya-karya terbarunya, Silver Spoon dan The Heroic Legend of Arslan.

3. Noragami – Adachitoka

noragami

Rumor yang beredar menyebutkan kalau Adachitoka sebenarnya adalah nama pena dari dua perempuan: Adachi yang bertanggung jawab atas karakter dan Tokashiki yang menggambar latar belakang.

Bagaimanapun pembagian kerjanya, keduanya membuat keajaiban bersama lewat Noragami, manga aksi tentang Yato, dewa Shinto kelas teri yang mencari cara naik tingkat dengan melakukan beragam pekerjaan sambilan. Untuk kemudian dia terlibat dengan seorang gadis manusia bernama Hiyori Iki. 

Noragami adalah manga yang memikat dan dipoles dengan adegan pertarungan yang mendebarkan, subplot romantis yang manis, dan secara mengejutkan menyoal tentang keilahian. Ditambah artsyle memukau, ini menjadi salah satu manga favorit saya.

4. Deadman Wonderland – Jinsei Kataoka

deadman wonderland

Menghancurkan stereotip kalau perempuan tak dapat menulis aksi hardcore, Deadman Wonderland karya Jinsei Kataoka adalah salah satu manga paling kejam dan sinting yang pernah dimuat di majalah shonen dari 2007 hingga 2013.

Dijebak atas pembantaian teman sekelas sekolah menengahnya, Ganta Igarashi dijatuhi hukuman penjara yang berfungsi ganda sebagai taman hiburan yang mematikan. Untungnya bagi Ganta, ia kemudian dibantu oleh seorang gadis albino misterius bernama Shiro yang ternyata mengenal Ganta tapi keberadaannya tak diketahui oleh narapidana lain.

5. D.Gray-man – Katsura Hoshino

dgrayman manga

Fantasi Victorian D.Gray-man bercerita tentang pengusir setan Allen Walker, seorang pemuda dengan mata terkutuk yang memungkinkannya mengalahkan setan yang memangsa kerentanan manusia yang sedang bersedih.

Estetika Hoshino yang istimewa, yang memadukan gothic abad ke-19 dengan ikonografi Kristen dan sedikit sentuhan harlequin, memberikan karakter visual yang unik bagi D.Gray-man, dan karya seninya yang ciamik menjadi lebih baik setelah 200 chapter.

Tidaklah sulit menebak kalau Hoshino sedikit terinspirasi oleh Fullmetal Alchemist-nya Arakawa, ketika D. Gray-man berurusan dengan tema-tema serupa seputar kekuasaan yang diperoleh melalui kekerasan serta pengejaran penebusan diri.

6. Blue Exorcist – Kazue Kato

blue exorcist

Kato terkenal karena hit fantasinya Blue Exorcist, yang mengikuti manusia setengah setan Okumura Rin.

Ketika ayah angkat Rin terbunuh, dia menemukan dirinya dan saudara kembarnya adalah putra Satan, meskipun hanya dia yang mewarisi kekuatan iblis Satan. Rin bertekad untuk mengikuti jejak ayah angkatnya dan menjadi pengusir setan yang melawan kekuatan Satan. 

Blue Exorcist adalah manga pertarungan yang menyenangkan, dan Kato tahu cara membangun adegan aksi yang mencolok untuk para jagoannya. Namun, kekuatannya yang sebenarnya terletak pada penggambaran perjuangan Rin untuk menerima dan mengendalikan sifat iblisnya, dan hal ini memengaruhi hubungannya, terutama dengan saudara kembarnya, Yukio.

7. Magi: The Labyrint of Magic – Shinobu Ohtaka

magi manga

Shinobu Ohtaka melakukan debut manga dengan seinen rom-com Sumomomo Momomo, tetapi belakangan ini ia terkenal karena seri petualangan fantasi shonen Magi.

Terletak di dunia yang terinspirasi oleh kisah Seribu Satu Malam, Magi mengikuti seorang anak muda bernama Aladdin yang memiliki sihir misterius dan memerintah jin yang kuat.

Bersama dengan teman-temannya Alibaba dan Morgiana, ia berangkat untuk menaklukkan ruang bawah tanah dan mengklaim harta mereka. Dunia fantasi Ohtaka yang luas dan karakter yang penuh warna tidak diragukan lagi merupakan daya tarik utama dari manga ini: Campuran cerita rakyat Timur Tengah dari Magi dengan kiasan petualangan shonen adalah kombinasi yang kuat yang telah memenangkan hati banyak penggemar manga ini.

8. Black Butler – Yana Toboso

black butler

Black Butler ditulis dan diilustrasikan oleh Yana Toboso. Sejak debutnya pada 16 September 2006, serial ini telah diserialkan di majalah manga Square Enix, Monthly GFantasy. Serial ini mengikuti Ciel Phantomhive, seorang bocah lelaki berusia tiga belas tahun dari rumah tangga Phantomhive, sebuah keluarga aristokrat yang dikenal sebagai Queen’s Guarddog.

Dia ditugaskan untuk menyelesaikan kejahatan di dunia bawah London. Ciel telah membuat kontrak dengan Sebastian Michaelis untuk membalas dendam terhadap mereka yang menyiksanya dan membunuh orang tuanya. Sebastian adalah iblis yang telah mengambil penyamaran kepala pelayan, dan sebagai imbalan atas jasanya, ia akan diizinkan untuk mengkonsumsi jiwa Ciel.

9. The Ancient Magus Bride – Kore Yamazaki

ancient magus manga

Setelah dikucilkan oleh kerabatnya dan sebagian oleh masyarakat, siswa sekolah menengah yatim piatu Chise Hatori memutuskan untuk menjual dirinya di pelelangan agar orang lain membawanya dan memiliki tempat baru. Pada lelang di London, ia dijual seharga lima juta pound ke Elias Ainsworth, seorang humanoid setinggi tujuh kaki dengan tengkorak binatang di kepalanya.

Ini adalah manga shonen sukses lainnya, yang sering disangka sebagai shojo. Chise adalah salah satu protagonis perempuan paling kompleks dalam manga shonen, berjuang dengan kebencian terhadap diri sendiri dan mengatasi pelecehan. Pembangunan dunia fantasi Yamazaki begitu kaya dan indah sehingga pembaca dari semua kalangan pasti akan terbuai di dalamnya.

10. Yamada-kun and the Seven Witch – Miki Yoshikawa

yamada kun manga

Yamada-kun and the Seven Witch adalah komedi romantis supranatural tentang Ryuu Yamada, seorang anak nakal di sekolah menengah yang mengetahui bahwa ia memiliki kemampuan untuk berganti tubuh dengan siapa pun yang ia cium. Bergabung dengan seorang siswa yang cukup terhormat dan wakil ketua dewan siswa yang nakal, Yamada belajar bahwa kemampuan anehnya mungkin terkait dengan legenda sekolah lama.

Yoshikawa menulis beberapa shonen romance yang paling asyik, dia punya kemampuan humor visual, dan karyanya dipenuhi dengan ketulusan yang memberikan kesegaran baru pada narasi persahabatan dan penemuan diri siswa sekolah menengah yang khas.

*

Ada juga banyak judul manga shonen yang ditulis oleh penulis yang lebih suka tidak diketahui gendernya, seperti Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dari Koyoharu Gotoge dan The Promised Neverland dari Kaiu Shirai meski ilustratornya, Posuka Demizu, dipastikan perempuan, serta penulis non-biner seperti Yuhki Kamatani (Nabari no Ou).

Itu semua menunjukkan bahwa, meski pemasaran manga ini berbasis gender, bakat untuk menceritakan berbagai jenis cerita tak mengenal batas seperti itu.

Tinggalkan Balasan