Kategori
Buku

7 Penulis Perempuan Kontemporer dari Asia Timur

Dalam banyak hal, para perempuan dalam skena sastra Asia Timur adalah suara-suara menonjol dari budaya mereka saat ini. Di Jepang dan Korea khususnya, para penulis yang memiliki kejernihan pikiran dan semangat kreatif terbesar adalah para perempuan yang berwawasan, memikat, dan imajinatif.

Perempuan yang menyuarakan mereka yang tersisihkan dan yang tak terwakili, perempuan yang menunjukkan kepada kita kehidupan dan budaya kita dari perspektif orisinil, perempuan yang bisa mengajari kita cinta dan rasa sakit dan introspeksi yang kalem. Para perempuan ini sangat penting bagi budaya mereka masing-masing.

Berikut adalah beberapa penulis perempuan dari Asia Timur yang paling meneguhkan dan inspirasional saat ini, para perempuan yang bekerja untuk menyediakan kepada dunia beberapa karya sastra terpenting dari abad ke-20 dan ke-21.

1. Banana Yoshimoto

Foto: Goodreads

Suara yang luar biasa kuat, dengan tetap rendah hati dan personal, dari sastra Jepang. Banana Yoshimoto mempertimbangkan masalah cinta dan hubungan yang paling luas dan paling intim, baik keluarga dan romantis. Dia memasukkan karakter LGBTQ ke dalam tulisannya dengan cara yang seharusnya: sebagai manusia.

Sangat klise untuk memuji bahwa seorang penulis itu ‘mendahului zamannya’ tetapi Banana Yoshimoto memang benar-benar seperti itu. Tulisannya begitu feminis, menggambarkan orang-orang aneh dengan cara yang positif, membumi, dan kompleks, dan berfungsi untuk memperkuat dan meneliti dengan seksama percakapan tentang bagaimana kita mencintai dan bagaimana kita harus saling mencintai.

Merayakan dan mengkritik sisi gelap masyarakat Jepang, Yoshimoto telah menjadi salah satu penulis perempuan Jepang kontemporer paling favorit saya, dan membaca setiap bukunya adalah perjalanan dan pelajaran dalam hidup.

2. Hiromi Kawakami

Foto: Goodreads

Sebagian besar fiksi Jepang kontemporer, dalam bidang prosa, manga, dan anime, berkaitan dengan ‘slice of life‘ atau ‘irisan kehidupan’, yang menganggap setiap momen sama singkat dan pentingnya. Tak ada suara di area ini yang berbicara lebih berpengaruh ketimbang Hiromi Kawakami.

Baca juga: 7 Novel Berlatar Tokyo Karya Penulis Perempuan

Dia adalah seorang penulis perempuan Asia yang mengerti apa artinya hidup secara sederhana, dengan semua kekurangan kita. Tulisannya memengaruhi perenungan hening di saat-saat paling bermakna di hari biasa, dan memiliki kekuatan untuk mendorong pembaca untuk menilai kembali bagaimana mereka memperlakukan bagian-bagian sederhana dari kehidupan tenang kita sendiri.

Kisah-kisahnya menyangkut diri mereka sendiri dengan cinta dalam segala bentuknya, dan cara-cara ketika hubungan kita membimbing dan membentuk kita. Kawakami mengerti kita dengan baik, dan karakternya memiliki kebiasaan merangkak di dalam diri kita dan membuat diri mereka nyaman. Dia adalah seorang jenius kalem di dunia sastra Jepang.

3. Sayaka Murata

sayaka murata convenience store woman
Foto: Goodreads

Convenience Store Woman menggemparkan dunia pada tahun 2018 untuk alasan yang baik: buku ini merobek mesin yang membentuk ekonomi dan struktur sosial Jepang modern.

Sayaka Murata tampaknya beberapa langkah lagi untuk jadi suara Jepang abad ke-21. Seorang perempuan yang bekerja sebagai pegawai toko selama bertahun-tahun, yang mengambil kisahnya dan mengubahnya menjadi novel yang menggigit dan pedas dengan kedalaman filosofis yang serius. Murata mempertimbangkan apa yang benar-benar penting dalam hidup dan, yang lebih penting, siapa yang memutuskan itu.

Convenience Store Woman adalah salah satu novel favorit saya sepanjang masa, dan Murata sendiri adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam dunia sastra Jepang, menjadikannya salah satu penulis perempuan kontemporer Asia terbaik.

4. Han Kang

human act han kang
Foto: Goodreads

Membuat gelombang di dunia sastra hari ini, Han Kang memberikan pelajaran tentang aspek-aspek masyarakat modern yang lebih rusak dan rapuh, baik Korea atau di mana saja. Tulisannya adalah dunia lain, kadang-kadang sangat halus, tetapi didasarkan pada jenis masalah yang kita hadapi sendiri atau setidaknya pernah dengar.

Setiap bukunya sangat unik dan akan memengaruhi kita secara berbeda tetapi dengan cara yang sama-sama personal. Dalam skena sastra Korea, Han Kang tidak bisa dihindari, dan itu adalah hal yang hebat. Bisa dibilang dia penulis Korea paling populer, dan fakta bahwa dia adalah penulis perempuan yang politis, feminis, dan filosofis adalah kegembiraan mutlak.

5. Krys Lee

krys lee novel
Foto: Goodreads

Seorang imigran yang telah menghabiskan hidupnya baik di Korea maupun Amerika. Krys Lee dengan penguasaan bahasa yang fenomenal, mengeksplorasi apa artinya menjadi orang Korea di dunia modern yang penuh dengan pergolakan politik dan identitas budaya dan pribadi yang rapuh.

Pertanyaan kebangsaan dan kepemilikan menjadi semakin sulit untuk dijawab, dengan migrasi menjadi hal yang biasa, dan karenanya Krys Lee menggunakan sumur imajinasinya yang tampaknya tak berdasar dan kecakapan menulis untuk menyelidiki pertanyaan-pertanyaan ini untuk kemudian mengeringkannya.

6. Yiyun Lee

yiyun lee novel
Foto: Goodreads

Tak takut untuk mengkritik tanah kelahirannya di Cina, tanah adopsi Amerika, keluarganya, budayanya, dan dirinya sendiri, Yiyun Li begitu jujur di atas segalanya, dan menjadi penulis perempuan Asia paling revolusioner sebagai hasilnya.

Seorang feminis, ahli bahasa, suara nyaring di bidang masalah kesehatan mental, dan seorang pendukung literatur yang bersemangat dan kemampuan tulisannya harus dialami. Dia jenis penulis langka, yang memiliki kekuatan untuk menumpahkan pikiran, kecemasan, pendapat, ketakutan, dan motifnya ke dalam lembaranhalaman dan didengarkan tanpa pertanyaan.

Membaca karya Li adalah merenungkan begitu banyak hal yang dulunya dianggap sepele atau sebaiknya dihindari. Kejujuran sangat kuat. Kita pikir kita sudah tahu itu, tetapi kita tidak tahu. Tidak sampai kita membaca tulisan Li.

7. Can Xue

can xue novel
Foto: Goodreads

Cukup terkenal di tanah kelahirannya, Can Xue adalah suara yang relatif baru dalam terjemahan bahasa Inggris. Novelnya Love in the New Millenium meledak menjadi tepuk tangan meriah di Barat.

Dianggap sebagai salah satu penulis Cina terbaik yang masih hidup saat ini, Can Xue menyampaikan cerita lucu, romantis, dan sering kali nyata dalam kehidupan di Cina modern. Dia mengambil kehidupan nyata dan memelintirnya, menjadikannya lebih benar dan lebih jujur daripada sebelumnya.

Ada kejeniusan sejati dalam tulisan Can Xue yang berbicara dengan pandangannya yang jelas tentang kehidupan modern dan bagaimana kita memilih untuk menjalaninya. Dia tidak kurang visioner, dan karena itu dia secara konsisten memberikan beberapa novel dan cerita Tiongkok terbaik yang ada saat ini. Sungguh, salah satu penulis besar perempuan Asia.

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Tinggalkan Balasan