Kategori
Anime

Kronik Mitos The Tatami Galaxy

Karakter utama kita, sebut saja Watashi, berharap untuk menemukan kehidupan kampus ideal penuh warna yang selalu ia impikan. Dia adalah sumber dialog, serta monolog berkecepatan peluru, di The Tatami Galaxy, dan temanya bervariasi dari komentar sosial hingga sarkasme dirinya sendiri. Ia merasa telah menyia-nyiakan dua tahun pertamanya di universitas. Premisnya sederhana, soal seorang pria pemalu dan tidak populer yang mencoba untuk mendapatkan pacar. Ini memang cerita lama yang klise tetapi cara menunjukkan dan menceritakannya membuat anime ini sangat menarik.

The Tatami Galaxy dimulai dengan banjir dialog dari awal, keunikan yang selalu hadir dalam karya-karya Tomihiko Morimi. Banyak novelnya telah diadaptasi menjadi anime dan drama panggung yang juga menerapkan dialog panjangnya. Dialog-dialognya komikal sekaligus ritmis. Adaptasi televisi dari The Tatami Galaxy diproduksi oleh Madhouse, dengan Masaaki Yuasa sebagai sutradara. Yuasa terkenal dengan karya-karya anime inovatifnya yang unik. Desain karakternya sederhana namun bergerak dengan liar. Dia adalah sutradara yang fokus pada gerakan unik yang hanya mungkin dilakukan di anime. The Tatami Galaxy dan Masaaki Yuasa adalah perkawinan yang pas.

Judul asli Jepang dari The Tatami Galaxy adalah ‘Yojohan Shinwa Taikei’, yang jika diartikan ‘kronik mitologis ruang tatami 4 ½’. Kamar tatami ini adalah semacam indekos murah, meski sempit tapi tidak terlalu kecil, kamar khas untuk orang-orang yang memiliki sedikit uang.

‘Shinwa Taikei’ berarti ‘kronik mitologis’ dan itu adalah judul sugestif yang dapat ditafsirkan dalam banyak cara. Diyakini bahwa semua dewa Shinto berkumpul setahun sekali di Kuil Izumo untuk memutuskan nasib manusia, termasuk hubungan antara pria dan wanita. Mitos ini diceritakan dalam episode pertama yang menunjukkan bahwa anime ini semacam variasi dari kisah perjodohan. Setiap episode mengikuti upaya protagonis untuk menjadi dekat pada target asmaranya dengan bergabung dengan sebuah klub kampus. Peristiwa yang tak terpikirkan terjadi di setiap episode, seolah-olah para dewa melakukan kerusakan.

Hampir seluruh episode serial ini mengikuti struktur dasar yang sama: protagonis bergabung dengan sebuah klub kampus sebagai mahasiswa baru, tetapi kecewa ketika aktivitas tersebut tidak mengarah pada kehidupan kampus ideal penuh warna yang ia impikan. Dia bertemu Ozu, siswa lain, yang dorongannya menempatkan dia pada misi moralitas yang meragukan. Ozu, yang dia anggap iblis pembawa sial serta tak punya kualitas sebagai manusia. Protagonis kemudian bakal menjadi dekat dengan Akashi, mahasiswa teknik tahun kedua, karakter wanita yang manis, dan minat cinta terbesar protagonis kita. Di bagian akhir, protagonis kita bakal bertemu peramal, yang secara samar memberitahukan kepadanya tentang kesempatan emas di depan matanya; ini mendorongnya untuk mengingat gantungan kunci mochiguman milik Akashi yang hilang dan ditemukan olehnya, yang digantung di sakelar tarik di kamar tataminya tapi selalu lupa untuk mengembalikannya pada Akashi. Misi ini selalu berakhir buruk bagi protagonis, menyebabkan dia meratapi keadaan hidupnya dan bertanya-tanya bagaimana hal akan berbeda seandainya dia bergabung dengan klub yang berbeda. Waktu berputar kembali, dan episode berikutnya menggambarkan protagonis sekali lagi sebagai mahasiswa baru, bergabung dengan klub yang berbeda.

Tampak memiliki banyak adegan berulang dalam episode-episode awal, tetapi kisah itu pada dasarnya mengikuti konsep alam semesta paralel untuk mendukungnya. Kisahnya cukup kuat dan menawan di episode-episode selanjutnya, dan sepadan dengan waktu menonton 11 episode sampai akhir. Sebuah akhir yang memuaskan.

Lagu tema The Tatami Galaxy dinyanyikan oleh band rock populer, Asian Kung-Fu Generation, yang telah menulis banyak lagu tema anime, seperti ‘Rewrite’ untuk Fullmetal Alchemist dan ‘Re: Re:’ untuk Erased. Band ini sangat pandai mengekspresikan impuls dan perjuangan remaja dengan mempromosikan getaran positif. Lagu tema The Tatami Galaxy, ‘Maigoinu to Ame no Beat’, juga dengan cemerlang mengekspresikan kepekaan anime. Tema penutup dari The Tatami Galaxy cukup unik dengan pola denah lantai yang menghubungkan untuk kamar berukuran 4 ½ tatami. Lagu penutup, ‘Kamisama no Iutori’, dinyanyikan oleh Etsuko Yakushimaru, yang dikenal penggemar anime untuk lagu pembuka anime komedi populer Arakawa Under the Bridge. Dia menyanyikan lagu-lagu misterius dan aneh dengan suaranya yang imut. Baik Asian Kung-Fu Generation dan Etsuko Yakushimaru telah diakui secara luas, bukan sebatas penggemar anime. Lagu-lagu mereka membuat serial ini lebih menyenangkan untuk ditonton.

The Tatami Galaxy adalah seri anime yang unik dan asyik. Ketika premis yang sederhana namun bermakna bertemu dengan metode mendongeng yang inovatif dan unik, sebuah anime seperti The Tatami Galaxy lahir. 

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

2 tanggapan untuk “Kronik Mitos The Tatami Galaxy”

Tinggalkan Balasan