Kategori
Fotografi

Serial Fotografis Soal Penundaan

Ketika kamu sedang bekerja dekat tenggat waktu, berapa banyak kegiatan leha-leha yang kamu temukan secara tak sengaja untuk menunda hal yang tak terhindarkan?

Serial fotografi dari Polly Brown, dengan judul WORKING(hard), adalah tentang penundaan, distraksi, dan kebosanan; rayuan yang tak tertahankan untuk menelusuri linimasa media sosial atau mengatur ulang kamar ketika tugas yang lebih mendesak membebani pikiran.

Sarana penundaan yang disukai Brown, cukup lucu, adalah dengan mengambil foto. Suatu kegiatan yang dengan mudah membodohi orang agar percaya bahwa ia sedang sibuk. Selanjutnya, cabang-cabang momen paling tidak produktifnya sendiri diputar 180 derajat dan disajikan sebagai serial fotografi ini dalam dan dari dirinya sendiri.

Cara cerdas untuk mendaur ulang waktu terbuang menjadi semacam karya. Andai saja kita semua bisa mengkonfigurasi ulang jam-jam kita sendiri yang dihabiskan untuk berleha-leha.

WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown
WORKING(hard). Foto: Polly Brown

*

Dicatut dari A Photographic Series About Procrastination.

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

2 tanggapan untuk “Serial Fotografis Soal Penundaan”

ahahaha…. menyenangkan sekali photo seriesnya, foto-foto yang dihasilkan ditengah kegabutan.
hal ini menginspirasi dan ingin ngikutin, kalo lagi gabut dan ga tau mau ngapain, foto-foto random aja kali ya…
mantap rif,

thank you!

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang