12 Anime dari Studio Shaft

Studio Shaft telah lama ada sejak 1975, tapi hanya studio menengah yang berfokus antara kerja kontrak dan kolaborasi dengan studio yang lebih besar. Sampai akhirnya direktur utama di Shaft di pertengahan 2000-an diganti seorang veteran di industri anime: Akiyuki Shinbo.

Apa yang unik tentang posisi Shinbo adalah bahwa ia tidak mengarahkan anime tertentu, melainkan studio itu sendiri, yang namanya dan pengaruhnya melekat pada setiap serial dan film bikinan Shaft sejak tahun 2005.

Gaya Shinbo yang unik menampilkan beberapa elemen kunci di anime-anime Shaft: latar belakang warna tunggal, penggunaan efek pencahayaan yang berat, perpindahan sekuens dari wide shot ke close-up kembali ke wide shot, penggunaan banyak shading dan bayangan, perubahan aspek rasio, close-up bola mata, dan yang paling terkenal adalah tengokan kepalanya.

shaft head tilt anime
“Shaft head tilt”, gaya khas yang pasti ada di setiap anime bikinan Studio Shaft.

Jika ditanya apa sepuluh judul anime favorit saya, maka setengah jawabannya adalah anime-anime dari Studio Shaft era Shinbo ini. Nah, berikut adalah beberapa anime pilihan dari Studio Shaft yang saya rekomendasikan.

1. ef: A Tale of Memories

ef a tale of memories
  • Episode: 12
  • Genre: Drama, Mystery, Romance

Dirilis pada musim yang sama dengan Clannad yang sangat ditunggu-tunggu, sehingga banyak yang terlewat anime ini. Seperti Clannad, cara cerita yang sederhana dalam ef dikembangkan dari adaptasi aslinya bakal membuat banyak orang akan terkejut kalau ini awalnya eroge, atau gim erotis.

Berdasarkan ef: A Fairy Tale of the Two, visual novel dewasa karya minori. Adaptasi anime ini mengikuti perjalanan romantis tiga pasangan remaja untuk sembuh dan tumbuh melalui menemukan satu sama lain.

Cinta, tragedi, dan kesedihan. Anime ini memiliki semua bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat kita berkaca-kaca. Karakternya, dan cara mereka digambarkan. Mereka semua berjuang dengan impian mereka, sekaligus bingung apa yang harus dilakukan.

2. Sayonara Zetsubou Sensei

Sayonara Zetsubou Sensei
  • Episode: 12 (S01), 12 (S02), 12 (S03)
  • Genre: Comedy, Parody, School, Shounen

Sayonara Zetsubou Sensei adalah komedi satir, yang sindirannya menunjuk berbagai aspek kehidupan dan budaya Jepang, khususnya dalam tren modern. Meski mungkin, sebagai penonton dari luar, akan ada gagap budaya.

Berfokus pada Nozomu Itoshiki, seorang guru sekolah menengah yang sangat pesimis, dan jika ada kemalangan sekecil apapun bakal bikin dia depresi, bahkan mengarah pada upaya bunuh diri.

Sayonara Zetsubou Sensei bekerja lewat Nozomu dan interaksinya dengan murid-muridnya: Kafuuka Fuura yang hiper-optimis, kebalikan dari Nozomu; Kiri Komori, seorang hikikomori akut; Abiru Kobushi, yang sering datang ke kelas dengan perban, luka parah dan misterius; dan beberapa gadis tak biasa lainnya, semuanya sama eksentriknya dengan guru mereka.

3. Maria†Holic

maria holic anime
  • Episode: 12
  • Genre: Comedy, Parody, School, Shoujo

Untuk mencari cinta sejati, Kanako Miyamae pindah ke sekolah Katolik Ame no Kisaki, terinspirasi dari cerita orang tuanya yang jatuh cinta satu sama lain di sana. Masalahnya, dia takut laki-laki dan masuk ke sekolah khusus perempuan.

Ketika dia bertemu dengan Mariya Shidou yang cantik, Kanako percaya dia telah menemukan seseorang yang spesial. Namun, ternyata cinta pertama Kanako sebenarnya itu adalah seorang anak laki-laki yang sedang menyamar jadi perempuan.

4. Arakawa Under the Bridge

arakawa under the bridge shaft anime
  • Episode: 12 (S01), 12 (S02)
  • Genre: Comedy, Parody, Seinen

Arakawa Under the Bridge adalah komedi satir lainnya dari Shaft, sejajar dengan Sayonara Zetsubou Sensei. Bahkan protagonisnya disuarakan oleh orang yang sama: Hiroshi Kamiya.

Berfokus pada Kou Ichinomiya, putra seorang pengusaha kaya yang sangat percaya pada status elitnya. Dia bertekad untuk menghindari hutang kepada siapa pun; tapi suatu hari, karena dijahili bocah-bocah nakal di Jembatan Arakawa, dia jatuh ke sungai. Beruntung, Kou diselamatkan seseorang.

Karena merasa berhutang nyawa, Kou bersikeras untuk membayarnya kembali. Gadis yang dikenal sebagai Nino itu tinggal di bawah jembatan dan hanya menginginkan satu hal: jatuh cinta. Meminta Kou untuk menjadi pacarnya, memaksanya untuk pindah dari rumahnya yang nyaman dan memulai hidup baru di bawah jembatan.

Arakawa Under the Bridge memotret interaksi Kou dengan orang-orang aneh yang hidup di bawah jembatan itu.

You're a Man of Culture' Meme Is One of the Internet's More Twisted Memes  Ever
Salah satu screenshot dari Arakawa Under the Bridge, yang menjadi meme populer di internet.

5. Monogatari

monogatari
  • Episode: 15 (Bakemonogatari), 26 (Monogatari 2nd Season), 3 Film (Kizumonogatari), 10 (Owarimonogatari)
  • Genre: Comedy, Harem, Supranatural,

Bisa dibilang seri Monogatari inilah yang membuat Shaft makin dikenal dan bisa naik kasta sejajar dengan studio besar lainnya.

Lihat: Ketika Bakemonogatari Mengangkat Studio Shaft

Sejak dirilisnya Bakemonogatari, musim pertama dari serial Monogatari, anime ini telah memecah komunitas menjadi dua bagian, satu sisi adalah para penggemar Monogatari, seperti saya, yang menganggap anime ini seperti permata langka dari semesta anime. Di sisi lain, mereka yang melihatnya hanya sebagai anime harem aneh dengan fanservice yang ditutupi filosofi.

Monogatari mengikuti protagonis utama bernama Koyomi Araragi, yang lagi-lagi disuarakan Hiroshi Kamiya dengan gaya khasnya.

Penampakan, keanehan supranatural, bahkan dewa terus muncul di sekitar Araragi dan gadis-gadis dalam haremnya: Hitagi Senjogahara, tsundere pilih tanding; Tsubasa Hanekawa, seorang jenius tapi rendah diri; Shinobu, vampir pencinta donat; Suruga Kanbaru yang atletik tapi mesum; Mayoi Hachikuji si bocah periang; Nadeko, penguntit Koyomi yang sok imut, dan deretan perempuan yang terus bertambah.

Jika tertarik mengikuti serial anime ini, bisa baca lebih lanjut Urutan dan Cara Menonton Monogatari.

6. Mahou Shoujo Madoka★Magica

madoka magica
  • Episode: 12
  • Genre: Drama, Magic, Psychological, Thriller

Jangan terkecoh tampilan awalnya, karena meski tampak seperti magical girl imut, tapi anime ini menawarkan kisah yang benar-benar tragis.

Mahou Shoujo Madoka ★ Magica adalah sebuah kisah tentang harapan, keputusasaan, dan persahabatan. Mengisahkan kesulitan menjadi seorang magical girl dan harga yang harus dibayar seseorang untuk mewujudkan impiannya.

Awalnya Madoka Kaname dan Sayaka Miki adalah gadis sekolah menengah biasa, tetapi semua itu berubah ketika mereka bertemu Kyuubey, makhluk magis seperti kucing, dan Homura Akemi, siswa pindahan baru.

Kyuubey menawarkan untuk mengabulkan satu keinginan mereka dan sebagai gantinya, mereka akan menjadi magical girl. Namun, Homura yang telah menjadi magical girl, mendesak mereka agar tidak menerima tawaran tersebut, dengan menyatakan bahwa semuanya tidak seperti yang terlihat.

Ditulis oleh Gen Urobuchi (penulis Fate/Zero dan Psycho Pass) dan iringan musik garapan komposer Yuki Kajiura, plus lagu tema dari Kalafina, tak salah Madoka Magica menjadi anime sukses, baik secara kritis dan komersil.

7. Nisekoi

Image
  • Episode: 20
  • Genre: Comedy, Harem, School, Shounen

Raku Ichijou, siswa tahun pertama di Bonyari High School, adalah satu-satunya pewaris keluarga yakuza. Sepuluh tahun lalu, Raku membuat janji kepada teman masa kecilnya tapi lupa dengan siapa. Sekarang, yang dia punya adalah liontin terkunci, yang hanya bisa dibuka dengan kunci yang diambil gadis itu ketika mereka berpisah.

Nisekoi mengikuti tingkah sehari-hari Raku dan hubungannya dengan Kosaki Onodera dan Chitoge Kirisaki. Kemudian dengan lebih banyak gadis bermunculan, semua terlibat dengan masa lalu Raku. Pencariannya untuk gadis yang memegang hati dan janjinya, menuntunnya ke arah yang lebih tak terduga.

8. Mekakucity Actor

Image
  • Episode: 12
  • Genre: Comedy, Sci-Fi, Supernatural, Romance

Shintarou Kisaragi, yang merupakan seorang hikikomori, terpaksa meninggalkan kamarnya untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Sialnya di hari dia akhirnya keluar, dia terperangkap dalam situasi penyanderaan yang mengerikan. Untung, sekelompok remaja dengan kekuatan mata misterius, yang menyebut diri mereka “Mekakushi Dan”, membantu Shintarou keluar dari situasi tersebut.

Meski akibatnya, Shintarou terpaksa bergabung dengan kelompok itu. Kemampuan mereka tampak seperti potongan teka-teki, menghubungkan satu sama lain, dan saat masa lalu masing-masing anggota terbuka, rahasia yang mengikat mereka perlahan-lahan terungkap.

9. 3-gatsu no Lion

march comes in like lion
  • Episode: 22 (S01), 22 (S02)
  • Genre: Drama, Seinen, Slice of Life

Pencipta serial ini adalah Chica Umino. Beberapa orang mungkin mengenali karyanya lewat Honey and Clover, manga dan anime 2000-an favorit saya. Desain karakter mungkin akan terasa familiar.

3-gatsu no Lion (March comes in like a lion) seperti petualangan puitis. Kita diperkenalkan dengan Rei Kiriyama, seorang pemuda yang dikenal karena bakat shogi profesionalnya. Sekilas Rei mungkin tampak seperti orang sukses tetapi jauh di lubuk hatinya, dia menderita banyak masalah pribadi.

Tak lama setelah kedatangannya di Tokyo, Rei bertemu dengan Akari, Hinata, dan Momo Kawamoto, trio bersaudara yang tinggal bersama kakek mereka yang memiliki toko wagashi tradisional.

Berkat perkenalannya dengan keluarga Kawamoto tadi, Rei mulai mengatasi rintangan dalam hidupnya, membangun hubungan, dan tumbuh sebagai pribadi.

Anime yang benar-benar membawa sepotong kehidupan ke perspektif yang unik. Mengeksplorasi masalah-masalah itu dengan cara yang benar-benar membuat kita penasaran tidak hanya tentang hidup Rei tetapi bagaimana masyarakat, hubungan, dan karier dapat memengaruhi seseorang.

10. Fate/Extra: Last Encore

fate/extra shaft saber
  • Episode: 10
  • Genre: Action, Fantasy

Serial Fate begitu populer sampai diadopsi oleh hampir setiap studio dan ini membawa hasil positif atau negatif. Namun, ada selentingan kalau Fate yang bukan buatan Ufotable pasti jelek, dan pernyataan itu biasanya benar dari apa yang saya lihat.

Lihat: 10 Anime Studio Ufotable Pilihan

Namun, tak seperti serial anime Fate non-Ufotable lainnya, Fate/Extra tak terlalu mengecewakan. Mengapa? Ia memiliki karakter utama yang bahkan lebih baik dari Emiya Shirou.

Oh ya, untuk menonton serial anime ini memang harus sudah menonton Fate/stay night atau minimal tahu konsep dasar Fate. Jika belum, bisa baca Panduan Menonton Fate Series.

Berdasarkan game Playstation Portable, Fate/Extra memperkenalkan kita pada karakter bernama Kishinami Hakuno yang dikhianati oleh temannya Shinji (Iya, Shinji dari Fate/stay night). Berhasil lolos dari kematian dan dipilih untuk berpartisipasi dalam perang Holy Grail, Kishinami mendapatkan servant terkuat: Saber.

Meski ada 10 episode, kita tak akan melihat banyak aksi, karena Fate/Extra ini lebih pada pembangunan dunia dan pengenalan karakter, dengan dialog dan adegan ala Shaft.

11. Kubikiri Cycle: Aoiro Savant to Zaregototsukai

kubikiri cycle
  • Episode: 8
  • Genre: Action, Drama, Mystery, Supernatural

Karena penyakit misterius, si jenius Iria Akagami dipaksa oleh keluarganya untuk tinggal di sebuah rumah besar di pulau terisolasi dengan hanya segelintir pelayan.

Untuk menghibur diri, Iria mengundang berbagai rekan jenius untuk tinggal sebagai tamu di rumahnya, termasuk ahli komputer Tomo Kunagisa dan asistennya yang tidak disebutkan namanya, peramal terampil Maki Himena, artis terkenal Kanami Ibuki, sarjana akademis Akane Sonoyama, dan juru masak terkenal Yayoi Sashirono.

Kunjungan ini berlangsung seperti biasa sampai salah satu tamu ditemukan dibunuh secara mengerikan di malam hari tanpa satu petunjuk pun mengenai identitas pembunuhnya atau kemungkinan motifnya.

12. Bishounen Tantedan

bishounen tanteidan
  • Episode: ?
  • Genre: Comedy, Mystery, School

Anime terbaru dari Shaft ini kembali mengadaptasi karya dari Nisio Isin.

Mayumi Dojima, siswa tahun kedua di sekolah menengah eksklusif Akademi Yubiwa, telah kehilangan sesuatu — bintang yang hanya dilihatnya sekali, sepuluh tahun yang lalu. Sampai dia dipertemukan dengan Klub Detektif rahasia dan sangat misterius, yang beranggotakan para cowok rupawan.

Mereka berjanji akan menyelesaikan masalah ini karena alasan estetika, lima cowok cantik ini membawa Mayumi ke dalam dunia yang penuh kegembiraan, bahaya, dan keindahan yang luar biasa.

6 pemikiran pada “12 Anime dari Studio Shaft”

  1. ahh liat postingan soal anime jadi pengen nonton anime lagi.. udah hiatus lama, anime terakhir yang aku tonton ya kuroku no basket 😀 jadul banget ya mas

    Balas
    • Slam Dunk versi 2010-an udah dianggap anime jadul ya.

      Kebetulan saya juga lagi demen anime lagi dari tahun kemarin akibat pandemi, beberapa tahun sebelumnya sempet hiatus, pindah dulu nonton film dan drakor.

      Balas

Tinggalkan komentar