Kategori
Anime

Deca-Dence yang Menolak Dekadensi

Saya mulai menonton Deca-Dence dengan ekspektasi minim, mengetahui sejarah serial anime original, dan seberapa sering anime begini apalagi yang dibikin beberapa tahun ke belakang hanya beralih ke pemborosan waktu yang medioker.

Namun saya sangat terkejut karena Deca-Dence dapat membuat saya tertarik setiap episodenya dari minggu ke minggu. Sekaligus juga dapat menawarkan penyelesaian memuaskan, yang merupakan pencapaian yang sangat langka di antara serial anime original. Yang berhasil dilakukan Gurren Lagann dan gagal dilakukan Darling in the Franxx, misalnya – kedua anime langsung terngiang di kepala saya saat impresi menonton episode pertama Deca-Dence.

Kategori
Anime

Candu Hikikomori

Tatsuhiro Sato, berusia 22 tahun, selama empat tahun paska drop-out dari kuliah karena menderita serangan panik yang parah, hanya hidup di dalam kamar indekos mungilnya di Tokyo. Dia membayangkan bahwa ada semacam konspirasi yang membuatnya jadi hikikomori, bahwa ada organisasi rahasia yang memproduksi ilusi adiktif berupa khayalan yang terus berlanjut dan muncul kembali ketika dia sedang stres.

Kategori
Anime

Tanjiro Kamado dan Kanao Tsuyuri

Ketika Kanao pertama kali melihat Tanjiro di Seleksi Akhir untuk menjadi Demon Slayer Corps, mereka tidak memiliki interaksi apa pun karena Kanao tetap menyendiri dan diam di akhir upacara.

Kemudian dalam seri, ketika mereka bertemu lagi di Gunung Natagumo, Kanao terlibat perselisihan dengan Tanjiro saat ia mencoba untuk melindungi Nezuko agar tidak terbunuh. Sebagai akibatnya, Tanjiro dilumpuhkan oleh Kanao.

Tanjiro dibawa ke Rumah Kupu-kupu untuk pemulihan dan melihatnya di taman, dia segera mengenali Kanao sebagai salah satu yang lulus dari Seleksi Akhir tetapi tak menyadari kalau dia juga yang menyerangnya sebelumnya.

Kategori
Anime

15 Anime 1990-an Terbaik

Anime 1990-an begitu campur aduk. Namun tak ada keraguan bahwa penulisan yang menarik dan alur ceritanya yang merintis beragam genre telah membangun fondasi untuk segudang anime yang kita nikmati hari ini.

Bagi yang sepantaran saya, saat bocah mungkin pernah menonton beberapanya dari beragam stasiun televisi swasta. Saat itu, kita menonton anime sederhananya karena itu kartun, yang stereotipnya tontonan buat anak-anak. Kita tak terlalu memikirkan apakah alur ceritanya bagus (apalagi saat itu seringnya oleh stasiun televisinya dihentikan setengah jalan atau episodenya teracak) atau membeda-bedakan soal genrenya, semua anime kita lahap.

Kategori
Anime Video Game

Tiga Rute Fate/stay night

Mungkin banyak yang bertanya kenapa anime Fate/stay night ada versi serial anime Unlimited Blade Works dan kemudian ada versi film trilogi Heaven’s Feel. Tak ada yang benar atau salah, karena Fate/stay night awalnya merupakan visual novel yang memiliki beberapa plot cerita.

Fate/stay night adalah salah satu visual novel paling terkenal dari genrenya, dan disebut sebagai novel visual yang paling diterima dengan baik yang pernah diterbitkan.

Kategori
Anime Lirik Lagu

Lirik Aimer – Spring Song

Aimer mengisi lagu latar untuk film anime Fate/stay night: Heaven’s Feel III. Penyanyi di bawah label Sony Music Japan dan telah sering terlibat dalam lagu anime, khususnya seri Fate. Namanya berasal dari kata kerja “Aimer” dalam bahasa Perancis, yang berarti “mencintai”.