Kategori
Argumentum in Absurdum Celotehanku

Kinal dan Bahaya Laten Idolisme

Dilematis sih. Saya banyak setuju sama asas pemikiran Karl Marx, sehingga rada benci terhadap sistem kapitalisme.  Tapi ya gimana, industri hiburan sungguh setan yang menjerat kaum kekinian. Saya masih teracuni dunia k-pop, masih jadi Sone (fans Girls’ Generation), dan sekarang mulai jatuh cinta sama JKT48, beberapa personilnya aja sih, belum jadi wota atau apalah namanya.

Ya konsekuensi akan sebuah kesendirian. Butuh penyaluran, tapi kepada apa? Dan munculah gejala idolisme sebagai opsi pelampiasan itu. Di era media sosial sekarang, antara seleb sebagai idol dan fans sebagai pengidol dibuat makin dekat, meski memang masih berjarak, semu, dan artifisial. Tapi nggak mengapa lah, siapa lagi coba yang mau ngasih semangat, ngucapin selamat pagi, ngingetin waktunya sholat, sampai pamerin selfie yang menggoda iman? Itulah yang dilakukan para personel JKT48 lewat akun Twitter-nya, dan satu di antara mereka yang saya suka banget adalah Devi Kinal Putri.

Kategori
Argumentum in Absurdum

Hokage, Übermensch dan Aristokrasi

hokage naruto boruto

A historical claim: “The beginnings of everything great on earth are soaked in blood thoroughly and for a long time.” – Nietzsche, Genealogy of Morals

Seperti Desa Konoha, yang meski fiktif, sebuah desa besar yang seringnya dalam lindungan damai, desa yang tumbuh sehabis rekonsiliasi antara klan Senju dan Uchiha – yang terlibat sengketa selama berpuluh-puluh tahun. Berkat inisiasi Hashirama Senju dan Madara Uchiha maka terbentuklah sebuah masyarakat madani dalam sebuah kesatuan desa. Desa Konoha, desa tersembunyi oleh daun pohon, mula-mula hanyalah sebuah ide utopis yang muncul dari kedua pemimpan klan tadi selama masa perang berkecamuk.

Setelah Konoha lahir, Hashirama kemudian mencipta konsep “Hokage”, istilah untuk pemimpin desa, dan menunjuk Madara sebagai orang yang pantas memegang tampuk jabatan ini. Namun, konsensus publik memilih Hashirama yang harus jadi orang no. 1 di Desa Konoha ini. Sebuah proses demokratis.

Kategori
Argumentum in Absurdum Celotehanku

Kuliah Sekuler di The School of Life

Kopi diciptakan oleh sejarah, nikmatnya oleh filsafat. Ah ketika sebagian besar penduduk bumi didera kemiskinan, dan mungkin di belahan dunia sana sedang terjadi konflik berdarah, kenapa saya bisa-bisanya duduk santai sambil menyesap secangkir kafein? Kenapa belajar soal humaniora; sastra, psikologi, sosiologi, seni budaya, filsafat, padahal banyak tersebar manusia yang sedang terdzolimi?

Dan pertanyaan-pertanyaan ini sedikit terpecahkan dan tercerahkan lewat satu saluran Youtube dari The School of Life, yang dengan baik hatinya mengajak kita piknik.

Kategori
Argumentum in Absurdum TV Geek!

Avatar Legend of Korra dan Ideologi Politik

the_legend_of_korra_wallpaper_1920x1080_06

Setelah manga Naruto dan kisah Doraemon, tahun 2014 diakhiri dengan berakhirnya Avatar: The Legend of Korra.

Di saat long weekend namun jalanan banjir dan macet dimana-mana, satu opsi mengisi liburan yang pas ya maraton nonton. Dan menamatkan kisah Korra sang Avatar setelah Aang ini adalah pilihan tepat.

Jika di Avatar The Last Airbender, seluruh kisah dari book 1 sampai terakhir Aang harus memadamkan kolonialisme yang dilakukan Negara Api. Maka untuk Avatar Korra, tiap book punya musuh yang berbeda-beda. Semua antagonis punya pandangan politis yang berbeda-beda, memang niatnya untuk menciptakan perubahan, namun sayang terlalu ekstrim dan radikal.

Kategori
Argumentum in Absurdum

Fandom Capres

capres cawapres

Katanya sih ‘Idiot’ itu asal katanya dari kata Yunani Kuno, ‘Idiotes’, yang berarti orang yang ga tertarik pada politik. Jadi biar ga dianggap idiot, saya mau sok pintar ngomongin soal politik ah.

Biarpun ini negara demokrasi, tapi saya mah ga demokratis-demokratis amat sih. Biarpun begitu saya mah memegang teguh prinsip pemilu yang katanya harus “Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia”. Makanya saya rahasiin capres yang saya dukung.

Info aja, saya mah ga suka debat-debatan, makanya ga nonton debat capres-cawapres kemarin. Mending ngenet buat nungguin Running Man episode 199 yang ada Park Jisung-nya. Tapi sayang belum keluar-keluar, jadilah nengok linimasa Twitter dan saya disuguhkan arena debat lainnya. Ah debat lagi debat lagi. Malesin deh.

Kategori
Argumentum in Absurdum

Cintanometer dan Couplepreneur

yongseo-couple

Hei kamu! Ya, kamu gadis manis yang suatu saat bakal jadi pendamping di sisa hidupku. Kamu yang sekarang entah sedang berada dimana, sedang apa, dan dengan siapa. Yang kehadiranmu belum terdeteksi oleh radarku.

Cintanometer. Oh. Andai teknologi ultra canggih ini benar-benar ada.

Hai kamu yang akan jadi ibu bagi anak-anak kita, kalau ada. Insya Allah, kamu seorang berkelamin berbeda denganku kan? Kalau sama, naudzubillah berarti.

Cintanometer. Andai gadget ini nyata, tak hanya fiksi seperti dalam cerpennya Kang Darwis Tere Liye. Aku tak sabar ingin mengidentifikasi siapa kamu sebenarnya.