Kategori
Bandung

Seratus Tahun Gedung Sate

gedung sate 100 tahun

Berdiri tegak sejajar dengan Gunung Tangkubanparahu, kini usianya menginjak 100 tahun. Genap seabad, bangunan bersejarah ini semakin kokoh dan gagah. Usia hanyalah angka bagi Gedung Sate dan 27 Juli 1920 menjadi awal sejarah pembangunan dengan melibatkan 2.000 tukang.

Dirancang sesuai dengan desain neoklasik yang menggabungkan unsur-unsur asli Indonesia oleh arsitek Belanda J. Gerber untuk menjadi kantor departemen Transportasi, Pekerjaan Umum, dan Manajemen Air Hindia Belanda; bangunan itu selesai pada tahun 1924. Hari ini, bangunan tersebut berfungsi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Rencana Pemindahan Ibukota ke Bandung

Pembangunan gedung bermula saat Gubernur Jenderal van Limburg Stirum pada 1918 menginisiasi Bandung sebagai ibu kota baru bagi Hindia Belanda. Alasan pemindahan ini disebabkan kondisi lingkungan di Batavia yang sudah mulai tercemar dan alasan-alasan lain yang menyebabkannya tak kondusif menjadi ibukota sebuah negara.

Departement van Gouvernements Bedrijven atau Kantor pusat Departemen Perusahaan Milik Pemerintahan, merupakan yang pertama dibangun oleh tim arsitek pimpinan Johann Gerber. Proyek kompleks pusat pemerintahan ini rencananya dibangun dari lokasi Gedung Sate saat ini di Jalan Diponegoro hingga area Monumen Perjuangan.

gedung sate
Foto aerial Gedung Sate sekira 1925. Foto: KITLV.

Namun, krisis ekonomi yang terjadi kemudian membuat proyek ini terhenti. Sejumlah bangunan yang seharusnya dibangun tak rampung, yang berhasil hanya ada gedung Gouvernements Bedrijven dan Hoofdbureau Post Telegraaf en Telefoondienst yang kini jadi Museum Pos Indonesia.

Rencana awalnya ini akan jadi kompleks besar pemerintahan. Gedung Sate adalah yang paling selatan, sementara gedung paling utara itu tak jadi dibangun. Jadi sebenarnya Gedung Sate itu komplek perkantoran yang tak selesai dibangun.

Gedung Sate dari Masa ke Masa


gedung sate
Gedung Sate sekira 1920. Foto: KITLV.


Pada 1930, Gouvernements Bedrijven diresmikan sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan. Hal ini memulai sejarah panjang Departemen Pekerjaan Umum Indonesia. 
Selama pendudukan Jepang, Gedung Sate menjadi Pusat Pemerintahan (Shucho) Wilayah Jawa Barat dan kedudukan Komandan Militer Daerah. 
Saat Indonesia merdeka, gedung kembali digunakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Hingga pada 1980, gedung dimanfaatkan sebagai kantor pemerintahan Jawa Barat hingga saat ini.
Kendati sudah berusia 100 tahun, Gedung Sate masih dalam kondisi prima. Hal ini karena hampir seluruh batu yang digunakan adalah batu kali dan batu gelas. Untuk batu kalinya diambil dari kawasan Bandung Timur, seperti daerah Sindanglaya dan Ujungberung, karena diyakini batunya lebih kuat. Sementara kolom bangunan Gedung Sate terbuat dari baja asli Swedia.
ngaleut gedung sate
Saat memandu Ngaleut Kawasan Gedung Sate sekaligus memeriahkan Bandung Readers Festival yang sedang diselenggarakan di sini (8/9/2019).
Kategori
Bandung

Ngaleut Pecinan di Bandung

Di mana lokasi Pecinan di Bandung? Mungkin banyak yang bertanya.

Kita menyoal dulu dari definisi istilahnya: Pecinan merujuk sebuah wilayah kota yang mayoritas penghuninya adalah orang Tionghoa. Pecinan banyak terdapat di kota-kota besar di berbagai negara, menjadi orang Tionghoa merantau dan kemudian menetap.

Kategori
Bandung

Ngaleut Rancaekek

Stasiun Rancaekek terletak pada ketinggian +672 m. Pada tanggal 13 Februari 1921, pembangunan jalur kereta api Rancaekek–Tanjungsari selesai. Tujuan pembangunannya adalah untuk menjangkau perkebunan di daerah Jatinangor.

Kategori
Bandung

Walking Tour Urban Legend Bandung

Bandung sebagai sebuah kota di Tatar Sunda, yang kemudian menjadi melting pot dari berbagai suku bangsa, sejak masa awal berdirinya memiliki banyak legenda yang berkaitan dengan makhluk gaib.

Ada sosok Nyi Kentring Manik yang dipercaya sebagai penguasa alam gaib dan mata air di wilayah Bandung. Kentring Manik ini sering dikaitkan dengan keberadaan mata air atau sumur, seperti dalam cerita Wiranatakusumah II saat pencariaan lokasi Kota Bandung.

Kategori
Bandung

Ngaleut Sumur Bandung

Sumur Bandung berhubungan dengan kelahiran Bandung. Konon, saat dalam pencarian dan harus bermalam dekat mata air di tepi sungai Ci Kapundung, Wiranatakusumah mimpi bertemu dengan Kentringmanik. Mimpi ini jadi petunjuk bahwa kawasan tersebut cocok untuk lokasi ibukota Kabupaten Bandung yang baru. Mata air itu yang kemudian dijadikan sumur dengan nama legendaris, Sumur Bandung.

Kategori
Bandung

Ngaleut Toko Buku Bandung Tempo Dulu

Dalam Ngaleut Toko Buku dan Percetakan Tempo Dulu, kita akan menyusuri jejak beberapa toko buku dan percetakan yang pernah dan mungkin masih ada di Kota Bandung.