Kategori
Celotehanku Curhat Non-Informatif

Moonshine Blogger Award

moonshine blogger award

Bagi saya, me-time menjadi semacam kebutuhan primer. Dan seminggu terakhir ini sangat sedikit waktu untuk menyendiri, apalagi untuk tiga hari terakhir kemarin. Ngurus maba bukan hanya bikin lelah fisik, tapi lelah secara psikis.

Menulis menjadi salah satu ritual wajib dalam prosesi semedi saya ini. Ya, menulis merupakan katarsis bagi saya. Melalui menulis, saya ingin berkomunikasi, saya ingin berinteraksi, dan saya ingin berbagi.

Selain itu, sebagai seorang INFP, otak ini bakal gatal kalau nemu masalah keduniawian yang buntu atau sesuatu yang dirasa mengganjal. Oleh sebab itulah menjadi kewajiban bagi saya untuk berbagi ide dengan media tulisan.

Dan Alhamdulillah, ada apresiasi terhadap aktivitas ngeblog saya. Ada satu award dari sahabat narablog, Bang Ilham, yang syukuran dua tahunan blognya. Selain itu, Agan Tama pun dengan baik hatinya yg kecipratan award ini juga ikut meneruskannya ke saya.

Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku Curhat Non-Informatif

Happy International Nurses Day! ♥

Nurses Day

 

Ketika bocah pas masih SD, pertanyaan paling ga saya suka adalah, “Kalau udah besar mau jadi apa?”. Anak lain sih gampang udah punya jawabannya, pada tau lah kalau ga dokter ya pengen jadi guru atau pilot atau cita-cita pasaran lainnya. Nah, saya.

Ga tau emang sikap pesimisnya udah lahiriah, saya masih bingung buat milih cita-cita. Karena keterpaksaan, biasanya buat jawab pertanyaan di atas ya saya pura-pura kalau cita-citanya pengen jadi dokter.

Sampailah pada akhir masa SMA. Saya kudu menentukan sebuah profesi yg akan menemani kehidupan saya nantinya. Masih absurd juga sebenernya etiologinya, tapi saya menetapkan untuk melanjutkan studi ke keperawatan.

Intinya saya ga ingin kerja yg hanya duduk manis diam di sebuah ruangan. Saya juga ingin bisa mengaplikasikan hobi mulia saya, tersenyum. Dan lagi saya alergi sama yg namanya angka-angka dan hitungan-hitungan.

Sebenarnya ingin kerja di bidang kesehatan masyarakat, tapi adanya juga jenjang S2, ya udah saya pilih keperawatan aja, mungkin menjurus ke sana juga pikir saya.

Alasan lainnya, meski rada konyol sih, pengen ngembangin keterampilan komunikasi sama cewe. Sesuai Rencana pas masuk dulu sih emang niatnya bukan cuma buat belajar tentang ilmu kesehatannya, tapi lebih buat ngembangin sama aktualisasi diri.

Sudah hampir 2 tahun, dan meski masih ada kegundahan tentang pekerjaan yg akan saya jalani ini, tapi saya yakin perawat merupakan suatu profesi yg sungguh mulia dan niscaya.

Selamat Hari Perawatan Sedunia! Makin jaya keperawatan Indonesia!

Kategori
Curhat Non-Informatif

Duh, Gaya Tulisan Saya Labil

Seorang INFP dianugerahi kreativitas berlebih sebagai bakat alami. Namun masalahnya ga nyaman untuk mengekspresikannya secara verbal. Satu-satunya jalan tentu saja dengan cara menuangkannya ke dalam bentuk kata-kata. Dan memang seorang INFP, secara naluriah, digariskan merupakan penulis berbakat.

Namun ada tapinya. Meski riwayat ngeblog sudah cukup lama, secara matematis sih sudah 4 tahun lamanya, saya merasa belum punya ciri khas menulis tersendiri. Ababil. Inkonsisten. Masih banyak bereksperimen. Dari segi kualitas maupun kuantitas, saya merasa kalah jika dibandingkan dengan para narablog baru.

Kategori
Cacatnya Harianku Curhat Non-Informatif

Saya dan Romantisme Semester 3

Semester 3

Yah libur semester dimulai besok, ga bisa kuliah, ga ada tugas, pokoknya kudu hibernasi dari rutinitas kuliah yang sangat mengasyikan.

Semester 3 resmi ditutup dengan Student Oral Case Analysis, yang Alhamdulillah-nya saya jalani ujian pamungkas ini tanpa persiapan. Maklum, sehari sebelumnya baru beres ngurusin acara penutupan Mentoring Agama Islam yang dilakuin dari Sabtu.

Di semester ini, saya mempelajari akan susahnya memegang amanah. Ya, saya yang lemah mental dan melankolis-plegmatis ini dipercaya jadi Koordinator Mata Kuliah Sport & Art II, Ketua Pelaksana Mentoring Agama Islam MADANI 2012, bahkan jadi calon Ketua Rohis.

Sangat benar yang diutarakan Imam Ghozali bahwa yang paling berat di dunia adalah memegang amanah. Rasulullah saw. bersabda, “Masing-masing kalian adalah pemimpin dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya,” (Shahih Muslim No. 3408).

Oh no, saya nampaknya belum menjadi pemimpin yang amanah. Faktor utamanya karena defisiensi skill komunikasi. Padahal kan untuk jadi seorang pemimpin butuh banget skill ini.

Dengan semester 3 ini menunjukan kalau saya udah punya adek angkatan, dan harusnya menjadi panutan dan memberi contoh yg baik. Intinya harus jaga sikap.

Terima kasih aja buat semester 3 yang udah ngasih berbagai pengalaman dan pelajaran. Tidak lupa, beribu-ribu terimakasih karena telah bikin saya stressful. Semester 3, kamu luar biasa!