Kategori
Psikologi

Bucin: Kebodohan yang Diprogram Secara Biologis

Jantungmu berdetak sedikit lebih cepat. Kelenjar-kelenjar terbuka mengeluarkan tetes peluh penuh rahasia. Tubuhmu mulai memproduksi hormon-hormon, yang membuatmu merasa sedikit pusing tapi hangat di dalam, dan perasaan berbunga-bunga.

Kondisi ini, sialnya, jadi salah satu alasan writer’s block paling konyol yang sering saya alami. Sebut saja bucin, atau kasmaran, atau jatuh cinta. Pernah karena tengah dimabuk asmara, kerjaan saya enggak beres-beres. Karena hampir deadline, teman sampai mengultimatum gebetan saya agar jangan membalas chat saya sebelum tugas tulisan berhasil saya rampungkan.

Sebelum-sebelumnya, saya sering sinis dan mengolok orang-orang yang lagi bucin ini, sampai saya mengalami sendiri. Maklum, saya termasuk golongan late bloomer dan pengalaman asmara yang payah. Kondisi aneh itu bikin saya bertanya-tanya, dan kegemaran saya adalah mencari jawabannya dari penjelasan ilmiah.

Kasmaran dan Banjir Hormon

Ketika kita “jatuh cinta” secara garis besar ada tiga hormon yang membanjiri otak kita. Dr Helen Fisher, seorang antropolog biologi di Kinsey Institute, New York menyebutkan kalau masing-masing terikat pada aspek yang berbeda dalam prosesnya:

  1. Testosteron dalam dorongan seksual,
  2. Dopamin dalam cinta romantis,
  3. Oksitosin dilepas saat kita membentuk keterikatan yang lebih dalam.

Ketiganya tidak menghantam kita secara berurutan. Namun untuk keterikatan, apakah ia datang sebelum atau sesudah kita tertarik pada seseorang, membutuhkan waktu.

Hormon-hormon ini memang memiliki peran pada otak yang sedang kasmaran, sekaligus mendatangkan malapetaka. Sebagian besar kegamangan berbunga-bunga dari orang-orang yang sedang kasmaran dapat ditelusuri ke efek dopamin yang membanjiri otak. Inilah yang menyebabkan seseorang terobsesi tentang minat cinta baru mereka.

Fisher menyebutkan bahwa seseorang dapat menghabiskan hingga 85% waktunya untuk memikirkan si dia.

“Lalu ada keinginan untuk penyatuan emosional,” kata Fisher, yang juga menulis Anatomy of Love. “Ya, kamu memang ingin tidur dengannya, tetapi yang kamu inginkan adalah agar mereka menelepon, mengajakmu keluar, untuk memberi tahumu bahwa mereka mencintaimu.”

500 days of summer
(500) Days of Summer (2009)

“Kamu sangat termotivasi untuk memenangkan orang ini. Area ventral tegmental, bagian otak yang mengendalikan ini, tepat di dekat area otak yang mengatur haus dan lapar,” lanjut Fisher. “Ini adalah dorongan dasar manusia.”

Dopamin juga menyebabkan seseorang melihat kekasihnya benar-benar unik dan luar biasa. “Musik yang mereka suka menjadi luar biasa,” sebut Fisher. Hormon ini juga menyebabkan emosi yang kuat, baik positif maupun negatif, serta hasrat seksual, kecemasan akan adanya perpisahan dan tingkat energi yang tinggi.

Selanjutnya, dalam sebuah temuan yang mungkin tak bakal mengejutan siapa pun, keadaan jatuh cinta menghambat kemampuan seseorang untuk membuat keputusan rasional.

“Korteks prefrontal medral ventral, wilayah otak yang berfokus pada yang negatif, menjadi kurang aktif ketika mereka jatuh cinta,” kata Fisher. “Jadi mereka berfokus pada hal positif dan mengabaikan yang negatif.”

Adakah Cara Untuk Menyetop Bucin?

fallen angels
Fallen Angels (1995)

Saat kasmaran, bagian otak yang terkait dengan pengambilan keputusan menunjukkan sedikit aktivitas. Hal ini terjadi karena individu diprogram sedang melakukan sesuatu yang lebih penting.

Fisher menjelaskan bahwa kita tengah mencoba memenangkan hadiah terbesar dalam hidup: seorang pasangan kawin. Karenanya, seluruh mekanisme otak dirancang agar kita bisa mendapatkannya.

Tentu, kasmaran bakal menenang, sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu.

Fisher bersama timnya membandingkan aktivitas otak orang-orang yang baru saja jatuh cinta dengan orang-orang yang telah bersama pasangannya selama rata-rata 21 tahun, dan yang menggambarkan dirinya masih “jatuh cinta”. Mereka menemukan aktivitas yang sangat mirip di area tegmental ventral otak pada kedua kelompok, dengan satu perbedaan yang signifikan.

“Di antara mereka yang baru saja jatuh cinta, kami menemukan aktivitas di wilayah terkait, saya tidak akan mengatakan ansietas, tetapi intensitas,” sebut Fisher.

“Namun di antara mereka yang telah jatuh cinta dalam jangka panjang, ada aktivitas otak yang harus dilakukan dengan ketenangan,” jelas Fisher. “Anda masih ingin bercinta dengan orang tersebut, bersenang-senang dengan orang tersebut, ingin menikah lagi dengan orang tersebut, tetapi Anda tidak gelisah tentang orang itu.”

Jatuh cinta bisa sekelebat, tapi cinta bisa memanjang. “Love is not time’s fool,” tulis Shakespeare dalam sonet 116: “Love alters not with his brief hours and weeks / But bears it out even to the edge of doom.

Sebenarnya, Apa Itu Jatuh Cinta?

parasite kiss
Parasite (2019)

Psikologi hanya dapat mengungkapkan sedikit tentang mengapa kita menemukan orang-orang tertentu yang menarik. Misalnya, kita lebih cenderung jatuh cinta pada seseorang yang mirip: dari kelompok sosial ekonomi, tingkat ketertarikan, pendidikan, dan latar belakang agama yang sama.

“Saya akan memberi tahu Anda sesuatu yang Anda tidak ingin tahu: secara statistik Anda lebih mungkin untuk menikah dengan seseorang yang secara fisik tampak seperti orang tua lawan jenis Anda,” sebut Madeleine Fugère, profesor psikologi di Eastern Connecticut State University.

Pemicu lain yang menarik adalah warna merah, yang ketika dikenakan oleh orang-orang yang lebih muda meningkatkan daya tarik mereka kepada pasangan. Ada juga akibat siklus menstruasi perempuan, yang memengaruhi tipe pria yang akan menarik minatnya. Selama ovulasi, perempuan tertarik pada pria dengan perawakan yang lebih maskulin, tapi ketika tidak sedang berovulasi, perempuan cenderung memilih pria yang terlihat tak terlalu maskulin.

Namun gagasan bahwa ada cara ilmiah untuk memahami secara tepat apa yang membuat beberapa orang menarik bagi kita dan orang lain tidak, atau gagasan bahwa kita dapat jatuh cinta dengan siapa pun yang punya cukup keintiman dengannya, menurut Fugère, adalah sesuatu yang menggelikan.

Terlepas dari semua yang kita ketahui tentang psikologi tarik-menarik, masih ada banyak misteri dalam pertanyaan tentang siapa yang kita cintai, sebut Fugère. “Ada hal-hal tak sadar lain yang mendorong ketertarikan kita pada orang lain dan kita tidak tahu apa itu.”

Mengambil Risiko Untuk Jatuh Cinta

science of sleep
The Science of Sleep (2006)

Diperkirakan satu dari empat hubungan hari ini tercipta dari dunia online. Kita belajar banyak tentang seseorang sebelum bertemu mereka, dan perkembangan tradisional dari ketertarikan menuju hubungan telah bergeser bagi banyak orang.

“Kencan online adalah semua tentang kata-kata dan foto,” sebut Kate Taylor, seorang pakar hubungan di Match. “Jadi ini memungkinkan Anda mengembangkan sebuah hubungan dan ketertarikan berdasarkan faktor-faktor seperti minat bersama, selera humor yang nyambung dan kecerdasan. Ketika kita jatuh cinta secara offline, banyak faktor yang lebih kompleks ikut bermain: aroma, feromon, hormon dan itu jauh lebih merupakan sebuah proses yang primal dan misterius.”

Karena cinta begitu misteri, Fugère mengatakan bertemu dengan banyak orang sangat penting. Dia juga memiliki semacam tip licik: orang lebih cenderung jatuh cinta jika jantung mereka berpacu dan suhunya naik.

“Kita sudah tahu jika Anda pergi berkencan menaiki roller coaster dengan seseorang yang sudah menaruh hati pada Anda, mereka akan lebih mungkin jatuh cinta pada Anda,” katanya. “Ini bekerja dengan apa pun yang menggairahkan – bungee jumping, pendakian, segala yang benar-benar membuat jantung Anda berdetak.”

Nasihat Fisher hampir serupa: “Jika Anda benar-benar ingin jatuh cinta dengan seseorang, lakukan hal-hal baru bersama-sama.” Fisher menyebutkan untuk melakukan pendakian, naiki sepeda untuk makan malam ketimbang naik mobil, pergi ke opera, bermain ski, melakukan perjalanan ke Paris saat akhir pekan, berhubungan seks di ruangan yang berbeda. Kebaruan, kebaruan, kebaruan. Ini mendorong dopamin di otak dan dapat mendorong Anda melewati ambang pintu ke dalam cinta.

Pada akhirnya, cinta adalah satu bagian kemanusiaan kita yang begitu luas sehingga seni dan budaya dipenuhi dengan beragam referensi pada hal ini. Jatuh cinta adalah jalan masuknya. Kita berhutang banyak pada kesuksesan kita sebagai spesies manusia berkat hal mungil yang gila yang disebut cinta ini.

*

Referensi:

  • Fisher, Helen. (2016). Anatomy of Love: A Natural History of Mating, Marriage, and Why We Stray
  • Lyons, Kate & Peter Kimpton. (12 Februari 2016). How do I…fall in love. The Guardian.
Kategori
Anime Psikologi

Tsundere: Teori Karakter dan Psikologi di Baliknya

Tsundere, bagi yang belum tahu, adalah proses pengembangan karakter yang menggambarkan seseorang yang awalnya dingin, galak dan bahkan tampak memusuhi, sebelum kemudian secara bertahap menunjukkan sisi yang lebih hangat seiring berjalannya waktu. 

Karakter tsundere ini jadi salah satu arketip yang sering hadir dalam manga dan anime. Ambil contoh Inuyasha, hampir sepertiga karakternya (termasuk Inuyasha sendiri) masuk kategori tsundere: terlihat garang di luar tapi aslinya baik.

Sering kali, tsundere merasa malu atau tak tahu apa yang harus dilakukan dengan perasaan romantis mereka dan karenanya menjadi lebih agresif dan egois daripada biasanya — terutama dalam kedekatan dengan subyek afeksi mereka. Perjuangan batin mereka yang konstan antara rasa bangga diri dan cinta mereka adalah kunci bagaimana karakter-karakter ini bertindak.

Ketika karakter tsundere berkembang dan menerima perasaannya, mereka memang tetap dalam mode “tsun tsun” (berpaling dengan jijik, marah atau angkuh) di depan umum tetapi menjadi semakin “dere dere” (kasmaran/bucin) ketika berada secara personal, ketika tak dilihat yang lain. Jika seorang karakter pernah mengucapkan kalimat “itu bukan karena aku menyukaimu,” dengan muka ketus ketika berbuat baik, dapat dijamin kalau dia karakter tsundere.

Tsundere dan Teori Keterikatan (Attachment Theory)

Sebagai seseorang yang tertarik pada psikologi, saya suka mencari tahu alasan mengapa orang melakukan sesuatu dan mengapa mereka bertindak. Saya menemukan istilah psikologis menarik dalam teori keterikatan yang dapat digunakan untuk menggambarkan alasan di balik tindakan seorang tsundere: avoidant attachment. Orang-orang dengan gaya keterikatan ini melihat kedekatan dan investasi emosional selalu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dijauhi.

Infografis dari Guess Who’s Coming

Dalam teori keterikatan ini, tipe avoidant ini sangat mandiri, seringkali tidak nyaman dengan keintiman, fobia akan komitmen dan ahli dalam merasionalisasi jalan keluar dari situasi intim apa pun. Pura-pura berlaku tak ramah dan galak agar dijauhi. Orang dengan tipe avoidant dalam situasi yang menyusahkan dapat hadir seolah-olah dia sangat tenang padahal sebenarnya situasi internalnya sangat bertolak belakang. Tsundere sangat mewakili istilah psikologis ini.

Kenapa Karakter Tsundere Begitu Disukai?

Karakter tsundere ini telah terbukti sangat populer dan dicintai. Untuk menyebut beberapa, ada Asuka Langley (Neon Genesis Evangelion), Naru Narusegawa (Love Hina), Kyou Sohma (Fruits Basket), Rin Tohsaka (Fate/Stay Night), Kaname Chidori (Full Metal Panic), dan Haruhi Suzumiya, yang setidaknya mendefinisikan karakter tsundere. Daftarnya akan selalu bertambah, karena mereka begitu disukai.

Hitagi Senjougahara di Bakemonogatari

Mengapa karakter tsundere kok malah disukai? Psikolog dan penggemar anime, Yoshihito Nautou, menjelaskan ketertarikan ini lewat bukti ilmiah. Argumen Nautou mengacu pada studi yang dilakukan oleh Gerald Clore, dari University of Illinois. Clore melakukan percobaan pada 338 partisipan dengan menunjukkan empat video dari dua orang (A dan B) yang tengah berinteraksi. Video-videonya sebagai berikut:

  • Video 1: A ramah ke B.
  • Video 2: A pada awalnya ramah ke B, tetapi menjadi dingin ketika percakapan berlanjut.
  • Video 3: A awalnya tidak ramah ke B, tetapi melunak saat percakapan berlanjut.
  • Video 4: A bertindak seperti seorang brengsek dan mengamuk selama keseluruhan percakapan.

Saat disurvei tentang perilaku mana yang paling menarik, mayoritas partisipan memilih video nomor tiga. Proses yang menyebabkan ini disebut efek untung-rugi. Pada dasarnya, ketika seseorang secara konsisten berlaku tidak menyenangkan pada kita, hal itu menetapkan dasar perilaku yang mewarnai harapan kita. Ketika orang itu ternyata menjadi lebih menyenangkan, bahkan jika cuma sedikit, kita akan menafsirkannya sebagai kemajuan, yang secara psikologis begitu menarik.

Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa hal itu menarik bagi gagasan kita untuk berhasil dalam memenangkan sebuah permainan. Tsundere dalam kondisi alaminya bakal memperlakukanmu kayak tai. Namun begitu kamu menampilkan daya tarik melalui beragam niat baik, pertahanan mereka akan turun.

Kamu melihat muka mereka memerah dan mereka mencoba berlaku seolah-olah mereka tidak menyukaimu. Menghancurkan tembok mereka dengan niat baik adalah pencapaian memuaskan. Kamu menang dan sebagai hadiah, kamu mendapatkan sisi “dere” yang lembut dan indah.

Jadi jika menemui karakter tsundere ini, jika ada orang yang memperlakukanmu dengan tak ramah atau bahkan galak tanpa sebab, mereka mungkin mencoba menyembunyikan ketertarikan romantis yang tidak dapat mereka akui. Namun perlu juga dicatat, beberapa orang aslinya memang membencimu, jadi silahkan cari cermin terdekat.

Kategori
Psikologi

Manfaat Psikologis Musik

woman listening music
Foto: Rakhmat Suwandi / Unsplash

Mendengarkan musik bisa menghibur dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini bahkan membuat kita lebih sehat. Musik dapat menjadi sumber kesenangan dan kepuasan, juga ada banyak manfaat psikologis lainnya.

Gagasan bahwa musik dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku kita mungkin tak terlalu mengejutkan. Jika kita pernah merasa bersemangat saat mendengarkan lagu rock bertempo cepat favorit kita atau terharu oleh pertunjukan live yang kalem, maka kita dengan mudah memahami kekuatan musik untuk memengaruhi suasana hati dan bahkan menginspirasi tindakan.

Efek psikologis dari musik dapat menjadi kuat dan luas jangkauannya. Terapi musik adalah intervensi yang kadang-kadang digunakan untuk meningkatkan kesehatan emosional, membantu pasien mengatasi stres, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa selera musik kita dapat memberikan wawasan tentang berbagai aspek kepribadian kita.

Musik dapat menenangkan pikiran, memberi energi pada tubuh, dan bahkan membantu orang mengelola rasa sakit dengan lebih baik. Jadi apa manfaat potensial lain yang mungkin disediakan musik?

1. Musik dapat meningkatkan kinerja kognitif

Penelitian menunjukkan bahwa background music, atau musik yang dimainkan ketika pendengar terutama berfokus pada kegiatan lain, dapat meningkatkan kinerja dalam tugas-tugas kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Satu studi menemukan bahwa memainkan lebih banyak musik ceria menyebabkan peningkatan dalam kecepatan pemrosesan sementara musik ceria dan ceria menyebabkan manfaat dalam memori.

Jadi pada saat kita mengerjakan tugas, pertimbangkan untuk menyalakan sedikit musik di latar belakang jika kita mencari peningkatan kinerja mental kita. Pertimbangkan untuk memilih lagu instrumental daripada lagu dengan lirik yang rumit, yang mungkin berakhir menjadi lebih mengganggu.

2. Musik dapat mengurangi stres

Telah lama diketahui bahwa musik dapat membantu mengurangi atau mengelola stres. Pertimbangkan tren yang berpusat pada musik meditatif yang diciptakan untuk menenangkan pikiran dan mendorong relaksasi. Untungnya, ini adalah salah satu tren yang didukung oleh penelitian. Mendengarkan musik bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi stres.

Dalam satu studi pada tahun 2013, partisipan mengambil bagian dalam salah satu dari tiga kondisi sebelum terkena stresor dan kemudian mengambil tes stres psikososial. Beberapa partisipan mendengarkan musik yang menenangkan, yang lain mendengarkan suara gemericik air, dan sisanya tidak menerima rangsangan pendengaran.

Hasilnya menunjukkan bahwa mendengarkan musik berdampak pada respon stres manusia, terutama sistem saraf otonom. Mereka yang mendengarkan musik cenderung pulih lebih cepat setelah stres.

3. Musik membantu kita makan lebih sedikit

Salah satu manfaat psikologis yang paling mengejutkan dari musik adalah bahwa itu bisa menjadi alat penurunan berat badan yang bermanfaat. Jika kita mencoba menurunkan berat badan, mendengarkan musik yang lembut dan meredupkan lampu dapat membantu kita mencapai tujuan.

Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang makan di restoran rendah cahaya tempat musik lembut dimainkan mengkonsumsi makanan 18 persen lebih sedikit daripada mereka yang makan di restoran lain.

Para peneliti menyarankan bahwa musik dan pencahayaan membantu menciptakan suasana yang lebih santai. Karena para peserta lebih santai dan nyaman, mereka mungkin mengkonsumsi makanan mereka lebih lambat dan lebih sadar ketika mereka mulai merasa kenyang.

Anda dapat mencoba menerapkannya dengan memainkan musik lembut di rumah sambil makan malam. Dengan menciptakan suasana santai, Anda mungkin akan makan lebih lambat dan karena itu merasa lebih cepat kenyang.

4. Musik dapat meningkatkan memori

Banyak pelajar menikmati mendengarkan musik saat mereka belajar, tetapi apakah itu ide yang hebat? Beberapa merasa ingin mendengarkan musik favorit mereka saat mereka belajar untuk meningkatkan memori, sementara yang lain berpendapat bahwa itu hanya berfungsi sebagai gangguan yang menyenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa itu mungkin membantu, tetapi itu tergantung pada berbagai faktor yang mungkin termasuk jenis musik, kenikmatan pendengar musik itu, dan bahkan seberapa terlatih pendengar musik mungkin.

Satu studi menemukan bahwa siswa yang terlatih secara musik cenderung melakukan tes belajar dengan lebih baik ketika mereka mendengarkan musik netral, mungkin karena jenis musik ini kurang mengganggu dan lebih mudah diabaikan.

Di sisi lain, belajar lebih baik ketika mendengarkan musik positif, mungkin karena lagu-lagu ini menimbulkan lebih banyak emosi positif tanpa mengganggu pembentukan memori.

Studi lain menemukan bahwa partisipan yang belajar bahasa baru menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan dan kemampuan mereka ketika mereka berlatih menyanyikan kata-kata dan frasa baru versus hanya berbicara secara teratur atau berbicara berirama.

Jadi, sementara musik mungkin memiliki efek pada memori, hasilnya dapat bervariasi tergantung pada individu. Jika kita cenderung merasa terganggu oleh musik, kita mungkin lebih baik belajar dalam keheningan atau dengan trek netral diputar di latar belakang.

5. Musik dapat meringankan nyeri

Penelitian telah menunjukkan bahwa musik dapat sangat membantu dalam manajemen rasa sakit. Satu studi pasien fibromyalgia menemukan bahwa mereka yang mendengarkan musik hanya satu jam sehari mengalami pengurangan rasa sakit yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang berada dalam kelompok kontrol.

Dalam studi tersebut, pasien dengan fibromyalgia ditugaskan untuk kelompok eksperimen yang mendengarkan musik sekali sehari selama empat minggu atau kelompok kontrol yang tidak menerima pengobatan. Pada akhir periode empat minggu, mereka yang mendengarkan musik setiap hari mengalami penurunan yang signifikan dalam rasa sakit dan depresi. Hasil seperti itu menunjukkan bahwa terapi musik bisa menjadi alat penting dalam pengobatan nyeri kronis.

Sebuah ulasan penelitian tahun 2015 tentang efek musik pada manajemen nyeri menemukan bahwa pasien yang mendengarkan musik sebelum, selama, atau bahkan setelah operasi mengalami lebih sedikit rasa sakit dan kecemasan daripada mereka yang tidak mendengarkan musik.

Sementara mendengarkan musik pada setiap titik waktu efektif, para peneliti mencatat bahwa mendengarkan musik pra-operasi menghasilkan hasil yang lebih baik.

Tinjauan itu melihat data dari lebih dari 7.000 pasien dan menemukan bahwa pendengar musik juga membutuhkan lebih sedikit obat untuk mengatasi rasa sakit mereka. Ada juga sedikit lebih besar, meskipun tidak signifikan secara statistik, peningkatan hasil manajemen nyeri ketika pasien diizinkan untuk memilih musik mereka sendiri.

“Lebih dari 51 juta operasi dilakukan setiap tahun di AS dan sekitar 4,6 juta di Inggris,” jelas penulis utama studi tersebut, Dr. Catherine Meads dari Brunel University dalam siaran pers. “Musik adalah intervensi non-invasif, aman, dan murah yang harus tersedia untuk semua orang yang menjalani operasi.”

6. Musik membantu tidur lebih baik

Insomnia adalah masalah serius yang memengaruhi orang-orang dari semua kelompok umur. Meskipun ada banyak pendekatan untuk mengobati masalah ini serta gangguan tidur umum lainnya, penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik yang menenangkan dapat menjadi obat yang aman, efektif, dan terjangkau.

Lihat: Anatomi Insomnia

Dalam sebuah studi yang mengamati mahasiswa, para peserta mendengarkan musik klasik, buku audio, atau tidak sama sekali. Satu kelompok mendengarkan musik klasik santai selama 45 menit, sementara kelompok lain mendengarkan buku audio sebelum tidur selama tiga minggu. Para peneliti menilai kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi.

Studi ini menemukan bahwa peserta yang mendengarkan musik memiliki kualitas tidur yang lebih baik daripada mereka yang mendengarkan buku audio atau tidak menerima intervensi.

Karena musik adalah pengobatan yang efektif untuk masalah tidur, itu dapat digunakan sebagai strategi yang mudah dan aman untuk mengobati insomnia.

7. Musik meningkatkan motivasi

Ada alasan bagus mengapa kita merasa lebih mudah untuk berolahraga ketika kita mendengarkan musik – para peneliti telah menemukan bahwa mendengarkan musik yang bergerak cepat memotivasi orang untuk berolahraga lebih keras.

Satu penelitian yang dirancang untuk menyelidiki efek ini menugasi 12 siswa pria sehat dengan bersepeda di sepeda statis dengan kecepatan sendiri. Pada tiga uji coba yang berbeda, para peserta bersepeda selama 25 menit sekaligus sambil mendengarkan daftar putar enam lagu populer dari berbagai tempo.

Tidak diketahui oleh pendengar, para peneliti membuat perbedaan halus pada musik dan kemudian mengukur kinerja. Musik dibiarkan dengan kecepatan normal, meningkat 10 persen, atau menurun 10 persen.

Jadi apa dampak perubahan tempo musik terhadap faktor-faktor seperti jarak bersepeda, detak jantung, dan kenikmatan musik? Para peneliti menemukan bahwa mempercepat trek menghasilkan peningkatan kinerja dalam hal jarak yang ditempuh, kecepatan mengayuh, dan tenaga yang diberikan. Sebaliknya, memperlambat tempo musik menyebabkan penurunan semua variabel ini.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang bergerak cepat tidak hanya menyebabkan olahragawan bekerja lebih keras selama olahraga mereka; mereka juga lebih menikmati musik.

Jadi, jika kita mencoba untuk tetap pada rutinitas olahraga, pertimbangkan untuk memuat daftar putar yang diisi dengan lagu-lagu cepat yang akan membantu meningkatkan motivasi dan kenikmatan rejimen olahraga kita.

8. Musik meningkatkan suasana hati

Manfaat musik lain yang didukung sains adalah bahwa hal itu mungkin membuat kita lebih bahagia. Dalam satu penelitian untuk menemukan alasan mengapa orang mendengarkan musik, peneliti menemukan bahwa musik memainkan peran penting dalam menghubungkan gairah dan suasana hati. Peserta menilai kemampuan musik untuk membantu mereka mencapai suasana hati yang lebih baik dan menjadi lebih sadar diri sebagai dua fungsi musik yang paling penting.

Studi lain menemukan bahwa dengan sengaja mencoba meningkatkan suasana hati dengan mendengarkan musik positif dapat berdampak dalam dua minggu. Peserta diinstruksikan untuk secara sengaja berusaha meningkatkan suasana hati mereka dengan mendengarkan musik positif setiap hari selama dua minggu. Peserta lain mendengarkan musik tetapi tidak sengaja diarahkan untuk menjadi lebih bahagia. Ketika para peserta kemudian diminta untuk menggambarkan tingkat kebahagiaan mereka sendiri, mereka yang dengan sengaja mencoba memperbaiki suasana hati mereka melaporkan merasa lebih bahagia setelah hanya dua minggu.

Baca juga: Lagu Opening Anime Meningkatkan Vitalitas

9. Musik mengurangi gejala depresi

Para peneliti juga menemukan bahwa terapi musik dapat menjadi pengobatan yang aman dan efektif untuk berbagai gangguan, termasuk depresi.

Sebuah studi yang muncul dalam World Journal of Psychiatry menemukan bahwa selain mengurangi depresi dan kecemasan pada pasien yang menderita kondisi neurologis seperti demensia, stroke, dan penyakit Parkinson, terapi musik tidak menunjukkan efek samping negatif, artinya sangat aman dan rendah. Pendekatan rawan terhadap pengobatan.

Satu studi menemukan bahwa meski musik dipastikan dapat berdampak pada suasana hati, jenis musik juga penting. Para peneliti menemukan bahwa musik klasik dan meditasi menawarkan manfaat penambah suasana hati terbesar, sementara musik heavy metal dan techno ditemukan tidak efektif dan bahkan merugikan.

10. Musik meningkatkan daya tahan dan performa

Manfaat psikologis penting lainnya dari musik terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan kinerja. Sementara orang memiliki frekuensi langkah yang disukai ketika berjalan dan berlari, para ilmuwan telah menemukan bahwa penambahan irama yang kuat dan ritmis, seperti trek musik yang bergerak cepat, dapat menginspirasi orang untuk mengambil langkah. Pelari tidak hanya dapat berlari lebih cepat saat mendengarkan musik; mereka juga merasa lebih termotivasi untuk terus berlari dan menunjukkan daya tahan yang lebih besar.

Menurut peneliti Costas Karageorghis dari Brunel University, tempo ideal untuk musik latihan adalah antara 125 dan 140 denyut per menit.

Sementara penelitian telah menemukan bahwa sinkronisasi gerakan tubuh dengan musik dapat menyebabkan kinerja yang lebih baik dan peningkatan stamina, efeknya cenderung paling menonjol dalam kasus olahraga intensitas rendah hingga sedang. Dengan kata lain, rata-rata orang lebih mungkin untuk mendapat manfaat mendengarkan musik lebih ketimbang atlet profesional.

“Musik dapat mengubah gairah emosional dan fisiologis seperti stimulan farmakologis atau obat penenang,” jelas Dr. Karageorghis kepada The Wall Street Journal. “Ini memiliki kapasitas untuk merangsang orang bahkan sebelum mereka pergi ke gym.”

Jadi mengapa musik bisa meningkatkan kinerja latihan? Mendengarkan musik sambil berolahraga menurunkan persepsi seseorang tentang aktivitasnya. Kita bekerja lebih keras, tetapi sepertinya kita tidak berusaha lebih keras. Karena perhatian kita dialihkan oleh musik, kita cenderung tidak merasakan tanda-tanda aktivitas yang jelas seperti peningkatan pernapasan, berkeringat, dan nyeri otot.

Kategori
Anime Psikologi

Lagu Opening Anime

Musik tampaknya alat emosional yang kuat. Nada-nada kalem dan gema dari komposisi warisan Mozart atau Tchaikovsky dari abad lampau masih dapat membangkitkan kesepian dan keputusasaan. Betapa memuaskan bernyanyi bersama The Beatles dan Nirvana saat sedang muak dengan dunia, atau menenangkan diri lewat tiupan saksofon dari John Coltrane, atau menatap langit-langit kamar sambil menyetel Plastic Love-nya Mariya Takeuchi, atau bersedih bersama Someone Like You-nya Adele, atau bergoyang bareng Nella Kharisma dan Darso.

Klasik, folk, rock, blues, jazz, punk, hip hop, alternative, dubstep, Britpop, K-pop, Pop Sunda sampai dangdut koplo, semua musik dan perkembangan sejarahnya, hari ini berada dalam genggaman, kita bebas memilih – meski seringnya algoritma rekomendasi dan selera personal yang membatasi kebebasan ini.

Kategori
Psikologi Video Game

Psikologi Jungian di Balik Persona

Pada tahun 1913, psikoanalis beken Sigmund Freud menulis surat buat mantan anak didiknya yang menandai akhir yang pahit bagi hubungan mereka. Jika kamu memainkan Persona 4 Golden, ada fitur tambahan di menu utama yang memberimu pilihan untuk mendengarkan serangkaian ceramah tentang teori-teori psikologis seorang pria bernama Carl Jung, si mantan anak didik tadi. Kenapa ini dimasukan segala? Apa hubungan antara pria yang pernah dianggap Freud sebagai penggantinya dan serial JRPG yang dilakoni para siswa sekolah menengah?

Sumber perpecahan Freud dan Jung dikarenakan munculnya penyimpangan atas dogma Freudian. Jung mulai mengembangkan teori-teorinya sendiri tentang psikologi dan ketidaksadaran, dan, beberapa dekade kemudian, teori-teori itulah yang akan memberikan fondasi tematik untuk seri Persona. Satu perpisahan – perpecahan antara Freud dan Jung – memberikan inspirasi bagi yang lain ketika Persona memisahkan diri dari seri Shin Megami Tensei untuk memetakan jalannya sendiri.

Ini bukan sekadar proyeksi: permainan Persona mencerminkan karya Carl Jung, dan menggunakan teorinya sebagai dasar untuk mengeksplorasi masalah psikologis.

Persona

Fitur utama dari seri Persona adalah kemampuan karakternya untuk memanggil kekuatan “persona” mereka untuk membantu mereka bertarung dalam pertempuran. Persona ini digambarkan dalam permainan sebagai sebuah topeng yang memberi protagonis kekuatan saat menghadapi kesulitan. Analogi itu menjadi literal dalam Persona 5, dengan topeng muncul di wajah masing-masing karakter ketika persona mereka pertama kali terbangun.

Istilah “persona” berasal dari Jung, yang juga menggambarkannya sebagai “semacam topeng.” Dia mengatakan bahwa kita menggunakan topeng ini untuk menghadapi masyarakat dan harapan-harapan yang ditimpakan pada kita. Sebagian besar dari kita sadar untuk menyajikan versi diri kita kepada orang lain yang tidak mencerminkan diri kita yang sebenarnya pada suatu waktu atau lainnya. Itulah persona. Jung menggambarkannya sebagai kedok yang kita anggap untuk menghadapi masyarakat: ia memiliki elemen pelindung dalam pemikiran Jung, seperti halnya dalam permainan.

Jung mengatakan bahwa setiap orang memiliki persona – ia bukan sesuatu yang kamu panggil sebagai sumber kekuatan. Bahkan, ia mengatakan bahwa identifikasi berlebihan dengan Persona itu berbahaya: “seorang manusia tidak dapat menyingkirkan dirinya demi kepribadian buatan tanpa hukuman.”

Sangat mungkin untuk menyebut penggambaran persona dalam permainan sebagai korupsi dari pemikiran Jung, tetapi sesuatu yang lain sedang terjadi di sini. Dalam Persona 5 kemunculan sebuah persona seseorang menandakan momen ketika seorang karakter berkomitmen untuk menolak peran yang ditimpakan pada mereka, dan merangkul diri sejati mereka. Ambil Makoto, misalnya. Dia awalnya menekan nalurinya tentang apa yang benar dan salah untuk berperilaku seperti yang diperintahkan para pemangku kebijakan di sekolahnya, dengan tujuan untuk memenuhi harapan kakak perempuannya agar dia menjadi orang sukses. Kebangkitan persona Makoto bertepatan dengan tekadnya untuk berhenti melakukan apa-apa secara membuta, dan mengikuti prinsip-prinsipnya sendiri.

Alih-alih merusak ide Jung tentang persona, permainan justru membalikkannya. Baik Jung dan permainannya berhadapan dengan citra palsu yang kita sajikan kepada masyarakat, dan rekonsiliasi dengan kepribadian sejati yang bersembunyi di baliknya.

Shadow

Shadow adalah musuh yang kamu lawan dalam game Persona. Dalam fiksi ini, mereka dilahirkan dari emosi manusia yang negatif. Shadow paling signifikan adalah bayangan yang memanifestasikan karakter “nyata”. Versi bayangan ini mewakili atau memperkuat kecenderungan terburuk dari tempat mereka bernaung dan berfungsi sebagai bos dalam gim.

Fiksi ini hampir persis mencerminkan deskripsi Jung, yang menyebutkan bahwa bayangan adalah yang kita bawa dalam alam bawah sadar kita. “Bayangan,” sebutku Jung, “maksudku sisi ‘negatif’ dari kepribadian, jumlah dari semua kualitas tidak menyenangkan yang ingin kita sembunyikan.”

Penggambaran paling gamblang tentang bayangan seperti yang dideskripsikan oleh Jung dapat ditemukan jelas dalam Persona 4. Dalam permainan itu, masing-masing teman yang membentuk gengmu harus berhadapan dengan versi bayangan diri mereka sendiri, yang lahir dari aspek kepribadian yang mereka tolak untuk akui. Kanji, misalnya, menekan ketertarikannya pada apa yang secara tradisional dianggap sebagai laku feminin untuk melindungi citra dirinya yang maskulin, menciptakan bayang-bayang banci yang mempertanyakan seksualitasnya. Chie menekan perasaan cemburu pada teman populernya Yukiko, melahirkan bayangan yang mengejeknya karena inferioritasnya.

Jung akan memberi tahumu bahwa penolakan karakter-karakter ini untuk mengakui bayangan itu berbahaya bagi jiwa, karena semakin sedikit bayangan itu “terkandung dalam kehidupan sadar individu, semakin gelap dan padatnya.” Jadi itu terbukti sebagai setiap karakter ‘ penolakan terhadap bayangan bayangan mereka memberinya kekuatan yang dibutuhkannya untuk menjadi ancaman dan mengarah ke pertempuran bos. Konfrontasi dengan bayangan selalu berakhir dengan karakter mengakui bayangan sebagai bagian dari diri mereka sendiri dan menerima apa yang mereka coba tekan. Masing-masing cerita ini adalah dongeng yang sempurna untuk konsepsi Jung tentang bayangan, potensi bahayanya, dan cara di mana “bayangan tersebut sampai batas tertentu dapat berasimilasi dengan kepribadian sadar” sebagai bagian dari perkembangan psikologis positif.

Ketaksadaran Kolektif

Setiap permainan Persona memiliki dimensi alternatif di mana pertempuranmu dengan bayangan terjadi dan gangguan dan distorsi psikologis diwakili melalui musuh dan arsitektur – Dark Hour di Persona 3, Midnight Channel di Persona 4, dan seterusnya. Ini jelas mewakili ketidaksadaran, tempat di mana bayangan berada dalam psikologi Jung.

Persona 5 menambahkan lapisan lain yang mendekatkannya dengan pemikiran Jung dan memperkenalkan pilar utama psikologi Jung: ketidaksadaran kolektif. Jung menjelaskan konsepnya sebagai berikut: “ketidaksadaran kolektif adalah bagian dari jiwa yang dapat dibedakan secara negatif dari ketidaksadaran pribadi oleh fakta bahwa ia, seperti yang terakhir, tidak berutang keberadaannya pada pengalaman pribadi dan akibatnya bukan akuisisi pribadi.” Mereka adalah struktur pikiran bawah sadar yang dimiliki oleh semua manusia, karena kita adalah manusia.

“Palace” yang kamu kunjungi di Persona 5 mewakili ketidaksadaran pribadi. Ini adalah tempat-tempat di mana hasrat terpelintir orang dewasa yang korup ditampilkan dalam bentuk mereka yang paling vulgar dan tanpa filter, diwakili oleh bayangan mereka dan istana yang telah dibangun di sekitarnya. Mereka unik bagi seorang individu, terkait dengan sejarah pribadi mereka sendiri, dan disulap oleh delusi dan obsesi mereka sendiri. Konten istana-istana ini, dalam kata-kata Jung, “akuisisi pribadi.”

Lalu ada Mementos, dimensi alternatif yang muncul sebagai versi labirin gelap kereta bawah tanah Tokyo dan tidak terkait dengan satu orang. Ini dijelaskan dalam game oleh Morgana sebagai “semacam ketidaksadaran kolektif”, jika kamu membutuhkan sedikit petunjuk tentang apa yang seharusnya diwakilinya. Ini menyajikan fiksi permainan dengan sangat baik, memberikan alasan untuk memberimu misi-misi selingan dan tempat untuk grinding, tetapi itu bukan representasi akurat dari ketidaksadaran kolektif seperti yang dijelaskan oleh Jung.

Konsepsi Jung tentang ketidaksadaran kolektif sering disalahpahami sebagai konsep mistik karena cara dia berbicara bahwa hal itu dibagikan, seperti halnya di Persona ketika ketidaksadaran kolektif terhubung ke semua orang. Ketidaksadaran kolektif tidak berarti bahwa ia dibagikan secara literal seperti yang digambarkan Persona. Argumen Jung adalah bahwa otak adalah produk evolusi dan karenanya ada simbol dan motif psikologis umum yang dimiliki oleh semua orang. Kita berbagi simbol karena otak kita semuanya berfungsi dengan cara tertentu, bukan karena kita terhubung oleh kekuatan magis. Anggap saja analog dengan penjelasan ateis untuk munculnya agama di antara budaya yang berbeda: pasti ada sesuatu yang bawaan dalam bagaimana otak kita berfungsi yang menciptakan kondisi bagi munculnya konsep dewa.

Arketip

Ketidaksadaran kolektif Jung adalah upaya untuk menjelaskan simbol dan motif umum yang muncul melintasi ruang dan waktu. Dia menyebut motif dan simbol ini arketip. Mereka tidak hanya muncul dalam mimpi kita, tetapi sebagai tipe karakter yang berulang dalam mitologi, agama, dan fiksi: Orang Tua Bijak, Penipu, Ibu, dan yang sudah kita temui, Bayangan.

Tidak mengherankan, kamu dapat menemukan beberapa tokoh pola dasar ini dalam Persona. Karakter yang bertindak sebagai semacam sosok penjaga di awal permainan Persona bernama Philemon. Ini adalah referensi lain: Jung menulis tentang pertemuannya dengan arketipe seperti guru yang ia juga sebut Filemon.

Lalu ada Igor, pemilik Velvet Room, yang membantu memandumu dalam perjalananmu dalam permainan Persona. Dia memiliki tampilan profesor yang keriput, pembicaraan untuk membantumu memenuhi potensimu, memiliki asosiasi magis, memiliki pengetahuan mistis di luar pemahamanmu, dan berasal dari tempat yang Lain – semua sifat umum dari pola dasar Orang Tua Bijak.

Ketika kamu pertama kali bertemu Igor di Persona 5, dia mengatakan “Trickster … Selamat datang di Kamar Velvet saya”. Trickster adalah figur arketipal lain yang ditulis Jung secara luas dan jika kamu mempertimbangkan paralel antara arketipe Trickster dan peran protagonis dalam cerita tersebut, menjadi jelas bahwa Persona dengan sengaja bermaksud untuk meminta perbandingan semacam itu. Trickster adalah tokoh transgresif dengan penghinaan terhadap otoritas, pelanggar aturan yang mengganggu tatanan masyarakat dan mencoba membangunnya kembali dalam bentuk baru. Ini, tentu saja, adalah metode dan tujuan protagonis dan Phantom Thieves. Mereka merangkul identitas kriminal untuk mencuri hati para tokoh otoritas yang korup, dengan tujuan menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Kamu juga dapat melihat pengaruh pemikiran Jung pada arketipe dalam sistem Social Link. Setiap karakter yang kamu dapat membangun tautan sosial memiliki figur pola dasar yang terkait yang cenderung mencerminkan kepribadian mereka. Memang angka-angka ini diambil dari Tarot ketimbang Jung secara khusus, tetapi Jung berpendapat bahwa Tarot adalah representasi dari arketipe. Memang, kamu tidak perlu menjadi jenius untuk mengenali Penyihir, Si Bodoh, atau Pertapa sebagai tokoh berulang yang muncul dalam mitos, legenda, dan dongeng sepanjang sejarah.

Jung menganjurkan sesuatu yang disebut Individuation, suatu proses mengintegrasikan elemen-elemen yang tidak disadari dari kepribadian seseorang melalui pertemuan dengan arketipe untuk menjadi utuh. Setiap tautan yang kamu bangun di Persona digambarkan sebagai sumber kekuatan, sesuatu yang menambah keterampilan atau elemen tambahan untuk grupmu agar lebih lengkap. Dalam hal ini, kamu dapat membaca game Persona sebagai tentang proses Individuation: protagonis papan tulis kosong yang kamu gunakan untuk memproyeksikan dirimu berfungsi sebagai ego, dan hubungan yang kamu bangun dengan masing-masing karakter kemudian dianalogikan dengan mengintegrasikan arketipe yang diwakili masing-masing. Jika kamu mengiyakan interpretasi ini, maka rutemu untuk memahami orang itu dan motivasi mereka adalah perwakilan dari proses mengintegrasikan arketipe.

Apakah itu terlalu jauh atau tidak, tergantung pada masing-masing pemain. Persona jelas berhutang pada pemikiran Jung, bahkan jika JRPG ketika kamu bergaul dengan teman sekolah di mal dan melawan monster dengan mantra bukanlah vektor yang paling jelas untuk teori-teori psikoanalis Swiss yang sudah lama mati. Tapi itu intinya. Permainan Persona menunjukkan bahwa ketika budaya dan kategori bertabrakan – yang akademik, yang populer, yang trivial, yang kompleks – sesuatu kaya, aneh, dan indah secara tematis akan lahir di sisi lain.

*

Diterjemahkan dari The Real Psychology Behind the Persona Games.

Kategori
Psikologi

Pseudo-Ekstrovert

The Night Café by Vincent van Gogh
@ Vincent van Gogh – The Night Café

Sederhananya, pseudo-extrovert adalah seorang introvert yang memanipulasi diri jadi extrovert.

Soal extraversi-introversi sendiri adalah teori kepribadian yang dipopulerkan Carl Jung, meski kemudian penggunaan istilah psikologi ini di masyarakat seringnya banyak disalahartikan. Dan sebenarnya nggak ada definisi serbaguna dari introversi dan extraversi ini; keduanya bukanlah kategori-kategori tunggal.

Banyak yang perlu dibahas, namun sebagai orang yang diberi anugerah introversi yang berlebih, saya akan lebih menekankan soal introvert saja. Nah, hal-hal berikut ini bukan introvert: kata introvert bukan persamaan dari petapa atau misantrop (pembenci orang lain). Introvert dapat saja kedua hal itu, tetapi hampir semua introver bersifat sangat ramah – jika kenal kita lebih dekat.