Kategori
Tekno

Seperempat Abad Windows 95

windows 95 bill gates

Dua puluh lima tahun yang lalu hari ini, orang-orang mengantre di CompUSA atau Best Buy pada tengah malam. Itu bukanlah game Call of Duty baru, iPod terbaru Apple, atau jenis perangkat keras apa pun yang ditunggu-tunggu oleh pembeli. Itu adalah perangkat lunak, dan bukan sembarang perangkat lunak: Windows 95.

Rilis Microsoft Windows 95 pada 24 Agustus 1995 adalah peluncuran yang sangat dinantikan. Jay Leno membantu meluncurkan perangkat lunak bersama dengan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, dengan banyak lelucon dan kemunculan seluruh tim pengembangan Windows 95 di atas panggung.

Kategori
Lomba Blog Tekno

Yang Muda yang Bergairah, Laptopnya ASUS VivoBook S14 S433

asus vivobook s433 dare to be you

Laptop sudah setara teman hidup, mendampingi keseharian kita dari kerja profesional sampai yang personal. Oleh karenanya, sejak pertama punya laptop, saya selalu memantapkan hati pilih merk ASUS.

Laptop ASUS pertama tetap bandel sepanjang 5 tahun, menemani masa-masa mahasiswa saya: merampungkan tugas kuliah sampai larut malam, maraton nonton film, mendesain poster ini-itu, bermain video game untuk menghibur diri, mengedit beragam video dan film pendek, dan banyak lagi. Sayang, laptop itu harus diganti, bukan karena rusak, tapi karena hilang digondol maling.

Laptop yang mengisi kehidupan saya dari 2011-2016 itu menghilang tanpa jejak, tapi kenangannya membekas. Berkaca dari masa-masa menyenangkan bersama, untuk laptop kedua saya tetap setia menjatuhkan pilihan pada ASUS. Laptop ini masih awet dipakai hingga hari ini.

Kenapa Pilih Laptop ASUS?

Awalnya memang dari omongan orang, ditambah bujuk rayu penjual komputer di Bandung Electronic Centre. Dari hal ini saja mengisyaratkan kalau brand ASUS patut diperhitungkan karena sering disebut dan dipuji. Untungnya, hal itu terbukti benar.

asus top brand

Laptop ASUS memang cukup banyak peminatnya, dari mahasiswa sampai pekerja kantoran. Terutama bagi mereka yang butuh laptop dengan spesifikasi handal dengan harga bersahabat. Yang paling sering dipuji adalah dalamannya atau motherboard yang tangguh, berhubung dulu sebelum terjun ke pasar laptop, ASUS adalah produsen komponen vital komputer ini. Ini yang menjadikan ASUS tahan banting untuk melakukan kerja berat macam edit video dan main video game.

laptop asus kearipan

Selama sepuluh tahun menggunakan dua laptop merk ASUS itu, saya sendiri belum pernah mendapatkan masalah serius. Padahal laptopnya sering saya gunakan hampir seharian, dan beberapa kali sempat jatuh. Paling pergi ke toko komputer untuk menambah RAM lagi, karena memang slot yang tersedia belum saya isi dulu ketika pertama membeli.

PDKT dengan ASUS VivoBook S14 S433

Laptop ASUS layaknya pasangan idaman yang hobi memantaskan diri. Soal inovasi dan pengembangan, ASUS terbilang brand yang sangat cepat, hampir tiap tahun rajin merilis produk anyar.

Pada Mei 2020 kemarin, ASUS baru saja memperkenalkan jajaran produk laptop terbarunya, yang ditujukan buat kawula muda. Laptop ini ditargetkan bagi kalangan milenial maupun Gen-Z, untuk menunjang kebutuhan ekspresi dan eksplorasi diri mereka.

Dia adalah ASUS VivoBook S14 S433.

Dengan membawa filosofi seri VivoBook, laptop ini hadir dengan performa kencang dan hemat daya berkat prosesor Intel Core generasi ke-10, sekaligus menawarkan desain yang tipis dan ringan. Untuk mencerminkan generasi kekinian, ASUS sangat memperhatikan tampilan saat menciptakan produk yang satu ini, desainnya lebih berani yang tersedia dalam ragam empat warna pilihan.

5 Alasan ASUS VivoBook S14 S433 Bikin Awet Muda

asus vivobook s14 s433

VivoBook S14 S433 katanya laptop buat Gen-Z dan generasi milenial, terus yang bukan golongan ini bagaimana? Saya sendiri sih aman karena masih termasuk milenial. Namun tenang, muda bukan cuma usia, tiap orang bisa awet muda, kok.

Jika kamu masih merasa sebagai orang yang dinamis dan masih ingin mengeksplorasi diri, kamu masih berada dalam golongan ini. Justru VivoBook S14 S433 ini bakal bikin kita awet muda, lewat beragam keunggulan masa kininya.

1. Performa Cemerlang Tanpa Ngehang

Kreator konten dari luar memang tampak keren, tapi di baliknya ada kerja-kerja menyiksa. Setiap pengeditan adalah pekerjaan menguras pikiran dan tenaga. Apalagi mengedit video, betul-betul berat dan melelahkan, baik untuk manusia maupun laptopnya. Seperangkat laptop yang handal dibutuhkan agar proses pengeditan ini makin ringan dijalani.

asus sobat editor

Hindari kebut-kebutan dan selalu patuhi aturan lalu lintas! Lain soal jika disodorkan ASUS VivoBook S14 S433 ini, bawaannya pengen ngebut.

Apakah kamu seperti saya yang suka buka banyak aplikasi, buka puluhan tab browser, edit gambar dan video sambil sesekali setel YouTube? Maka tak perlu lagi takut ngehang pas lagi asyik ngedit, apalagi kena Blue Screen yang sering bikin nyesek karena memori crash.

Laptop ini sudah terpasang Windows 10 Pro orisinil. Untuk dapur pacu utamanya, ASUS Vivobook S14 S433 mengusung prosesor Intel Core generasi ke-10, dengan pilihan i7-10510U dan i5-10210U.

asus vivobook s14 prosesor

Dengan RAM 8 GB DDR4, storage Intel Optane Memory H10 512 GB dan terdapat slot M.2 PCIe kosong sehingga pengguna masih bisa menambahkan storage kembali jika merasa 512 GB masih belum cukup. Untuk kartu grafis disodorkan GPU NVIDIA GeForce MX250 dan IGP UHD Graphics.

Kalau lagi butuh hiburan, dengan spesifikasi tadi dapat diandalkan untuk melibas judul-judul game eSports seperti DOTA 2 dan Counter Strike: Global Offensive, yang keduanya dapat dimainkan dengan frame rate tinggi dan tetap stabil. Beragam game teranyar seperti Death Stranding dan Resident Evil 3 pun bisa dijajal dengan mulus.

Untuk memberikan kenyamanan dalam meredam suhu panas yang tinggi saat digunakan, ada IceCool Technology. Dengan teknologi ini, suhu laptop dapat dipertahankan antara 28°C sampai 35°C, yang lebih rendah dari suhu tubuh manusia.

2. Desain Dinamis, Warna Ekspresif, Tak Ribet Diajak Jalan 

Utamanya bagi yang masih jomblo, memilih laptop itu jelas perkara penting, siapa lagi yang mau diajak ngopi ke kafe coba? Nah, laptop yang baik adalah yang kalau diajak jalan ke mana saja tak ribet dan tak malu-maluin. ASUS S14 S433 sudah pasti jadi teman kencan ideal.

Memiliki dimensi 32.4 x 21.3 x 1.59 cm dengan bobot 1,41 kg ditambah charger sekitar 200 gram, laptop ini langsing dan singset untuk dibawa bepergian. Perawakannya pun menawan, pinggiran bodi diberi sentuhan Diamond Cut Design yang membuat penampilan makin elegan. Meski begitu, untuk urusan ketahanan, bodinya dibuat kokoh karena memakai material aluminum alloy.

asus vivobook s14 photo

Untuk pertama kalinya logo ASUS dengan embel-embel VivoBook disematkan di laptop, yang jika menengok yang sebelum-sebelumnya hanya ada logo ASUS. Penambahan logo ini disebabkan makin kuatnya identitas seri VivoBook ini di pasaran laptop.

ASUS VivoBook S14 S433 memiliki tombol Enter yang diberi aksen warna kuning yang diberi nama Yellow Gen-Z, terlihat mencolok dan ini mewakili jiwa muda yang menggambarkan keberanian untuk mengiyakan layaknya tombol Enter.

asus vivobook yellow gen-z

Semua laptop ASUS dirancang dengan Ergonomic Keyboard Design untuk mengingkatkan responsivitas untuk fungsi keyboard yang lebih optimal serta kenyamanan mengetik. Selain itu dilengkapi Keyboard Spill Resistant sehingga tetap tahan terhadap percikan air.

Kalangan milenial maupun Gen-Z umumnya suka warna-warna mencolok dan eksentrik yang dapat mengekspresikan diri mereka. Ada opsi warna Resolute Red, Gaia Green, Dreamy Silver, dan Indie Black, yang masing-masing warna punya semacam cerminan kepribadian pemakainya.

vivobook s14 color

Laptop ASUS pertama saya berwarna hitam, dan yang kedua warna putih, untuk laptop ASUS selanjutnya jelas harus warna yang berbeda. Sebagai penyuka warna pink, kalau saya sendiri jelas pilih yang Resolute Red karena warnanya imut.

3. Konektivitas Cepat, Silaturahmi Lancar

Hari ini, Wi-Fi bisa dibilang segala-galanya, sudah jadi kebutuhan primer. ASUS VivoBook S14 S433 punya konektivitas dengan teknologi paling anyar: Wi-Fi 6. Memungkinkan penerimaan sinyal Wi-Fi yang lebih cepat dan jangkauan lebih jauh.

asus vivobook s14 wifi 6

“Rip, pinjem laptop kamu lah, itu infokusnya enggak nyambung-nyambung.”

Dari sejak kuliah entah kenapa saya sering dipercaya jadi operator, misalnya ketika ada presentasi atau pemutaran video. Sering terjadi laptop dosen atau teman mahasiswa yang tak nyambung ke infokus, dan biasanya saya yang harus bergerak sigap. Beruntung karena selalu membawa laptop ASUS saya, laptop ini selalu jadi andalan, dan kemudian presentasi akan berjalan lancar.

Kejadian begini masih terjadi sampai sekarang, meski sebenarnya ilmu komputer dan perkabelan saya terbilang minim. Dengan beragam konektivitas VivoBook S14 S433 ini, tentunya semua bakal mungkin.

asus vivobook s14 conectivity

Di sisi kanannya merupakan posisi untuk slot Micro SD Card Reader dan dua buah slot USB 2.0. Sementara di sebelah kiri dari laptop ASUS Vivobook S14 S433 memiliki slot USB 3.2 Gen. 1 Type A dan USB 3.2 Gen. 1 Type C. Masih di sisi yang sama ada konektor HDMI dan lubang 3.5 mm Audio Combo. Selain Wi-Fi 6 tadi, juga tersedia koneksi Bluetooth 5.1.

Disediakan pula teknologi ASUSWebStorage yang berfungsi sebagai penyimpanan data secara online dan dapat diakses secara real-time.

4. Layar Ciamik, Suara Mantap, Bioskop Kapan Saja 

asus vivobook s14 harman kardon

Laptop ini memiliki besar layar 14 inch Full HD (1920 x 1080 pixel) serta berbezel tipis berkat NanoEdge Display yang memaksimalkan kenyamanan menonton. Layar NanoEdge juga memiliki lapisan anti-silau yang mengurangi pantulan mengganggu.

Dengan teknologi eksklusif yang setara TV high-end, ditawarkan Tru2Life Technology. Memanfaatkan algoritma cerdas guna mengoptimalkan ketajaman dan kontras setiap frame video, yang menjadikannya terlihat lebih jelas, lebih detail, dan lebih realistis.

Layar dengan panel IPS Level, 100% sRGB ini sangat dibutuhkan buat teman-teman kreator konten ketika pengeditan desain grafis, dari foto sampai ilustrasi vector, juga dalam videografi. Terdapat pula teknologi panel layar Eye Care Technology, yang dapat menampilkan warna paling akurat sehingga kualitas gambar maupun video nyaman untuk dilihat mata serta mencegah perih, lelah atau kerusakan mata lainnya.

Untuk suara tidak main-main. Jika harman / kardon tertulis di suatu produk, maka kualitas suara perangkat tersebut jelas berada di atas rata-rata. Mungkin pernah melihat speaker, perangkat audio, headphone, atau bahkan notebook yang distempeli merek ini, dan bertanya-tanya apaan sih Harman Kardon? Nah, merk ini adalah nama besar dalam skena audio, dan tiap perangkat yang dibuat oleh mereka pasti nomor wahid dan sangat dihargai.

Selain itu, tata suara dibekali pula ASUS Audio Wizard yang memiliki lima mode pendukung untuk musik, film, game, recording dan speech yang semuanya dikonfirgurasi dengan pengaturan ideal untuk setiap mode.

5. Hemat Daya Anti Mati Gaya

fitur premium vivobook s14

Low-batt adalah musuh terbesar generasi kekinian. Maka ASUS VivoBook S14 S433 ditenaga baterai 50Whrs yang dari segi kapasitas termasuk jajaran yang besar jika dibandingkan dengan laptop lainnya di kelas yang sama. Tentunya baterai ini menjanjikan daya tahan ekstra, terutama karena prosesor Intel Core generasi ke-10 memiliki konsumsi daya yang lebih rendah.

Selain teknologi Fast Charging tadi, fitur premium lainnya yang ditawarkan adalah Backlit Keyboard. Selain keyboard jadi tampak estetis karena bercahaya, teknologi ini sebenarnya memudahkan kita agar bisa mengetik di ruangan dengan pencahayaan gelap.

Bikin password pendek dan mudah diingat malah gampang diretas, tapi kalau kepanjangan dan ribet malah lupa. Nah, ASUS VivoBook S14 S433 mendukung login dengan mudah lewat fitur Windows Hello yang memanfaatkan Fingerprint Sensor.

vivobook s14 windows hello

ASUS VivoBook S14 S433: Laptopnya Kawula Muda Modis

Banyak teknologi terbaru dan canggih yang disajikan ASUS di laptop ini, mulai dari prosesor generasi paling anyar, WiFi 6, hingga SSD dengan dukungan Optane Memory.

Intinya ASUS VivoBook S14 S433 adalah laptop yang ideal untuk mendukung berbagai kebutuhan. Pekerjaan seperti editing foto maupun video akan terasa lancar.

Highlight Kelebihan ASUS VivoBook S14:

  • Desain modis dengan pilihan warna elegan
  • Ketahanan bodi baik dan tergolong premium
  • Performa bertenaga untuk beragam kebutuhan, dari editing sampai bermain video game
  • SSD ngebut dengan dukungan Optane Memory
  • Konektivitas lancar dengan teknologi Wi-Fi 6
  • Port I/O komplit
  • Keyboard nyaman dan didukung resistansi air
  • Didukung sensor sidik jari yang mendukung Windows Hello
  • Fitus Fast Charging menjadikan baterai tahan lama dan charging cepat

Segera Tetapkan Hati Pada ASUS VivoBook S14 S433

Melalui VivoBook S14 S433, ASUS sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam meracik laptop yang bukan hanya fokus pada desain eksterior, tetapi juga performa yang powerful untuk bekerja maupun hiburan.

Dijual dengan harga yang termasuk dalam jajaran laptop terbaik di kelasnya yang bisa ditemukan di pasaran Indonesia saat ini. Pemesanan dari beberapa toko online ini akan memberikan promo terbaik.

https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-VivoBook-S14-S433FL/

Untuk update informasi terbaru soal produk ASUS bisa kunjungi website resminya di ASUS Indonesia atau di media sosialnya: @asusid (Instagram), @ASUS_Indonesia (Twitter), AsusIndonesia (YouTube) dan ASUS ID Official (Facebook).

ASUS juga melakukan gebrakan baru bertepatan dengan diluncurkannya Laptop VivoBook S14 S433. Laptop ini tidak hanya dilengkapi garansi selama dua tahun tetapi juga ASUS Perfect Warranty.

Ini merupakan layanan premium dari ASUS untuk menanggung 80% biaya jasa perbaikan untuk kerusakan-kerusakan yang disebabkan kelalaian pengguna. Contoh kerusakan yang ditanggung seperti kerusakan karena air, layar pecah, kecelakaan, dan kelalaian lainnya, atau bahkan ketika laptop ASUS dijadikan senjata pertahan diri ala film laga kayak Pevita Pearce di video di atas. ASUS Perfect Warranty berlaku untuk produk tertentu dibeli mulai dari 1 Januari 2020, dan VivoBook S14 S433 termasuk.

Jika kamu anak milenial dan Gen-Z yang ingin tampil modis, pekerja profesional yang butuh laptop tipis dan ringan, atau kreator konten yang sering bekerja secara mobile, ASUS VivoBook S14 S433 adalah pilihan tepat.

*

Artikel ini diikutsertakan untuk ASUS VivoBook S433 Writing Competition dari ASUS dan keluargabiru.com. Beberapa referensi, foto dan ilustrasi diambil dari sumber yang telah disediakan, dan ditambahi pengeditan untuk menyesuaikan dengan tulisan ini.  #VivoBookLaptopGue #DareToBeYou

https://www.keluargabiru.com/2020/06/blog-competition-dare-to-be-you-with-vivobook-s14-s433.html
Kategori
Tekno

Jika Wi-Fi Tidak Ada

Kita semua menyukai Wi-Fi, kecuali saat kita tidak bisa terhubung. Kita menerima begitu saja karena dapat memiliki akses nirkabel ini di rumah dan kantor, di pesawat terbang, di kafe-kafe di seluruh dunia, dan jika kita beruntung, saat mengambang di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Tetapi bagaimana jika Wi-Fi tidak ada? Hampir tidak terjadi, setidaknya tidak dalam cara kita mengenalinya hari ini.

Wi-Fi resmi diluncurkan 20 tahun lalu, pada 15 September 1999. Anda mungkin membayangkan acara peluncuran mencolok yang menampilkan Christina Aguilera (“Jin nirkabel keluar dari botol!”), atau tajuk berita di halaman muka yang mem-boot bug Y2K yang tengah ditakuti. Alih-alih, bayangkan delapan teknisi di ruang rapat Atlanta Convention Center menunggu membuka jaket mereka ala Superman untuk mengekspos kaos polo bertuliskan Wi-Fi di hadapan kerumunan 60 orang.

Tidak ada antusiasme di ruangan itu; 17 perusahaan teknologi besar dan kecil telah berkomitmen untuk mendukung Wi-Fi, termasuk Apple, Dell, dan Nokia. Tetapi bahkan penginjil yang paling bersemangat (termasuk saya sendiri) tidak pernah membayangkan dampak ekonomi, sosial, dan budaya global yang akan dipengaruhi Wi-Fi.

Pada awal musim panas 1999, dunia nirkabel menyerupai Wild West. Bisnis sebagian besar telah mengadopsi jaringan kabel Ethernet, yang menghubungkan komputer desktop di “local area network” dengan kecepatan 10 megabit per detik. Konsumen, sementara itu, mengirim email dari rumah lewat modem dial-up 56 Kbps terbaru yang bersuara cengking dan berkuak. Produk untuk jaringan area lokal nirkabel, atau WLAN, memang ada, terutama untuk bisnis, tetapi banyak perusahaan menawarkan solusi eksklusif yang berisiko cepat menjadi usang. Solusi yang dianggap sebagai standar resmi didasarkan pada spesifikasi awal yang dikenal sebagai IEEE 802.11 (kelompok jaringan nirkabel dari Institute of Electrical and Electronics Engineers). Produk nirkabel ini lima kali lebih lambat daripada kabel dan juga mahal. Selain itu, ada berbagai cara untuk menginterpretasikan spesifikasi. Satu vendor dapat membangun produk yang “sesuai standar” yang tidak sepenuhnya kompatibel dengan produk “sesuai standar” dari yang lain. Kelemahan dalam spesifikasi internasional ini mendorong perusahaan untuk mendukung konsorsium teknologi saingan, yang masing-masing bertujuan untuk menjadi standar de facto.

HomeRF adalah konsorsium WLAN terbesar dan paling terlihat saat itu. Spesifikasi ini dikembangkan oleh kelompok Compaq, Hewlett-Packard, IBM, Intel, dan Microsoft; ia menargetkan pasar konsumen, dan didukung oleh lebih dari 80 perusahaan lain. Tidak seperti produk 802.11, produk HomeRF berkomunikasi satu sama lain, dan harganya jauh lebih murah. HomeRF (kependekan dari Home Radio Frequency) juga memiliki nama yang lebih menarik daripada IEEE 802.11, dan memiliki rencana yang tinggi untuk kecepatan yang lebih tinggi dan ekspansi ke pasar bisnis.

Sementara itu, generasi kedua dari standar IEEE, 802.11b, diharapkan untuk mendapatkan persetujuan akhir pada akhir September. Perusahaan 3Com, yang saat itu merupakan perusahaan jaringan terkemuka (baik 3Com dan Compaq diakuisisi oleh HP), telah mengembangkan produk berdasarkan standar baru dan lebih cepat ini yang dijadwalkan untuk dikirimkan pada akhir tahun 1999. Dengan waktu yang terus berdetak, 3Com membawa lima advokat terkuat IEEE bersama-sama untuk mendirikan Wireless Ethernet Compatibility Alliance atau WECA, yang bertujuan untuk memastikan bahwa produk berdasarkan standar yang tertunda akan bekerja bersama. Nama “FlankSpeed” diusulkan, tetapi mereka akhirnya menyetujui nama merek dagang “Wi-Fi” – merujuk “hi-fi,” atau high fidelity dari era stereo rumah – dan menetapkan aturan ketika perangkat dapat menjadi “Wi-Fi Certified.”

Kita semua tahu Wi-Fi menang, tetapi ada banyak cara ketika Wi-Fi mungkin tidak ada di mana-mana, dan sebaliknya HomeRF tetap menjadi standar yang bersaing. Pertama, IEEE 802.11b bisa saja tertunda, yang hampir terjadi kecuali untuk kompromi yang brilian antara dua perintis dan musuh industri WLAN, Lucent Technologies dan Harris Semiconductor. Sebagai gantinya, mari berhipotesis skenario kedua jika WECA memilih untuk fokus hanya pada konektivitas bisnis (yang juga dibahas), bukan konektivitas bebas, dan “FlankSpeed” dipilih ketimbang “Wi-Fi.”

Di dunia FlankSpeed, pekerja akan menggunakan FlankSpeed ​​di kantor dan HomeRF di rumah. Akan lebih sulit untuk membawa pulang pekerjaan bersama Anda. Teknologi apa yang akan Anda cari di kedai kopi atau di bandara? Mungkin juga tidak. Tunggu, tidak ada akses publik? Zona NoHO (not home/not office) mungkin menjadi lahan tak bertuan untuk konektivitas. Jauh lebih buruk, tidak ada FlankSpeed ​​yang dimasukkan ke dalam ponsel pintar. Mobilitas seperti yang kita tahu menghilang ke udara!

Para ahli teori teknologi Darwin mungkin berpendapat bahwa satu kelompok pada akhirnya akan menang — armada FlankSpeed ​​mungkin telah terbentuk. Tetapi memiliki satu standar menciptakan fokus tunggal pada pengurangan biaya dan inovasi. Baik FlankSpeed ​​yang diperangi maupun HomeRF tidak akan semurah atau semenjalar Wi-Fi. Kurangnya standar universal akan menghambat peluncuran di tempat-tempat seperti toko ritel dan ruang publik ketika kita datang untuk mengharapkan, dan bahkan menuntut akses. Mungkin tidak akan ada streaming video sambil menunggu dalam antrean untuk makan siang atau tidak ada konektivitas internet di kereta dan pesawat.

*

Diterjemahkan dari How Wi-Fi Almost Didn’t Happen. Jeff Abramowitz adalah penulis standar IEEE 802.11 asli, dan pendiri Wi-Fi Alliance dan telah memegang peran eksekutif dalam industri Wi-Fi selama 25 tahun. Sejarah lisan Wi-Fi olehnya dicatat di Computer History Museum.

Kategori
Tekno Video Game

Ketika PlayStation Melancarkan Video Game 3D

Dua puluh lima tahun yang lalu, PlayStation memainkan peran penting dalam menjadikan grafik 3D sebagai norma industri untuk video game. Tentu, itu bukan perangkat keras pertama yang mampu melakukan hal semacam itu dan industri mungkin akan tetap mengarah ke sana, tetapi PlayStation mengambil konsep dari sesuatu yang tidak dapat diakses menjadi sesuatu yang umum.

Kategori
Tekno

Ngebut di Jaringan Fiber Optiknya IndiHome

Koneksi internet berpengaruh pada psikologis seseorang. Semakin lambat kecepatan internet, semakin dibuat depresi seseorang. Dan semakin cepat, makin bahagia pula seseorang. Mungkin ga salah kalau saya sebut cepatnya koneksi internet adalah satu faktor penting pendongkrak Index of Happiness seseorang.

Untuk urusan internet di rumah, sudah sejak dulu mempercayakan urusan pada Telkom Indonesia. Dari sejak era Telkomnet Instan, sampai sekarang masih setia berinternet ria lewat Telkom Speedy. Dan untuk lebih memajukan perinternetan di Indonesia, sekarang Telkom telah menghadirkan layanan baru bernama IndiHome.

Kategori
Nasehat Sesat Tekno

Tips Merawat Baterai Ponsel

Tidak hanya sebatas sebagai alat komunikasi verbal jarak jauh, ponsel saat ini digunakan manusia untuk mengakses internet, SMS, berfoto, main game dan fungsi lain yg malas saya sebutkan. Intinya ponsel sudah menjadi kebutuhan dasar manusia, konsekuensinya, merawat hape menjadi suatu kewajiban.

Nah, kali ini saya mau berbagi mengenai cara merawat hape kita, dimulai dulu dari merawat bagian vitalnya, yakni sumber energiya.

tips merawat baterai ponsel

Sebagian tips ini saya contek dari artikelnya Dewi Widya Ningrum di detikInet, 13 Trik Merawat Baterai Ponsel. Namun sebagian besarnya ngasal ngetik aja :mrgreen: