Memahami Cour dan Season dalam Anime

Ketika sedang mencari anime yang bagus untuk ditonton, kamu mungkin pernah membaca istilah season dan single cour di forum anime, komentar di media sosial atau situs streaming.

Mungkin pernah bertanya-tanya juga, kenapa beberapa serial anime berakhir setelah tayang hanya dua belas episode sementara yang lain berlanjut hingga puluhan, bahkan ratusan episode.

Jika kamu baru mengenal anime, kamu mungkin kebingungan dengan semua istilah ini. Oleh karenanya, yuk kita kenalan sama istilah cour dan season.

Apa Itu Cour?

Kata cour digunakan untuk mengukur panjang serial anime. Secara umum, satu cour memiliki 10 hingga 14 episode yang berlangsung selama periode tiga bulan yang bertepatan dengan musim tertentu, ada Winter (Musim Dingin), Spring (Musim Semi), Summer (Musim Panas), dan Fall (Musim Gugur).

Merupakan etimologi Jepang ク ー ル (kuuru) yang diambil dari istilah Prancis: cour. Komunitas anime internasional telah memakai istilah ini sejak tahun 2007.

  • Winter: Januari, Februari, Maret
  • Spring: April, Mei, Juni
  • Summer: Juli, Agustus, September
  • Fall: Oktober, November, Desember

Berhubungan dengan musim, anime biasanya disiarkan dalam beberapa opsi cour:

  • Single Cour: 10-14 episode
  • Double Cour: 24-26 episode yang disiarkan terus dalam dua musim yang berdekatan, misalnya dari Spring-Summer.
  • Split Cour: 24-26 episode yang dibagi dua kali penayangan di musim berbeda. Cour kedua disiarkan diselingi musim lain, misalnya Summer-Winter.

Contoh:

  • Tower of God adalah anime single cour yang tayang pada Spring 2020
  • Kill la Kill adalah anime double cour. Ditayangkan 24 episode dari Fall 2013 sampai Winter 2014.
  • Fate/Zero adalah anime split-cour. Cour pertama ditayangkan pada Fall 2011 dengan cour kedua ditayangkan pada Spring 2012.

Apa Perbedaan Cour dan Season?

oreki chitanda hyouka

Masalah penggunaan istilah season dan cour sebagian besar bersifat teknis. Cour jarang dipakai ketimbang season, karena seringnya istilah season yang dipakai untuk merujuk pada musim reguler, seperti pada Spring 2019, atau dalam musim anime seperti pada episode pertama dan terakhir dari sebuah rangkaian anime.

Cour jauh lebih spesifik dan mengacu pada periode tiga bulan penyiaran, dan dapat digunakan secara bergantian dengan istilah-istilah seperti ‘Spring Anime’ atau ‘Winter 2019.’ Masuk akal ketika kamu ingin berbicara tentang serial anime yang berbeda ditayangkan pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.

Bagaimanapun, kedua istilah jadi tak relevan ketika anime telah menyelesaikan serialisasinya. Ada yang ingat di musim mana Code Geass disiarkan atau berapa banyak cour yang dimilikinya? Atau ingatkah Death Note atau Fullmetal Alchemist itu dipecah jadi musim yang terpisah?

Kenapa Anime Disiarkan Berdasarkan Cour dan Season?

Mengurangi resiko adalah jawaban dan alasan paling masuk akal. Membuat anime dalam satu cour alih-alih tayangan 24 episode penuh atau lebih membuat perusahaan produksi memiliki lebih banyak opsi.

Jika cour pertama populer dan mendapat rating bagus, maka mereka dapat menindaklanjuti dengan cour kedua. Jika para penggemar menyukai anime tersebut tetapi ada keluhan tertentu yang perlu ditangani, serial ini dapat beralih ke format split-cour, sehingga ada jeda antara cour pertama dan kedua yang bisa digunakan untuk memperbaiki.

Jika anime tersebut gagal total, atau jika rating yang kurang menjanjikan, perusahaan dapat meninggalkan anime tersebut dan mulai mengerjakan proyek anime yang baru. Sehingga format cour 12 episode sering dipakai karena mengurangi kerugian pada perusahaan atau studio.

Satu pemikiran pada “Memahami Cour dan Season dalam Anime”

Tinggalkan komentar