Fate/Zero: Mengenal Sejarah di Balik 7 Servant Heroic Spirit

Aliansi terbentuk, hasrat dikompromikan, dan pejuang dari beragam era saling mengalahkan satu sama lain. Seri Fate mungkin paling dikenal karena campuran karakternya yang diambil dari sejarah panjang manusia dan penceritaannya.

Fate/Zero bercerita tentang pertempuran epik berupa Perang Cawan Suci Keempat antara Heroic Spirit berdasarkan orang-orang legendaris dari sejarah dan cerita rakyat. Namun seberapa akurat penggambaran karakter Fare/Zero ini jika dibandingkan dengan asal-usul sejarah mereka?

Baca juga: Fate/Zero yang Sinis dan Dingin

Di lagu ending pertama ditampilkan sekilas masa lalu ketujuh Heroic Spirit yang menjadi servant di Fate/Zero. Meski mungkin banyak yang tak langsung tahu, oleh sebab itu sebagai fans Fate sekaligus penyuka sejarah dan sastra, saya akan mencoba membahas ini.

Untuk pembahasan saya di bawah ini akan banyak spoiler yang akan membeberkan semua cerita, jadi jika belum menonton Fate/Zero, silakan tonton dulu. Bisa lihat Panduan Urutan Fate Series dan Cara Menontonnya jika merasa kebingungan.

1. Iskandar Zulkarnaen / Alexander III – Rider

iskandar fate zero

Rider bisa dibilang jadi Servant favorit kebanyakan penonton Fate/Zero, termasuk saya.

Meski menyembunyikan identitas asli Servant jadi taktik umum saat Holy Grail War, ia memperkenalkan dirinya sebagai Iskandar dengan penuh bangga. Ini menandakan kalau ia percaya diri akan kekuatannya.

Iskandar melayani Waver Velvet yang kecil, penakut dan tak berpengalaman. Iskandar punya perawakan luar biasa besar, sekaligus punya kepribadian karismatik. Iskandar percaya untuk melakukan segala hal dengan sepenuhnya, apakah itu berperang atau sekedar menikmati kesenangan hidup.

Filosofinya selama menjadi raja adalah menjalani kehidupan agar membuat iri dan ingin ditiru oleh para pengikutnya. Oleh karenanya, ia mendapatkan pelayanan dan pemujaan dari mereka dalam bentuk Noble Phantasm: Ionioi Hetairoi. Ini adalah sebuah realitas ciptaan ketika seluruh pasukannya dibangkitkan untuk bertarung lagi di sisinya.

iskandar fate zero

Dikenal dengan banyak nama, dari Alexander, Iskandar, atau Alexandros, dia awalnya adalah pangeran dari kerajaan kecil Makedonia pada abad ke-4 SM, yang kemudian jadi raja penakluk hampir separuh bumi. Seperti Rider dalam Fate/Zero, dia terobsesi untuk menemukan ujung dunia, tetapi terpaksa menyerah pada mimpi itu.

Lebih dikenal sebagai Alexander yang Agung, sosok ini sebenarnya memang seorang jenderal dan pemimpin yang menginspirasi, dikenal karena strategi militernya yang brilian dan perlakuan yang adil terhadap rakyatnya.

Alexander yang asli sebenarnya lebih merupakan seorang intelektual. Selama periode hidupnya, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih sebagai prajurit, mempelajari filsafat dan ilmu politik, dan membaca legenda-legenda besar yang eksis sebelum dirinya. Ia belajar di bawah pengawasan Aristoteles sampai usia enam belas tahun, dan tertarik pada epos heroik Homer.

Meski memang, dia seorang yang percaya diri sekaligus gegabah seperti Rider, yang dikenal memiliki sifat kompetitif, dan dikatakan sebagai putra Zeus, dan ditakdirkan untuk menaklukkan dunia.

2. Gilgamesh – Archer

gilgamesh fate zero

Archer adalah salah satu karakter Fate/Zero yang paling arogan, yang mengacu pada legenda Sumeria. Dalam anime, servant ini mengkhianati tuan aslinya, Tokiomi Tohsaka, yang dia anggap membosankan dan terlalu kaku, untuk kemudian berpindah ke Kotomine Kirei yang lebih menarik.

Archer menggunakan ribuan proyektil senjata Noble Phantasm dari koleksinya, yang dikenal sebagai Gerbang Babel, dan cadangan senjata melimpah yang kuat inilah yang membuatnya menjadi lawan yang tangguh.

gilgamesh fate zero

Gilgamesh di kehidupan nyata adalah seorang raja Sumeria yang memerintah antara 2800 dan 2500 SM. Dalam cerita-cerita yang ditulis di tablet tanah liat setelah masanya, ia digambarkan sebagai seorang setengah dewa yang mampu melakukan tindakan kepahlawanan dan keberanian yang hebat.

Tablet-tablet ini membentuk Epik Gilgamesh, sebuah legenda yang secara luas dianggap sebagai karya sastra besar pertama. Dalam Epik Gilgamesh, Raja Uruk itu melakukan banyak petualangan dan pembangunan selama masa pemerintahannya

Baca juga: Fate/Grand Order, Epik Gilgamesh dan Imajinasi Babilonia

Sedikit referensi menyoal soal kekayaan raja ini dan obsesinya untuk mengumpulkan harta karun, hasrat besar dari Archer di Fate/Zero. Legenda Gilgamesh sebenarnya lebih terobsesi dengan kehidupan abadi ketimbang yang lain-lain.

3. Diarmuid Ua Duibhne – Lancer

lancer fate zero

Dalam seri Fate, tampaknya Lancer selalu jadi servant paling tragis dan nelangsa hidupnya.

Lancer di Fate/Zero merupakan penggambaran ksatria legendaris Irlandia, Diarmuid Ua Duibhne atau Diarmid O’Dyna. Dalam anime, Lancer menggunakan tombak merah panjang, Gae Dearg, yang mampu memotong energi mana, dan tombak kuning pendek, Gae Buidhe, yang menciptakan luka yang tak dapat disembuhkan.

Lancer juga dikutuk dengan “titik cinta” berupa tahi lalat di bawah mata kanannya yang bakal mempesona wanita dan bikin mereka jatuh cinta padanya. Dalam hal kepribadian, Lancer benar-benar mengabdi pada Master-nya, Kayneth El-Melloi Archibald, sekaligus pada kode kehormatan dan ksatrianya.

lancer fate zero

Semua sifat ini sangat cocok dengan legenda asli Diarmuid. Dia adalah seorang prajurit mahir yang memiliki kedua tombak kuning dan merah Gae Buidhe dan Gae Dearg, dan dia dikutuk dengan titik cinta di suatu tempat di wajahnya.

Kutukan cinta tadi adalah penyebab utama kematian Diarmuid. Di masa hidupnya, Diarmuid mengabdi kepada Fionn, yang sudah bertunangan dengan Gráinne. Namun kemudian Gráinne jatuh cinta pada sang ksatria yang lebih muda dan lebih tampan itu.

Meski pada akhirnya Fionn terpaksa untuk memaafkan Diarmuid dan Gráinne. Namun ketika kedua pria itu pergi berburu bersama dan Diarmuid terluka parah oleh babi hutan, Fionn dengan sengaja membiarkan saingannya mati.

Meskipun backstory tragis ini hanya ditampilkan dengan kilas balik selewatan, Fate/Zero memberikan representasi yang cukup akurat dari ksatria dari Fianna, Irlandia itu.

4. Gilles de Rais – Caster

caster fate zero

Caster yang merupakan reinkarnasi Gilles de Rais, dan Ryuunosuke Uryuu yang jadi masternya, kemungkinan adalah dua karakter Fate/Zero yang paling dibenci. Membantai anak-anak secara acak, lalu kemudian berfilsafat tentang kasih Tuhan bagi umat manusia sesudahnya.

Caster sangat menikmati banyak kekejaman tadi, sekaligus sebagai cara untuk merayu Saber. Caster menganggap Saber sebagai Joan of Arc. Caster menggunakan grimoire terkutuk sebagai fantasi mulianya, yang mampu memanggil sejumlah besar iblis untuk melakukan perintahnya.

Namun, apakah orang segila itu benar-benar ada di dunia kita? Sayangnya, memang ada, dan Gilles de Rais salah satunya.

caster fate zero

Gilles adalah seorang bangsawan Prancis abad kelima belas, yang menjabat sebagai komandan di Angkatan Darat Kerajaan dan bertempur bersama Joan of Arc melawan Inggris selama Perang Seratus Tahun.

Setelah karir militernya, Gilles melakukan hobi yang begitu bejat: menculik, menyodomi, dan membunuh anak-anak. Dia dihukum karena pembunuhan ini dan dituduh melakukan praktik okultisme pada tahun 1440, dan setelah itu dihukum gantung oleh otoritas Prancis.

5. Hassan-i Sabbah – Assasins

assasins fate zero

Assassin digambarkan bukan sebagai servant tunggal, tetapi sebagai kumpulan kepribadian dan entitas yang terpisah karena merupakan Noble Phantasm-nya.

Berkat multiplisitas dan kemampuannya untuk menghindari deteksi, Assassins digunakan oleh Master-nya, Kirei Kotomine, sebagai semacam jaringan intelijen untuk memata-matai Master saingan dan mengumpulkan informasi.

Dalam Fate/Zero, servant Assasins diambil dari sosok legendaris Persia yang berjuluk “Orang Tua dari Gunung”, atau Hassan-i-Sabbah.

hassan i sabbah assasins fate zero

Namun seberapa benarkah penggambaran Hassan ini dalam kehidupan? Pada kenyataannya, sosok ini adalah seorang intelektual dan juru dakwah yang justru sedikit terlibat dalam insiden kekerasan atau pertempuran. Dia masuk Islam di akhir masa remajanya, dan melanjutkan untuk menyebarkan wahyu dalam Al-Qur’an selama perjalanannya melalui Persia.

Dia secara luas dihormati sebagai pengikut setia Islam yang juga menggeluti studi di bidang filsafat, matematika, alkimia, dan ilmu-ilmu lainnya. Kemudian dalam hidupnya, Hassan merebut sebuah kastil di Qazvin modern, yang dikenal sebagai Alamut.

Apa yang paling luar biasa adalah bahwa ia mencapai prestasi ini dengan kekerasan yang relatif sedikit, dan sebaliknya memenangkan hati penduduk setempat ke sisinya melalui infiltrasi bertahap sebelum menduduki kastil tadi.

Hubungan terbesar antara pria ini dan beberapa servant Fate/Zero terletak pada organisasi yang didirikan Hassan. Organisasi yang kemudian menyebar ke seluruh Iran dan Suriah. Sebuah kelompok yang disebut Hashshashin atau Assasins.

Kemungkinan besar Noble Phantasm dari Assassins di Fate/Zero adalah semacam reinterpretasi dari grup terkenal ini.

6. Sir Lancelot du Lac – Berserker

berserker fate zero

Berserker dan Master-nya, Kariya Matou, keduanya mulai sebagai pria baik dengan niat mulia yang akhirnya terdorong menjadi gila.

Identitas asli Berserker adalah Sir Lancelot du Lac, teman tepercaya Saber dalam hidup dan Ksatria Meja Bundar. Namun, dia dipanggil di bawah pengaruh Mad Enhancement-nya, dan tetap tidak mampu berpikir dan berbicara secara rasional.

Satu-satunya jejak dari dirinya adalah kebenciannya yang tampaknya murni terhadap Saber, karena dia selalu menargetkannya di hampir setiap pertarungan.

Namun, mengapa Sir Lancelot sangat membenci mantan rajanya? Jawabannya hanya diisyaratkan selama anime, tetapi legenda Lancelot yang sebenarnya memberi sedikit pencerahan.

lancelot berserker fate zero

Dalam kehidupan, Raja Arthur menikahi Lady Guinevere, yang kemudian berselingkuh dengan Lancelot. Alih-alih mengutuk perselingkuhan ini dan menghukum teman atau istrinya, Raja Arthur tak melakukan apa-apa dan hanya memaafkan mereka berdua.

Namun, urusan ini membantu memacu pemberontakan melawan Raja Arthur, yang dipimpin oleh keponakannya, Mordred, yang akhirnya menghancurkan Kerajaan Inggris.

Dalam Fate/Zero, Lancelot tak pernah bisa memaafkan dirinya sendiri dan menginginkan hukuman dari Arturia. Pada akhirnya, Lancer menerimanya dalam duel terakhir mereka, untuk kemudian menyatakan bahwa Arthur adalah raja terbaik yang bisa diminta oleh ksatria mana pun.

7. Raja Arthur Pendragon – Saber

saber fate zero

Saber adalah reinkarnasi Raja Arthur yang legendaris, yang diwujudkan dalam sosok perempuan bernama Arturia Pendragon.

Dalam Fate/Zero, Saber dipanggil untuk melayani Kiritsugu Emiya, yang sangat mengejutkan tuannya dan istrinya. Hal ini disebabkan Saber sekaligus Raja Arthur dianggap sebagai kombinasi servant terkuat.

Kiritsugu dan timnya mengakui keterampilan bertarung dan taktik medan perang yang sangat baik dari Saber, meski prinsip dan kepribadiannya sering berbenturan dengan Kiritsugu.

Saber sangat memegang kode ksatria dan kehormatan di atas segalanya meski dalam perang. Sementara Kiritsugu bertarung secara pragmatis ala pembunuh bayaran, sering menggunakan metode menipu dan curang untuk mencapai tujuannya. Meski demikian, keduanya sangat menginginkan Cawan Suci dan bertarung efektif sebagai tim dengan Saber di garis depan dan Kiritsugu di balik bayang-bayang.

saber vs mordred fate zero

Kisah Raja Arthur sebenarnya berada di antara dunia fakta dan fiksi, dan keberadaan historisnya tetap diperdebatkan. Literatur paling populer seputar Raja Arthur adalah “Historia Regum Britanniae”, yang berarti Sejarah Raja-Raja Inggris, karya Geoffrey dari Monmouth dari awal abad kedua belas.

Historia menceritakan tentang konsepsi Arthur di luar nikah, serta kekuasaan dan kedudukannya sebagai raja. Selama masa pemerintahannya, ia mengalahkan Bangsa Saxon yang menyerang dan memulai kampanye militer yang sangat sukses.

Selama pertempuran ini, Modred keponakan Arthur menggoda Guinevere, dan merebut tahta Inggris dengan dukungan dari beberapa Ksatria Meja Bundar. Meski Arthur berhasil memadamkan pemberontakan dan membunuh Mordred, dia terluka parah dan meninggal setelah peristiwa itu.

Bangsa Saxon, memanfaatkan kesempatan itu, kembali terlibat dalam perang melawan Kerajaan Inggris, yang akhirnya mengakhiri garis Raja Inggris.

Kita bisa melihat interpretasi dari cerita ini dimainkan di Fate/Zero, meskipun peran yang jauh lebih besar diberikan kepada Lancelot daripada Mordred, tetapi rasa tanggung jawab dan rasa bersalah Saber atas nasib kerajaannya begitu jelas dalam legenda ini.

Tinggalkan komentar