Investasi Saham Syariah: Pengertian, Syarat dan Daftar Sahamnya

Masih bingung untuk berinvestasi saham karena banyak yang bilang kalau ini haram? Maka investasi saham syariah adalah solusinya.

Saham syariah adalah produk investasi yang menerapkan sistem syirkah atau penyertaan modal difokuskan dengan kesepakatan dan tanggung jawab bersama antara dua belah pihak atau lebih.

Pada dasarnya, investasi saham merupakan aktivitas pengelolaan instrumen keuangan yang dapat memberikan imbal hasil kepada investornya, layaknya reksadana atau saham konvensional. Pada investasi saham syariah, perbedaannya berada pada sistem dan syaratnya.

Pengertian Saham Syariah

hijab investasi saham syariah di ponsel

Saham syariah adalah produk investasi halal berupa saham yang tidak menentang prinsip pasar modal syariah.

Saham jenis ini pun cocok bagi kamu ketika ingin memulai investasi saham karena telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan OJK sehingga aman dan mudah untuk dilakukan.

Sistem saham syariah adalah termasuk kegiatan syirkah yaitu penyertaan modal dengan hak bagi hasil keuntungan. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa produk investasi ini tidak bertolak belakang dengan prinsip syariah.

Selain itu, saham syariah adalah bukti penyertaan modal tersebut dari investor kepada perusahaan, lalu investor akan mendapatkan bagi hasil keuntungan berupa dividen.

Baca juga: 7 Aplikasi Investasi Buat Pemula yang Aman dan Cuan

Perbedaan saham syariah dan konvensional terletak pada jumlah utang bunga dan pendapatan tak halal terhadap jumlah aset. Pada saham syariah, jumlah utang bunga dan pendapatan tidak halal emiten harus lebih rendah dibandingkan jumlah asetnya, sedangkan saham konvensional bebas.

Fatwa MUI Soal Saham Syariah

Fatwa DSN-MUI merupakan salah satu rujukan dalam perkembangan pasar modal syariah, walaupun sifatnya tidak mengikat.

Saat ini terdapat 15 fatwa yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang berhubungan dengan pasar modal syariah Indonesia sejak tahun 2001, yang meliputi antara lain:

  1. Fatwa Nomor: 80/DSN-MUI/III/2011
    Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di Pasar Reguler Bursa Efek
  2. Fatwa Nomor: 76/DSN-MUI/VI/2010
    Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Asset To Be Leased
  3. Fatwa Nomor: 69/DSN-MUI/VI/2008.
    Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara
  4. Fatwa Nomor: 71/DSN-MUI/VI/2008
    Sale and Lease Back
  5. Fatwa Nomor: 70/DSN-MUI/VI/2008
    Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara
  6. Fatwa Nomor: 72/DSN-MUI/VI/2008
    Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back
  7. Fatwa Nomor: 66/DSN-MUI/III/2008
    Waran Syariah
  8. Fatwa Nomor: 65/DSN-MUI/III/2008
    Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Syariah (HMETD Syariah)
  9. Fatwa Nomor: 59/DSN-MUI/V/2007
    Obligasi Syariah Mudharabah Konversi.
  10. Fatwa Nomor: 50/DSN-MUI/III/2006
    Akad Mudharabah Musytarakah

Daftar Saham Syariah

Setelah memahami pengertian saham syariah secara umum, kini kamu perlu mengetahui beberapa jenis saham syariah yang terdaftar di berbagai indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Daftar Efek Syariah (DES).

Perlu diketahui bahwa daftar berikut selalu mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh, kamu bisa melihat indeks saham Jakarta Islamic Index (JII) yang memuat 30 emiten saham syariah per bulan Agustus 2021 sampai November 2021.

Daftar saham syariah ini dipilih berdasarkan yang paling likuid atau paling sering ditransaksikan, yaitu:

NoKode SahamPerusahaan
1TKIMPabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
2TLKMTelkom Indonesia (Persero) Tbk
3TPIAChandra Asri Petrochemical Tbk
4UNTRUnited Tractors Tbk
5UNVRUnilever Indonesia Tbk
6WIKAWijaya Karya (Persero) Tbk
7ACESAce Hardware Indonesia Tbk
8ADROAdaro Energy Tbk
9AKRAAKR Corporindo Tbk
10ANTMAneka Tambang Tbk
11BRISBank Syariah Indonesia Tbk
12PGASPerusahaan Gas Negara Tbk
13PTBABukit Asam Tbk
14PTPPPP (Persero) Tbk
15PWONPakuwon Jati Tbk
16SMGRSemen Indonesia (Persero) Tbk
17BRPTBarito Pacific Tbk
18CPINCharoen Pokphand Indonesia Tbk
19ERAAErajaya Swasembada Tbk
20EXCLXL Axiata Tbk
21ICBPIndofood CBP Sukses Makmur Tbk
22JPFAJapfa Comfeed Indonesia Tbk
23KLBFKalbe Farma Tbk
24MDKAMerdeka Copper Gold Tbk
25MIKAMitra Keluarga Karyasehat
26MNCNMedia Nusantara Citra Tbk
27INCOVale Indonesia Tbk
28INDFIndofood Sukses Makmur Tbk
29INKPIndah Kiat Pulp & Paper Tbk
30INTPIndocement Tunggal Prakarsa Tbk

Jika diperhatikan beragam bank konvesional tak masuk di daftar, yang biasanya saham-saham perbankan ini dianggap yang paling menguntungkan.

Meski begitu, ada beragam pilihan menarik lainnya, biasanya perusahaan yang kita kenal produknya sehari-hari atau disebut consumer goods.

Indeks Saham Syariah

erick thohir investasi saham syariah
Foto: Media Indonesia.

Selain indeks saham JII di atas, terdapat beberapa indeks saham lain yang juga menyediakan saham syariah di pasar modal Indonesia. Adapun beberapa indeks saham syariah adalah sebagai berikut:

1. Jakarta Islamic Index (JII)

Indeks pertama dari saham syariah adalah Jakarta Islamic Index. BEI melakukan dan menentukan seleksi saham syariah yang menjadi unsur JII.

2. IDX-MES BUMN 17

IDX-MES BUMN 17 adalah indeks yang mengukur kinerja harga 17 emiten saham syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Afiliasi dari indeks saham ini memiliki likuiditas serta kapitalisasi pasar yang besar dan juga didukung oleh fundamental positif emiten.

IDX-MES BUMN 17 adalah hasil kerjasama antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

3. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah indeks saham syariah gabungan yang tercatat di BEI.

Diluncurkan pada 12 Mei 2011, ISSI adalah parameter dari kinerja pasar saham syariah di Indonesia. Namun, dalam indeks ini BEI tidak melakukan seleksi saham syariah seperti indeks lainnya.

4. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Indeks terakhir dari saham syariah adalah Jakarta Islamic Index 70 (JII70 Index). Indeks saham syariah ini diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2018.

Unsur JII70 hanya meliputi 70 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI.

Syarat Saham Syariah

indo premier online technology ipot syariah

Perlu kamu catat kalau tak semua saham dapat diasumsikan ke dalam kategori saham syariah. Terdapat dua jenis saham syariah yang diakui dan ada di pasar modal Indonesia.

Pertama, saham syariah yang tercatat oleh emiten atau perusahaan berdasarkan peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2015.

Kemudian, syarat kedua adalah yang telah memenuhi kriteria seleksi berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Saham Syariah.

Adapun kriteria saham syariah adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan atau emiten dilarang melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
    • Perjudian atau kegiatan semacamnya.
    • Perdagangan yang dilarang berdasarkan syariah.
    • Jasa keuangan yang bersifat riba.
    • Transaksi jual beli risiko yang bersifat tidak pasti atau judi.
    • Memproduksi, menyediakan, atau mendistribusikan barang haram.
    • Melakukan transaksi yang bersifat suap atau korupsi.
  1. Perusahaan atau emiten harus memenuhi rasio keuangan di bawah ini:
    • Jumlah utang berbasis bunga kurang dari atau sama dengan 45% dari total aset.
    • Jumlah pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya kurang dari atau sama dengan 10% dari revenue atau total pendapatan usaha.

Untuk kriteria di atas, sebenarnya kita serahkan penyaringannya lewat lembaga yang bertanggungjawab, seperti dari OJK dan MUI tadi. Saya sendiri memakai IPOT Syariah ini untuk berinvestasi di sini, dan sudah ada filter.

Nah, itu tadi penjelasan terkait saham syariah beserta daftar dan syarat investasi saham syariah. Produk investasi ini memang menjadi salah satu pilihan tepat bagi kita yang ingin berinvestasi dengan tetap mematuhi perintah agama.

12 pemikiran pada “Investasi Saham Syariah: Pengertian, Syarat dan Daftar Sahamnya”

  1. Terima kasih sudah berbagi pengetahuan soal investasi syariah. Sempat belajar soal perbankan syariah dulu di KL. Pesertanya bukan hanya muslim tapi juga non-muslim.

    Balas
  2. Saham syariah dapat menjadi pilihan terbaik bagi umat muslim untuk berinvestasi sesuai syariat Islam, jadi lebih menenangkan. Apalagi syaratnya memudahkan sama seperti investasi saham konvensional

    Balas
  3. Pilihan untuk berinvestasi sekarang emang makin banyak ya. Karena sudah banyak masyarakat yang mulai melek finansial. Termasuk soal investasi. Tinggal memilih mau yang mana. Kalau saya sih prefer yang syariah karena sesuai dengan keyakinan ya. Agar aman dunia akhirat.

    Balas
  4. Kemarin sempat ramai crazy rich yang masuk bui karena melakukan penipuan terkait saham. Dari situ saya berpikir kalau main saham itu resikonya besar walaupun ada yang melakukannya buat keren-kerenan.

    Tapi sekarang berkat adanya saham syariah dengan prinsip syariahnya, persyaratannya lebih transaparan dan menarik sepertinya.

    Balas
  5. Harus bolak balik untuk dibaca dan perkaya dengan referensi juga, biar lebih memahami tentang saham syariah

    Balas
  6. Nah, akhirnya saya tercerahkan soal investasi saham syariah ini
    Karena saya emang lagi pengen mencoba investasi saham
    Tapi emang mau yang syariah gitu

    Balas
  7. sekarang makin banyak nih platform buat investasi masa depan, dan apalagi udh ada yang berbasis syariah gini, jadi buat temen-temen muslim yang menjauhi riba sama bunga2 konvensional bisa pilih saham syariah ini ya

    Balas
  8. Saya sampai sekarang belum paham banyak mengenai saham syariah. Padahal itu Kang Amsi, tetangga saya di Cianjur dan sama sama blogger Cianjur juga, kok bisa ya, hahaha …

    Balas
  9. Alhamdulillah, saya sudah mulai belajar invest di beberapa perusahaan yang Mas Arif sebutkan di atas, meski masih recehan banget, kwkwkwk..
    Makasih infonya ya, Mas, jadi makin jelas soal saham syariah ini.

    Balas
  10. Wah senang nih ada investasi syariah ya sekarang ini. Gak perlu was was lgi deh dengan isu2 yg beredar.. Semoga dengan baca artikel ini bisa mempertimbangkan buat berinvertasi nanti…

    Balas
  11. Yang bikin kaget ternyata aturan rasio keuanganjya masih ada unsur riba dan yg tidak halal dari frasa ini—> Jumlah utang berbasis bunga kurang dari atau sama dengan 45% dari total aset.
    Jumlah pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya kurang dari atau sama dengan 10% dari revenue atau total pendapatan usaha.

    Aku pribadi blm terjun ke dunia saham begini karena blm banyak belajar, Terima kasih atas artikel nya ka Arip!

    Balas
    • Iya itu hasil ijtihad dari ulama (dalam hal ini MUI sama OJK), untuk metode ushul fiqih-nya diterangin di video yang saya cantumkan.

      Sebenarnya buat hari ini, di bawah sistem ekonomi sekarang (sebut saja kapitalisme) sulit juga nyari yg seratus persen bebas riba. Uang yg kita pegang diatur perbankan, dan bahkan bank yg punya titel syariah pun masih ada persentase ribanya. Kalau ga pake kriteria itu, berarti perusahaan di atas termasuk haram, dan produknya haram kita konsumsi. Berarti kalau mau anti riba kudu hidup di hutan. Makanya ada ijtihad itu. Wallahu alam.

      Balas

Tinggalkan komentar