Pelesir ke Hotel Prodeo Perempuan Sukamiskin

Pasti yang terpikir ketika mendengar kata penjara adalah hal-hal yang buruk. Tempat seram sekaligus jorok yang dihuni para tahanan berwajah sangar dan berpenampilan kumal. Jika seperti itu yang dibayangkan, selamat anda telah dibodohi sama Hollywood.

Oh ya, agar lebih humanis, saya bakal ganti kata penjara dengan ‘lembaga pemasyarakatan’, dan tahanan dengan ‘warga binaan’. 😀

Foto: harrypotter.wikia.com

Sukamiskin. Sudah sangat familiar di telinga pasti. Ya, salah satu bapak pendiri bangsa kita ini pernah mendekam di tempat ini. Nah, dalam rangka pengkajian psikososial yang ada di mata kuliah Sistem Neurobehavior II, dan juga sebagai bentuk program pengabdian kepada masyarakat dari Unpad, kami dari angkatan saya tercinta, Fabulous, melakukan ‘pelesir’ ke lapas ini. Tepatnya ke Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin.

Berangkat bareng kelompok tutor 9 dari Jatinangor sekitar jam 7 pagi, naik angkot trayek Sumedang-Cileunyi, lalu berganti ke Cileunyi-Cicaheum. Harus menikmati macetnya Cileunyi, dan keruwetan bundaran Cibiru. Alhamdulillah sampai juga di Arcamanik sejam kemudian. 😀

lapas wanita sukamiskin

Jumat ini adalah kloter terakhir kelompok yang berkunjung ke lapas, bagiannya kelompok tutor 9, 10, 11, dan 12. Total ada 38 mahasiswa dengan dua orang bergender jantan, saya dan si kampret Chandra. Berhubung sudah denger-denger cerita dari temen yang sebelumnya udah berkunjung, jadi ada gambaran soal suasana lapas ini.

Seperti yang udah saya bahas, tujuan kami datang ke lapas wanita ini buat mengkaji masalah psikososial warga binaan, khususnya tentang konsep diri mereka. Selain itu, ngasih yang namanya kuesioner DAS; Depresi, Ansietas, dan Stress. Tapi intinya mah sih kita jadi ‘teman curhat’ para warga binaan.

Masuk lapasnya dibarisin sepuluh orang, digrepe-grepe dulu, kemudian dikasih nametag dan tangan dicap, yang cowok mah ga dikasih. Selanjutnya kita diarahin buat masuk ke aula. Nah, di sini lah kita melakukan bincang-bincang bareng warga binaan.

Awalnya saya udah ngincer warga binaan bule dari Nigeria atau Filipina, buat ngasah bahasa Inggris juga kan. Tapi gagal, keburu diambil sama yang lain. Ya udah ngambil yang ada aja, saya berdua bareng Riska ngewawancaranya. Eh, baru beberapa menit ngobrol, ternyata ada keluarga beliau yang jenguk.

Nunggu ga terlalu lama, datang dua warga binaan. Ya udah, saya bincang-bincangnya sendiri-sendiri berarti. Sungguh super kebetulan, warga binaan yang saya tanya ternyata satu kampung halaman, sedesa malah. Beliau terlibat kasus tipikor, dan divonis 5 tahun penjara. Oh ya maaf ga bisa bahas terlalu banyak, intinya mah beliau punya konsep diri yang positif. Maaf ya, kode etik. 😎

Para warga binaan jauh dari yang namanya kucel dan sangar, karena emang ada salon juga di dalam lapas. Banyak yang bening malah. Karena emang warga binaannya juga yang dari kasus semacam narkoba, penipuan, dan tipikor. Dan mirisnya ga sedikit dari mereka yang dijebloskan sebenernya karena fitnah dari orang lain. 🙁

Jangan pernah menghakimi! Karena seburuk-buruk hakim adalah manusia.

Arif Abdurahman

47 pemikiran pada “Pelesir ke Hotel Prodeo Perempuan Sukamiskin”

    • Tiap warga binaan punya saldo, dan saldonya ini diisi sama keluarganya. Kalau ke salon berarti saldonya dipotong. Bukan pake uang kontan.

      Balas
  1. Penjaranya bersih yah?
    Aku pernah juga ke penjara, ke tanjung gusta Medan. Dan, aku merasa miris karena, kapasitas warga binaannya banyak, sedang tempatnya kecil. Malah untuk penjara anaknya, kotor dan sulit air, sehingga banyak yg terkena penyakit kulit.
    Sejak kebakaran, nggak tau lagi keadaannya.
    Aku juga punya uang kertas yg dipergunakan di penjara, sebagai knang2an sih dari temenku yg pernah masuk situ karena demo HMI di kedubes Jerman.
    Sukses dan salam kenal yah

    Balas
  2. Oh seumur-umur aku belum pernah masuk ke dalam penjara (maksudnya masuk, bukan dipenjara) dan dipikiranku malah kaya di film-film yang orang-orangnya serem banget hehehe

    Balas
  3. Warga binaan yg melakukan pelanggaran hukum seputar narkoba dan korupsi memang umumnya hidupnya berkecukupan, makanya bening-bening ya, hehe….

    Balas
  4. Gue baru tau kalo dilapas ada salon. Hahaha.
    Tapi, tergantung rip menurut gue. Soalnya yang lo liat itu kan lapas cewe bukan cowo. Soalnya gue pernah mengunjungi lapas cowo. Bersih sih, tapi gak terlalu. Dan, disitu ada kehidupan yang gak patut di tiru. Konon katanya, siapa yang paling kuat diangkat sebagai pala kamar, dan masih banyak lagi.

    Balas
    • Iya sih, ini juga lapas cewek yg warga binaanya kasus narkoba sama kasus perdata, bukan yg kriminal-kriminal.
      Ya pastilah yg namanya senioritas mah selalu ada, yg kuat yg berkuasa.

      Balas
  5. ruangan utk wanita biasanya memang teratur bersih rapi berbeda dg laki-laki umumnya tidak rapi seram kotor spt gambaran penjara film holywood tergantung aturan yg diterapkan ttg kebersihannya. baru pertama mampir ditunggu kunjung baliknya

    Balas
  6. Owh aku terkesima dengan quote terakhir. Mantap bang!

    njis bening kata abang? boleh dikenalin tuh #okeinibecanda

    dan apakah bener bang? aku pernah denger kalau orang miskin enakan disana makannya terurus. iyakah?

    Balas
    • Ga boleh kenal-kenalan, melanggar kode etik. 😀

      Iya sih, banyak yg ga suka keluar, karena udah kerasan tinggal di lapas. Masuk ke masyarakat kurang pede, jadi ada yg udah keluar, pengennya masuk lagi.

      Balas
  7. Kata terakhir ini betul-betul membuat saya miris… “Dan mirisnya ga sedikit dari mereka yg dijebloskan sebenernya karena fitnah dari orang lain.”
    Rupanya banyak yg seperti demikian ya…

    Salam,

    Balas
    • Emang banyak yg kejadian kayak gini. Dan parahnya kasus ini biasanya karena modus dari oknum polisi yg ingin naik pangkat, dengan ngejebak “pacar”-nya.

      Balas
  8. kang, boleh gak orang yang gak punya kepentingan apa-apa cuma mau melihat-lihat suasana lapas datang ke lapas? Kalo boleh gimana prosedurnya kang?

    Balas
    • Susah kalau alasannya cuma “mau lihat-lihat”, kecuali kalau mau ngejenguk kenalan, itu pun ga masuk langsung ke lapasnya. Yg paling mudah kalau alasannya buat penelitian, punya surat dari institusi kampus atau lembaga.

      Balas

Tinggalkan komentar