Showing posts with label anime. Show all posts

7 Lagu Opening Sword Art Online

lisa eir aoi sao sacra music 2019
LiSA dan Eir Aoi di Sacra Music Festival 2019. Foto: Sony Music Japan.

Lagu opening anime selalu bikin vitalitas hidup makin meningkat dan efek samping berupa keinginan untuk menonjok monster dan injeksi semangat untuk mengubah dunia ke arah yang lebih baik. Sword Art Online adalah gudang lagu yang mantap, saya sering menjadikannya sebagai pengiring cuci piring dan saat lari di Lapang Saparua.

Baca juga: Lagu Opening Anime Meningkatkan Vitalitas

Sword Art Online sendiri merupakan seri light novel yang ditulis oleh Reki Kawahara dan diilustrasikan oleh abec. Berfokus pada protagonis Kazuto "Kirito" Kirigaya dan Asuna Yuuki saat mereka melalui berbagai realitas virtual MMORPG. Serial ini diadaptasi menjadi anime oleh A-1 Pictures, tayang sejak 2012.

Sebagai anime aksi fantasi, tentu saja butuh lagu bertenaga. Dibawakan para penyanyi perempuan pilih tanding, dengan tarikan suara lebih dari lima harakat, berikut 7 lagu opening dari Sword Art Online.

1. LiSA - Crossing Field



Bernama asli Risa Oribe, penyanyi kelahiran 24 Juni 1987 ini memulai karir musiknya sebagai vokalis band indie Chucky. Menyusul pembubaran Chucky pada tahun 2005, LiSA pindah ke Tokyo untuk mengejar karier solo.

Debut pada tahun 2010 sebagai salah satu vokalis band fiksi Girls Dead Monster dalam anime Angel Beats! LiSA kemudian merilis single solo pertamanya "Oath Sign" pada 23 November 2011, yang digunakan sebagai lagu pembuka Fate/Zero.

Baca juga: Fate/Zero yang Sinis dan Dingin 

Berkat kesuksesan lagu tersebut, LiSA terpilih untuk membawakan lagu pembuka pertama untuk serial anime Sword Art Online pada 2012: "Crossing Field". Lagu opening ini mengiringi arc Aincard ketika Kirito dan Asuna bersama seribu pemain lainnya terjebak dalam dunia virtual Sword Art Online.

2. Eir Aoi - INNOCENCE



Jalurnya hampir sama dengan LiSA, penyanyi kelahiran 30 November 1988 ini membuat debut utamanya di bawah SME Records dengan merilis single "Memoria", yang digunakan sebagai lagu tema penutup pertama untuk Fate/Zero.

"Innocence" adalah single ketiga Eir Aoi, yang dirilis pada 21 November 2012, dan digunakan sebagai lagu tema pembuka kedua untuk serial anime Sword Art Online.

Opening babak kedua dari SAO, atau arc Fairy Dance. Meski dari 6.147 pemain yang selamat telah berhasil log out, 300 di antaranya, termasuk Asuna, belum bangun karena alasan yang tak diketahui. Arc ini berada di dunia virtual ALfheim Online, dan Kirito berusaha menyelematkan Asuna.

3. Eir Aoi - Ignite



Sword Art Online II tayang 2014 dan sekali lagi menjadikan Eir Aoi sebagai pengisi lagu. "Ignite" sendiri merupakan single ketujuhnya, dirilis pada 20 Agustus 2014.

Babak pertama Sword Art Online II mengeksplorasi Opening yang mengisi arc Phantom Bullet. Insiden misterius terjadi pada sebuah game VRMMO yang disebut Gun Gale Online (GGO). Pemain misterius yang menyebut dirinya Death Gun menembak dan menyebabkan kematian sungguhan pemain lain. Kirito diminta untuk menyelidiki rumor ini.

4. Haruka Tomatsu - Courage



Kelahiran 4 Februari 1990 ini adalah seorang aktris, seiyuu dan penyanyi, yang berada di bawah label Music Ray'n. Haruka ini yang mengisi suara Asuna.

"Courage" merupakan single ke-14 dari Haruka, dirilis pada 3 Desember 2014 dan digunakan sebagai lagu pembuka kedua Sword Art Online II. Menjadi single tersuksesnya hingga saat ini, setelah memuncaki nomor 4 di tangga lagu Oricon dan bertahan selama sebelas minggu.

Opening yang mengisi babak kedua Sword Art Online II meliputi arc Calibur dan arc Mother's Rosario.

5. LiSA - ADAMAS



Sebelumnya LiSA merilis single "Catch the Moment" yang menjadi lagu tema untuk Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale (2017).

Tayang 2018, Sword Art Online: Alicization kembali memakai LiSA untuk membawakan lagu opening: "ADAMAS".

Kali ini, Kirigaya Kazuto ditawari pekerjaan di perusahaan swasta, bernama Rath. Tugasnya adalah untuk menguji mesin FullDive eksperimental generasi ke-4, yang disebut Soul Translator (STL), yang berjalan pada prinsip yang sangat berbeda dari mesin FullDive sebelumnya.

Baca juga: 5 Perangkat Teknologi dalam Sword Art Online

6. ASCA - RESISTER



Asuka Ōkura yang lahir 5 September 1996 ini dikenal dengan nama panggung ASCA. Musisi Jepang yang berada di bawah label Sacra Music, yang melakukan debut pada tahun 2013 setelah menjadi finalis di Grand Prix Animax All-Japan ke-5. Setelah fokus pada studinya, ia melanjutkan karir musiknya lagi pada akhir 2016. Lagu-lagunya telah mengisi beragam anime dari The Pet Girl of Sakurasou, Fate/Apocrypha, dan Sword Art Online.

"Resister" merupakan single kelimanya yang dirilis secara digital pada 13 Januari 2019 dan rilis fisik pada 27 Februari 2019; lagu ini digunakan sebagai pembuka babak kedua Sword Art Online: Alicization.

Mengiringi perjalanan Kirito dan Eugeo bertarung dengan para Integrity Knight untuk mencapai lantai atas Central Cathedral, menyelamatkan Alice sekaligus menghentikan kezaliman Quinella.

Lihat: Alice di Sword Art Online

7. Haruka Tomatsu - Resolution



Single ke-19 "Resolution" dirilis secara digital pada 13 Oktober 2019 dan menerima rilis fisik pada 20 November 2019; judul lagu digunakan sebagai lagu pembuka Sword Art Online Alicization: War of Underworld.

Kali ini jagoan kita, Kirito, mengalami semacam koma karena gangguan listrik yang disebabkan serangan teroris ke markas Rath. Fokus berpindah ke Alice, yang harus melindungi Kirito sekaligus terlibat dalam peperangan dengan Dark Teritory.

Siapa Penyanyi Lagu Opening Sword Art Online Alicization: War of Underworld?



Dari trailer terbaru diketahui kalau yang mengisi opening babak pamungkas Sword Art Online adalah ReoNa dengan lagu berjudul "ANIMA". Akan tayang pada 11 Juli nanti, sebagai fans anime ini, saya sangat menantikannya.

10 Karakter Kabayan dalam Anime

oreki hyouka lazy

Setelah Utuy Tatang Sontani, dengan elemen pesimisnya, tampaknya belum ada lagi yang mampu mengeksplorasi karakter Kabayan. Namun, saya menemukan dirinya, karakter jenius tapi super irit energi, hidup dalam beragam anime.

Baca juga: Aneka Reka Kabayan

Jika ada satu resep yang terbukti berhasil untuk membuat karakter utama yang disukai, bikin mereka menjadi pemalas, tetapi sematkan semacam kejeniusan rahasia. Katakanlah, mereka begitu mager untuk menyelamatkan dunia ketika acara favorit mereka tayang, tetapi selama jeda iklan, mereka dapat mengatasinya dengan sekejap.

Tipikal Kabayan ini tak jarang menjadi karakter utama, dan jika dilakukan semacam polling, bahkan karakter macam ini paling difavoritkan setelah karakter tsundere. Meski tak ada banyak ruang untuk perkembangan karakter secara fisik, akibat kemalasan mereka, seringnya ini justru bisa menjadi wahana yang baik dalam perkembangan emosional sang karakter.

Berikut 10 karakter anime dengan prototip Kabayan yang coba saya himpun.

1. Sakata Gintoki - Gintama


gintoki gintama

Bukan hanya bermalas-malasan, dia juga doyan judi dan minum-minum kapan pun punya kesempatan. Di antara semua karakter pemalas di anime, kemalasannya begitu legendaris tetapi di baliknya ada seorang pendekar pedang yang luar biasa. Ketika nyawa teman-temannya terancam, kita bisa melihat betapa menakjubkan dirinya sebenarnya. Tentu saja, pada akhirnya Gintama adalah perpindahan dari satu bodor ke bodor lainnya.

2. Houtaru Oreki - Hyouka


houtaru oreki hyouka

Seorang jenius pemalas. Oreki merupakan siswa sekolah menengah yang masuk Klub Sastra Klasik. Layaknya Sherlock Holmes, dia memiliki keterampilan deduksi yang luar biasa dan dapat memecahkan hampir semua misteri yang dia temui dengan mudah. Namun kebijakannya adalah: "Konservasi Energi". Jadi, dia akan menghindari pekerjaan menguras energi sebanyak yang dia bisa, kecuali jika sudah dipaksa Eru Chitanda.

Baca juga: Kenapa Sekolah Menengah Sering Jadi Latar Anime?

3. Nara Shikamaru - Naruto


Nara Shikamaru - Naruto

"Mendokusē!" yang berarti "Ini sangat merepotkan" adalah kalimat paling sering diucap Shikamaru. Tampaknya semuanya menyusahkan Shikamaru, apakah itu ketika harus bertarung dengan musuh atau sekadar menjelaskan sesuatu kepada teman saat menjalani misi atau di kelas. Dengan IQ lebih dari 200, Shikamaru jelas seorang jenius, tetapi pemalas nomor wahid dalam seri Naruto.

4. Spike Spiegel - Cowboy Bebop


spike spiegel cowboy bebop

Kalau tak sedang kehabisan duit sementara perutnya keroncongan, koboi antargalaksi ini lebih suka leyeh-leyeh. Protagonis Cowboy Bebop ini adalah mantan anggota kriminal Red Dragon Syndicate, yang kabur dengan berpura-pura mati akibat jatuh cinta dengan seorang wanita. Menjadi bounty hunter, menjelajahi ruang angkasa dan tetap malas-malasan.

Baca juga: 15 Anime Terbaik dari Dekade 1990-an

5. Aokiji - One Piece

aokiji kuzan one piece

Kuzan, yang lebih dikenal dengan sebutan Aokiji, adalah salah satu karakter paling malas di One Piece. Dia hidup dengan kode "Keadilan Malas" dan saat menjadi admiral selalu terlihat memakai penutup mata untuk tidur. Jika tak ada urusan mendesak, Kuzan lebih memilih bersantai, bahkan rela menanggalkan jabatannya dan keluar dari Marine.

6. Atsuhi Murasakibaru - Kuroku no Basket


atsuhi murasakibaru kuroku no basket

Dia mungkin satu-satunya karakter malas di anime olahraga. Karakter di hampir semua anime olahraga adalah para pekerja keras tetapi bukan Murasakibara. Bahkan bermain basket dan berusaha terlalu keras karenanya betul-betul merepotkannya. Kecuali benar-benar perlu, dia hanya mengunyah makanan ringan dan bermalas-malasan.

7. Onizuka Eikichi - Great Teacher Onizuka


great teacher onizuka

Alasan mengapa Onizuka menjadi seorang guru adalah karena dia melihat seorang anak sekolah cantik menembak seorang guru setengah baya. Mantan geng motor itu suka bermain-main dan bersantai, tetapi ia punya gaya pengajaran yang unik, konyol, dan kadang-kadang mengancam, tetapi selalu manjur untuk murid-muridnya.

8. Kaiki Deishuu - Monogatari


Kaiki Deishuu - Monogatari

Awal kemunculannya, Kaiki tampak seolah-olah antagonis yang patut dibenci. Penipu yang berspesialisasi dalam makhluk gaib dan jimat, yang tanpa malu menipu bocah sekolahan. Namun kemudian, kita bakal takjub setelah mengetahui alasan di balik sikap pragmatisnya.

Baca juga: Urutan dan Cara Menonton Monogatari

9. Hiramaru Kazuya - Bakuman


Hiramaru Kazuya bakuman

Jika mangaka lain mencoba yang terbaik dengan penuh antusias, orang ini masuk ke industri manga dengan sangat cepat dan tak menunjukkan minat atau gairah. Coba-coba bikin manga setelah membacanya secara acak dan berpikir bahwa ia bisa melakukannya. Dia memiliki bakat alami sebagai mangaka dan editornya terus mendorongnya untuk berkarya.

10. Phonsekal Laure - Tower of God


phonsekal laure tower of god

Seorang Reguler dan Wave Controller berbakat. Dia suka tidur dan pergi ke mana-mana dengan terus membawa selimut dan bantalnya. Kemampuannya begitu luar biasa, mampu menembakkan ledakan jarak jauh yang kuat, meski seringnya terlihat tidur padahal sedang dalam situasi membahayakan.

Baca juga: 5 Anime Aksi Fantasi Mirip Tower of God

Yesterday wo Utatte dan Para Masokis Emosional

yesterday wo utatte anime spring 2020

Para masokis adalah ahlinya menyakiti diri. Meski dimulai dan tetap terhubung sepenuhnya dengan seks, masokisme sama kuatnya di ranah emosional. Ketakmampuan untuk keluar dari perasaan muram menandai masokisme ini. Mungkin ada lebih banyak masokis emosional ketimbang yang seksual, dan bisa jadi kita tak menyadari kecenderungan ini.

Lihat: Masokis Emosional

Selalu ada orang yang doyan makan sesuatu yang pedas, berkeringat deras dan tampak menderita tapi mengklaim kalau dia justru menikmatinya. Sambal hot jeletot bukan satu-satunya cara orang untuk menikmati sesuatu yang menyiksa diri, banyak orang suka menonton film sedih, mendengarkan musik murung atau menaiki roller coaster yang bikin jantung copot. Ini berlaku juga ketika berhubungan dengan yang lain, apalagi dalam asmara.

Foto: singyesterday.com

Yesterday wo Utatte, anime 12 episode yang tayang di musim Semi 2020 ini, memotret para masokis emosional itu. Mengikuti empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan, yang berusaha menjalani kehidupan terbaik mereka melalui kesulitan dan kekacauan. Di sebuah daerah sekitar dekat Shinjuku, kesalahpahaman kecil menyebabkan komplikasi besar, dan berbagai perasaan mereka menjadi terjerat.

Kebanyakan anime asmara berlatar di sekolah menengah atau perguruan tinggi, tapi Yesterday wo Utatte memandu kita melalui hambatan karakter yang jauh melewati tahap itu. Dengan hari-hari terbaik mereka yang tampaknya jauh di belakang, para tokoh ini berjuang untuk memilih antara hidup di masa kini atau berpegang pada ingatan mereka yang sekarat.

rikuo shinako yesterday wo utatte anime spring 2020

Rikuo Uozumi adalah lulusan perguruan tinggi yang tak yakin tentang masa depannya. Punya hobi fotografi, dan saat ini bekerja paruh waktu di sebuah toko serba ada, sementara belum memutuskan untuk memasuki semacam karir tertentu.

Kehidupan monotonnya terpecah ketika Haru Nonaka yang nyentrik sering mampir ke minimarketnya. Dengan pembawaan yang riang, Haru sering menggodanya. Tak lama, Rikuo mengetahui kalau seorang teman kampus dan gebetannya, Shinako Morinome, pindah kembali ke kota. Timbul tekad Rikuo untuk memajukan hubungan mereka.

Rikuo sejak lama memiliki perasaan pada Shinako, tapi lebih memilih memendamnya. Apalagi sekarang, ketika dia cuma pegawai minimarket sementara Shinako telah punya pekerjaan tetap sebagai guru sekolah menengah. Meski bukan sepenuhnya pengangguran, tentu saja rasa minder menggerogoti Rikuo.

Tanpa diketahui Rikuo, Shinako membawa kenangan menyakitkan dari masa lalunya yang menahannya. Sementara itu, Haru terus mengejar Rikuo, dan menemukan kalau Rikuo, sama seperti dirinya, juga hidup sendiri dan sedang ingin melangkah keluar dari zona nyamannya ke masa depan yang penuh ketakpastian.

Masuk Rou Hayakawa, siswa sekolah menengah yang tengah megikuti persiapan masuk kuliah seni rupa, seseorang yang sudah kenal Shinako sejak kecil, dan yang akan terus saling menjerat perasaan satu sama lain. Kisah-kisah yang dibawakan oleh Yesterday wo Utatte bisa dibilang menjadi semakin rumit.

rikuo yesterday wo utatte

Sejak episode pertama, saya langsung merasa, "Anjing, ieu aing pisan!" atau istilah kerennya "relate" dengan karakter Rikuo. Terlalu banyak mikir, terlalu baik, penuh keraguan, hobi memendam perasaan, terlalu gampag menyerah dan tak cakap berhubungan dengan perempuan.

Yesterday wo Utatte seakan menjadi cermin bagi banyak penonton dan itulah sebabnya banyak orang akan dengan mudah mengaguminya, sekaligus membencinya. Namun terlepas dari apa yang kamu pikirkan tentang anime romantis pada umumnya, kamu harus mencoba Yesterday wo Utatte. Sebuah kisah kehidupan sehari-hari yang dijalani dengan 49% melihat ke belakang dan 51% menatap masa depan.

setting yesterday wo utatte anime spring 2020
Visual latar yang ciamik dari Yesterday wo Utatte

Yesterday wo Utatte sendiri adalah manga karya Kei Toume, yang memulai serialisasi di majalah manga seinen Business Jump pada tahun 1997, lalu pindah ke majalah Grand Jump pada November 2011 dan berakhir pada Juni 2015.

Baru keluar adaptasi animenya tahun ini dan latar 1990-an akhir yang melingkupi Yesterday wo Utatte ini jadi begitu nostalgik. Visualisasinya juga setara film, latar lokasi begitu detil. Ketika ponsel apalagi aplikasi chat belum hadir, kegiatan menunggu tanpa kejelasan adalah siksaan yang menghibur.

Masa lalu selalu melekat dalam pikiran, dan masa depan tetap sulit dipahami. Di persimpangan di sepanjang jalan yang saling terkait, para individu dalam Yesterday wo Utatte mengalami apa artinya melepaskan perasaan mereka yang kemarin dan merangkul perubahan yang dibawa esok.

Pada akhirnya, perbedaan yang paling relevan antara masokisme seksual dan emosional adalah bahwa aktivitas yang pertama, dalam keadaan yang tepat, akan sangat menyenangkan, sedangkan yang terakhir tidak pernah jadi apa-apa selain neraka pahit yang melelahkan.


8 Anime Fantasi Urban Mirip Gleipnir

gleipnir shuichi claire

Gleipnir, anime yang tengah tayang di musim Semi 2020, memberi kita aksi dan fantasi gelap, dengan tambahan beberapa adegan ecchi, serta duo sejoli protagonis utamanya yang memikat.

Merupakan adaptasi dari manga karya Sun Takeda, Gleipnir mengikuti seorang siswa sekolah menengah medioker yang tinggal di kota kecil yang membosankan, yang kemudian secara mengejutkan dirinya bisa bertranformasi jadi monster berbentuk boneka maskot. Adalah Shuichi Kagaya yang hidupnya makin terbalik setelah memutuskan menolong gadis cantik dari kebakaran.

Lihat: Kenapa Sekolah Menengah Sering Jadi Latar Anime?

Demi menyelamatkannya, Shuichi menggunakan kemampuan yang berusaha disembunyikannya, ia memutuskan jadi monsternya, jadi sesosok boneka maskot berbulu berkepala anjing besar dengan revolver besar dan ritsleting besar di punggungnya. Setelahnya, gadis yang diselamatkan itu, yang bernama Claire Aoki dan ternyata adik kelasnya, tahu soal rahasia kelam Suichi ini.

gleipnir shuichi claire

Meski punya watak berlainan, keduanya jadi sejoli yang saling mengisi, dan bergerak menyelidiki fenomena aneh yang terjadi sekaligus terlibat dalam semacam perburuan dengan monster lainnya.

Jika terpikat duet maut Shuichi dan Claire ini dan butuh tontonan sejenis Gleipnir, berikut saya rekomendasikan beberapa anime sejenis:

1. Tokyo Ghoul


tokyo ghoul

  • Episode: 12
  • Genre: Aksi, Psikologikal, Supernatural, Drama

Kesamaan

Kesamaan terbesar dapat ditemukan pada protagonis utamanya, laki-laki yang hidupnya secara tiba-tiba berubah untuk selamanya, berubah jadi semacam monster. Mereka harus beradaptasi dengan perubahan ini dan menjalani realitas baru mereka.

Ringkasan Plot 

Kisah ini berlatar di Tokyo dalam realitas alternatif, ketika manusia hidup berdampingan dengan ghoul, makhluk pemakan daging manusia yang tampak sama dengan manusia normal.

Protagonis utama, Ken Kaneki adalah seorang mahasiswa yang sekarat setelah diserang gebetannya yang mengajaknya kencan, yang ternyata seorang ghoul. Kaneki dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi tanpa sadar hanya untuk mengetahui bahwa ia jadi manusia setengah ghoul karena transplantasi organ dari ghoul gebetannya itu.

Kaneki harus menghadapi dan beradaptasi dengan kenyataan baru yang keras. Jika dia ingin bertahan hidup, dia harus berurusan baik dengan manusia maupun ghoul, dan yang paling penting dengan konflik batinnya.

2. Killing Bites


killing bites anime

  • Episode: 12
  • Genre: Ecchi, Aksi, Sci-fi, Seinen

Kesamaan

Keduanya berkategori ecchi dan seinen dengan karakter yang dapat berubah menjadi monster dan dipaksa untuk bertarung sampai mati.

Ringkasan Plot 

Hitomi sang karakter utama diculik oleh mahasiswa dengan niat jahat. Sedikit yang mereka tahu bahwa Hitomi sebenarnya adalah hibrida manusia-hewan dengan kemampuan tempur yang luar biasa dan dia membunuh mereka semua kecuali Yuya yang melihat transformasi dan pertempuran dengan hibrida singa di fasilitas pengolahan limbah terlantar.

Makhluk seperti Hitomi telah ada sejak zaman kuno dan sampai hari ini hibrida ini berpartisipasi dalam pertempuran "Killing Bites" yang merupakan titik balik dalam ekonomi Jepang. Kehidupan Yuya terbalik dan seluruh keberadaannya akan dikaitkan dengan kemampuan Hitomi untuk berpartisipasi dalam pertandingan biadab.

3. Guilty Crown


guilty crown

  • Episode: 22
  • Genre: Mecha, Sci-fi, Aksi, Drama

Kesamaan 

Guilty Crown dan Gleipnir sama-sama memiliki duo cowok-cewek dengan protagonis lelaki yang sebelumnya lelaki normal sebelum hidupnya benar-benar berubah dan dia terpaksa mengambil sisi dan bertarung.

Ringkasan Plot

Pada tahun 2039, sepuluh tahun setelah pecahnya Virus Apocalypse, negara Jepang jatuh di bawah kendali CGQ, kekuatan militer yang seharusnya memulihkan ketertiban dengan caranya sendiri. Sebuah organisasi bernama Funeral Parlour adalah satu-satunya yang melakukan perlawanan.

Tokoh utama, Shu adalah seorang siswa sekolah menengah yang telah menjalani kehidupan normal sampai ia bertemu dengan seorang gadis misterius bernama Inori yang juga merupakan anggota organisasi pemberontak Funeral Parlor dan sepertinya, ia adalah anggota kunci.

Tiba-tiba, Shu menemukan bahwa ia memiliki kemampuan yang memungkinkannya untuk menggunakan senjata yang disebut void, senjata yang dapat ditarik keluar dari seseorang sebagai manifestasi kepribadian mereka. Shu terpaksa memutuskan apakah dia akan meninggalkan zona nyamannya dan bertarung atau hanya lari dan menonton dari kejauhan.

4. Darwin's Game


darwin game

  • Episode: 11
  • Genre: Aksi, Misteri, Shounen

Kesamaan 

Plot di kedua anime berpusat di sekitar lelaki biasa yang hidupnya berubah total dan dia terlibat dalam pertarungan untuk hidupnya. Mereka berdua memiliki protagonis perempuan bengal dengan sisi sadis.

Ringkasan Plot 

Cerita ini berkisah tentang Suou Kaname, yang diundang untuk mencoba permainan aplikasi seluler bernama Darwin Game. Dia tidak tahu kalau permainan tersebut melibatkan pertarungan dua pemain dan ada kemungkinan mati, baik di game maupun di dunia nyata.

Kaname menyadari bahwa tidak ada cara untuk keluar dari permainan, karenanya memutuskan untuk menyelesaikannya, menemukan penciptanya dan membalaskan dendamnya.

5. Mirai Nikki


mirai nikki

  • Episode: 26
  • Genre: Supernatural, Thriller, Romantic

Kesamaan 

Protagonis laki-laki peragu dengan sisi lembut sedangkan protagonis perempuan adalah gadis yang kuat dan dominan dengan masa lalu yang gelap. Tanpa bantuan perempuan, kedua laki-laki itu akan hancur. Selain itu, antara Gleipnir dan Mirai Nikki memiliki banyak adegan aksi dan pertumpahan darah.

Ringkasan Plot 

Amano Yukiteru adalah penyendiri yang masuk sekolah menengah dan mengamati segala sesuatu dari zona amannya sementara ia menulis buku harian di ponselnya, mencatat semua pengamatan. Yuki tampaknya tidak memiliki teman tetapi ia sering berbicara dengan teman khayalannya: Dewa ruang dan waktu bernama Deus dan pelayannya.

Betapa mengejutkannya pengalaman Yuki ketika dia mengetahui bahwa Deus adalah dewa yang nyata, membuktikannya dengan memberinya semacam diari yang dapat memprediksi peristiwa masa depan di sekitar Yuki. Kelihatannya seperti berkah, tetapi hanya sampai dia menemukan bahwa Deus memberikan buku harian itu untuk 11 orang lainnya juga. Tampak tak berbahaya, tetapi sayangnya untuk Yuki, parade membunuh atau terbunuh dimulai karena aturan permainan Deus.

Segera setelah itu, sekutu terkuat Yuki bergabung dengan permainan, seorang gadis berambut merah muda bernama Yuno Gasai yang sangat terobsesi dengan Yuki dan mengaku mencintai dan melindunginya dengan cara apa pun.

6. Parasyte


parasyte anime
  • Episode: 24
  • Genre: Action, Sci-Fi, Horror, Psychological, Drama, Seinen

Kesamaan

Sementara Parasyte berfokus pada alien, Shinichi, seperti Shuichi, berjuang dengan tindakan yang harus dia ambil yang membuatnya lebih menjadi monster. Perbedaannya adalah bahwa Shinichi tetap cukup kuat, bahkan dalam menghadapi peristiwa yang menghancurkan.

Ringkasan Plot

Suatu malam, Shinichi Izumi yang berusia enam belas tahun sedang tidur nyenyak ketika ras alien parasit turun ke Bumi. Satu parasit menginfeksi Shinichi, mencoba untuk mendapatkan otaknya untuk mengambil alih tubuhnya, tetapi akhirnya terjebak di tangan kanannya. Tidak dapat pindah ke otak, alien yang bernama Migi, sekarang tidak punya pilihan selain belajar hidup berdampingan dengan Shinichi di tubuhnya agar tetap hidup. Sayangnya, alien parasit lain tidak begitu bersahabat dengan manusia atau parasit yang gagal menyelesaikan misi mereka.

7. Blood Blockade Battlefront


Blood Blockade Battlefront anime

  • Episode: 12
  • Genre: Action, Comedy, Supranatural, Fantasy

Kesamaan

Seperti Gleipnir, Blood Blockade Battlefront memiliki banyak monster aneh di dalam kota. Serial ini berfokus pada karakter utama yang mengalami beragam peristiwa-peristiwa aneh yang terus bermunculan.

Ringkasan Plot

Monyet supersonik, vampir, penjala ikan yang bisa bicara, dan segala macam monster supernatural yang hidup bersama manusia — ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Lot Hellsalem, yang sebelumnya dikenal sebagai New York. Ketika gerbang antara Bumi dan Alam Bawah dibuka tiga tahun lalu, penduduk New York dan makhluk dari dimensi lain sama-sama terperangkap dalam gelembung yang tidak bisa ditembus dan dipaksa untuk hidup bersama. Libra adalah organisasi rahasia yang terdiri dari eksentrik dan manusia super, bertugas menjaga ketertiban di kota dan memastikan bahwa kekacauan tidak menyebar ke seluruh dunia.

Mengejar fotografi sebagai hobi, Leonardo Watch menjalani kehidupan normal dengan orang tua dan saudara perempuannya. Tetapi ketika ia mendapatkan "Mata Dewa yang Melihat Semua" dengan mengorbankan penglihatan saudara perempuannya, ia pergi ke Lot Hellsalem untuk membantunya dengan menemukan jawaban tentang kekuatan misterius yang ia terima. Dia segera menuju Libra, dan ketika Leo tiba-tiba bergabung dengan barisan mereka, dia mendapatkan lebih dari apa yang ditawar.

Blood Blockade Battlefront mengikuti kesalahan Leo di tempat teraneh di Bumi bersama rekan-rekannya yang sama anehnya — ketika anak lelaki biasa tanpa disadari melihat hidupnya mengambil giliran untuk yang luar biasa.

8. Dorohedoro 


dorohedoro anime

  • Episode: 12
  • Genre: Action, Comedy, Supranatural, Fantasy, Seinen

Kesamaan

Kedua seri anime ini menampilkan karakter utama yang berubah menjadi monster. Namun, mereka menjalani kehidupan baru mereka dengan cara yang berbeda. Kaiman berusaha membalas dendam, Shuichi menjadi depresi.

Ringkasan Plot

Hole adalah distrik yang tidak teratur di mana kematian dan mutilasi biasa terjadi. Penduduk Hole adalah ampas masyarakat dan subjek uji para pengguna sihir yang hidup terpisah darinya. Penduduk terus diuji atau hanya dibunuh oleh penyihir ini. Di Hole adalah Kaiman, seorang pria dengan kepala dikutuk menjadi seperti kadal, tetapi dengan kekebalan terhadap sihir. Dia menghabiskan waktunya untuk memburu para pengguna sihir ini dengan sedikit keadilan bagi orang-orang yang tinggal di Hole.

5 Anime Aksi Fantasi Mirip Tower of God

tower of god anime

Tower of God, sebagai anime di musim semi 2020, adalah hasil kolaborasi bersejarah antara platform webcomic Korea Selatan Webtoon dengan studio anime Jepang, dan diongkosi distributor anime Amerika Crunchyroll.

Bukan hanya produksi yang tidak biasa yang membuat penonton tertarik, Tower of God memang menawarkan kisah memikat. Mengikuti seorang bocah bernama Bam (di anime namanya dijepangkan jadi Yoru) yang mendaftar dalam turnamen penuh maut untuk naik ke puncak sebuah menara agar ia bisa bertemu kembali dengan Rachel.

Menara yang dimaksud ini adalah struktur misterius yang sepenuhnya tertutup dan menampung banyak lingkungan unik. Dihuni oleh banyak spesies cerdas yang berbeda, yang tinggal di lantai atas dikaitkan dengan status yang lebih tinggi dan kondisi kehidupan yang lebih baik. Kenaikan dari satu lantai ke lantai berikutnya hanya diizinkan dengan melewati ujian yang semakin sulit, dari kekuatan, ketangkasan dan kecerdasan.


Semesta Tower of God diisi dengan dongeng yang unik, karakter yang ditulis dengan baik dan memiliki agenda mereka sendiri, serta aksi dan momen komedi yang mengesankan. Jika tersedot ke dalam dunia Tower of God, kamu mungkin ingin mencari serial anime yang sama untuk menenggelamkan diri lagi, jadi berikut 5 anime untuk dijajal saat kamu menunggu episode berikutnya keluar.

1. Hunter x Hunter


hunter x hunter 2011

  • Episode: 148
  • Rilis: 2011-2014

Ketika pertama menonton Tower of God, saya langsung teringat Hunter x Hunter - adaptasi anime versi 1999 salah satu favorit yang mengisi masa kecil saya. Konsep ujian Hunter kemungkinan menjadi inspirasi penulis Tower of God.

Hunter x Hunter merupakan shounen skala epik tentang seorang bocah lelaki penuh semangat bernama Gon yang ingin jadi Hunter sehingga ia dapat menemukan ayahnya yang telah lama hilang. Dengan karakter-karakternya yang sangat besar, sistem kekuatan yang terperinci, dan plot yang kompleks secara emosional, Hunter x Hunter selalu maju jadi rekomendasi tontonan.

2. Made in Abyss


made in abyss anime
  • Episode: 13
  • Rilis: 2017

Made in Abyss mengguncang formula menara dan turnamen dengan memulai Riko dan teman barunya Reg di mulut jurang besar. Anime mengikuti mereka berdua masuk lebih dalam, menantang setiap tingkat yang menakutkan dalam pencarian untuk temukan jawaban tentang ibunya dan ingatannya yang hilang. Mereka bertemu dengan beberapa wajah ramah dan sejumlah makhluk haus darah yang secara eksponensial lebih besar yang mendorong mereka ke batas kemampuan mereka. Namun seperti halnya Bam dan timnya di Tower of God, mereka tumbuh lebih dekat dan belajar lebih banyak tentang satu sama lain melalui beragam kesulitan. Jika bagian favoritmu dari Tower of God adalah perjuangan emosional para karakter di sepanjang perjalanannya, maka Made in Abyss patut dicoba.

3. Satsuriku no Tenshi (Angels of Death)


angels of death anime

  • Episode: 16
  • Rilis: 2018

Jika kamu ingin yang lebih gelap ketimbang Made in Abyss, maka Angels of Death akan bikin kamu diselimuti dengan eksplorasi suram jiwa manusia seperti yang terlihat melalui mata seorang gadis kecil yang hanya ingin mati. Seorang pembunuh bernama Zack menemukan seorang gadis suicidal di ruang bawah tanah sebuah bangunan yang penuh dengan para psikopat yang semuanya entah bagaimana mengenalnya. Ketika mereka berdua menaklukkan setiap lantai, mereka belajar lebih banyak tentang siapa sebenarnya gadis itu dan bagaimana dia masuk ke dalam situasi yang begitu menyedihkan. Bukan hanya formula menara saja, seperti karakter utama di Tower of God, gadis berambut pirang itu bernama Rachel.

4. Sword Art Online


sword art online

  • Episode: 25
  • Rilis: 2012

Sword Art Online memang jauh lebih cocok sebagai genre isekai video game, tetapi strukturnya sebagai permainan menantang maut ketika pemain harus menyelesaikan 100 level agar bisa kembali ke kehidupan nyata mereka menggemakan rasa klaustrofobik, bahaya yang menjulang dalam Tower of God. Kirito dan Asuna, juga para pemain yang terperangkap harus bertarung di dunia virtual Aincrad, menghadapi segala macam ancaman di sepanjang jalan.

Lihat: Rekomendasi 15 Anime Adaptasi Dari Novel

5. Reikenzan: Hoshikuzu-tachi no Utage


raikenzan anime

  • Episode: 12
  • Rilis: 2016

Raikenzan merupakan produksi bareng Cina-Jepang, mengadaptasi manhwa Cina dengan struktur cerita dan elemen tematik yang lebih khas dari negara asalnya sehingga agak berbeda dari yang biasa dilihat oleh penonton anime. Meskipun ada kejutan budaya, anime ini pada dasarnya adalah kisah sederhana tentang seorang bocah yang hanya ingin membuktikan bahwa ia bukan pecundang. Dia memasuki ujian untuk memilih orang bijak baru, yang diketuai oleh seorang organis yang cantik namun berubah-ubah yang datang dengan cobaan yang tak terduga yang akan menguji keberanian dan kesabaran dari semua orang yang terlibat. Semacam Tower of God versi ringan dan lebih komedi yang juga mendalami budaya negara Asia Timur lainnya.

Lirik Lagu Kakushigoto: flumpool - Chiisana Hibi [Jepang/Romanji/Indonesia]

kakushigoto anime

Kakushi Gotou adalah seniman manga yang karyanya dikenal karena konten cabul. Ketika putrinya Hime lahir, ia bersumpah untuk menyembunyikan profesinya ini, karena berpikir putrinya akan kecewa jika dia tahu.

Meski menjadi seorang ayah tunggal, ia melakukan yang terbaik dan sering menggunakan tujuan-tujuan ekstrem untuk melindungi rahasianya, seperti pura-pura jadi orang kantoran setiap hari. Namun, ada pepatah: "tidak ada rahasia yang tidak bisa diungkapkan oleh waktu." Pada waktunya, Hime harus belajar kenyataan di balik hal-hal yang ia anggap remeh ketika ia tumbuh dewasa.

Opening anime dibawakan oleh band flumpool berjudul "Chiisana Hibi".

Jepang


舞い上がれ 咲く花びら 
つかまえて 夢のかけら
君が願う未来にそう 春はやってくる

夕焼けの下 ブランコにのった
ふたつの影 空と混ざってゆく
勢いつけ 高くなるほどに
幸せもほら 駆け上がる
ありふれた日々

素直になれないところだけ妙に 似てしまった僕ら
伝えたい言葉 秘密のままで 見上げた空

風よ吹け 世界を染めて 輝いて 君の笑顔
恐れないで その両手いっぱいに抱えた 宇宙へ
舞い上がれ 咲く花びら つかまえて 夢のかけら
君が願う未来へと 漕ぎ出して

[この先はFULLバージョンのみ]

喧嘩した日も 落ち込んでた日も
行ったり来たり 軋む鎖の音
どんな時でも ここに詰まってる
ちいさな日々の物語

嘘をつくのが上手くないくせに バレると膨れてさ
5時半のチャイム どこからともなく甘いシチューのにおい

誰よりも 遠い場所へ 進み出せ 君の背中
ためらわないで 明日の失敗に流れる涙
舞い上がれ 咲く花びら 揺れながら 迷いながら
君は君の未来へと 翔け出して

風よ吹け…

黄昏にのびた影が 僕の背を追い抜いてゆく
茜色の横顔が 一瞬 大人に見えた

風よ吹け 世界を染めて 輝いて 君の笑顔
恐れないで その両手いっぱいに抱えた 宇宙へ
いつだって どこにいたって 君が描く 夢を想うよ
さあ漕ぎ出して 空高く羽ばたいて

Romanji


Maiagare saku hanabira tsukamaete yume no kakera
Kimi ga negau mirai ni sou haru wa yatte kuru

Yuuyake no shita buran ko ni notta
Futatsu no kage sora to mazatte yuku
Ikioi tsuke takaku naru hodo ni
Shiawase mo hora kakeagaru
Arifureta hibi

Sunao ni narenai tokoro dake myou ni nite shimatta bokura
Tsutaetai kotoba himitsu no mama de miageta sora

Kaze yo fuke sekai wo somete kagayaite kimi no egao
Osorenaide sono ryoute ippai ni kakaeta uchuu e
Maiagare saku hanabira tsukamaete yume no kakera
Kimi ga negau mirai e to kogidashite

[Full Version Continues]

Kenka shita hi mo ochikondeta hi mo
Ittari ki tari kishimu kusari no oto
Donna toki de mo koko ni tsumatteru
Chīsana hibi no monogatari

Uso o tsuku no ga umaku nai kuse ni bareru to fukurete sa
Gojihan no chaimu doko kara to mo naku amai shichū no nioi

Dare yori mo tōi basho e susumidase kimi no senaka
Tamerawanaide ashita no shippai ni nagareru namida
Maiagare saku hanabira yure nagara mayoi nagara
Kimi wa kimi no mirai e to kakedashite

Kaze yo fuke...

Tasogare ni nobita kage ga boku no se o oinuite yuku
Akaneiro no yokogao ga isshun otona ni mieta

Kaze yo fuke sekai o somete kagayaite kimi no egao
Osorenaide sono ryōte ippai ni kakaeta uchū e
Itsu da tte doko ni itatte kimi ga egaku yume o omou yo
Sā kogidashite sora takaku habataite


English


Go fly, blooming petals
Catch the fragments of dreams
In the future you wish for, Spring is arriving

Under the sunset on the swing
The two shadows mix with the sky
The higher it gets, the more momentum it gets
See, our happiness jumps up
Normal everyday life

We were strangely similar only where we couldn't be honest
The words we want to convey remain secret
We look up at the sky

Let the wind blow and color the world
Let your smile shine
Don't be afraid, go to the universe you are holding in your arms fully
Go fly, blooming petals, catch the fragments of dreams
To the future you wish for

[Full Version]

The day we fought
The day you were sad
Going backing and forth, a sound of creaking chains
Anytime, right here
There are many stories of small every days

You are not good with lying, yet you get mad when I call it out
You hear a chime to tell it's 5:30pm, along with the sweet aroma of stew coming from somewhere

Higher and further than anyone, take a step
Don't hesitate by the tears you shed for tomorrow's mistake
Go fly, blooming petals, swaying and wondering
Start running to your own future

Let the wind blow

A stretched out shadow on the ground is passing me
The sunset colored side of your face looked mature for a second

Let the wind blow and color the world
Let your smile shine
Don't be afraid, go to the universe you are holding in your outreached arms
No matter when, no matter where, I think of your dream
Now, start rowing, go fly high


Indonesia


Terbanglah, kelopak-kelopak bunga mekar
Tangkap fragmen mimpi
Di masa depan yang kauinginkan, musim semi akan tiba

Di bawah matahari terbenam
Kedua bayangan itu bercampur dengan langit
Semakin tinggi, semakin banyak momentum yang didapat
Lihat, kebahagiaan kita melonjak
Kehidupan normal sehari-hari

Anehnya, kita mirip ketika kita tak bisa jujur
Kata-kata yang ingin kita sampaikan tetap rahasia
Kita menatap langit

Biarkan angin bertiup dan mewarnai dunia
Biarkan senyummu bersinar
Jangan takut, pergi ke semesta yang kau pegang sepenuhnya
Terbanglah, kelopak mekar, menangkap fragmen mimpi
Untuk masa depan yang kau inginkan

[Versi lengkap]

Hari-hari kita bergelut
Hari-hari kamu sedih
Bolak-balik, suara rantai berderit
Kapan saja, di sini
Ada banyak cerita kecil setiap hari

Kau tak pandai berbohong, namun kau marah ketika aku menyebutnya
Kau mendengar bunyi lonceng untuk memberitahukan bahwa sudah jam 5:30 sore, bersama dengan aroma manis sup yang berasal dari suatu tempat

Lebih tinggi dan lebih jauh dari siapa pun, ambil langkah
Jangan ragu dengan air mata yang kau curahkan untuk kesalahan besok
Terbanglah, kelopak mekar, bergoyang dan bertanya-tanya
Mulai berlari ke masa depanmu sendiri

Biarkan angin bertiup

Bayangan membentang di tanah melewatiku
Sisi berwarna matahari terbenam pada wajahmu tampak dewasa untuk sesaat

Biarkan angin bertiup dan mewarnai dunia
Biarkan senyummu bersinar
Jangan takut, pergi ke semesta yang kau pegang di tanganmu yang terulur
Kapan pun, di mana pun, aku memikirkan impianmu
Sekarang, mulailah mendayung, terbang tinggi

Light Novel: Sastra, Anime dan Bisnis Media


Light novel telah jadi sumber adaptasi anime paling umum saat ini. Sementara light novel telah menjadi dasar anime selama bertahun-tahun, novel-novel itu telah dilembagakan selama sekitar dekade terakhir. Munculnya adaptasi light novel mencerminkan tren yang lebih luas di dunia anime untuk mempromosikan waralaba lintas berbagai platform media. Ini dikenal sebagai strategi "media mix", dan sangat penting untuk memahami sisi bisnis ini.

Lihat: 15 Anime Adaptasi dari Light Novel

Apa Beda Light Novel dan Novel Reguler?


Sangat penting untuk mengatasi kesalahpahaman yang mungkin ada soal light novel sejak awal. Definisi light novel penuh dengan komplikasi, bahkan pembaca Jepang sendiri bingung oleh pertanyaan ini.

Light novel, secara umum, adalah subkultur sastra Jepang untuk dewasa muda. Namun, definisi spesifik belum ditegaskan karena setiap definisi mengandung banyak properti yang berbeda. Misalnya, kritikus sastra Jepang Aki Enomoto mendefinisikan light novel sebagai “karya sastra yang menghibur untuk para pembaca di sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas”, sedangkan Nikkei Business Publications, sebuah penerbit, mendefinisikannya sebagai “Buku-buku yang menggunakan gambar-gambar anime sebagai sampul dan ditujukan untuk pembaca muda." Bagi kebanyakan publik, hanya ada pengertian yang samar-samar untuk istilah itu, menganggap light novel sebagai buku tipis dan ringan dengan sampul anime.

Ciri khas light novel adalah novelnya pendek, biasanya sekitar 300 halaman per volume, dan berisi ilustrasi gaya manga. Namun, banyak novel biasa memiliki ilustrasi gaya manga, sementara beberapa light novel tidak memiliki ilustrasi sama sekali. Selain itu, beberapa light novel bahkan punya ukuran dan ketebalan super, misalnya Horizon in the Middle of Nowhere. Akan selalu ada pengecualian untuk setiap aturan.

Jadi bagaimana kita mengetahui kapan light novel disebut light novel? Indikator utamanya adalah "label" di toko buku. Kadokawa dan Kodansha menerbitkan buku-buku dari semua deskripsi, tetapi mereka juga memiliki sejumlah label light novel yang menargetkan selera dan demografi yang berbeda. Sebagai contoh, MF Bunko J memiliki reputasi untuk romansa harem, sementara judul Kadokawa Beans Bunko ditujukan untuk anak perempuan — kedua label ini dimiliki oleh Kadokawa.

Dengan kata lain, light novel tidak terlalu didefinisikan oleh gaya atau genre sastra yang berbeda dan lebih banyak karena merek dan pemasarannya. Ini menjadi jelas ketika kita melihat sejarah mediumnya.

Istilah "light novel" tampaknya diciptakan oleh Keita Kamikita sekitar tahun 1990. Kamikita adalah operator sistem dari forum online sci-fi dan fantasi; ia mengamati bahwa novel fiksi ilmiah dan fantasi yang muncul dari penerbit besar sejak tahun 1980-an juga menarik penggemar anime dan manga karena mereka menampilkan ilustrasi oleh seniman manga terkenal.

Kamikita secara sadar menghindari penggunaan istilah yang sudah mapan seperti "young adult" karena novel-novel ini tidak menarik bagi satu demografis tertentu. Baginya, light novel bukanlah fiksi genre murni; mereka adalah produk dari strategi bisnis media mix.

Perkembangan Light Novel


Dasar dari istilah "light novel" berawal pada tahun 1977 ketika sastra Jepang mulai terdiversifikasi. Pada saat itu, penulis Jepang Motoko Arai menerbitkan novel orang pertama yang ditulis untuk anak muda. Isi novel menarik bagi pembaca muda, dan kata-kata deskriptif ditulis dalam bahasa gaul. Meskipun ada penulis lain, seperti Saeko Himuro, yang memiliki atau mengembangkan gaya penulisan yang serupa, Arai dianggap pencetusnya.

Belakangan, light novel mulai mengembangkan gaya yang berbeda. Misalnya, Record of Lodoss War dan Slayers yang diterbitkan pada tahun 1988, adalah asal-usul light novel fantasi modern. Mereka juga berkontribusi pada pengembangan game fantasi di Jepang seperti seri Final Fantasy. Selama periode ini, sebagian besar light novel berfokus pada tema fantasi, yang mendorong pertumbuhan sastra semacam ini.

Sampai tahun 2000, popularitas light novel terus tumbuh, dan lebih banyak jenis light novel keluar, menjadi lebih relevan dengan light novel yang kita kenal sekarang. Yang paling terkenal selama masa ini adalah Haruhi Suzumiya yang memenangkan 2003 Kadokawa Sneaker Bunko, penghargaan yang diberikan kepada light novel terbaik tahun ini oleh Kadokawa Corporation. Kemasyhuran novel ini berasal dari latar dunia yang kompleks dan karisma para tokohnya. Sebagian besar light novel dengan latar yang rumit membuat pembaca bingung, tetapi Nagaru Tanigawa, penulis Haruhi Suzumiya, berhasil menyampaikan latar belakang dengan cara yang memotivasi keinginan pembaca untuk membaca bukunya. Bahkan sekarang, Haruhi Suzumiya masih dianggap sebagai salah satu light novel terkemuka di industri.



Ada juga tren judul-judul light novel yang semakin lama semakin panjang. Ada tiga alasan utama mengapa teknik ini berhasil. Pertama, judul tersebut mengedukasi pembaca tentang ciri-ciri karakter utama, yang menarik perhatian pembaca. Kemudian, mirip dengan alasan pertama, judul itu merangkum plot: judul yang bagus bernilai ribuan kata. Akhirnya, ketika judulnya begitu panjang bahkan sampul buku itu tidak bisa menampungnya, pembaca akan penasaran untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Praktek ini dapat mengganggu bagi pembaca karena ketika pembaca ingin referensi buku, judul yang panjang membuat proses ini tidak nyaman. Namun, karena ada akronim populer untuk setiap novel, sebagian besar pembaca tidak terganggu karenanya, menyebabkan lebih banyak penulis menggunakan teknik ini.

Saat ini, light novel sebagian besar memiliki pola plot dan judul tertentu. Misalnya, mereka yang menulis tentang fantasi dapat dikategorikan ke dalam dua jenis: satu di mana protagonis meninggal secara tidak sengaja di dunia asli dan bereinkarnasi ke dunia lain dan satu di mana latar didasarkan pada dunia fantasi. Hal ini menyebabkan membanjirnya light novel berdasarkan kisah-kisah serupa, sehingga hanya novel-novel yang paling menonjol dari setiap jenis yang diterbitkan. Pasti akan ada lebih banyak jenis plot di masa depan, tetapi apa yang tersisa untuk ditulis sangat bergantung pada kreativitas penulis.

Monopoli dan Kapitalisasi Light Novel



Light novel tidak eksis dari ruang hampa. Tidak mungkin mengabaikan manga, anime, game, dan produk media lainnya yang terkait dengannya. Tidak ada satu perusahaan pun yang lebih sukses dalam memasarkan light novel dengan cara ini selain Kadokawa Shoten. Meskipun akan salah untuk mengatakan bahwa mereka menciptakan strategi campuran media light novel modern (seperti beberapa sejarah telah mengklaim), mereka pasti trendsetter sejak awal.

Kadokawa pertama kali didirikan pada 1945 oleh Genyoshi Kadokawa. Di bawah arahannya, penerbit menerbitkan reputasi untuk sastra paperback alis tinggi. Namun, segalanya berubah ketika Genyoshi meninggal pada tahun 1975 dan putranya Haruki mengambil kemudi. Haruki menyusun ulang novel novel perusahaan untuk menyerupai gaya novel Amerika — dengan kata lain, literatur berbasis hiburan sekali pakai. Pada awalnya, ia mencapai ini dengan menerbitkan terjemahan novel-novel Amerika, memanfaatkan publisitas yang dihasilkan oleh versi-versi film, meskipun perusahaan dengan cepat bercabang ke dalam film adaptasi in-house dari jajaran novel mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk menggunakan film itu sendiri sebagai iklan untuk novel, dan novel sebagai iklan untuk film.

Serial light novel biasanya mengalami lonjakan penjualan setelah anime mengudara, yang memberikan penerbit insentif untuk berinvestasi dalam adaptasi anime yang mahal bahkan jika anime itu sendiri gagal mengembalikan biaya produksinya. Misalnya, Is It Wrong To Pick Up Girls in a Dungeon? seri (yang diterbitkan oleh SB Creative, cabang penerbitan SoftBank) terjual lebih dari satu juta kopi pada tahun 2015, dengan mudah membenarkan investasi anime. Dalam industri di mana penjualan cetak dan disk berkontraksi secara menyeluruh, strategi bauran media berfungsi sebagai pendukung kehidupan.

Siapa Yang Menulis Light Novel Ini?


Light novel memiliki reputasi (tidak sepenuhnya tidak pantas) untuk diproduksi secara massal dan sekali pakai. Para penulis seperti entitas tanpa wajah, mengaduk satu demi satu buku untuk memberi makan mesin. Beberapa penulis membawa ini ke tingkat manusia super. Kazuma Kamachi, penulis A Certain Magical Index, telah menerbitkan novel sebulan selama 24 bulan. Itu membutuhkan dedikasi yang serius.

Mengingat betapa menegangkannya jadwal penerbitan, tidak mengherankan bahwa karier penulis light novel cenderung berumur pendek. Beberapa penulis mungkin beruntung dan menghasilkan hit yang konsisten, tetapi sebagian besar dari mereka tidak mencari nafkah yang berkelanjutan melalui menulis light novel.

Karena tingkat turnover penulis sangat tinggi, industri light novel secara aktif mendorong pengiriman dari penulis baru dalam bentuk kontes light novel. Hadiah Novel Dengeki, yang didirikan pada tahun 1994, adalah kontes yang paling terkenal. Kontes ini diselenggarakan oleh ASCII Media Works, yang dimiliki oleh Kadokawa. Ia menerima ribuan kiriman setiap tahun dan telah mendorong karier banyak penulis populer, termasuk Reki Kawahara dari ketenaran Sword Art Online.

Ini juga menjadi semakin populer akhir-akhir ini untuk label light novel untuk menerbitkan novel web dalam bentuk cetak. Novel-novel web adalah karya-karya amatir yang diposkan secara online, dan walaupun mereka mungkin memiliki reputasi yang malang karena memanjakan diri dan ditulis dengan buruk, mereka mendapat manfaat dari memiliki pembaca yang ada dan banyak teks untuk menarik rilis cetak reguler. Versi light novel sering diedit dan bahkan mungkin menampilkan alur cerita yang berubah, yang mendorong pembaca novel web untuk membeli light novel juga. Ini situasi yang saling menguntungkan. Beberapa contoh novel-web populer-berubah-light novel berubah anime termasuk The irregular at magic school, Log Horizon, dan Re: Zero.

Singkatnya, dukungan akar rumput dari pembaca adalah komponen kunci lain dari strategi campuran media. Sementara penulis mapan menarik banyak penjualan, pemasukan darah baru yang terus-menerus ke dalam industri adalah apa yang membuat jadwal penerbitan padat berkelanjutan. Bahkan setelah menjadi sangat komersial, dapat dikatakan bahwa light novel dan adaptasi anime mereka dibuat oleh para penggemar, untuk para penggemar.

Light Novel dan Media Mix


Light novel telah direvisi menjadi manga dan anime sejak 1980-an karena fakta bahwa mentransformasikannya menjadi bentuk produk lain dalam skala besar meningkatkan ketenaran novel. Seringkali hanya light novel terbaik yang direvisi menjadi komik atau anime karena menghabiskan banyak biaya untuk mengarahkan, menggambar, dan mengedit novel-novel ini. Kadang-kadang ketika light novel yang tidak sepopuler direvisi, tragedi terjadi.

Ambil dua anime dari 2018 ini sebagai contoh. That Time I Got Reincarnated as a Slime adalah light novel terkenal dengan lebih dari 12 juta tampilan di Internet. My Sister, My Writer, di sisi lain, tidak memiliki banyak ketenaran. Kedua novel tersebut dikembangkan menjadi anime pada musim gugur lalu, tetapi dengan dua hasil yang sama sekali berbeda. Yang pertama menjadi salah satu anime paling stabil dalam hal kualitas, sedangkan yang terakhir mengatasi Magical Warfare dan menjadi produksi anime terburuk dalam sejarah anime. Perbedaan ketenaran ini sejak awal menyebabkan dana untuk membuat mereka berbeda, yang kemudian menciptakan kesenjangan dalam kualitasnya.

Sekarang, ada pola dalam industri di mana light novel pertama-tama diubah menjadi manga dan kemudian direvisi menjadi anime. Berbagai bentuk ini menciptakan apa yang disebut ACG, atau Anime, Comic, dan Game. Banyak konvensi, seperti Pameran Komik dan Dunia Komik di Taiwan atau Pasar Komik di Jepang, diadakan di seluruh dunia setiap tahun untuk mempromosikan industri ini. Ini semua berkontribusi pada pengembangan light novel hari ini.

Industri light novel telah sangat berkembang sejak fondasi istilah ini lahir. Karena semakin banyak orang mulai menerima literatur semacam ini, industri ini akan tumbuh setiap tahun. Light novel memiliki masa depan yang unik dan akan dianggap sebagai jenis sastra di masa depan.

FLCL


Anime ini adalah salah satu yang paling absurd yang pernah saya tonton.

Setelah melewati dua dekade, FLCL tetap menonjol melalui dongengnya yang tak masuk akal, sarat dengan sindiran, dan garis batas yang disajikan melalui visual yang seringnya abstrak. Sutradara Kazuya Tsurumaki, seorang animator kawakan di studio Gainax dan anak didik Hideaki Anno sang pencipta Neon Genesis Evangelion itu, dengan ambisius memutuskan untuk melanggar aturan anime yang ada melalui visual eklektik, pendekatan anti-narasi, dan soundtrack yang tidak biasa. FLCL diciptakan bersama penulis Yōji Enokido, yang juga seorang veteran Evangelion, juga Sailor Moon.

Dengan 6 episode, FLCL menjadi semacam anime cult. Sejak anime ini dirilis di tahun 2000, secara mengejutkan FLCL dibangkitkan kembali pada Juni 2018 dengan musim kedua dan musim ketiga, masing-masing dengan tambahan judul Progressive dan Alternative, yang meski memperluas konten dan mitologinya, tapi tak bisa mengembalikan kehebatan yang dulu.

Premis dasar dari FLCL terdengar cukup sederhana: Naota Nandaba adalah siswa kelas enam yang tinggal di Mabase, sebuah kota biasa-biasa yang tidak akan ada yang luar biasa terjadi. Setelah kakak lelakinya Tasuku meninggalkan kota ini untuk bermain bisbol di Amerika, Naota mengawasi semua yang ditinggalkan Tasuku, dari tempat tidur susun hingga Mamimi Samejima, mantan pacar kakaknya. Kehidupan kota kecil Naota diguncang oleh kedatangan Haruko Haruhara, seorang psikopat berambut merah muda yang mengendarai Vespa kuning dan menggunakan gitar bass layaknya palu gada. Pertemuan pertama keduanya meninggalkan Naota dengan tanduk aneh di kepalanya, yang memunculkan robot besar berkepala televisi, yang kemudian dinamai Canti. Hal-hal hanya jadi makin aneh sejak dari sini.



Didorong oleh gaya eksperimental dan surealis, FLCL menolak kiasan kisah-kisah coming-of-age, menentang logika naratif dan sebaliknya, mengandalkan dorongan hati. Demikian pula, animasi itu sendiri dihidupkan dengan cepat dan begitu longgar. Karakter dan dunia di sekitar mereka sama-sama fleksibel dan cair, karena FLCL mengambil bentuk dan gaya apa pun yang diinginkannya setiap saat.

FLCL begitu aneh, bahkan para karakternya mempertanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi. Dalam salah satu adegan paling awal ketika tiba-tiba gaya animasi berubah jadi manga hitam putih, ayah Naota mempertanyakan apa arti istilah FLCL. Jawaban yang kita dapati begitu membingungkan. Setiap episode dengan sengaja membingungkan, yang mencerminkan kekacauan emosi Naota dan kejutan memasuki masa remaja. Tumbuh dewasa di FLCL tampaknya konyol, mengingat bahwa sebagian besar orang dewasa di sana cabul dan kurang kompeten, bahkan lebih tidak dewasa ketimbang anak-anak.

Seperti halnya setiap konsep lain yang dikunyah dan dimuntahkan kembali oleh FLCL, ia memelintir kiasan kacangan menjadi sesuatu yang absurd, seperti keterlibatan terus-menerus dengan kengerian tubuh, metafora untuk penderitaan tumbuh dewasa yang diwakili oleh beberapa orang lewat semacam metamorfosis yang aneh. Robot raksasa meledak dari tanduk di dahi Naota, yang dikatakan dibawa oleh pikiran yang tak murni.


Haruko semacam karakter Looney Tunes dalam hal menghancurkan segala sesuatu di sekelilingnya. Seperti anime itu sendiri, Haruko membawa ketidakpastian, karena setiap episode membawa beberapa skenario baru yang hampir menentang analisis: kita dapat menonton setiap episode beberapa kali dan masih dibiarkan kebingungan. Campur tangan Haruko membuat anime ini makin edan, misalnya ketika pertandingan baseball yang tidak berbahaya berubah menjadi kondisi main-main menangkis kehancuran dunia, atau drama sekolah menengah yang berubah menjadi arena tarung robot raksasa.

Apa yang nyata dan apa yang metafora akhirnya berhenti berarti, semua yang tersisa adalah pemikiran yang membuat kita malah makin bingung.

Satu-satunya yang tak bikin pening dan enak untuk dinikmati adalah raungan gitar dan perkusi berat dari band rock kontemporer Jepang The Pillows, yang menjadi lagu latar FLCL.

Jadi, apa sebenarnya FLCL itu? Di episode terakhir FLCL, Naota membentak keluarganya dengan lelucon panjang lain bahwa tidak jadi masalah apa FLCL itu, dan ia memang benar. Seperti remaja, ia menantang otoritas, sehingga menolak konvensi genre yang mencoba mengategorikannya, yang seringnya buang-buang waktu. FLCL bukan aksi, bukan komedi, bukan anime mecha atau apapun itu, bahkan menyebutnya surealis terasa seperti istilah yang terlalu ketat. Pada intinya FLCL mewakili pemberontakan remaja, awal dari jalan menuju kemerdekaan sekaligus kehancuran.

Mecha: Sebuah Sejarah Singkat

Foto: James Gate

Di Diver City Mall Tokyo berdiri salah satu atraksi paling spektakuler di negara maju: Gundam setinggi 20 meter, seukuran aslinya. Di Jepang, robot ini adalah lambang ikon dari waralaba yang merupakan merk dagang beken. Sejak diperkenalkan pada 1980, lebih dari 450 juta model kit Gundam telah terjual. Di seluruh dunia, ini adalah sebuah totem otaku yang sangat dicintai. Unicorn Gundam di Diver City, lengkap dengan perubahan bagian tubuh dan pertunjukan cahaya dua kali sehari, meringkas hubungan cinta Jepang dengan robot raksasa, yang dikenal sebagai mecha.

Unicorn Gundam di depan plaza Diver City, Tokyo. Foto: Chill Chillz / Shutterstock
Mecha telah menjadi pokok hiburan Jepang yang populer selama beberapa dekade, tetapi sejarah mereka dapat ditelusuri kembali selama berabad-abad. Kecintaan Jepang dengan robot dengan variasi yang jauh lebih kecil setidaknya dimulai pada 1600-an dengan karakuri, boneka mekanis kecil yang digunakan untuk hiburan. Teknologi sangat penting untuk daya tarik dan penampilan mereka, fakta yang telah mendominasi robot Jepang sejak itu.

Contoh pertama dari sebuah robot dalam fiksi Jepang populer muncul pada 1930-an tetapi konsep itu dibentuk pada 1950-an dengan dua kreasi: Mighty Atom, atau yang lebih dikenal Astro Boy, dan Tetsujin-28-Go, atau Gigantor. Yang pertama adalah semacam futurisasi atas dongeng Pinocchio, tetapi yang terakhir berperan dalam membangun tradisi mecha, robot super besar yang memiliki kemampuan menakutkan, dikendalikan oleh manusia. Manga debutnya pada tahun 1956 kemudian diadaptasi menjadi serial anime pada tahun 1963, menjadikannya salah satu anime robot raksasa pertama di Jepang.

Konsep mecha yang dikendalikan manusia semakin diperkuat pada tahun 1970-an dengan kedatangan Mazinger-Z, gagasan dari mangaka legendaris Go Nagai. Robot tituler ini jauh lebih besar dari pendahulunya dan, yang terpenting, dikendalikan oleh pilot manusia yang duduk di dalam interiornya. Konsep robot sebagai baju zirah mengingatkan kembali pada aspek-aspek filosofi bushido Jepang, dan Mazinger-Z sendiri adalah ciptaan Jepang yang unik, karena terbuat dari logam super yang hanya bisa didapatkan dari Gunung Fuji.

Identitas budaya Jepang dengan demikian dimasukkan ke dalam robot, yang pada gilirannya digunakan untuk memerangi kejahatan dan ketidakadilan. Juga, ia memiliki kemampuan untuk melepaskan atau mengubah bagian-bagian itu sendiri, sesuatu yang dibuat untuk penjualan mainan yang sehat tetapi akan menambah elemen lain ke pengetahuan mecha, dan konsep robot transformasi akan dibawa ke ketinggian yang lebih besar di sejumlah karya dari tahun 70-an dan seterusnya.

Ilustrasi Mobile Suit Gundam oleh Yoshiyuki Takani.


Pada akhir 1970-an, muncul sebuah waralaba yang akan memiliki dampak seismik pada budaya pop Jepang layaknya Godzilla: Mobile Suit Gundam. Opera epik luar angkasa ini terjadi di dunia masa depan ketika federasi berbasis Bumi berperang dengan faksi separatis. Senjata utama federasi adalah Rx-78 Gundam, yang pada awal kisahnya diujicobakan oleh seorang remaja pria. Salah satu judul yang paling berpengaruh dalam sejarah anime dan manga, semesta Gundam menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk memasukkan mecha ke dunia yang lebih ekspansif, raksasa dan reflektif seperti pada Star Wars dan Star Trek. Waralaba akan berkembang menjadi beberapa iterasi dan linimasa, semua didukung oleh deretan merchandise. Kit model Gundam sangat populer sehingga sekarang memiliki subkulturnya sendiri.

Beberapa judul telah mengikuti langkah Gundam yang akan membuat ceruknya sendiri; pada 1980-an kita mendapat Super Dimensional Fortress Macros, yang kemudian dicontek jadi Robotech di Amerika, juga sang pembasmi kejahatan Patlabor.



Pada akhir 1990-an, lanskap anime diubah selamanya oleh Neon Genesis Evangelion, sebuah judul yang menumbangkan dan mendekonstruksi etos mecha menjadi sesuatu yang lebih gelap dan lebih Freudian. Sudah lama sejak pencipta Jepang telah menghasilkan sesuatu yang orisinal atau dinamis seperti Gundam atau Mazinger-Z, sebagai gantinya bergantung pada sekuel atau varian baru pada kisah-kisah yang ada, tetapi kecintaan Jepang terhadap robot raksasa tetap kokoh. Di masa sekarang, ada perusahaan di Jepang yang benar-benar membangun mekanisme sendiri.

Jika Godzilla, dengan analoginya dari bencana nuklir, mewakili ceruk yang lebih gelap dari id Jepang, mecha berdiri untuk segala yang hebat tentang ambisi teknologi Jepang. Ini adalah mesin spektakuler yang digunakan, utamanya, sebagai alat untuk membantu umat manusia. Mereka mewakili kekuatan terbesar Jepang sebagai bangsa: kerja tim, kemampuan untuk memadukan teknologi progresif dengan nilai-nilai tradisional, pemikiran ke depan, ketabahan dan penggunaan sains sebagai sarana untuk meningkatkan indeks kebahagiaan.

Ketika Eizouken Menyentil Sisi Gelap Proses Kreasi Anime



Dengan beragam layanan streaming serta distribusi digital yang makin luas, serta pasar internasional yang lebih terbuka, industri anime mengeruk lebih banyak profit tiap tahunnya. Namun di baliknya, industri ini masih relatif tidak sehat, terutama bagi para animatornya, dengan upah yang rendah, kekurangan tenaga pekerja seni, dan jam kerja yang panjang. Di belakang anime yang kita tonton, banyak animator yang menghadapi kondisi kerja yang dapat menyebabkan kelelahan dan bahkan bunuh diri. Ketegangan antara struktur industri yang kejam dan idealisme artistik anime memaksa animator untuk menderita eksploitasi atas seni.

Masaaki Yuasa lewat Keep Your Hands off Eizouken! berusaha merayakan anime sekaligus memotret pergulatan di balik penciptaannya dari perspektif animator. Anime adaptasi dari manga karya Sumito Owara ini mengikuti sekelompok gadis sekolah menengah yang membuat anime mereka sendiri: Midori Asakusa yang begitu antusias akan anime serta pengkhayal tingkat tinggi, Tsubame Mizusaki yang anak orang kaya dan seorang model tapi lebih menyukai jadi animator, dan Sayaka Kanamori yang pragmatis dan berlidah kecut. Mereka ingin menciptakan anime bikinan sendiri, dan memutuskan mendirikan Eizouken, yang jika diartikan klub riset film, dengan alasan sebenarnya agar diberi fasilitas dan dana dari sekolah.

Eizouken dengan sempurna menggambarkan mengapa orang menyukai animasi, juga berfungsi sebagai surat cinta untuk setiap aspek kecil dari produksi animasi. Bagaimana cara merakit seni pergerakan dalam animasi, atau kesulitan ketika ingin membuat angin dan asap agar tampak hidup, sambil menunjukkan kecintaan mendalam pada medium anime ini dan pada orang-orang yang membuatnya.

Dalam episode ketiga serial ini, para gadis harus membuat animasi pendek untuk membuktikan “Studio Eizouken” yang baru mereka dirikan itu di hadapan dewan siswa, dengan tenggat waktu yang sangat ketat. Mizusaki memprotes bahwa dia butuh waktu lebih banyak agar hasilnya lebih baik, tetapi kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa industri anime merupakan salah satu yang terbebani oleh permintaan tinggi dengan waktu mepet.


Dengan hanya 55 hari kerja, mereka harus mengurangi animasi sekitar lima hingga tiga menit karena hal ini membutuhkan 3.600 gambar dan malam tanpa tidur selama dua bulan. Episode ini dan setelahnya memotret kembali lingkungan bertekanan tinggi yang telah menjadi norma bagi para animator profesional. Ada satu lelucon konyol ketika Kanamori menemukan Asakusa tidur di bawah meja untuk meniru kebiasaan animator panutannya.

Bahkan dengan pengurangan beban kerja tadi, kita masih melihat kerugian fisik untuk mencapai animasi tiga menit. Pada satu titik, Yuasa menyorot tangan Mizusaki yang bernoda tinta yang ditutupi beragam luka dan plester. Ini adalah sekilas tentang kerja yang dibutuhkan untuk membuat anime.

Tangan Mizusaki penuh luka setelah menggambar ratusan kali.

Permintaan tinggi dan jumlah karya yang dihasilkan oleh seniman hanya dihargai 200 yen (sekitar 30 ribu rupiah) per gambar. Rendahnya tarif upah ini bisa ditarik kembali ke masa ketika Osamu Tezuka, godfather-nya anime, memulai fondasinya dalam medium yang masih muda ini. Biaya produksi Astro Boy sengaja ditekan agar bisa diterima jaringan televisi. Produksi anime murah sekarang telah jadi norma, yang berarti bahwa terlepas dari jumlah waktu dan upaya yang diperlukan untuk membuat tontonan ini, para seniman sering kali cuma freelancer yang dibayar rendah. Pengecualian, ada juga studio semacam Kyoto Animation yang menggunakan staf yang digaji, dan karenanya studio ini diapresiasi berkat lingkungan kerjanya yang baik.


Kembali ke Eizouken, setelah menemukan kompromi antara kualitas dan efisiensi, mereka masih merasa terlambat. Rekaman cuplikan kurang dari lima detik, atau empat potongan, membutuhkan waktu kerja 20 hari. Dengan tenggat waktu yang makin menyusut, kompromi menjadi lebih besar dan ketegangan antara dorongan kreatif dengan kebutuhan menjadi lebih besar pula. Asakusa akhirnya mengesampingkan idealisme dan berupaya menyamarkan penggunaan ulang frame animasi, mengurangi detail dan penggunaan latar belakang statis atau berulang. Strategi yang biasanya digunakan oleh di lapangan asli. Dengan kata lain, mereka adalah semacam kompromi yang telah disepakati animator selama bertahun-tahun sehingga mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan pengorbanan lebih minimal.

Anime Yuasa ini menunjukkan bahwa jalan pintas adalah bagian dari masalah struktural, menyoroti ketidakbahagiaan para seniman karena dengan sengaja harus menyerahkan karya dengan kualitas yang lebih rendah, dan menekankan bahwa waktu sama sekali tidak pernah berada di pihak animator. Pada akhir episode keempat, pada malam terakhir yang dilalui ketiganya untuk menyelesaikan proyek mereka, Asakusa yang biasanya idealistik muncul dengan pengamatan yang agak dekstruktif, bahwa proyeknya “lebih merupakan hasil dari hasrat yang menabrak kompromi dan kepasrahan." Untuk anime yang sebagian besar diisi oleh humor, optimisme, dan khayalan tinggi, hal ini menjadi momen mengejutkan yang menarik segalanya jatuh kembali ke bumi.

Mizusaki dan Asakusa mengawinkan konsep latar dan karakter.

Namun animasi itu rampung juga, berakhir dengan presentasi kemenangan ketika para penonton memahami nilai dari pekerjaan mereka; dalam sentuhan fantastis antara ruang teater dan layar menjadi satu, dengan angin berhembus dan tank terbang melewati dewan siswa. Tentu saja itu hanya langkah awal, karena para gadis segera membahas kelemahan dan potensi perbaikan untuk proyek yang akan datang.

Dalam episode selanjutnya, mereka masih berjuang dengan sisi logistik animasi, outsourcing pekerja dan masalah tenggat waktu. Mizusaki secara langsung berbicara tentang kesulitan memproduksi meski itu cuma satu gambar, dan mencatat bahwa, meski ada waktu ekstra untuk proyek baru mereka, dia masih merasa kekurangan waktu.

Dalam sebuah wawancara, Eunyoung Choi, produser anime dan salah satu pendiri Science Saru, mengatakan bahwa dalam Eizouken semua orang di tim berbagi ide berdasarkan pengalaman mereka masing-masing dan bahwa di bawah Yuasa, tim dapat mengekspresikan perasaan mereka dalam cara yang mereka inginkan. Choi sendiri secara terbuka sering mencuit kelelahannya sebagai seorang animator di akun Twitter-nya (@e8114).

Pertanyaan-pertanyaan Keep Your Hand Off Eizouken! tentang industri pada akhirnya tetap tidak terselesaikan, tetapi hasilnya menjawab mengapa siapa pun akan berjuang melalui kondisi kerja yang mengerikan: kegembiraan melihat orang lain terpesona oleh karya yang kita buat. Serial Eizouken merayakan anime sekaligus meminta agar kita mengenali darah, keringat dan malam tanpa tidur dari mereka yang menghidupkan keajaiban ini pada kita.