Tampilkan postingan dengan label dragon ball. Tampilkan semua postingan

15 Anime 1990-an Terbaik

anime 1990an

Anime 1990-an begitu campur aduk. Namun tak ada keraguan bahwa penulisan yang menarik dan alur ceritanya yang merintis beragam genre telah membangun fondasi untuk segudang anime yang kita nikmati hari ini.

Bagi yang sepantaran saya, saat bocah mungkin pernah menonton beberapanya dari beragam stasiun televisi swasta. Saat itu, kita menonton anime sederhananya karena itu kartun, yang stereotipnya tontonan buat anak-anak. Kita tak terlalu memikirkan apakah alur ceritanya bagus (apalagi saat itu seringnya oleh stasiun televisinya dihentikan setengah jalan atau episodenya teracak) atau membeda-bedakan soal genrenya, semua anime kita lahap.

Ketika kita sudah beranjak dewasa dan rindu akan masa-masa tersebut, kita menontonnya ulang, dan dengan perspektif yang sudah berbeda, kita malah menemukan kebaruan. Mari kita menyusuri jalur kenangan ini lewat daftar 15 anime dari 1990-an, judul-judul tercinta yang menggerakkan mesin anime.

1. Trigun


vash the stampede trigun anime

  • Episode: 26
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Sci-Fi
  • Studio: Madhouse

Berada di planet antah berantah bernama Gunsmoke, dengan latar yang terinspirasi oleh koboi Amerika, anime ini dipimpin oleh salah satu protagonis paling santai dan konyol yang pernah ada. Meski begitu, Trigun bukannya tanpa kedalaman dan kesedihan.

Vash the Stampede adalah jagoan yang patut dikagumi, dengan tragedi masa lalunya, ia berhasil tak kehilangan selera humornya atau keyakinannya yang teguh untuk tidak pernah mengambil nyawa orang lain.

2. Berserk


berserk 1997 original

  • Episode: 25
  • Genre: Action, Adventure, Fantasy, Seinen
  • Studio: OLM

Mengikuti Guts, alias Pendekar Pedang Hitam, seorang prajurit bayaran dengan kekuatan dan keterampilan yang tak tertandingi, yang bertarung dengan si licik Griffith dan pasukannya.

Meski dengan animasi yang sesekali agak bergelombang, serial Berserk dengan mudah mengatasi hal ini lewat penulisan kisahnya yang sangat bagus, soundtrack indah yang disusun oleh Susumu Hirasawa, dan karakter-karakter yang kuat. Waspadalah saat menjelang akhir serial untuk salah satu klimaks paling brutal dan apokaliptik yang pernah ada.

3. Mobile Suit Gundam Wing


mobile suit gundam wing

  • Episode: 49
  • Genre: Action, Mecha, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Waralaba mecha ini telah berjalan kuat selama lebih dari satu dekade, dengan banyak adaptasi dan spin-off yang semuanya dimulai dengan rilis judul pertamanya, Mobile Suit Gundam. Ketika dirilis pada tahun 1990-an, Mobile Suit Gundam Wing dapat dikreditkan sejajar dengan judul-judul lain, bersama dengan SEED, yang membantu menyebarkan popularitas anime ini ke luar Jepang.

Lihat: Mecha: Sebuah Sejarah Singkat

Bercerita tentang lima pilot mecha yang berjuang untuk perdamaian dan kemerdekaan koloni di luar Bumi, Mobile Suit Gundam Wing adalah judul yang menonjol dalam daftar anime dari tahun 1990-an ini.

4. Cowboy Bebop


cowboy bebop

  • Episode: 26
  • Genre: Action, Adventure, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Cowboy Bebop berlatar dalam kenyataan melintasi sci-fi dengan unsur-unsur dari genre koboi Amerika dan mafia, sambil menganalisis kedalaman karakter yang luar biasa mengagumkan dari Spike Spiegel, Jet Black, Faye Valentine dan "Radical" Edward.

Dengan merinci berbagai petualangan para kru pemburu bayaran dari kapal Bebop itu, karya sutradara beken Shinichiro Watanabe ini terkenal karena menetapkan semacam standar. Penulisan Cowboy Bebop membuatnya organik dan menyentuh hati; menawan sekaligus didukung oleh salah satu soundtrack terbaik yang diracik Yoko Kanno.

5. Hana Yori Dango (Boys Before Flower)


hana yori dango anime

  • Episode: 51
  • Genre: Drama, Romance, Shoujo
  • Studio: Toei Animation

Makino Tsukushi membela seorang teman melawan empat pria terkaya dan paling populer di sekolah menengahnya, yang dikenal oleh para penggemar mereka sebagai "F4" ("F" kepanjangan dari Fabulous!). Ia kemudian mendapati dirinya berselisih dengan kuartet pangeran itu, yang lebih parah adalah ketika Tsukushi mulai jatuh hati pada salah satu dari mereka.

Hana Yori Dango adalah manga shoujo yang telah banyak diadaptasi ke banyak medium di banyak negara, dan adaptasi anime ini salah satu yang masih tetap terbaik.

6. Bishoujo Senshi Sailor Moon: Sailor Stars


sailor moon

  • Episode: 34
  • Genre: Romance, Magical Girl, Shoujo, Superpower
  • Studio: Toei Animation

Tak perlu diragukan kalau franchise Sailor Moon adalah bagian lain dari yang mendefinisikan tahun 1990-an untuk masa keemasan anime. Sailor Moon menjadi kekuatan pendorong di balik popularitas genre "magical girl".

Usagi Tsukino berperan sebagai Sailor Moon, putri Kerajaan Bulan dan calon ratu Crystal Tokyo. Serial ini mengikuti Sailor Moon dan perjuangan sesama prajurit Sailor lain melawan berbagai penjahat.

Di sini, di musim terakhirnya, Usagi berevolusi menjadi wujud terakhirnya, Eternal Sailor Moon, dan Sailor Scouts menggabungkan pasukan dengan tim Sailor lain yang dikenal sebagai "Sailor Starlights". Kali ini mereka berhadapan dengan musuh terkuat mereka, Sailor Galaxia, dalam pertempuran terakhir yang akan menentukan nasib pamungkas mereka, dan Semesta.

7. Serial Experiments Lain


serial experiment lain

  • Episode: 13
  • Genre: Drama, Mystery, Psychological, Sci-Fi
  • Studio: Triangle Staff

Thriller cyberpunk yang cerdas ini tak berputar di sekitar konspirasi korporasi atau cyborg seksi dengan kulit sekeras baja, hanya ada seorang gadis muda yang menemukan garis realitas kabur ketika dia menemukan "Wired". Kisah yang sangat filosofis membenamkannya, juga penonton, dalam jaringan komunikasi global, hampir seperti internet yang kita kenal hari ini.

Baca juga: 7 Anime Bertema Alice in Wonderland

8. Neon Genesis Evangelion


neon genesis evangelion

  • Episode: 26 + 1 Film
  • Genre: Action, Drama, Mecha, Psychological, Sci-Fi
  • Studio: Gainax

Berlatar paska-apokaliptik, Bumi dalam masa depan alternatif ini diserang oleh makhluk aneh yang dikenal sebagai "Angel". Satu-satunya cara untuk melawan mereka adalah dengan mecha raksasa yang disebut "Evangelion" yang dikemudikan oleh anak-anak remaja.

Ini adalah judul yang menonjol dalam sejarah panjang dan terkenal studio anime Gainax yang menampilkan dekonstruksi atas genre mecha. Neon Genesis Evangelion masih terus diperbincangkan hari ini.

9. Dragon Ball Z


dragon ball z

  • Episode: 291
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Super Power
  • Studio: Toei Animation

Mengikuti seri Dragonball asli yang dibuat sejak tahun 1980-an, tak dapat disangkal bahwa ketika secara teknis dirilis pada tahun 1989, bahkan penggemar non-anime menyadari "Dragonball Z" eksis pada tahun 1990-an.

Dalam sekuel ini, pertempuran untuk mengumpulkan tujuh bola naga berfungsi sebagai fokus perjuangan Goku dan yang lainnya untuk melindungi bumi dari ancaman makhluk luar angkasa.

10. Ghost in the Shell


ghost in the shell

  • Episode: 1 Film
  • Genre: Action, Crime, Psychological, Sci-Fi, Seinen
  • Studio: Production I.G.

Apa yang Akira lakukan untuk anime di tahun 1980-an, film ini lakukan untuk anime di tahun 1990-an, terutama dalam hal menjangkau penonton yang lebih luas. Ditambah penyusunan skor dari Kenji Kawai, Ghost in the Shell meninggalkan jejaknya di dunia perfilman, bukan hanya anime.

Motoko Kusanagi, komandan timnya dari Sektor Keamanan 9, telah ditugaskan menangkap seorang hacker yang dikenal sebagai "Puppet Master". Film animasi yang indah dari Production I.G. ini merenungkan banyak pertanyaan, yang paling menonjol di antaranya adalah: jika pikiran seseorang ditanamkan dalam tubuh mekanik, apakah orang itu manusia?

11. Rurouni Kenshin (Samurai X)


kenshin samurai x

  • Episode: 94
  • Genre: Action, Adventure, Historical
  • Studio: Gallop Studio Deen

Ketika sebagian besar bagian dunia lainnya, khususnya Barat, telah bergerak menuju "era modern", Jepang tetap hampir sama, bahkan di senjakala struktur feodalistiknya. Kenshin Himura alias Batoshai si Pembantai adalah seorang samurai pembunuh yang hijrah jadi seorang pasifis.

Seperti Vash the Stampede, bisa konyol dalam satu menit dan menjadi serius di menit berikutnya, membuat Samurai X jadi judul yang sangat dicintai di daftar anime dari tahun 1990-an.

12. Slam Dunk


slam dunk

  • Episode: 101
  • Genre: Comedy, School, Sport
  • Studio: Toei Animation

Hanamichi Sakuragi, yang terkenal karena temperamennya, tinggi badannya, dan rambutnya yang merah menyala, masuk di SMA Shohoku, berharap akhirnya mendapatkan pacar dan memecahkan rekor ditolak sebanyak 50 kali berturut-turut. Suatu hari, seorang gadis bernama Haruko Akagi mendekatinya untuk merekrutnya jadi anggota tim basket sekolah.

Hanamichi perlahan-lahan mendapati dirinya tertarik pada persahabatan dan kompetisi olahraga yang sebelumnya ia benci ini. Satu anime bergenre sport yang masih menarik ditonton sampai sekarang.

13. Yu Yu Hakusho

yu yu hakusho

  • Episode: 112
  • Genre: Action, Comedy, Supranatural
  • Studio: Studio Pierrot

Dengan segudang anime shounen yang bisa berakhir di daftar ini, yang satu ini pastinya perlu disebut.

Alih-alih protagonis yang berani, hiper, dan terlalu bersemangat, penonton mendapatkan Yuusuke Urameshi, seorang remaja nakal yang dipaksa untuk dewasa dan tumbuh ketika didorong ke peran jagoan. Setelah jatuh ke dalam semacam campuran kehidupan setelah mati, dia dianugerahkan dengan tanggung jawab "detektif roh", berjuang untuk menjaga keseimbangan antara yang baik dan yang jahat di antara dunia roh, dunia manusia, dan dunia iblis.

14. Seihou Bukyou Outlaw Star


outlaw star

  • Episode: 24
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Bersanding dengan Trigun dan Cowboy Bebop, petualangan lompat antar galaksi ini menampilkan awak ruang angkasa yang berandalan di kapal Outlaw Star, yang dikepalai sang bandit Gene Starwind.

Anime perburuan harta karun intergalaksi penuh aksi untuk mendapatkan cawan suci universal. Outlaw Star juga menampilkan salah satu senjata paling keren di alam semesta, senjata kastor Gene.

15. Cardcaptor Sakura


cardcaptor sakura

  • Episode: 70
  • Genre: Adventure, Fantasy, Magical Girl, School, Shoujo
  • Studio: Madhouse

Dari semua karya CLAMP yang diadaptasi jadi anime pada tahun 1990-an, mungkin yang paling terkenal adalah seri magical girl tentang Sakura Kinomoto ini.

Setelah secara tak sengaja melepaskan Kartu Clow yang kuat dari buku yang memenjarakan kekuatan mereka, Sakura diberi tugas untuk mengumpulkan kembali mereka semua. Dengan genre yang unik dan populer yang diambil dari genre magical girl, Cardcaptor Sakura pantas mendapat tempat dalam daftar top anime tahun 1990-an ini.

Chrono Trigger yang Tak Lekang Waktu

chrono trigger snes fire camp

Dengan ukuran cuma 4 mb, gim ini bisa jadi wahana eskapisme saya selama duapuluh jam lebih: sebuah petualangan yang dimulai di sebuah desa mungil, yang akhirnya mencakup seluruh sejarah umat manusia ketika tiap era bisa dilompati semau kita — ada pilihan sekitar 14 ending yang bisa kita tempuh.

Bermodal medium 2D dan 16-bit, dari animasi, desain antarmuka sampai musiknya, gim ini jelas melewati waktu, dan bahkan untuk hari ini masih terasa magis. Jika Chrono Trigger tak pernah ada di masa lalu dan dirilis untuk pertama kalinya sebagai gim kekinian, bukan Super Nintendo di tahun 1995, ia akan tetap terasa seperti gim anyar yang dibuat dengan indah.

Ketika Final Fantasy, Dragon Quest dan Dragon Ball Bersatu


Chrono Trigger sukses baik secara komersial maupun kritik pada saat dirilisnya, dan masih sering disebut sebagai salah satu video game terbaik sepanjang masa. Tim pengembangan Chrono Trigger mencakup tiga desainer yang Square juluki “Dream Team”: Hironobu Sakaguchi, pencipta seri Final Fantasy; Yuji Horii, seorang desainer lepas dan pencipta seri Dragon Quest; dan Akira Toriyama, seorang seniman manga terkenal karena karyanya dengan Dragon Quest dan Dragon Ball. Selain itu, Kazuhiko Aoki berperan sebagai produser.

Banyak tim veteran Final Fantasy yang memainkan peran penting, tetapi gim ini juga merupakan peluang terobosan untuk dua pemula: Masato Kato, yang merupakan penulis utama cerita permainan, dan Yasunori Mitsuda, seorang pria di balik efek suara di Final Fantasy V yang debut menulis musik lewat gim ini. Kato menulis sebagian besar cerita, sementara Mitsuda menulis sebagian besar soundtrack sebelum jatuh sakit dan mengalihkan trek yang tersisa ke komposer seri Final Fantasy yang legendaris itu, Nobuo Uematsu.

Bagaimana Chrono Trigger Memainkan Waktu?


Chrono Trigger terjadi di dunia yang historiografinya mirip dengan dunia kita, dengan penambahan revisi fantasi, seperti zaman prasejarah, ketika manusia primitif dan dinosaurus berbagi bumi; Abad Pertengahan, penuh dengan ksatria, monster, dan sihir; dan masa depan pasca-apokaliptik, ketika manusia merana dan robot berjuang untuk bertahan hidup.

Ada tujuh era sejarah dunia yang bisa diakses, dan tindakan masa lalu memengaruhi peristiwa di masa depan. Sepanjang sejarah, pemain menemukan sekutu baru, menyelesaikan misi sampingan, mengumpulkan peralatan, dan mempelajari informasi untuk membantu mereka.

chrono trigger akira toriyama
Ilustrasi Chrono Trigger oleh Akira Toriyama

Awal-awal permainan memang terasa linear, tapi Chrono Trigger tak butuh waktu lama untuk mencapai hal-hal ciamik. Seorang bocah lelaki bernama Crono bangun dan pergi ke alun-alun kota untuk menghadiri Millennial Fair yang hanya diadakan sekali setiap seribu tahun. Dia ingin mengunjungi kawannya Lucca, dan di perjalanannya bertemu dengan seorang gadis bernama Marle.

Saat berada di Millenial Fair, demonstrasi teknologi anyar bikinan Lucca ngadat, yang membuat Crono dan Marle terlempar dari tahun 1000 M ke tahun 600 M. Di Abad Pertengahan itu, Marle dikira leluhurnya yang jauh, seorang ratu yang hilang diculik. Kerajaan membatalkan pencarian mereka, yang mengubah waktu. Karena sang ratu tidak diselamatkan, ia tidak pernah memiliki anak, dan karenanya Marle tidak pernah ada, dan memang, ia kemudian menghilang di depan mata Crono. Adalah tugas Crono untuk menemukan ratu dan mengatur garis waktu agar kembali sesuai jalur.

Gim ini memecah semua logika ini menjadi sketsa kecil gaya tutorial, bikin kita percaya kalau membuat, lalu memperbaiki, paradoks waktu ini akan menjadi bagian utama dari Chrono Trigger. Memang, untuk permainan perjalanan waktu, Chrono Trigger dimulai dengan struktur yang sangat linier. Hanya sedikit bolak-balik dan mengubah hal-hal untuk melihat apa yang terjadi kemudian, dan lebih banyak berfokus menyelesaikan satu zaman ke zaman lainnya, mencari tahu lebih banyak tentang sejarah dunia dan sifat peristiwa bencana yang menghancurkan sebagian besar umat manusia.

Ragam Karakter Chrono Trigger yang Ditulis Baik



Petualangan berlanjut. Sepanjang jalan, kita menambahkan teman-teman baru — tepatnya ada satu dari tiap era. Jika Final Fantasy VI sebelumnya ada 14 karakter yang dapat dimainkan, Chrono Trigger memangkas pemain menjadi setengahnya. Selain Crono, Lucca dan Marle, ada Frog, ksatria loyal dari Abad Pertengahan yang dikutuk jadi bangkong. Dari era 2300 M, muncul Robo, atau Prometheus (sebutan R-66Y), sebuah robot yang diciptakan untuk membantu manusia. Ayla yang sangat percaya diri berdiam pada 65.000.000 SM, perempuan tangguh yang memimpin manusia dalam perang melawan spesies reptil humanoid yang dikenal sebagai Reptites. Yang terakhir adalah Magus, penyihir kuat, asalkan kita tidak membunuhnya saja, karena dia ini awalnya penjahat.

Mereka semua cukup berbeda, ditulis dengan cukup baik, dan mendapatkan waktu tampil yang cukup untuk membuat mereka disayangi oleh para pemain. Setiap karakter memiliki andil yang besar. Crono memang tak lazim sebagai protagonis Final Fantasy tetapi secara tipikal lebih Dragon Quest sebagai “protagonis bisu” yang dalam gim ini tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Desain Pertarungan Chrono Trigger yang Mengasyikkan


Pertarungan di Chrono Trigger mirip dengan pertempuran berbasis giliran (turn based) dari gim Final Fantasy dan Dragon Quest. Cukup sederhana dalam cakupannya: kita dapat menggunakan serangan fisik, beberapa mantra sihir, dan sejumlah item penyembuhan. Beberapa pertempuran mengharuskan kita untuk menjadi agak taktis dengan serangan apa yang harus kita gunakan dan pada siapa kita menggunakannya, tetapi sebagian besar begitu sederhana.


Ada desain yang menarik: Alih-alih pertemuan acak ketika layar peta tiba-tiba memudar kemudian pertempuran dimulai, semua musuh sudah hadir di layar saat kita menavigasi wilayah. Ketika kita berada cukup dekat dengan musuh, pertarungan terjadi, di peta yang sama persis dengan yang kita jelajahi.

Tak ada layar baru. Ini tidak terlalu memengaruhi bagaimana pertempuran berlangsung, tetapi memiliki efek yang luar biasa pada rasa permainan secara keseluruhan, membuat semuanya lebih kohesif, membuat dungeon terasa seperti tempat yang penuh aktivitas dan pesona, dibandingkan tempat-tempat kosong dan steril yang membuat kita muncul ke adegan pertempuran terputus setiap beberapa langkah.

Chrono Trigger yang Melewati Waktu


Untuk musik latarnya, jangan tanya. Coba dengarkan yang ini:


Apakah bisa membuat Chrono Trigger lain, pada hari ini? Bagaimana bisa membentuk tim dari beberapa pembuat gim terbaik di dunia, melengkapinya dengan artis manga terkenal, kemudian meyakinkan mereka siang malam selama dua tahun untuk menghasilkan game dua dimensi?

Ini bukan berarti bahwa tak mungkin untuk menghasilkan RPG dengan kualitas yang memukau, tetapi tak satu pun yang membangkitkan perasaan khusus pada era ketika Chrono Trigger dibuat. Tak ada waktu untuk memutar mundur. Kenapa pula saya tak memainkan gim ini sepuluh tahun lebih awal, misalnya?

Tokyo Game Show 2019 dan 5 Trailer Gim Super Keren

cloud tifa final fantasy 7 remake

Tokyo Game Show 2019 yang menjadi eksibisi game tahunan dibuka sejak Sabtu (14/9/2019) dibuka dan bertempat di Makuhari Messe International Exhibition Hall, prefektur Chiba, Jepang.

Beragam judul game yang ditunggu-tunggu para penggemar, oleh beberapa studio pengembang game dirilis sejumlah trailer serta cuplikan videonya di ajang Tokyo Game Show 2019 ini.

Dari seri teranyar game adaptasi Dragon Ball sampai game klasik Final Fantasy yang dibuat remake, berikut 5 trailer game paling menarik yang dipamerkan Tokyo Game Show 2019.

1. Dragon Ball Z Kakarot



Game ini adalah seri permainan Dragon Ball yang dikembangkan CyberConnect2 yang menjadi studio terampil di balik Naruto Ultimate Ninja Storm. Dragon Ball Z Kakarot dirilis Bandai Namco.

Daya tarik Dragon Ball Z Kakarot ini adalah petualangan bermain peran dengan banyak aksi pertempuran penuh kekuatan super. Cerita tiap karakter utamanya akan diperluas dengan informasi baru.

Dragon Ball Z Kakarot akan rilis untuk PlayStation 4, Xbox One, PC mulai 17 Januari 2020.

2. Yakuza 7: Like A Dragon



Seri ketujuh Yakuza ini akan memperkenalkan beragam hal baru, seperti karakter utama, latar belakang, dan sistem bertarung.

Perubahan terbesar di dalam seri Yakuza ini adalah sistem bertarungnya. Pada seri-seri sebelumnya, Sega memperkenalkan sistem bertarung keroyokan (action brawl) dan bebas menggunakan berbagai barang di sekitar. Kini, gamer bakal memainkan sistem bertarung bergantian (turn based) seperti dalam Final Fantasy atau Persona.

Yakuza: Like A Dragon dijadwalkan rilis pada PS4 di Jepang 16 Januari 2020, dan meluncur secara global beberapa bulan berikutnya.

3. Shenmue III




Shenmue III adalah game aksi petualangan yang dikembangkan oleh Neilo dan Ys Net. Kisah ini berlanjut dari seri sebelumnya soal pencarian Ryo Hazuki seorang petarung bela diri, untuk menemukan pembunuh ayahnya dengan latar Cina era 1980-an.

Shenmue III dijadwalkan akan dirilis oleh Deep Silver pada 19 November 2019 untuk Windows dan PlayStation 4.

4. Nioh 2




Sebagai penerus dari game aksi fantasi sejarah 2017, Nioh 2 mengawinkan pemandangan Jepang yang indah dengan pertempuran yang keren. Game ini dikembangkan Team Ninja dan dirilis Koei Tecmo.

Nioh 2 diharapkan akan diluncurkan awal 2020 untuk PlayStation 4.

5. Final Fantasy VIII Remake




Salah satu seri Final Fantasy paling ditunggu dan paling populer. Game tahun 1997 ini dibuat ulang dengan tampilan terkini dan beragam fitur tambahan. Final Fantasy VII Remake adalah RPG (role-playing game) yang dikembangkan dan dirilis oleh Square Enix untuk PlayStation 4.

Final Fantasy VII Remake dibagi menjadi beberapa rilis, bagian pertama dijadwalkan untuk 3 Maret 2020. Sudah siap bertualang lagi bersama Cloud di Midgar melawan Shinra Electric Power Company?