Tampilkan postingan dengan label neon genesis evangelion. Tampilkan semua postingan

FLCL: Anime Eksperimental dan Surealis

naota flcl anime

Anime ini adalah salah satu yang paling absurd yang pernah saya tonton.

Setelah melewati dua dekade, FLCL tetap menonjol melalui dongengnya yang tak masuk akal, sarat dengan sindiran, dan garis batas yang disajikan melalui visual yang seringnya abstrak. Sutradara Kazuya Tsurumaki, seorang animator kawakan di studio Gainax dan anak didik Hideaki Anno sang pencipta Neon Genesis Evangelion itu, dengan ambisius memutuskan untuk melanggar aturan anime yang ada melalui visual eklektik, pendekatan anti-narasi, dan soundtrack yang tidak biasa. FLCL diciptakan bersama penulis Yōji Enokido, yang juga seorang veteran Evangelion, juga Sailor Moon.

Dengan 6 episode, FLCL menjadi semacam anime cult. Sejak anime ini dirilis di tahun 2000, secara mengejutkan FLCL dibangkitkan kembali pada Juni 2018 dengan musim kedua dan musim ketiga, masing-masing dengan tambahan judul Progressive dan Alternative, yang meski memperluas konten dan mitologinya, tapi tak bisa mengembalikan kehebatan yang dulu.

Absurditas dan Surealisme FLCL


Premis dasar dari FLCL terdengar cukup sederhana: Naota Nandaba adalah siswa kelas enam yang tinggal di Mabase, sebuah kota biasa-biasa yang tidak akan ada yang luar biasa terjadi. Setelah kakak lelakinya Tasuku meninggalkan kota ini untuk bermain bisbol di Amerika, Naota mengawasi semua yang ditinggalkan Tasuku, dari tempat tidur susun hingga Mamimi Samejima, mantan pacar kakaknya.

Kehidupan kota kecil Naota diguncang oleh kedatangan Haruko Haruhara, seorang psikopat berambut merah muda yang mengendarai Vespa kuning dan menggunakan gitar bass layaknya palu gada. Pertemuan pertama keduanya meninggalkan Naota dengan tanduk aneh di kepalanya, yang memunculkan robot besar berkepala televisi, yang kemudian dinamai Canti. Hal-hal hanya jadi makin aneh sejak dari sini.

flcl gainax anime


Didorong oleh gaya eksperimental dan surealis, FLCL menolak kiasan kisah-kisah coming-of-age, menentang logika naratif dan sebaliknya, mengandalkan dorongan hati. Demikian pula, animasi itu sendiri dihidupkan dengan cepat dan begitu longgar. Karakter dan dunia di sekitar mereka sama-sama fleksibel dan cair, karena FLCL mengambil bentuk dan gaya apa pun yang diinginkannya setiap saat.

FLCL begitu aneh, bahkan para karakternya mempertanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi. Dalam salah satu adegan paling awal ketika tiba-tiba gaya animasi berubah jadi manga hitam putih, ayah Naota mempertanyakan apa arti istilah FLCL. Jawaban yang kita dapati begitu membingungkan. Setiap episode dengan sengaja membingungkan, yang mencerminkan kekacauan emosi Naota dan kejutan memasuki masa remaja. Tumbuh dewasa di FLCL tampaknya konyol, mengingat bahwa sebagian besar orang dewasa di sana cabul dan kurang kompeten, bahkan lebih tidak dewasa ketimbang anak-anak.

FLCL yang Tak Terdefinisi


Seperti halnya setiap konsep lain yang dikunyah dan dimuntahkan kembali oleh FLCL, ia memelintir kiasan kacangan menjadi sesuatu yang absurd, seperti keterlibatan terus-menerus dengan kengerian tubuh, metafora untuk penderitaan tumbuh dewasa yang diwakili oleh beberapa orang lewat semacam metamorfosis yang aneh. Robot raksasa meledak dari tanduk di dahi Naota, yang dikatakan dibawa oleh pikiran yang tak murni.

Haruko Haruhara flcl

Haruko semacam karakter Looney Tunes dalam hal menghancurkan segala sesuatu di sekelilingnya. Seperti anime itu sendiri, Haruko membawa ketidakpastian, karena setiap episode membawa beberapa skenario baru yang hampir menentang analisis: kita dapat menonton setiap episode beberapa kali dan masih dibiarkan kebingungan. Campur tangan Haruko membuat anime ini makin edan, misalnya ketika pertandingan baseball yang tidak berbahaya berubah menjadi kondisi main-main menangkis kehancuran dunia, atau drama sekolah menengah yang berubah menjadi arena tarung robot raksasa.

Apa yang nyata dan apa yang metafora akhirnya berhenti berarti, semua yang tersisa adalah pemikiran yang membuat kita malah makin bingung.

Satu-satunya yang tak bikin pening dan enak untuk dinikmati adalah raungan gitar dan perkusi berat dari band rock kontemporer Jepang The Pillows, yang menjadi lagu latar FLCL.

Jadi, apa sebenarnya FLCL itu? Di episode terakhir FLCL, Naota membentak keluarganya dengan lelucon panjang lain bahwa tidak jadi masalah apa FLCL itu, dan ia memang benar. Seperti remaja, ia menantang otoritas, sehingga menolak konvensi genre yang mencoba mengategorikannya, yang seringnya buang-buang waktu. FLCL bukan aksi, bukan komedi, bukan anime mecha atau apapun itu, bahkan menyebutnya surealis terasa seperti istilah yang terlalu ketat. Pada intinya FLCL mewakili pemberontakan remaja, awal dari jalan menuju kemerdekaan sekaligus kehancuran.

Mecha: Sebuah Sejarah Singkat

Foto: James Gate

Di Diver City Mall Tokyo berdiri salah satu atraksi paling spektakuler di negara maju: Gundam setinggi 20 meter, seukuran aslinya. Di Jepang, robot ini adalah lambang ikon dari waralaba yang merupakan merk dagang beken. Sejak diperkenalkan pada 1980, lebih dari 450 juta model kit Gundam telah terjual. Di seluruh dunia, ini adalah sebuah totem otaku yang sangat dicintai. Unicorn Gundam di Diver City, lengkap dengan perubahan bagian tubuh dan pertunjukan cahaya dua kali sehari, meringkas hubungan cinta Jepang dengan robot raksasa, yang dikenal sebagai mecha.

Unicorn Gundam di depan plaza Diver City, Tokyo. Foto: Chill Chillz / Shutterstock
Mecha telah menjadi pokok hiburan Jepang yang populer selama beberapa dekade, tetapi sejarah mereka dapat ditelusuri kembali selama berabad-abad. Kecintaan Jepang dengan robot dengan variasi yang jauh lebih kecil setidaknya dimulai pada 1600-an dengan karakuri, boneka mekanis kecil yang digunakan untuk hiburan. Teknologi sangat penting untuk daya tarik dan penampilan mereka, fakta yang telah mendominasi robot Jepang sejak itu.

Contoh pertama dari sebuah robot dalam fiksi Jepang populer muncul pada 1930-an tetapi konsep itu dibentuk pada 1950-an dengan dua kreasi: Mighty Atom, atau yang lebih dikenal Astro Boy, dan Tetsujin-28-Go, atau Gigantor. Yang pertama adalah semacam futurisasi atas dongeng Pinocchio, tetapi yang terakhir berperan dalam membangun tradisi mecha, robot super besar yang memiliki kemampuan menakutkan, dikendalikan oleh manusia. Manga debutnya pada tahun 1956 kemudian diadaptasi menjadi serial anime pada tahun 1963, menjadikannya salah satu anime robot raksasa pertama di Jepang.

Konsep mecha yang dikendalikan manusia semakin diperkuat pada tahun 1970-an dengan kedatangan Mazinger-Z, gagasan dari mangaka legendaris Go Nagai. Robot tituler ini jauh lebih besar dari pendahulunya dan, yang terpenting, dikendalikan oleh pilot manusia yang duduk di dalam interiornya. Konsep robot sebagai baju zirah mengingatkan kembali pada aspek-aspek filosofi bushido Jepang, dan Mazinger-Z sendiri adalah ciptaan Jepang yang unik, karena terbuat dari logam super yang hanya bisa didapatkan dari Gunung Fuji.

Identitas budaya Jepang dengan demikian dimasukkan ke dalam robot, yang pada gilirannya digunakan untuk memerangi kejahatan dan ketidakadilan. Juga, ia memiliki kemampuan untuk melepaskan atau mengubah bagian-bagian itu sendiri, sesuatu yang dibuat untuk penjualan mainan yang sehat tetapi akan menambah elemen lain ke pengetahuan mecha, dan konsep robot transformasi akan dibawa ke ketinggian yang lebih besar di sejumlah karya dari tahun 70-an dan seterusnya.

Ilustrasi Mobile Suit Gundam oleh Yoshiyuki Takani.


Pada akhir 1970-an, muncul sebuah waralaba yang akan memiliki dampak seismik pada budaya pop Jepang layaknya Godzilla: Mobile Suit Gundam. Opera epik luar angkasa ini terjadi di dunia masa depan ketika federasi berbasis Bumi berperang dengan faksi separatis. Senjata utama federasi adalah Rx-78 Gundam, yang pada awal kisahnya diujicobakan oleh seorang remaja pria. Salah satu judul yang paling berpengaruh dalam sejarah anime dan manga, semesta Gundam menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk memasukkan mecha ke dunia yang lebih ekspansif, raksasa dan reflektif seperti pada Star Wars dan Star Trek. Waralaba akan berkembang menjadi beberapa iterasi dan linimasa, semua didukung oleh deretan merchandise. Kit model Gundam sangat populer sehingga sekarang memiliki subkulturnya sendiri.

Beberapa judul telah mengikuti langkah Gundam yang akan membuat ceruknya sendiri; pada 1980-an kita mendapat Super Dimensional Fortress Macros, yang kemudian dicontek jadi Robotech di Amerika, juga sang pembasmi kejahatan Patlabor.



Pada akhir 1990-an, lanskap anime diubah selamanya oleh Neon Genesis Evangelion, sebuah judul yang menumbangkan dan mendekonstruksi etos mecha menjadi sesuatu yang lebih gelap dan lebih Freudian. Sudah lama sejak pencipta Jepang telah menghasilkan sesuatu yang orisinal atau dinamis seperti Gundam atau Mazinger-Z, sebagai gantinya bergantung pada sekuel atau varian baru pada kisah-kisah yang ada, tetapi kecintaan Jepang terhadap robot raksasa tetap kokoh. Di masa sekarang, ada perusahaan di Jepang yang benar-benar membangun mekanisme sendiri.

Jika Godzilla, dengan analoginya dari bencana nuklir, mewakili ceruk yang lebih gelap dari id Jepang, mecha berdiri untuk segala yang hebat tentang ambisi teknologi Jepang. Ini adalah mesin spektakuler yang digunakan, utamanya, sebagai alat untuk membantu umat manusia. Mereka mewakili kekuatan terbesar Jepang sebagai bangsa: kerja tim, kemampuan untuk memadukan teknologi progresif dengan nilai-nilai tradisional, pemikiran ke depan, ketabahan dan penggunaan sains sebagai sarana untuk meningkatkan indeks kebahagiaan.

Tsundere: Teori Karakter dan Psikologi di Baliknya


Tsundere, bagi yang belum tahu, adalah proses pengembangan karakter yang menggambarkan seseorang yang awalnya dingin, galak dan bahkan tampak memusuhi, sebelum kemudian secara bertahap menunjukkan sisi yang lebih hangat seiring berjalannya waktu.

Karakter tsundere ini jadi salah satu arketip yang sering hadir dalam manga dan anime. Ambil contoh Inuyasha, hampir sepertiga karakternya (termasuk Inuyasha sendiri) masuk kategori tsundere: terlihat garang di luar tapi aslinya baik.

Sering kali, tsundere merasa malu atau tak tahu apa yang harus dilakukan dengan perasaan romantis mereka dan karenanya menjadi lebih agresif dan egois daripada biasanya — terutama dalam kedekatan dengan subyek afeksi mereka. Perjuangan batin mereka yang konstan antara rasa bangga diri dan cinta mereka adalah kunci bagaimana karakter-karakter ini bertindak.

Ketika karakter tsundere berkembang dan menerima perasaannya, mereka memang tetap dalam mode "tsun tsun" (berpaling dengan jijik, marah atau angkuh) di depan umum tetapi menjadi semakin "dere dere" (kasmaran/bucin) ketika berada secara personal, ketika tak dilihat yang lain. Jika seorang karakter pernah mengucapkan kalimat "itu bukan karena aku menyukaimu," dengan muka ketus ketika berbuat baik, dapat dijamin kalau dia karakter tsundere.

Tsundere dan Teori Keterikatan (Attachment Theory)


Sebagai seseorang yang tertarik pada psikologi, saya suka mencari tahu alasan mengapa orang melakukan sesuatu dan mengapa mereka bertindak. Saya menemukan istilah psikologis menarik dalam teori keterikatan yang dapat digunakan untuk menggambarkan alasan di balik tindakan seorang tsundere: avoidant attachment. Orang-orang dengan gaya keterikatan ini melihat kedekatan dan investasi emosional selalu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dijauhi.

Infografis dari Guess Who's Coming


Dalam teori keterikatan ini, tipe avoidant ini sangat mandiri, seringkali tidak nyaman dengan keintiman, fobia akan komitmen dan ahli dalam merasionalisasi jalan keluar dari situasi intim apa pun. Pura-pura berlaku tak ramah dan galak agar dijauhi. Orang dengan tipe avoidant dalam situasi yang menyusahkan dapat hadir seolah-olah dia sangat tenang padahal sebenarnya situasi internalnya sangat bertolak belakang. Tsundere sangat mewakili istilah psikologis ini.

Kenapa Karakter Tsundere Begitu Disukai?


Karakter tsundere ini telah terbukti sangat populer dan dicintai. Untuk menyebut beberapa, ada Asuka Langley (Neon Genesis Evangelion), Naru Narusegawa (Love Hina), Kyou Sohma (Fruits Basket), Rin Tohsaka (Fate/Stay Night), Kaname Chidori (Full Metal Panic), dan Haruhi Suzumiya, yang setidaknya mendefinisikan karakter tsundere. Daftarnya akan selalu bertambah, karena mereka begitu disukai.

Hitagi Senjougahara di Bakemonogatari

Mengapa karakter tsundere kok malah disukai? Psikolog dan penggemar anime, Yoshihito Nautou, menjelaskan ketertarikan ini lewat bukti ilmiah. Argumen Nautou mengacu pada studi yang dilakukan oleh Gerald Clore, dari University of Illinois. Clore melakukan percobaan pada 338 partisipan dengan menunjukkan empat video dari dua orang (A dan B) yang tengah berinteraksi. Video-videonya sebagai berikut:

  • Video 1: A ramah ke B.
  • Video 2: A pada awalnya ramah ke B, tetapi menjadi dingin ketika percakapan berlanjut.
  • Video 3: A awalnya tidak ramah ke B, tetapi melunak saat percakapan berlanjut.
  • Video 4: A bertindak seperti seorang brengsek dan mengamuk selama keseluruhan percakapan.


Saat disurvei tentang perilaku mana yang paling menarik, mayoritas partisipan memilih video nomor tiga. Proses yang menyebabkan ini disebut efek untung-rugi. Pada dasarnya, ketika seseorang secara konsisten berlaku tidak menyenangkan pada kita, hal itu menetapkan dasar perilaku yang mewarnai harapan kita. Ketika orang itu ternyata menjadi lebih menyenangkan, bahkan jika cuma sedikit, kita akan menafsirkannya sebagai kemajuan, yang secara psikologis begitu menarik.

Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa hal itu menarik bagi gagasan kita untuk berhasil dalam memenangkan sebuah permainan. Tsundere dalam kondisi alaminya bakal memperlakukanmu kayak tai. Namun begitu kamu menampilkan daya tarik melalui beragam niat baik, pertahanan mereka akan turun. Kamu melihat muka mereka memerah dan mereka mencoba berlaku seolah-olah mereka tidak menyukaimu. Menghancurkan tembok mereka dengan niat baik adalah pencapaian memuaskan. Kamu menang dan sebagai hadiah, kamu mendapatkan sisi "dere" yang lembut dan indah.

Jadi jika menemui karakter tsundere ini, jika ada orang yang memperlakukanmu dengan tak ramah atau bahkan galak tanpa sebab, mereka mungkin mencoba menyembunyikan ketertarikan romantis yang tidak dapat mereka akui. Namun perlu juga dicatat, beberapa orang aslinya memang membencimu, jadi silahkan cari cermin terdekat.

15 Anime 1990-an Terbaik

anime 1990an

Anime 1990-an begitu campur aduk. Namun tak ada keraguan bahwa penulisan yang menarik dan alur ceritanya yang merintis beragam genre telah membangun fondasi untuk segudang anime yang kita nikmati hari ini.

Bagi yang sepantaran saya, saat bocah mungkin pernah menonton beberapanya dari beragam stasiun televisi swasta. Saat itu, kita menonton anime sederhananya karena itu kartun, yang stereotipnya tontonan buat anak-anak. Kita tak terlalu memikirkan apakah alur ceritanya bagus (apalagi saat itu seringnya oleh stasiun televisinya dihentikan setengah jalan atau episodenya teracak) atau membeda-bedakan soal genrenya, semua anime kita lahap.

Ketika kita sudah beranjak dewasa dan rindu akan masa-masa tersebut, kita menontonnya ulang, dan dengan perspektif yang sudah berbeda, kita malah menemukan kebaruan. Mari kita menyusuri jalur kenangan ini lewat daftar 15 anime dari 1990-an, judul-judul tercinta yang menggerakkan mesin anime.

1. Trigun


vash the stampede trigun anime

  • Episode: 26
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Sci-Fi
  • Studio: Madhouse

Berada di planet antah berantah bernama Gunsmoke, dengan latar yang terinspirasi oleh koboi Amerika, anime ini dipimpin oleh salah satu protagonis paling santai dan konyol yang pernah ada. Meski begitu, Trigun bukannya tanpa kedalaman dan kesedihan.

Vash the Stampede adalah jagoan yang patut dikagumi, dengan tragedi masa lalunya, ia berhasil tak kehilangan selera humornya atau keyakinannya yang teguh untuk tidak pernah mengambil nyawa orang lain.

2. Berserk


berserk 1997 original

  • Episode: 25
  • Genre: Action, Adventure, Fantasy, Seinen
  • Studio: OLM

Mengikuti Guts, alias Pendekar Pedang Hitam, seorang prajurit bayaran dengan kekuatan dan keterampilan yang tak tertandingi, yang bertarung dengan si licik Griffith dan pasukannya.

Meski dengan animasi yang sesekali agak bergelombang, serial Berserk dengan mudah mengatasi hal ini lewat penulisan kisahnya yang sangat bagus, soundtrack indah yang disusun oleh Susumu Hirasawa, dan karakter-karakter yang kuat. Waspadalah saat menjelang akhir serial untuk salah satu klimaks paling brutal dan apokaliptik yang pernah ada.

3. Mobile Suit Gundam Wing


mobile suit gundam wing

  • Episode: 49
  • Genre: Action, Mecha, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Waralaba mecha ini telah berjalan kuat selama lebih dari satu dekade, dengan banyak adaptasi dan spin-off yang semuanya dimulai dengan rilis judul pertamanya, Mobile Suit Gundam. Ketika dirilis pada tahun 1990-an, Mobile Suit Gundam Wing dapat dikreditkan sejajar dengan judul-judul lain, bersama dengan SEED, yang membantu menyebarkan popularitas anime ini ke luar Jepang.

Lihat: Mecha: Sebuah Sejarah Singkat

Bercerita tentang lima pilot mecha yang berjuang untuk perdamaian dan kemerdekaan koloni di luar Bumi, Mobile Suit Gundam Wing adalah judul yang menonjol dalam daftar anime dari tahun 1990-an ini.

4. Cowboy Bebop


cowboy bebop

  • Episode: 26
  • Genre: Action, Adventure, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Cowboy Bebop berlatar dalam kenyataan melintasi sci-fi dengan unsur-unsur dari genre koboi Amerika dan mafia, sambil menganalisis kedalaman karakter yang luar biasa mengagumkan dari Spike Spiegel, Jet Black, Faye Valentine dan "Radical" Edward.

Dengan merinci berbagai petualangan para kru pemburu bayaran dari kapal Bebop itu, karya sutradara beken Shinichiro Watanabe ini terkenal karena menetapkan semacam standar. Penulisan Cowboy Bebop membuatnya organik dan menyentuh hati; menawan sekaligus didukung oleh salah satu soundtrack terbaik yang diracik Yoko Kanno.

5. Hana Yori Dango (Boys Before Flower)


hana yori dango anime

  • Episode: 51
  • Genre: Drama, Romance, Shoujo
  • Studio: Toei Animation

Makino Tsukushi membela seorang teman melawan empat pria terkaya dan paling populer di sekolah menengahnya, yang dikenal oleh para penggemar mereka sebagai "F4" ("F" kepanjangan dari Fabulous!). Ia kemudian mendapati dirinya berselisih dengan kuartet pangeran itu, yang lebih parah adalah ketika Tsukushi mulai jatuh hati pada salah satu dari mereka.

Hana Yori Dango adalah manga shoujo yang telah banyak diadaptasi ke banyak medium di banyak negara, dan adaptasi anime ini salah satu yang masih tetap terbaik.

6. Bishoujo Senshi Sailor Moon: Sailor Stars


sailor moon

  • Episode: 34
  • Genre: Romance, Magical Girl, Shoujo, Superpower
  • Studio: Toei Animation

Tak perlu diragukan kalau franchise Sailor Moon adalah bagian lain dari yang mendefinisikan tahun 1990-an untuk masa keemasan anime. Sailor Moon menjadi kekuatan pendorong di balik popularitas genre "magical girl".

Usagi Tsukino berperan sebagai Sailor Moon, putri Kerajaan Bulan dan calon ratu Crystal Tokyo. Serial ini mengikuti Sailor Moon dan perjuangan sesama prajurit Sailor lain melawan berbagai penjahat.

Di sini, di musim terakhirnya, Usagi berevolusi menjadi wujud terakhirnya, Eternal Sailor Moon, dan Sailor Scouts menggabungkan pasukan dengan tim Sailor lain yang dikenal sebagai "Sailor Starlights". Kali ini mereka berhadapan dengan musuh terkuat mereka, Sailor Galaxia, dalam pertempuran terakhir yang akan menentukan nasib pamungkas mereka, dan Semesta.

7. Serial Experiments Lain


serial experiment lain

  • Episode: 13
  • Genre: Drama, Mystery, Psychological, Sci-Fi
  • Studio: Triangle Staff

Thriller cyberpunk yang cerdas ini tak berputar di sekitar konspirasi korporasi atau cyborg seksi dengan kulit sekeras baja, hanya ada seorang gadis muda yang menemukan garis realitas kabur ketika dia menemukan "Wired". Kisah yang sangat filosofis membenamkannya, juga penonton, dalam jaringan komunikasi global, hampir seperti internet yang kita kenal hari ini.

Baca juga: 7 Anime Bertema Alice in Wonderland

8. Neon Genesis Evangelion


neon genesis evangelion

  • Episode: 26 + 1 Film
  • Genre: Action, Drama, Mecha, Psychological, Sci-Fi
  • Studio: Gainax

Berlatar paska-apokaliptik, Bumi dalam masa depan alternatif ini diserang oleh makhluk aneh yang dikenal sebagai "Angel". Satu-satunya cara untuk melawan mereka adalah dengan mecha raksasa yang disebut "Evangelion" yang dikemudikan oleh anak-anak remaja.

Ini adalah judul yang menonjol dalam sejarah panjang dan terkenal studio anime Gainax yang menampilkan dekonstruksi atas genre mecha. Neon Genesis Evangelion masih terus diperbincangkan hari ini.

9. Dragon Ball Z


dragon ball z

  • Episode: 291
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Super Power
  • Studio: Toei Animation

Mengikuti seri Dragonball asli yang dibuat sejak tahun 1980-an, tak dapat disangkal bahwa ketika secara teknis dirilis pada tahun 1989, bahkan penggemar non-anime menyadari "Dragonball Z" eksis pada tahun 1990-an.

Dalam sekuel ini, pertempuran untuk mengumpulkan tujuh bola naga berfungsi sebagai fokus perjuangan Goku dan yang lainnya untuk melindungi bumi dari ancaman makhluk luar angkasa.

10. Ghost in the Shell


ghost in the shell

  • Episode: 1 Film
  • Genre: Action, Crime, Psychological, Sci-Fi, Seinen
  • Studio: Production I.G.

Apa yang Akira lakukan untuk anime di tahun 1980-an, film ini lakukan untuk anime di tahun 1990-an, terutama dalam hal menjangkau penonton yang lebih luas. Ditambah penyusunan skor dari Kenji Kawai, Ghost in the Shell meninggalkan jejaknya di dunia perfilman, bukan hanya anime.

Motoko Kusanagi, komandan timnya dari Sektor Keamanan 9, telah ditugaskan menangkap seorang hacker yang dikenal sebagai "Puppet Master". Film animasi yang indah dari Production I.G. ini merenungkan banyak pertanyaan, yang paling menonjol di antaranya adalah: jika pikiran seseorang ditanamkan dalam tubuh mekanik, apakah orang itu manusia?

11. Rurouni Kenshin (Samurai X)


kenshin samurai x

  • Episode: 94
  • Genre: Action, Adventure, Historical
  • Studio: Gallop Studio Deen

Ketika sebagian besar bagian dunia lainnya, khususnya Barat, telah bergerak menuju "era modern", Jepang tetap hampir sama, bahkan di senjakala struktur feodalistiknya. Kenshin Himura alias Batoshai si Pembantai adalah seorang samurai pembunuh yang hijrah jadi seorang pasifis.

Seperti Vash the Stampede, bisa konyol dalam satu menit dan menjadi serius di menit berikutnya, membuat Samurai X jadi judul yang sangat dicintai di daftar anime dari tahun 1990-an.

12. Slam Dunk


slam dunk

  • Episode: 101
  • Genre: Comedy, School, Sport
  • Studio: Toei Animation

Hanamichi Sakuragi, yang terkenal karena temperamennya, tinggi badannya, dan rambutnya yang merah menyala, masuk di SMA Shohoku, berharap akhirnya mendapatkan pacar dan memecahkan rekor ditolak sebanyak 50 kali berturut-turut. Suatu hari, seorang gadis bernama Haruko Akagi mendekatinya untuk merekrutnya jadi anggota tim basket sekolah.

Hanamichi perlahan-lahan mendapati dirinya tertarik pada persahabatan dan kompetisi olahraga yang sebelumnya ia benci ini. Satu anime bergenre sport yang masih menarik ditonton sampai sekarang.

13. Yu Yu Hakusho

yu yu hakusho

  • Episode: 112
  • Genre: Action, Comedy, Supranatural
  • Studio: Studio Pierrot

Dengan segudang anime shounen yang bisa berakhir di daftar ini, yang satu ini pastinya perlu disebut.

Alih-alih protagonis yang berani, hiper, dan terlalu bersemangat, penonton mendapatkan Yuusuke Urameshi, seorang remaja nakal yang dipaksa untuk dewasa dan tumbuh ketika didorong ke peran jagoan. Setelah jatuh ke dalam semacam campuran kehidupan setelah mati, dia dianugerahkan dengan tanggung jawab "detektif roh", berjuang untuk menjaga keseimbangan antara yang baik dan yang jahat di antara dunia roh, dunia manusia, dan dunia iblis.

14. Seihou Bukyou Outlaw Star


outlaw star

  • Episode: 24
  • Genre: Action, Adventure, Comedy, Sci-Fi
  • Studio: Sunrise

Bersanding dengan Trigun dan Cowboy Bebop, petualangan lompat antar galaksi ini menampilkan awak ruang angkasa yang berandalan di kapal Outlaw Star, yang dikepalai sang bandit Gene Starwind.

Anime perburuan harta karun intergalaksi penuh aksi untuk mendapatkan cawan suci universal. Outlaw Star juga menampilkan salah satu senjata paling keren di alam semesta, senjata kastor Gene.

15. Cardcaptor Sakura


cardcaptor sakura

  • Episode: 70
  • Genre: Adventure, Fantasy, Magical Girl, School, Shoujo
  • Studio: Madhouse

Dari semua karya CLAMP yang diadaptasi jadi anime pada tahun 1990-an, mungkin yang paling terkenal adalah seri magical girl tentang Sakura Kinomoto ini.

Setelah secara tak sengaja melepaskan Kartu Clow yang kuat dari buku yang memenjarakan kekuatan mereka, Sakura diberi tugas untuk mengumpulkan kembali mereka semua. Dengan genre yang unik dan populer yang diambil dari genre magical girl, Cardcaptor Sakura pantas mendapat tempat dalam daftar top anime tahun 1990-an ini.

'Tengen Toppa Gurren Lagann' Merebut Obor 'Evangelion'



Dari semua anime mecha yang ada, Neon Genesis Evangelion telah teruji oleh waktu sebagai salah satu yang terbaik. Ia mengeksplorasi tema-tema psikologis yang realistis, dan selanjutnya pengkultusannya terus-menerus soal pembacaan ide-ide yang lebih mendalam tentang depresi dan tamsil Yahudi-Kristiani. Meski banyak yang berpendapat bahwa Evangelion adalah karya definitif Studio Gainax, namun itu adalah anime mecha 2007 mereka, Tengen Toppa Gurren Lagann, yang menunjukkan potensi penuh dari apa yang dapat dibuat studio ini di masa jayanya.

Tidak dapat disangkal bahwa Evangelion adalah sebuah mahakarya. Tapi ia adalah mahakarya dengan sejarah produksi yang sangat bermasalah. Semua diskusi tentang Evangelion dan makna psikologis yang mendalam tentang akhirannya, kebenaran dari masalah ini adalah bahwa pada saat akhir seri, produksi telah kehabisan uang. Di luar ini, sutradara Hideaki Anno dikenal karena dikejar tenggat waktu penayangan TV Evangelion dan menderita depresi sejak lama.


Evangelion mendapat kesempatan kedua dengan pengumuman Rebuild of Evangelion 2007, sebuah serial film yang me-reboot animenya. Tetapi pada saat yang sama, Studio Gainax mulai merilis Tengen Toppa Gurren Lagann, disutradarai oleh Hiroyuki Imaishi dan ditulis oleh Kazuki Nakashimi, yang mengutip Evangelion sendiri sebagai salah satu pengaruh terbesarnya.

Tengen Toppa Gurren Lagann dapat dilihat hampir sebagai karya pendamping atau tandingan Evangelion. Sementara kedua anime ini menampilkan pertempuran robot-robot raksasa, pendekatan mereka terhadap genrenya hampir berlawanan. Tokoh protagonis dari Tengen Toppa Gurren Lagann, seorang anak laki-laki bernama Simon, memulai seri sebagai pemuda yang penurut dan penuh kekhawaturan, seperti Shinji Ikari di Evangelion, tetapi dengan cepat menjadi pilot yang percaya diri dan berkemampuan yang memimpin umat manusia untuk meraih kemenangan atas penguasa yang lalim. Kemudian, setelah tujuh tahun damai, alien luar angkasa muncul entah dari mana, dan Simon sekali lagi harus mengambil kunci starter pilot mecha untuk mengalahkan para penyerang itu dan membawa kedamaian ke galaksi.

Tidak seperti Evangelion yang sangat introspektif dan dekonstruktif mengambil genre robot raksasa, Tengen Toppa Gurren Lagann mengambil premis mecha apa adanya dan merayakan segala absurditas yang melekat, menambahkan sejumput slapstick untuk membantunya sepanjang jalan. Karakter bergerak dan emosinya digambarkan dengan gaya kartun, lebih Looney Tunes ketimbang anime. Tim animasi sering kali sengaja tak terpaku model dan menekankan ekspresi daripada mempertahankan realisme. Humor dan gaya visual ini akan terus mendefinisikan karya Imaishi dalam seri lebih lanjut seperti Panty & Stocking with Garterbelt dan kemudian bekerja di Studio Trigger, yang ia dirikan pada tahun 2011.

Namun, pada saat yang sama, Tengen Toppa Gurren Lagann tidak takut untuk terlibat dengan tema-tema yang lebih serius daripada Evangelion. Pada awalnya, seri ini mencerminkan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai, dengan kematian deuteragonis Kamina di Episode 8. Jauh kemudian, setelah tujuh tahun lamanya, invasi alien menyebabkan kerusuhan politik yang menggoyahkan Simon sebagai pemimpin umat manusia. Segmen ini menggali secara mendalam ke dalam tema-tema tentang tata kelola dan keinginan masyarakat. Pemimpin pengganti Simon, seorang teman masa kecil dari paruh pertama pertunjukan bernama Rossiu, harus memilih untuk menyelamatkan sebagian kecil dari populasi karena alternatifnya adalah kepunahan total. Sementara konflik akhirnya diatasi dengan tekad murni protagonis ala anime, penting untuk dicatat bahwa Rossiu mendukung keputusannya dengan penuh keyakinan, bahkan ketika para jagoan lainnya mengutuknya.

Selain itu, tidak seperti jadwal produksi minggu ke minggu yang mendorong Evangelion, Tengen Toppa Gurren Lagann direncanakan dengan cermat sejak awal. Evangelion benar-benar meninggalkan skrip dan plot asli dari Episode 13. Divergensi ini hanya bertambah buruk ketika depresi Anno berlanjut, dan ketika serial itu berlanjut, minatnya pada psikologi bertepatan dengan isu-isu anggaran yang disebutkan di atas, yang pada akhirnya menghasilkan ending aneh yang kita ketahui.

Tengen Toppa Gurren Lagann, di sisi lain, melalui pengembangan jauh sebelum produksi dimulai. Sebagian besar anggaran dicadangkan untuk bagian akhir, dan pra-perencanaan yang luas memungkinkan tim untuk membuatnya melalui produksi tanpa kendala besar, kecuali episode keempat yang terkenal, yang disutradarai oleh tamu luar, Osamu Kobayashi. Animasi dalam episode ini terkenal di luar jalur, dan komentar meremehkan yang dibuat oleh produser Takami Akai pada saat itu sehubungan dengan reaksi penggemar terhadap episode itu membuatnya mengundurkan diri dari Studio Gainax.

Tengen Toppa Gurren Lagann sangat populer di masanya, dan tidak sulit untuk membayangkan hal tersebut bisa terjadi. Anime ini menggabungkan aksi animasi yang indah, karakter yang konyol dan menyenangkan, dan tema fiksi ilmiah yang mendalam untuk menghasilkan pengalaman yang tak terlupakan yang dapat dinikmati penggemar anime dari segala usia. Kontrasnya yang tajam dengan tema Evangelion yang gelap dan gelisah membuatnya menjadi bagian yang sangat baik untuk anime itu. Selain itu, cerita dan produksi Tengen Toppa Gurren Lagann yang direncanakan dengan cermat tentang tim yang belajar dari kesalahan mereka dan bertekad untuk tidak membiarkan diri mereka ditentukan olehnya dan yang terus mendorong ke langit dan menginspirasi baik para penggemar dan sesama seniman selama masa-masa yang akan datang.

*

Diterjemahkan dari 'Tengen Toppa Gurren Lagann' and Taking Up the 'Evangelion Torch'.

Sisi Gelap Industri Anime

anime industry golden boy
Kondisi ruang kerja para animator yang ditampilkan dalam anime Golden Boy.

Petir Pikachu menyambar pada tahun 1998 dan mengubah kehidupan satu generasi.

Kegilaan anime dimulai pada pergantian abad dengan gadis-gadis sekolah menengah Sailor Moon yang muncul untuk menyelamatkan planet yang jauh; Bajak laut, cyborg, dan manusia ikan mencari harta karun legendaris One Piece; dan Ash Ketchum dari Pokémon dalam pencarian luhur untuk “menangkap mereka semua.”

Anime klasik ini dan banyak lagi yang lain memimpin; antara tahun 2002 dan 2017, keuntungan industri animasi Jepang berlipat ganda menjadi lebih dari $ 19 miliar per tahun. Salah satu anime paling berpengaruh dan terkenal, Neon Genesis Evangelion, akhirnya debut di Netflix, menandai akhir tahun penuh antisipasi dan puncak baru dalam jangkauan global anime.


Tetapi kesuksesan anime menyembunyikan realitas ekonomi mengerikan yang mendasarinya: Banyak animator di balik sihir layar ini bokek dan menghadapi kondisi kerja yang dapat menyebabkan kejenuhan bahkan sampai bunuh diri.

Ketegangan antara struktur industri yang kejam dan idealisme artistik anime memaksa animator untuk menderita eksploitasi demi seni, tanpa solusi yang terlihat.

Masalah Perbudakan dalam Industri Anime


Anime hampir seluruhnya digambar dengan tangan. Dibutuhkan keterampilan untuk membuat animasi yang digambar tangan dan pengalaman untuk melakukannya dengan cepat.

Shingo Adachi, seorang animator dan desainer karakter untuk Sword Art Online, serial anime populer, mengatakan bahwa kekurangan bakat adalah masalah serius yang berkelanjutan - dengan hampir 200 serial TV animasi yang dibuat di Jepang setiap tahun, tidak ada cukup animator yang terampil untuk didapatkan. Sebagai gantinya, studio mengandalkan sekumpulan besar pekerja lepas yang pada dasarnya tidak dibayar yang antusias dengan anime.

Di level entri ada para "in-beetwen animator," yang biasanya adalah freelancer. Mereka adalah orang-orang yang membuat semua gambar individu setelah direktur tingkat atas muncul dengan storyboard dan para "key animator" tingkat menengah menggambar frame penting di setiap adegan.

Animator di antaranya memperoleh sekitar 200 yen per gambar - kurang dari $ 2. Itu tidak akan terlalu buruk jika masing-masing artis bisa menghasilkan 200 gambar sehari, tetapi satu gambar bisa memakan waktu lebih dari satu jam. Belum lagi perhatian anime yang teliti terhadap detail yang pada umumnya diabaikan oleh animasi di Barat, seperti makanan, arsitektur, dan lanskap, yang bisa memakan waktu empat atau lima kali lebih lama dari rata-rata untuk menggambarnya.

"Bahkan jika kamu naik jabatan dan menjadi key animator, kamu tidak akan mendapatkan banyak," kata Adachi. "Dan bahkan jika judulmu sangat sukses, seperti Attack on Titan, kamu tidak akan mendapatkannya. ... Ini masalah struktural dalam industri anime. Tidak ada mimpi [pekerjaan sebagai animator]."



Kondisi kerja suram. Animator sering tertidur di meja mereka. Henry Thurlow, seorang animator Amerika yang tinggal dan bekerja di Jepang, mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit beberapa kali karena penyakit yang diakibatkan oleh kelelahan.

Satu studio, Madhouse, baru-baru ini dituduh melanggar kode tenaga kerja: Karyawan bekerja hampir 400 jam per bulan dan selama 37 hari berturut-turut tanpa satu hari libur. Bunuh diri animator laki-laki tahun 2014 digolongkan sebagai insiden terkait pekerjaan setelah penyelidik menemukan bahwa ia telah bekerja lebih dari 600 jam dalam sebulan sebelum kematiannya.

Sebagian alasan studio menggunakan pekerja lepas adalah agar mereka tidak perlu khawatir tentang kode tenaga kerja. Karena pekerja lepas adalah kontraktor independen, perusahaan dapat menerapkan tenggat waktu yang melelahkan sambil menghemat uang dengan tidak memberikan pesangon tambahan.

"Masalah dengan anime adalah pembuatannya terlalu lama," kata Zakoani, seorang animator di Studio Yuraki dan Douga Kobo. “Ini sangat teliti. Satu potongan - satu adegan - akan memiliki tiga hingga empat animator yang mengerjakannya. Saya membuat gambar kasar, dan kemudian dua orang lain akan memeriksanya, animator yang lebih senior dan sutradara. Kemudian akan dikirim kembali kepada saya dan saya bersihkan. Kemudian dikirim ke orang lain, perantara, dan mereka membuat gambar terakhir.”

Menurut Asosiasi Pembuat Animasi Jepang, seorang animator di Jepang menghasilkan rata-rata ¥ 1,1 juta (~ $ 10.000) per tahun dalam usia 20-an, ¥ 2,1 juta (~ $ 19.000) di usia 30-an, dan layak huni, tetapi masih sedikit ¥ 3,5 juta (~ $ 31.000) di usia 40-an dan 50-an. Garis kemiskinan Jepang adalah ¥ 2,2 juta.

Animator memenuhi kebutuhan apa pun yang mereka bisa. Terumi Nishii, seorang animator lepas dan desainer game, mendapatkan sebagian besar penghasilannya dari animasi video game karena dia harus mengurus orang tuanya. Dengan gaji seorang animator, dia akan memiliki sedikit kesempatan untuk memberi makan dirinya sendiri.

"Ketika saya masih muda, saya benar-benar menderita," kata C.K., seorang animator dan desainer karakter yang tidak ingin disebutkan namanya. “Untungnya, keluarga saya berasal dari Tokyo, jadi saya bisa tinggal bersama orang tua saya dan entah bagaimana bisa hidup. Sebagai in-between animator, saya menghasilkan ¥ 70.000 yen (~ $ 650) sebulan. ”

Kesalahan struktural Anime berasal dari Osamu Tezuka, pencipta Astro Boy dan "dewa manga." Tezuka bertanggung jawab atas katalog inovasi dan preseden yang tak ada habisnya dalam manga, komik Jepang, dan anime. Pada awal 1960-an, dengan jaringan yang tidak mau mengambil risiko pada serial animasi, Tezuka secara besar-besaran menurunkan harga acaranya agar bisa mengudara.

"Pada dasarnya, Tezuka dan perusahaannya akan mengambil kerugian untuk pertunjukan yang sebenarnya," kata Michael Crandol, asisten profesor studi Jepang di Universitas Leiden. “Mereka berencana untuk menebus kerugian dengan mainan dan tokoh dan merchandise, permen bermerek Astro Boy.... Tapi karena skenario khusus itu bekerja untuk Tezuka dan para penayang, itu menjadi status quo.”


Perusahaan Tezuka membuat defisit dan pertunjukan itu sukses, tetapi ia tanpa sadar menetapkan preseden berbahaya: menjadikannya mustahil bagi mereka yang mengikuti jejaknya untuk mendapatkan upah layak. Diane Wei Lewis menunjukkan dalam sebuah studi baru-baru ini bahwa perempuan, yang sering mengerjakan animasi dari rumah, sangat rentan terhadap eksploitasi dan dibayar lebih rendah.

Saat ini, ketika komite produksi menetapkan anggaran untuk anime, ada preseden lama untuk menjaga biaya tetap rendah. Pendapatan dibagi antara jaringan televisi, penerbit manga, dan perusahaan mainan. "Perusahaan induk menghasilkan uang dari ikatan merchandising," kata Crandol, "tetapi anggaran untuk animator terpisah."

"Harga ini sangat konyol karena mereka masih didasarkan pada apa yang Tezuka buat," kata Thurlow. "Dan saat itu, gambarnya sangat sederhana ... kamu memiliki kepala lingkaran dan mata dot, dan mungkin kamu bisa menggambar di antara keduanya dalam 10 menit. Saya bisa mendapatkan uang dengan kecepatan itu ... tetapi anime Jepang, [sekarang] satu gambar sangat detail. Kamu sudah bekerja selama satu jam dengan dua dolar."

Thurlow menambahkan bahwa ada harapan bahwa kamu berhenti ketika kamu menikah. "Karena jika kamu sudah menikah, kamu perlu menghabiskan waktu bersama pasanganmu. Kamu tidak dapat bekerja sepanjang waktu dan tidak menghasilkan apa-apa."

Harga Sebuah Seni


Hasil artistiknya tidak mengecewakan. Film anime 2016 Your Name, romansa pertukaran tubuh yang menawan yang menjadi sukses box office terbesar di anime, menampilkan katalog pemandangan indah yang layak untuk sebuah galeri seni.

Penggambaran makanan saja layak jadi listicle "Sepuluh Makanan di Tokyo": ramen berminyak dengan daging babi dan telur rebus; Pancake halus yang dilumuri sirup dan dengan murah hati diberi nanas dan buah persik; kotak bento buatan tangan yang penuh dengan telur dadar Jepang yang digulung rapi, sosis, tomat cherry yang matang, dan acar prem.


Crandol menunjukkan bahwa Anda dapat mengidentifikasi setiap latar belakang Your Name sebagai bangunan atau tempat aktual di Tokyo.

Seni adalah salah satu daya tarik anime. Ian Condry mengidentifikasi beberapa orang lain dalam bukunya The Soul of Anime: tema dewasa, konten grafis, perpaduan genre inovatif seperti remix samurai-hip-hop Samurai Champloo, dan semangat demokrasi anime, ketika penggemar berpartisipasi dalam membuat karya seni melalui subtitle penggemar, fanart, dan fanfiksi.

Secara historis, merchandising menciptakan lebih banyak pendapatan daripada TV atau film, tetapi karena popularitas anime telah meroket di luar negeri, anime sendiri merupakan bagian yang jauh lebih besar dari pendapatan. Video di luar negeri sendiri menyumbang sekitar setengah dari pendapatan global pada 2017. Namun, anggaran pelit dan upah tidak tetap masih eksis.

Ketika perusahaan-perusahaan Barat seperti Netflix memasuki pasar, mereka harus membayar harga-harga Jepang yang murah dan sudah lama ada. Stasiun TV, perusahaan barang dagangan, dan layanan streaming asing berjalan pergi dengan keuntungan, meninggalkan tidak hanya animator individu yang susah payah tetapi juga seluruh studio dengan anggaran seret.

Solusinya tidak sesederhana animator menuntut gaji yang lebih tinggi. Laporan Teikoku Databank 2016 mengungkapkan bahwa pendapatan turun 40 persen selama 10 tahun untuk 230 studio animasi Jepang andalan. "Untuk mencapai pengembangan lebih lanjut dari industri animasi, ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan basis ekonomi animator dan secara radikal mereformasi struktur laba dari seluruh industri," kata laporan itu.

Sebagai pendiri sebuah studio kecil, D’art Shtajio, Thurlow menjelaskan bahwa mengamanatkan gaji yang lebih tinggi tanpa perubahan yang lebih besar dalam struktur industri akan menyebabkan studio miliknya dan sebagian besar lainnya bangkrut karena keterbatasan anggaran. Industri ini akan berkonsolidasi menjadi "Big Anime," sebuah dunia ketika beberapa studio besar menghasilkan hit bergaya Hollywood, dengan pemasaran massal dan konten generik yang disesuaikan dengan denominator umum terendah.

Dengan animator tingkat rendah yang terdesak keluar dari pekerjaan, semangat anime yang kreatif dan bersemangat akan membusuk. Lagipula, tidak ada alasan untuk menjadi animator selain karena kamu menyukainya.

"Ini gairah," kata Zakoani. “Karena tidak ada pengembalian [dari] yang berfungsi. Itu hanya karena saya sangat menikmati melakukannya. Saya hanya merasa perlu melakukannya. Karena ketika kamu melihat animemu disiarkan, dan kamu tahu kamu mengerjakannya, itu adalah perasaan terbesar yang pernah ada."

Thurlow meninggalkan segalanya untuk datang ke Jepang untuk menggambar anime yang ia sukai. Pengalaman itu terbukti sangat berbeda dari kehidupannya sebagai animator Amerika, tempat ia mengerjakan berbagai pertunjukan yang tidak memiliki kompleksitas yang sama dalam seni, cerita, dan tema: Dora the Explorer dan Beavis and Butt-Head jika ia beruntung. "Artis menghantam impian mereka," katanya.

Nishii berbicara di Twitter dengan rekomendasi tegas:

Adachi setuju. "Sejujurnya, saya tidak akan merekomendasikan itu ... itu adalah struktur piramida, ketika banyak di bagian bawah bekerja untuk mendukung beberapa di atas. Saya tidak melihat masa depan yang cerah."

Perdebatan tentang ekonomi industri berkecamuk, sering di Twitter. Sebuah solusi parsial mungkin untuk studio internasional untuk melawan norma budaya yang telah ada dan memberikan studio anime anggaran yang sama dengan studio Barat. Model lain dapat memungkinkan animator untuk mempertahankan hak atas gambar mereka dan mendapatkan royalti.

Satu organisasi, New Anime Making System Project, mengumpulkan uang untuk menyediakan jaring pengaman dan mengurangi kelelahan bagi animator yang akan datang. Proyek ini telah menyediakan perumahan yang terjangkau untuk animator yang telah mengerjakan Naruto, Attack on Titan, dan anime papan atas lainnya.

Jun Sugawara, pendiri proyek, mengatakan ia memulai proyek ini sebagai desainer grafis yang ingin mendukung sesama seniman. “Dibutuhkan kejeniusan untuk membuat animasi gambar tangan yang indah, dan keterampilan animator tidak dihargai,” katanya. Organisasi ini memperluas dengan "Anime Grand Prix," sebuah kontes untuk film pendek anime crowdfunded dan video musik yang ditugaskan dengan upah layak.

Animator menanggung beban yang hampir tak tertahankan demi televisi yang digambar tangan dengan indah. Demi panekuk yang empuk, pemandangan matahari terbenam yang indah, dan petualangan melintasi waktu, ruang, genre, dan budaya. Untuk semua yang kamu tonton dan cintai, animator membayar harganya.

Namun mereka tetap menggambar.


C.K. menghabiskan beberapa tahun tumbuh di Inggris karena pekerjaan ayahnya. Tanpa bahasa Inggris untuk berbicara, ia menghabiskan hari-harinya menggambar manga, membalik-balik halaman di buku catatannya di antara jari telunjuk dan jempolnya, menonton gambar yang menjadi hidup.

"Saya tidak pernah bisa melupakan perasaan itu," katanya. "Ketika kamu menghidupkan karakter diam di halaman, kamu dapat melihat mereka bergerak, tertawa, menangis, marah ... itulah pesona animasi. Ketika saya melihat pekerjaan tangan saya dibagikan dan dilihat tidak hanya di negara saya tetapi di seluruh dunia, saya merasakan kebahagiaan.”

*
Diterjemahkan dari artikel Vox berjudul Anime 2019: The Dark Side of Japan's Anime Industry.