Showing posts with label psikologi. Show all posts

Ragam Gaya Seks dalam Istilah Sunda

yourself and your hong sang soo
Yourself and Your (2016)

Kama Sutra memiliki reputasi sebagai buku pedoman seks, meski hanya sebagian kecil dari teksnya yang membahas itu. Disusun oleh orang arif India bernama Vatsyayana sekitar antara abad kedua dan keempat Masehi, yang sampai hari ini masih berharga karena wawasan psikologisnya tentang interaksi dan skenario bercinta, dan untuk tutorial terstrukturnya.

Selain Kama Sutra, ada pula manual seks Asia Timur yang paling awal yaitu Su Nü Jing. Diperkirakan ditulis selama dinasti Han (206 SM-220 M), karya itu sudah lama hilang di Cina, tetapi diawetkan di Jepang sebagai bagian dari antologi medis Ishinpo (984). Teks yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat mencapai umur panjang dengan memanipulasi kekuatan yin dan yang dalam tubuh melalui teknik seksual yang dijelaskan secara detail.

Baca juga: 10 Karya Erotis Klasik Jepang

Buku pedoman seks lainnya, dari abad pertengahan, mencakup karya-karya Elephantis yang hilang, oleh Constantine; Ananga Ranga, koleksi karya erotis Hindu abad ke-12; dan Al-rauḍ al-atir fi nuzhat al-hatir, karya erotika dari dunia Muslim pada abad ke-16, yang dihimpun oleh Abu Abdullah Muhammad bin Umar al-Nafzawi atau Syekh Nafzawi.

On the Occasion of Remembering the Turning Gate (2002)
On the Occasion of Remembering the Turning Gate (2002)
Yang bikin saya bertanya-tanya, kenapa panduan-panduan tadi masih bisa ditelusuri, bahkan dibaca dan diamalkan? Jawaban sederhananya, menurut saya, karena ada orang yang menuliskannya. Tanpa catatan tertulis, suatu ilmu paling berharga pun cuma akan jadi angin lalu.

Membicarakan seks tampaknya masih dianggap sesuatu yang tabu, tak senonoh, bahkan menjijikan. Melupakan kalau seks itu kebutuhan dasar biologis, setara dengan makan. Lalu, kenapa kita tak bisa bebas bicara soal posisi seks seperti halnya bicara soal selera makan? Padahal, mengetahui posisi seks apa saja yang aman ketika istri hamil, misalnya, justru sesuatu yang patut dikomunikasikan.


sex style japan
Sumber: Kiyoshi Matsumoto

Saya menemukan istilah-istilah ini berseliweran di grup-grup lawak Sunda di Facebook. Sayang, tak ada penjelasan. Ketika ada yang bertanya, malah dijawab bercanda. Sementara ilustrasi di atas adalah ragam gaya seks dalam istilah-istilah Jepang, dan kita bisa tahu dengan pasti gambarannya.

Saya mungkin tak searif Vasyayana, tapi saya berusaha menuliskan sesuatu yang cuma berkeliaran liar lewat budaya oral ini. Dalam tulisan menyoal istilah Sunda, sudah ada yang menuliskan soal nama perkakas, anak binatang, cara bertani, warna, tapi tampaknya soal seks belum ada.

Dari beragam gaya seks Sunda yang saya kumpulkan ini, setidaknya ada dua penamaan istilah: pertama, aktivitas keseharian manusia, biasanya yang dilakukan orang di kampung; kedua, kelakuan suatu obyek, paling banyak mengambil dari binatang.

1. Ajul Gedang


Ini gaya paling populer, sekaligus paling ambigu. Banyak yang tahu kalau ini gaya seks, sering dijadikan bahan lelucon, tapi adakah yang tahu persis bagaimana posisi seks ini? 

"Ajul" berarti mengambil sesuatu dengan bantuan galah, biasanya digunakan ketika mengambil buah-buahan dari pohon yang tinggi. Sementara "gedang" berarti pepaya, yang dalam hal ini menyiratkan payudara.

Lalu posisi seksnya seperti apa? Dari beberapa orang yang saya tanya, malah saling berbeda, ada yang menyebut gaya yang dilakukan sambil berdiri, ada juga yang menyebut woman on top dengan si lelaki memetik payudara si perempuan.

2. Entep Sendok

Ini berarti dua sendok yang telah disusun agar rapi. Gaya yang sangat populer, yang disebut spooning. Dalam posisi seks, si perempuan membelakangi sementara si lelaki memeluk erat dari baliknya, kedua tubuh rapat saling bersentuhan.

3. Gurawil Bajing

Ada beragam istilah jatuh dalam bahasa Sunda, salahsatunya "gurawil", sering dipakai dalam bentuk "ngagurawil" atau "tigurawil". Sementara "bajing" adalah tupai.

4. Solendang Bedil

Arti harfiahnya selendang atau tali pada senapan, yang biasanya dibawa di punggung. Posisi bercintanya adalah si perempuan mengangkat satu kakinya ke pundak si lelaki.

5. Caringin Rungkad

Arti harfiahnya pohon beringin yang terjungkal dan akan tumbang. Masih belum jelas bagaimana posisi seks yang dimaksud, mungkin woman on top tapi agak miring.

6. Bopong Pengki

Arti harfiahnya membopong atau memangku pengki. Posisi seksnya dilakukan dengan berdiri, si lelaki memangku si perempuan.

7. Kuda Mabur

Kuda kabur. Masih belum jelas bagaimana posisi seks yang dimaksud, mungkin semacam doggy style.

8. Gereyem Nilem

Nilem adalah sejenis ikan tawar.

9. Santok Bogo

Bogo adalah ikan gabus.

10. Muranteng Monyet

Arti harfiahnya monyet yang tegang.

11. Seredet Bilik

Arti harfiahnya menggeser bilik.

12. Bangkong Sapitrong

Sapitrong adalah permainan anak berupa lompat tali, biasanya tali yang disusun dari karet gelang. Kodok main lompat tali dalam posisi seks seperti apa? Saya juga tak mengerti.

13. Bagong Nyuruduk

Arti harfiahnya babi hutan menyeruduk.

14. Gunung Urug

Arti harfiahnya gunung yang longsor.

15. Coet Beulah

Arti harfiahnya alas ulekan yang terbelah.

16. Sodok Soang

Arti harfiahnya sodokan angsa.

17. Wayang Cangegang

Arti harfiahnya wayang yang mengangkang.

18. Kolecer

Arti harfiahnya kincir angin. Gaya seks paling atraktif dan atletik, sebab antara lelaki dan perempuan mengangkat bagian bawah tubuhnya ke atas dan dengan posisi terbalik ini bercinta di udara.

19. Ngagesek Rebab

Arti harfiahnya menggesek rebab. Posisinya mirip solendang bedil, si perempuan jadi rebab dan tubuhnya agak menyamping.

20. Kopeah Dengdek

Arti harfiahnya peci miring. Posisinya mirip entep sendok, tapi dengan tingkat kemiringan yang lebih.

21. Jojodog Reyod

"Jojodog" adalah tempat duduk rendah, sering dibawa tukang dagang keliling untuk duduk. Dalam gaya seks ini, si lelaki berperan sebagai jojodog, dengan posisi duduk di antara dua sujud, dan si perempuan mendudukinya.  

22. Giriwil Jaer

"Jaer" adalah sebutan untuk ikan mujaer.

23. Babad Alas

Arti harfiahnya membabat hutan.

24. Japati Ngejat

Arti harfiahnya merpati yang ancang-ancang untuk terbang. 

*

Artikel akan terus diperbarui jika saya mendapat informasi lebih lengkapnya, jadi jika ada yang mau menambahkan atau memperjelas sangat ditunggu.

Bucin: Kebodohan yang Diprogram Secara Biologis

vagabond lee seunggi bae suzy
Vagabond (2019)

Jantungmu berdetak sedikit lebih cepat, kelenjar-kelenjar terbuka mengeluarkan tetes peluh penuh rahasia, dan tubuhmu mulai memproduksi hormon-hormon, yang membuatmu merasa sedikit pusing tapi hangat di dalam, dan perasaan berbunga-bunga.

Kondisi ini, sialnya, jadi salah satu alasan writer's block paling konyol yang sering saya alami. Sebut saja bucin, atau kasmaran, atau jatuh cinta. Pernah karena tengah dimabuk asmara, kerjaan saya enggak beres-beres dan hampir deadline, sampai teman mengultimatum gebetan saya agar jangan membalas chat saya sebelum tugas tulisan berhasil saya rampungkan.

Sebelum-sebelumnya, saya sering sinis dan mengolok orang-orang yang lagi bucin ini, sampai saya mengalami sendiri. Maklum, saya termasuk golongan late bloomer dan pengalaman asmara yang payah. Kondisi aneh itu bikin saya bertanya-tanya, dan kegemaran saya adalah mencari jawabannya dari penjelasan ilmiah.

Kasmaran dan Banjir Hormon


Ketika kita “jatuh cinta” secara garis besar ada tiga hormon yang membanjiri otak kita, sebut Dr Helen Fisher, seorang antropolog biologi di Kinsey Institute, New York. Masing-masing terikat pada aspek yang berbeda dalam prosesnya:

  1. Testosteron dalam dorongan seksual,
  2. Dopamin dalam cinta romantis,
  3. Oksitosin dilepas saat kita membentuk keterikatan yang lebih dalam.

Ketiganya tidak menghantam kita secara berurutan, tetapi untuk keterikatan, apakah ia datang sebelum atau sesudah kita tertarik pada seseorang, membutuhkan waktu.

Hormon-hormon ini memang memiliki peran pada otak yang sedang kasmaran, sekaligus mendatangkan malapetaka. Sebagian besar kegamangan berbunga-bunga dari orang-orang yang sedang kasmaran dapat ditelusuri ke efek dopamin yang membanjiri otak. Inilah yang menyebabkan seseorang terobsesi tentang minat cinta baru mereka.

Fisher menyebutkan bahwa seseorang dapat menghabiskan hingga 85% waktunya untuk memikirkan si dia.

“Lalu ada keinginan untuk penyatuan emosional,” kata Fisher, yang juga menulis Anatomy of Love. “Ya, kamu memang ingin tidur dengannya, tetapi yang kamu inginkan adalah agar mereka menelepon, mengajakmu keluar, untuk memberi tahumu bahwa mereka mencintaimu."

500 days of summer
(500) Days of Summer (2009)

"Kamu sangat termotivasi untuk memenangkan orang ini. Area ventral tegmental, bagian otak yang mengendalikan ini, tepat di dekat area otak yang mengatur haus dan lapar," lanjut Fisher. "Ini adalah dorongan dasar manusia.”

Dopamin juga menyebabkan seseorang melihat kekasihnya benar-benar unik dan luar biasa. “Musik yang mereka suka menjadi luar biasa,” sebut Fisher. Hormon ini juga menyebabkan emosi yang kuat, baik positif maupun negatif, serta hasrat seksual, kecemasan akan adanya perpisahan dan tingkat energi yang tinggi.

Selanjutnya, dalam sebuah temuan yang mungkin tak bakal mengejutan siapa pun, keadaan jatuh cinta menghambat kemampuan seseorang untuk membuat keputusan rasional.

“Korteks prefrontal medral ventral, wilayah otak yang berfokus pada yang negatif, menjadi kurang aktif ketika mereka jatuh cinta,” kata Fisher. “Jadi mereka berfokus pada hal positif dan mengabaikan yang negatif.”

Adakah Cara Untuk Menyetop Bucin?

fallen angels wong kar wai motor
Fallen Angels (1995)

Saat kasmaran, bagian otak yang terkait dengan pengambilan keputusan menunjukkan sedikit aktivitas. Hal ini terjadi karena individu diprogram sedang melakukan sesuatu yang lebih penting.

Fisher menjelaskan bahwa kita tengah mencoba memenangkan hadiah terbesar dalam hidup: seorang pasangan kawin. Karenanya, seluruh mekanisme otak dirancang agar kita bisa mendapatkannya.

Tentu, kasmaran bakal menenang, sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu.

Fisher bersama timnya membandingkan aktivitas otak orang-orang yang baru saja jatuh cinta dengan orang-orang yang telah bersama pasangannya selama rata-rata 21 tahun, dan yang menggambarkan dirinya masih “jatuh cinta”. Mereka menemukan aktivitas yang sangat mirip di area tegmental ventral otak pada kedua kelompok, dengan satu perbedaan yang signifikan.

“Di antara mereka yang baru saja jatuh cinta, kami menemukan aktivitas di wilayah terkait, saya tidak akan mengatakan ansietas, tetapi intensitas,” sebut Fisher.

“Namun di antara mereka yang telah jatuh cinta dalam jangka panjang, ada aktivitas otak yang harus dilakukan dengan ketenangan," jelas Fisher. "Anda masih ingin bercinta dengan orang tersebut, bersenang-senang dengan orang tersebut, ingin menikah lagi dengan orang tersebut, tetapi Anda tidak gelisah tentang orang itu.”

Jatuh cinta bisa sekelebat, tapi cinta bisa memanjang. “Love is not time’s fool,” tulis Shakespeare dalam sonet 116: “Love alters not with his brief hours and weeks / But bears it out even to the edge of doom.

Sebenarnya, Apa Itu Jatuh Cinta?


parasite kissing
Parasite (2019)

Psikologi hanya dapat mengungkapkan sedikit tentang mengapa kita menemukan orang-orang tertentu yang menarik. Misalnya, kita lebih cenderung jatuh cinta pada seseorang yang mirip: dari kelompok sosial ekonomi, tingkat ketertarikan, pendidikan, dan latar belakang agama yang sama.

“Saya akan memberi tahu Anda sesuatu yang Anda tidak ingin tahu: secara statistik Anda lebih mungkin untuk menikah dengan seseorang yang secara fisik tampak seperti orang tua lawan jenis Anda,” sebut Madeleine Fugère, profesor psikologi di Eastern Connecticut State University.

Pemicu lain yang menarik adalah warna merah, yang ketika dikenakan oleh orang-orang yang lebih muda meningkatkan daya tarik mereka kepada pasangan. Ada juga akibat siklus menstruasi perempuan, yang memengaruhi tipe pria yang akan menarik minatnya. Selama ovulasi, perempuan tertarik pada pria dengan perawakan yang lebih maskulin, tapi ketika tidak sedang berovulasi, perempuan cenderung memilih pria yang terlihat tak terlalu maskulin.

Namun gagasan bahwa ada cara ilmiah untuk memahami secara tepat apa yang membuat beberapa orang menarik bagi kita dan orang lain tidak, atau gagasan bahwa kita dapat jatuh cinta dengan siapa pun yang punya cukup keintiman dengannya, menurut Fugère, adalah sesuatu yang menggelikan.

Terlepas dari semua yang kita ketahui tentang psikologi tarik-menarik, masih ada banyak misteri dalam pertanyaan tentang siapa yang kita cintai, sebut Fugère. “Ada hal-hal tak sadar lain yang mendorong ketertarikan kita pada orang lain dan kita tidak tahu apa itu.”

Mengambil Risiko Untuk Jatuh Cinta


the science of sleep garcia bernal
The Science of Sleep (2006)

Diperkirakan satu dari empat hubungan hari ini tercipta dari dunia online. Kita belajar banyak tentang seseorang sebelum bertemu mereka, dan perkembangan tradisional dari ketertarikan menuju hubungan telah bergeser bagi banyak orang.

“Kencan online adalah semua tentang kata-kata dan foto,” sebut Kate Taylor, seorang pakar hubungan di Match. “Jadi ini memungkinkan Anda mengembangkan sebuah hubungan dan ketertarikan berdasarkan faktor-faktor seperti minat bersama, selera humor yang nyambung dan kecerdasan. Ketika kita jatuh cinta secara offline, banyak faktor yang lebih kompleks ikut bermain: aroma, feromon, hormon dan itu jauh lebih merupakan sebuah proses yang primal dan misterius.”

Karena cinta begitu misteri, Fugère mengatakan bertemu dengan banyak orang sangat penting. Dia juga memiliki semacam tip licik: orang lebih cenderung jatuh cinta jika jantung mereka berpacu dan suhunya naik.

“Kita sudah tahu jika Anda pergi berkencan menaiki roller coaster dengan seseorang yang sudah menaruh hati pada Anda, mereka akan lebih mungkin jatuh cinta pada Anda,” katanya. “Ini bekerja dengan apa pun yang menggairahkan – bungee jumping, pendakian, segala yang benar-benar membuat jantung Anda berdetak.”

Nasihat Fisher hampir serupa: “Jika Anda benar-benar ingin jatuh cinta dengan seseorang, lakukan hal-hal baru bersama-sama – lakukan pendakian, naiki sepeda Anda untuk makan malam daripada naik mobil, pergi ke opera, bermain ski, melakukan perjalanan ke Paris saat akhir pekan, berhubungan seks di ruangan yang berbeda. Kebaruan, kebaruan, kebaruan. Ini mendorong dopamin di otak dan dapat mendorong Anda melewati ambang pintu ke dalam cinta.

Pada akhirnya, cinta adalah satu bagian kemanusiaan kita yang begitu luas sehingga seni dan budaya dipenuhi dengan beragam referensi pada hal ini. Jatuh cinta adalah jalan masuknya. Kita berhutang banyak pada kesuksesan kita sebagai spesies manusia berkat hal mungil yang gila yang disebut cinta ini.

*

Referensi:
  • Fisher, Helen. (2016). Anatomy of Love: A Natural History of Mating, Marriage, and Why We Stray
  • Lyons, Kate & Peter Kimpton. (12 Februari 2016). How do I...fall in love. The Guardian.

Waktu Terbaik Untuk Tidak Memaafkan

Peppermint Candy (2000)


Ketika datang kemalangan disebabkan oleh keadaan di luar kendali kita, apakah itu dari hubungan dengan orang lain, dalam ikatan romantis, misalnya, atau entah apa, kita sering dinasihati untuk "memaafkan."
 

Sebagai kata kerja, memaafkan telah jadi konsep yang terlalu cair, kelewat banal, dan kebanyakan jadi sebatas jargon. Padahal, ia melibatkan beberapa komponen utama yang membentuk citra diri kita, seperti tanggung jawab, karakter, dan moralitas. Maka, ketika kita diberi wejangan untuk memaafkan berarti kita disuruh bertindak dengan cara tertentu, seolah-olah, dalam melakukan hal itu, kita tidak hanya memerdekakan orang yang bersalah dalam hidup kita, tetapi juga diri kita sendiri.

Lewat beragam nasehat bijak populer, yang sering diulang-ulang dalam self-help, kita diberi tahu kalau memaafkan kesalahan bahkan pengkhianatan apa pun yang pernah kita alami punya semacam jaminan untuk membebaskan kita dari masa lalu, dari rasa sakit kita, dan dari kenangan apa pun yang mengganggu kita. Namun, ketika kita menemukan diri terjun bebas ke jurang emosi dan dibuat menderita yang berasal dari siapa pun atau apa pun yang mengkhianati kita, percaya bahwa satu-satunya penyelesaian yang mungkin adalah dengan memaafkan justru membuka jalan yang berbahaya: Jika kita merasa kita tidak dapat memaafkan sepenuh hati, kita makin dibebani rasa bersalah dan malu, merasa salah karena tidak tahu bagaimana caranya untuk memaafkan, yang akhirnya malah makin membuat kita putus asa.

Tampaknya, dalam beberapa situasi, kita tidak perlu memaafkan, terutama karena memaafkan adalah fenomena psikologis yang kompleks, yang melibatkan faktor situasional dan individual. 


Dari sudut pandang yang kurang deterministik, memaafkan sangat situasional. Contoh terbaik dari hal ini adalah betapa lebih mudahnya memaafkan ketika orang yang bersalah betul-betul menunjukkan penyesalannya. Alasannya, mungkin bersifat evolusioner: Penyesalan menunjukkan bahwa seseorang mengakui kesalahannya. Pengakuan itu sendiri hanyalah bukti keselamatan: Dengan mengenali secara sadar tindakan menyakitkan, dan meminta maaf karenanya, orang yang bersalah mengakui peran dan tanggung jawabnya yang telah menyakiti orang lain.
 

"Maafkanlah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka lakukan," adalah kata-kata yang konon diucapkan oleh Yesus sebelum penyaliban. Contoh welas asih ini menunjukkan bahwa pengampunan dimungkinkan melalui empati, menunjukkan bahwa jika seseorang tidak mengetahui konsekuensi dari tindakan mereka, atau rasa sakit yang diakibatkan, pengampunan diperlukan.

Bagi banyak orang, mungkin sulit untuk mengenali bahwa seseorang yang dekat dengan kita bisa saja bertindak jahat terhadap kita, menikmati rasa sakit kita, dan terus menyakiti meskipun tidak mendapatkan apa pun selain kepuasan diri. "Saya tahu saya harus memaafkan ..." atau "Saya tidak tahu bagaimana saya bisa memaafkan," menjadi semacam apologi bahwa memaafkan justru membebani, padahal orang-orang toxic tak seharusnya dimaafkan. Kata-kata tadi sangat kuat karena di dalamnya terdapat konsep yang menyerang kehendak individu yang terluka, termasuk konsep-dirinya, harga diri, dan pemahaman tentang dunia, orang-orang, bahkan, diri mereka sendiri. 


Apakah memaafkan itu perlu? Mungkin tidak, ada kebutuhan untuk memahami, dan untuk menerima, dan ada kebutuhan untuk meminta pertanggungjawaban pelaku kesalahan, bahkan jika dengan menyalahkannya ia harus berbicara dengan terapis atau teman, atau bahkan diberi hukuman setimpal; Ada kebutuhan untuk mendukakan ide tentang apa yang bisa atau seharusnya terjadi; ada kebutuhan untuk mencintai diri yang lebih muda yang telah mengalami kesulitan; dan ada kebutuhan untuk membuat rencana untuk bergerak maju.

Memaafkan adalah fenomena emosional dan psikologis yang kemungkinan membawa bobot evolusi, memungkinkan kita berfungsi dalam masyarakat yang dibangun di atas kepercayaan. Dalam kebanyakan kasus, memaafkan itu sehat, direkomendasikan, dan dibutuhkan. Namun, kadang-kadang, ada lebih banyak kekuatan yang muncul dengan tidak memaafkan.

Anatomi Insomnia


Foto: Megan te Boekhorst / Unsplash

Insomnia adalah kondisi tidur yang paling umum di dunia, dengan setengah dari orang dewasa secara global melaporkan episode sesekali. Insomnia kronis, meskipun jauh lebih jarang, mempengaruhi sebanyak 10 hingga 15 persen dari populasi orang dewasa.

Meskipun masalah tidur ini sangat umum, mekanisme neurobiologis di balik insomnia belum sepenuhnya dipahami. Penelitian menunjukkan bahwa stres emosional memainkan peran besar dalam berbagai masalah tidur, dan tercatat bahwa gangguan suasana hati dan kecemasan adalah komorbiditas umum dengan insomnia. Ini sepertinya sudah jadi kepercayaan umum. Gairah emosional, apakah karena keadaan cemas atau karena pikiran yang mengganggu, membuatnya sulit untuk rileks, sehingga menghambat kemampuan seseorang untuk memulai tidur atau kembali tidur setelah terbangun.

Garis pemikiran ini menunjukkan bahwa para peneliti dapat lebih memahami insomnia dengan memeriksa mekanisme yang mendasari bagaimana tubuh kita merespons stres.

Sistem Limbik


Bagian-bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses dan merespons stres secara kolektif dikenal sebagai sistem limbik. Semua hewan memiliki beberapa iterasi sistem limbik, dan memungkinkan mereka untuk dengan cepat menanggapi ancaman yang dirasakan. Ketika ancaman diidentifikasi, sistem limbik mulai bertindak untuk mempersiapkan tubuh kita untuk melarikan diri dari ancaman atau melawannya. Reaksi ini dikenal sebagai respons fight-or-flight.

Respon fight-or-flight ini sangat penting untuk bertahan hidup karena memberi hewan, termasuk manusia, lonjakan neurotransmiter, yang memberi mereka kesempatan lebih baik untuk melarikan diri atau melawan predator. Siapa pun yang terkejut dan merasakan jantung mereka mulai berpacu tahu betapa kuatnya respons ini. Namun, sistem yang sama diaktifkan bagi manusia yang hidup dalam latar yang lebih modern bahkan jika alasan lonjakan tiba-tiba neurotransmitter adalah dari sesuatu yang tak terlalu mengerikan. Konsekuensinya, tenggat waktu yang makin mepet atau janji temu di hari esok yang berpotensi menimbulkan kecanggungan dapat memicu mekanisme biofisiologis yang sama, meskipun situasi seperti ini tidak menimbulkan ancaman signifikan bagi keberadaan kita.

Anatomi Sistem Limbik


Sistem limbik memiliki dua komponen utama, amigdala dan hippocampus. Amigdala merespons rangsangan dengan menghasilkan respons emosional, terutama perasaan takut atau agresif, serta emosi positif ketika tubuh merasakan rangsangan yang membangkitkan atau rangsangan yang menyenangkan. Hippocampus bertanggung jawab untuk penciptaan dan konsolidasi memori.

Sistem limbik juga berkomunikasi dengan beberapa bagian otak lainnya. Secara khusus, hipotalamus memainkan peran utama dalam sistem limbik, meskipun ia juga melakukan banyak fungsi lainnya. Hipotalamus dapat dianggap sebagai pusat kendali tubuh karena mengatur banyak sistem saraf otonom (ANS), yang bertanggung jawab untuk mengendalikan fungsi tubuh vital yang tidak perlu kita pikirkan. Beberapa fungsi-fungsi ini termasuk pernapasan, tekanan darah, suhu tubuh, dan detak jantung.

Aktivasi Sistem Limbik


Ketika kita merasakan ancaman, amigdala mengirimkan sinyal marabahaya ke hipotalamus, yang pada gilirannya mengirimkan pesan kimiawi ke kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (atau adrenalin) ke dalam aliran darah. Peningkatan adrenalin ini mengaktifkan divisi ANS yang dikenal sebagai sistem saraf simpatis (SNS), yang mengaktifkan perubahan fisiologis dalam tubuh yang pada akhirnya akan membantu kita melawan ancaman atau melarikan diri ke tempat yang aman. Misalnya, ketika adrenalin mengalir ke seluruh tubuh, ia melebarkan saluran udara di paru-paru kita untuk membawa lebih banyak oksigen ke dalam tubuh, itu menyebabkan detak jantung kita meningkat untuk mendorong lebih banyak darah yang kaya oksigen ke otot-otot kita, dan ia melepaskan enzim yang menyebabkan lemak yang telah disimpan dalam tubuh kita untuk diubah menjadi glukosa, yang kemudian memberi kita lebih banyak energi. Bahkan penglihatan dan pendengaran kita menjadi lebih tajam.

Jika ancaman tidak segera teratasi, tubuh dapat mempertahankan keadaan hiperawaritas ini dengan mengaktifkan apa yang dikenal sebagai poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (aksis HPA). Rangkaian respons hormon ini dimulai ketika hipotalamus melepaskan hormon pelepas kortikotropin (CRH) dan arginin vasopresin (AVP), yang memberi tahu kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon adrenokortikotropik (ACTH). ACTH memerintahkan kelenjar adrenalin untuk memproduksi kortisol, yang menjaga tubuh dalam keadaan waspada. Karena alasan ini, kortisol sering disebut sebagai "hormon stres."

Begitu ancaman telah berlalu, divisi lain dari sistem saraf otonom, sistem saraf parasimpatis (PNS), mengambil alih dan mengembalikan tubuh kita ke keadaan istirahat. PNS tidak hanya bertanggung jawab untuk melonggarkan tubuh kita dari keadaan kewaspadaan tinggi; itu juga mengatur aktivitas seksual, air liur, pencernaan, buang air kecil, dan buang air besar. Secara umum, SNS melibatkan fight-or-flight, PNS melibatkan aktivitas makan dan berkembang biak.

Peran Hippocampus dalam Sistem Limbik


Sebagian besar ingatan bukan sekadar kumpulan persepsi. Mereka juga memasukkan cara yang kita rasakan pada saat ingatan diciptakan karena amigdala dan hippocampus bertindak bersama untuk menyandikan ingatan dengan emosi. Di satu sisi, kondisi ini mengharuskan kita untuk berulang kali berpartisipasi dalam kegiatan yang terkait dengan emosi positif. Di sisi lain, itu mengharuskan kita untuk menghindari kegiatan yang terkait dengan emosi negatif dan memungkinkan kita untuk lebih siap menghadapi skenario fight-or-flight.

Jika kita mendapati diri kita dalam situasi yang berbahaya dan melarikan diri, kita mungkin dikondisikan untuk menghindari tidak hanya situasi itu sendiri, tetapi kegiatan atau rangsangan yang terkait dengan situasi itu. Ketakutan semacam itu tidak didasarkan pada insting, tetapi lebih pada ingatan. Sebagai contoh ekstrem, jika seseorang hampir tenggelam di lautan pada usia muda, hal ini dapat menimbulkan ketakutan tidak hanya pada lautan, tetapi juga terhadap segala jenis perairan.

Sementara interaksi antara emosi dan memori ini dapat menyebabkan berbagai fobia yang dapat mengganggu kehidupan normal seseorang, hubungan ini merupakan bagian integral dari kelangsungan hidup. Tanpa itu, kita tidak akan bisa mengingat ancaman potensial atau kegiatan berbahaya. Orang seperti itu akan menjadi tak kenal takut dan kemungkinan besar tidak akan lama berada di dunia ini.

Sistem Limbik dan Tidur


Kabar baiknya adalah bahwa banyak dari kita tidak lagi hidup di dunia di mana kita harus terus-menerus waspada tentang predator atau bahaya potensial lainnya, tetapi kita masih siap untuk bertindak jika ada ancaman. Selain itu, banyak dari kita mengalami kesulitan mematikan kiasan "on switch" dalam pikiran kita, yang berarti bahwa tingkat stres kita tetap tinggi bahkan ketika kita mencoba menidurkan diri kita.

Ini adalah kejadian yang relatif normal, sayangnya. Dalam kebanyakan kasus, setelah penyebab stres teratasi, individu dapat melanjutkan pola tidur normal. Namun, bagi mereka yang menderita insomnia, pemicu stres adalah kurang tidur, dan keinginan untuk tidur menjadi pemicu stres itu sendiri. Dengan kata lain, fiksasi pada tidur menyebabkan perasaan stres karena tidak tertidur, yang memulai lingkaran setan. Menurut model yang pertama kali diusulkan oleh Kales et al. pada tahun 1976, pasien dapat mengembangkan rasa takut terkondisikan untuk tidak bisa tidur, yang membuat mereka dalam keadaan hyperarousal ketika mereka mencoba untuk tertidur. Ini membuat ketidakmampuan mereka untuk tidur menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya.

Penelitian tambahan telah menguatkan model ini. Sebuah penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada tahun 2014 mengamati bahwa pasien dengan insomnia merespons rangsangan terkait insomnia dengan peningkatan aktivitas amigdala yang berhubungan dengan emosi negatif. Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap insomnia, yang dapat ditimbulkan oleh pasien rangsangan yang berhubungan dengan insomnia, dapat menjadi akar dari insomnia itu sendiri.

Bagi dokter, para penulis penelitian menyarankan bahwa opsi perawatan harus mencakup strategi yang mengatasi emosi negatif yang terkait dengan insomnia dan tidur. Ini akan termasuk menawarkan pelatihan relaksasi (teknik pernapasan, meditasi, panduan penggambaran, dll.), serta Cognitive-Behavioral Treatment (CBT) dalam kasus-kasus yang lebih sulit.

Pada akhirnya, tujuannya mungkin bukan semata-mata untuk mengobati insomnia pasien, tetapi juga untuk mengobati ketakutan pasien terhadap insomnia dan untuk menyelesaikan setiap emosi negatif yang terkait dengan tidur.

*

Diterjemahkan dari The Anatomy of Insomnia yang ditulis Samoon Ahmad di Psychology Today.

Masokis Emosional

shinji ikari evangelion

Selalu ada orang yang doyan makan sesuatu yang pedas, berkeringat deras dan tampak menderita tapi mengklaim kalau dia benar-benar menikmatinya. Sambal hot jeletot bukan satu-satunya cara orang untuk menikmati sesuatu yang menyiksa diri, banyak orang suka menonton film sedih, mendengarkan musik murung atau menaiki roller coaster yang bikin jantung copot.

Fenomena ini disebut benign masochism, sebuah istilah yang diciptakan oleh psikolog University of Pennsylvania Paul Rozin dan Kendra Pierre-Louis. Masokisme jinak ini merujuk pada daftar kegiatan yang tampaknya tidak menyenangkan yang banyak orang hindari, namun malah dinikmati. Rozin menjelaskan mengapa dalam makalahnya untuk jurnal Judgment and Decision Making berjudul 'Glad to be sad, and other examples of benign masochism':
Masokisme jinak merujuk pada menikmati pengalaman negatif yang awalnya diartikan tubuh (otak) sebagai ancaman. Kesadaran bahwa tubuh ini telah dibodohi, dan bahwa tidak ada bahaya nyata, mengarah pada kesenangan yang berasal dari 'pikiran atas tubuh.'
Istilah masokis ini berasal dari nama Chevalier Leopold von Sacher-Masoch, seorang Austria yang banyak menulis tentang kepuasan yang didapatnya dengan dipukuli dan diperlakukan layaknya budak. Umumnya masokis mempertahankan kontrol atas situasi dan akan mengakhiri perilaku kasar sebelum menjadi terluka parah. 

Konsep yang bisa diterapkan pada pengalaman fisik negatif dari tindakan-tindakan seperti ketika lidah kita terbakar berkat bumbu cabai merah atau sensasi jatuh di luncuran roller coaster.

Masokisme Perasaan

Meski fenomena masokisme dimulai dan tetap terhubung sepenuhnya dengan seks, ia sama kuatnya di ranah emosional. Mungkin ada lebih banyak masokis emosional ketimbang yang seksual, dan bisa jadi kita tak menyadari kecenderungan ini.

Yang menandai masokis adalah ketidakmampuan mereka untuk keluar dari perasaan muram. Dalam hubungan romantis, atau bahkan segala jenis hubungan interpersonal lain, masokisme bisa berujung berbahaya. Mereka tidak bisa membayangkan hidup tanpa orang lain yang membuat hidupnya tak tertahankan. Ambil dua mitra potensial. Opsi satu sifatnya baik dan dapat diandalkan, tak rumit dan baik hati, pokoknya prospek yang sempurna. Yang lainnya adalah tantangan dan bencana. Apakah kamu akan lebih memilih opsi kedua? Jika demikian, kamu menunjukkan kecenderungan masokis emosional.

Saya sendiri tampaknya masuk golongan masokis itu. Dengan tambahan insekuritas, entah kenapa saya sering berpikir ketika dihadapkan pada prospek yang terlampau sempurna justru saya sering merasa kalau itu sesuatu yang harus dihindari, sesuatu yang tak mungkin bakal saya terima.

Masokis emosional mencari hubungan yang rumit berulang kali. Secara tidak sadar, mereka percaya bahwa ketakutan, seringkali ketakutan kehilangan seseorang, memicu hasrat dan keinginan. Keakraban justru merusak fantasi jatuh cinta, sebuah tantangan, bagaimanapun, membuat indra itu kelebihan beban. Jika semuanya indah setiap saat, mereka pikir akan cepat bosan.

Masokis emosional dapat dibagi menjadi tiga kategori: mereka yang mencari situasi yang menantang (berkencan dengan yang sudah menikah, misalnya); mereka yang mencari kepribadian yang menantang (seperti mencari pasangan yang depresi), dan mereka yang menciptakan tantangan dan yang menghasut perpecahan padahal tak ada yang salah, hanya untuk mencapai sensasi tersiksa.
Seperti halnya masokisme seksual, masokisme emosional berakar pada kecurigaan diri. Sisi yang kuat dari mereka mencurigai bahwa mereka tidak lebih dari tai. Jika seseorang memasuki orbit mereka dan mengatakan sebaliknya, jika mereka mulai memuji mereka, para masokis emosional mungkin malah tersedak rasa jijik karena menganggap mereka tidak memahami kebenaran sesungguhnya. Masokis emosional sebagai gantinya akan dengan kuat mengarahkan energi mereka ke arah hubungan dengan orang-orang yang perilakunya akan sesuai dengan penilaian diri mereka sendiri: mereka yang punya jaminan bakal bertindak sarkastik, tidak setia atau dingin.

Pada akhirnya, perbedaan antara masokis seksual dan emosional adalah bahwa yang pertama cenderung mengetahui dengan baik bahwa inilah mereka. Untuk berhenti menjadi masokis emosional, oleh karena itu penting untuk mulai melihat cara-cara ketika seseorang terlibat dalam sabotase diri dan telah membuat semacam komitmen bawah sadar untuk kesepian dan frustrasi. Terkadang diperlukan pengamat luar untuk menganalisis masalah dan melihat apa yang terjadi. Ini pola yang sulit dikenali, tetapi begitu kita menemukannya, jauh lebih mudah untuk dicari penyelesaiannya.

Saya sendiri dilabeli masokis emosional ketika curhat karena habis patah hati. Sebelumnya saya belum tahu istilah ini. Seringnya ketika berhadapan dengan perasaan-perasaan baru dan tak dikenal, saya bakal mencari penjelasan ilmiahnya, dan entah kenapa selalu merasa tenang setelahnya. Maka saya cari penjelasan masokisme emosional ini.

Perbedaan yang paling relevan antara masokisme seksual dan emosional adalah bahwa aktivitas yang pertama, dalam keadaan yang tepat, akan sangat menyenangkan, sedangkan yang terakhir tidak pernah jadi apa-apa selain neraka pahit yang melelahkan.

Kita berhutang pada diri kita sendiri untuk mulai melihat bahwa kita mungkin sudah terlalu lama menahan diri, bukan karena kekusutan atau kebutuhan apa pun, hanya karena masa lalu kita secara tidak adil telah mengilhami kita dengan perasaan yang mengerikan, dan mengarahkan diri pada kecenderungan masokis emosional tadi. Hidup adalah yang pantas kita dapatkan. Meski perlu dicatat, beberapa orang mungkin berkembang ketika hidup mereka adalah roller coaster emosional.

Tsundere: Teori Karakter dan Psikologi di Baliknya


Tsundere, bagi yang belum tahu, adalah proses pengembangan karakter yang menggambarkan seseorang yang awalnya dingin, galak dan bahkan tampak memusuhi, sebelum kemudian secara bertahap menunjukkan sisi yang lebih hangat seiring berjalannya waktu.

Karakter tsundere ini jadi salah satu arketip yang sering hadir dalam manga dan anime. Ambil contoh Inuyasha, hampir sepertiga karakternya (termasuk Inuyasha sendiri) masuk kategori tsundere: terlihat garang di luar tapi aslinya baik.

Sering kali, tsundere merasa malu atau tak tahu apa yang harus dilakukan dengan perasaan romantis mereka dan karenanya menjadi lebih agresif dan egois daripada biasanya — terutama dalam kedekatan dengan subyek afeksi mereka. Perjuangan batin mereka yang konstan antara rasa bangga diri dan cinta mereka adalah kunci bagaimana karakter-karakter ini bertindak.

Ketika karakter tsundere berkembang dan menerima perasaannya, mereka memang tetap dalam mode "tsun tsun" (berpaling dengan jijik, marah atau angkuh) di depan umum tetapi menjadi semakin "dere dere" (kasmaran/bucin) ketika berada secara personal, ketika tak dilihat yang lain. Jika seorang karakter pernah mengucapkan kalimat "itu bukan karena aku menyukaimu," dengan muka ketus ketika berbuat baik, dapat dijamin kalau dia karakter tsundere.

Tsundere dan Teori Keterikatan (Attachment Theory)


Sebagai seseorang yang tertarik pada psikologi, saya suka mencari tahu alasan mengapa orang melakukan sesuatu dan mengapa mereka bertindak. Saya menemukan istilah psikologis menarik dalam teori keterikatan yang dapat digunakan untuk menggambarkan alasan di balik tindakan seorang tsundere: avoidant attachment. Orang-orang dengan gaya keterikatan ini melihat kedekatan dan investasi emosional selalu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dijauhi.

Infografis dari Guess Who's Coming


Dalam teori keterikatan ini, tipe avoidant ini sangat mandiri, seringkali tidak nyaman dengan keintiman, fobia akan komitmen dan ahli dalam merasionalisasi jalan keluar dari situasi intim apa pun. Pura-pura berlaku tak ramah dan galak agar dijauhi. Orang dengan tipe avoidant dalam situasi yang menyusahkan dapat hadir seolah-olah dia sangat tenang padahal sebenarnya situasi internalnya sangat bertolak belakang. Tsundere sangat mewakili istilah psikologis ini.

Kenapa Karakter Tsundere Begitu Disukai?


Karakter tsundere ini telah terbukti sangat populer dan dicintai. Untuk menyebut beberapa, ada Asuka Langley (Neon Genesis Evangelion), Naru Narusegawa (Love Hina), Kyou Sohma (Fruits Basket), Rin Tohsaka (Fate/Stay Night), Kaname Chidori (Full Metal Panic), dan Haruhi Suzumiya, yang setidaknya mendefinisikan karakter tsundere. Daftarnya akan selalu bertambah, karena mereka begitu disukai.

Hitagi Senjougahara di Bakemonogatari

Mengapa karakter tsundere kok malah disukai? Psikolog dan penggemar anime, Yoshihito Nautou, menjelaskan ketertarikan ini lewat bukti ilmiah. Argumen Nautou mengacu pada studi yang dilakukan oleh Gerald Clore, dari University of Illinois. Clore melakukan percobaan pada 338 partisipan dengan menunjukkan empat video dari dua orang (A dan B) yang tengah berinteraksi. Video-videonya sebagai berikut:

  • Video 1: A ramah ke B.
  • Video 2: A pada awalnya ramah ke B, tetapi menjadi dingin ketika percakapan berlanjut.
  • Video 3: A awalnya tidak ramah ke B, tetapi melunak saat percakapan berlanjut.
  • Video 4: A bertindak seperti seorang brengsek dan mengamuk selama keseluruhan percakapan.


Saat disurvei tentang perilaku mana yang paling menarik, mayoritas partisipan memilih video nomor tiga. Proses yang menyebabkan ini disebut efek untung-rugi. Pada dasarnya, ketika seseorang secara konsisten berlaku tidak menyenangkan pada kita, hal itu menetapkan dasar perilaku yang mewarnai harapan kita. Ketika orang itu ternyata menjadi lebih menyenangkan, bahkan jika cuma sedikit, kita akan menafsirkannya sebagai kemajuan, yang secara psikologis begitu menarik.

Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa hal itu menarik bagi gagasan kita untuk berhasil dalam memenangkan sebuah permainan. Tsundere dalam kondisi alaminya bakal memperlakukanmu kayak tai. Namun begitu kamu menampilkan daya tarik melalui beragam niat baik, pertahanan mereka akan turun. Kamu melihat muka mereka memerah dan mereka mencoba berlaku seolah-olah mereka tidak menyukaimu. Menghancurkan tembok mereka dengan niat baik adalah pencapaian memuaskan. Kamu menang dan sebagai hadiah, kamu mendapatkan sisi "dere" yang lembut dan indah.

Jadi jika menemui karakter tsundere ini, jika ada orang yang memperlakukanmu dengan tak ramah atau bahkan galak tanpa sebab, mereka mungkin mencoba menyembunyikan ketertarikan romantis yang tidak dapat mereka akui. Namun perlu juga dicatat, beberapa orang aslinya memang membencimu, jadi silahkan cari cermin terdekat.

Manfaat Psikologis Musik

woman listening music
Foto: Rakhmat Suwandi / Unsplash

Mendengarkan musik bisa menghibur dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini bahkan membuat kita lebih sehat. Musik dapat menjadi sumber kesenangan dan kepuasan, juga ada banyak manfaat psikologis lainnya.

Gagasan bahwa musik dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku kita mungkin tak terlalu mengejutkan. Jika kita pernah merasa bersemangat saat mendengarkan lagu rock bertempo cepat favorit kita atau terharu oleh pertunjukan live yang kalem, maka kita dengan mudah memahami kekuatan musik untuk memengaruhi suasana hati dan bahkan menginspirasi tindakan.

Efek psikologis dari musik dapat menjadi kuat dan luas jangkauannya. Terapi musik adalah intervensi yang kadang-kadang digunakan untuk meningkatkan kesehatan emosional, membantu pasien mengatasi stres, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa selera musik kita dapat memberikan wawasan tentang berbagai aspek kepribadian kita.

Musik dapat menenangkan pikiran, memberi energi pada tubuh, dan bahkan membantu orang mengelola rasa sakit dengan lebih baik. Jadi apa manfaat potensial lain yang mungkin disediakan musik?

1. Musik dapat meningkatkan kinerja kognitif


Penelitian menunjukkan bahwa background music, atau musik yang dimainkan ketika pendengar terutama berfokus pada kegiatan lain, dapat meningkatkan kinerja dalam tugas-tugas kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Satu studi menemukan bahwa memainkan lebih banyak musik ceria menyebabkan peningkatan dalam kecepatan pemrosesan sementara musik ceria dan ceria menyebabkan manfaat dalam memori.

Jadi pada saat kita mengerjakan tugas, pertimbangkan untuk menyalakan sedikit musik di latar belakang jika kita mencari peningkatan kinerja mental kita. Pertimbangkan untuk memilih lagu instrumental daripada lagu dengan lirik yang rumit, yang mungkin berakhir menjadi lebih mengganggu.

2. Musik dapat mengurangi stres


Telah lama diketahui bahwa musik dapat membantu mengurangi atau mengelola stres. Pertimbangkan tren yang berpusat pada musik meditatif yang diciptakan untuk menenangkan pikiran dan mendorong relaksasi. Untungnya, ini adalah salah satu tren yang didukung oleh penelitian. Mendengarkan musik bisa menjadi cara yang efektif untuk mengatasi stres.

Dalam satu studi pada tahun 2013, partisipan mengambil bagian dalam salah satu dari tiga kondisi sebelum terkena stresor dan kemudian mengambil tes stres psikososial. Beberapa partisipan mendengarkan musik yang menenangkan, yang lain mendengarkan suara gemericik air, dan sisanya tidak menerima rangsangan pendengaran.

Hasilnya menunjukkan bahwa mendengarkan musik berdampak pada respon stres manusia, terutama sistem saraf otonom. Mereka yang mendengarkan musik cenderung pulih lebih cepat setelah stres.

3. Musik membantu kita makan lebih sedikit


Salah satu manfaat psikologis yang paling mengejutkan dari musik adalah bahwa itu bisa menjadi alat penurunan berat badan yang bermanfaat. Jika kita mencoba menurunkan berat badan, mendengarkan musik yang lembut dan meredupkan lampu dapat membantu kita mencapai tujuan.

Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang makan di restoran rendah cahaya tempat musik lembut dimainkan mengkonsumsi makanan 18 persen lebih sedikit daripada mereka yang makan di restoran lain.

Para peneliti menyarankan bahwa musik dan pencahayaan membantu menciptakan suasana yang lebih santai. Karena para peserta lebih santai dan nyaman, mereka mungkin mengkonsumsi makanan mereka lebih lambat dan lebih sadar ketika mereka mulai merasa kenyang.

Anda dapat mencoba menerapkannya dengan memainkan musik lembut di rumah sambil makan malam. Dengan menciptakan suasana santai, Anda mungkin akan makan lebih lambat dan karena itu merasa lebih cepat kenyang.

4. Musik dapat meningkatkan memori


Banyak pelajar menikmati mendengarkan musik saat mereka belajar, tetapi apakah itu ide yang hebat? Beberapa merasa ingin mendengarkan musik favorit mereka saat mereka belajar untuk meningkatkan memori, sementara yang lain berpendapat bahwa itu hanya berfungsi sebagai gangguan yang menyenangkan.

Penelitian menunjukkan bahwa itu mungkin membantu, tetapi itu tergantung pada berbagai faktor yang mungkin termasuk jenis musik, kenikmatan pendengar musik itu, dan bahkan seberapa terlatih pendengar musik mungkin.

Satu studi menemukan bahwa siswa yang terlatih secara musik cenderung melakukan tes belajar dengan lebih baik ketika mereka mendengarkan musik netral, mungkin karena jenis musik ini kurang mengganggu dan lebih mudah diabaikan.

Di sisi lain, belajar lebih baik ketika mendengarkan musik positif, mungkin karena lagu-lagu ini menimbulkan lebih banyak emosi positif tanpa mengganggu pembentukan memori.

Studi lain menemukan bahwa partisipan yang belajar bahasa baru menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan dan kemampuan mereka ketika mereka berlatih menyanyikan kata-kata dan frasa baru versus hanya berbicara secara teratur atau berbicara berirama.

Jadi, sementara musik mungkin memiliki efek pada memori, hasilnya dapat bervariasi tergantung pada individu. Jika kita cenderung merasa terganggu oleh musik, kita mungkin lebih baik belajar dalam keheningan atau dengan trek netral diputar di latar belakang.

5. Musik dapat meringankan nyeri


Penelitian telah menunjukkan bahwa musik dapat sangat membantu dalam manajemen rasa sakit. Satu studi pasien fibromyalgia menemukan bahwa mereka yang mendengarkan musik hanya satu jam sehari mengalami pengurangan rasa sakit yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang berada dalam kelompok kontrol.

Dalam studi tersebut, pasien dengan fibromyalgia ditugaskan untuk kelompok eksperimen yang mendengarkan musik sekali sehari selama empat minggu atau kelompok kontrol yang tidak menerima pengobatan. Pada akhir periode empat minggu, mereka yang mendengarkan musik setiap hari mengalami penurunan yang signifikan dalam rasa sakit dan depresi. Hasil seperti itu menunjukkan bahwa terapi musik bisa menjadi alat penting dalam pengobatan nyeri kronis.

Sebuah ulasan penelitian tahun 2015 tentang efek musik pada manajemen nyeri menemukan bahwa pasien yang mendengarkan musik sebelum, selama, atau bahkan setelah operasi mengalami lebih sedikit rasa sakit dan kecemasan daripada mereka yang tidak mendengarkan musik.

Sementara mendengarkan musik pada setiap titik waktu efektif, para peneliti mencatat bahwa mendengarkan musik pra-operasi menghasilkan hasil yang lebih baik.

Tinjauan itu melihat data dari lebih dari 7.000 pasien dan menemukan bahwa pendengar musik juga membutuhkan lebih sedikit obat untuk mengatasi rasa sakit mereka. Ada juga sedikit lebih besar, meskipun tidak signifikan secara statistik, peningkatan hasil manajemen nyeri ketika pasien diizinkan untuk memilih musik mereka sendiri.

"Lebih dari 51 juta operasi dilakukan setiap tahun di AS dan sekitar 4,6 juta di Inggris," jelas penulis utama studi tersebut, Dr. Catherine Meads dari Brunel University dalam siaran pers. "Musik adalah intervensi non-invasif, aman, dan murah yang harus tersedia untuk semua orang yang menjalani operasi."

6. Musik membantu tidur lebih baik


Insomnia adalah masalah serius yang memengaruhi orang-orang dari semua kelompok umur. Meskipun ada banyak pendekatan untuk mengobati masalah ini serta gangguan tidur umum lainnya, penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik klasik yang menenangkan dapat menjadi obat yang aman, efektif, dan terjangkau.

Lihat: Anatomi Insomnia

Dalam sebuah studi yang mengamati mahasiswa, para peserta mendengarkan musik klasik, buku audio, atau tidak sama sekali. Satu kelompok mendengarkan musik klasik santai selama 45 menit, sementara kelompok lain mendengarkan buku audio sebelum tidur selama tiga minggu. Para peneliti menilai kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi.

Studi ini menemukan bahwa peserta yang mendengarkan musik memiliki kualitas tidur yang lebih baik daripada mereka yang mendengarkan buku audio atau tidak menerima intervensi.

Karena musik adalah pengobatan yang efektif untuk masalah tidur, itu dapat digunakan sebagai strategi yang mudah dan aman untuk mengobati insomnia.

7. Musik meningkatkan motivasi


Ada alasan bagus mengapa kita merasa lebih mudah untuk berolahraga ketika kita mendengarkan musik - para peneliti telah menemukan bahwa mendengarkan musik yang bergerak cepat memotivasi orang untuk berolahraga lebih keras.

Satu penelitian yang dirancang untuk menyelidiki efek ini menugasi 12 siswa pria sehat dengan bersepeda di sepeda statis dengan kecepatan sendiri. Pada tiga uji coba yang berbeda, para peserta bersepeda selama 25 menit sekaligus sambil mendengarkan daftar putar enam lagu populer dari berbagai tempo.

Tidak diketahui oleh pendengar, para peneliti membuat perbedaan halus pada musik dan kemudian mengukur kinerja. Musik dibiarkan dengan kecepatan normal, meningkat 10 persen, atau menurun 10 persen.

Jadi apa dampak perubahan tempo musik terhadap faktor-faktor seperti jarak bersepeda, detak jantung, dan kenikmatan musik? Para peneliti menemukan bahwa mempercepat trek menghasilkan peningkatan kinerja dalam hal jarak yang ditempuh, kecepatan mengayuh, dan tenaga yang diberikan. Sebaliknya, memperlambat tempo musik menyebabkan penurunan semua variabel ini.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang bergerak cepat tidak hanya menyebabkan olahragawan bekerja lebih keras selama olahraga mereka; mereka juga lebih menikmati musik.

Jadi, jika kita mencoba untuk tetap pada rutinitas olahraga, pertimbangkan untuk memuat daftar putar yang diisi dengan lagu-lagu cepat yang akan membantu meningkatkan motivasi dan kenikmatan rejimen olahraga kita.

8. Musik meningkatkan suasana hati


Manfaat musik lain yang didukung sains adalah bahwa hal itu mungkin membuat kita lebih bahagia. Dalam satu penelitian untuk menemukan alasan mengapa orang mendengarkan musik, peneliti menemukan bahwa musik memainkan peran penting dalam menghubungkan gairah dan suasana hati. Peserta menilai kemampuan musik untuk membantu mereka mencapai suasana hati yang lebih baik dan menjadi lebih sadar diri sebagai dua fungsi musik yang paling penting.

Studi lain menemukan bahwa dengan sengaja mencoba meningkatkan suasana hati dengan mendengarkan musik positif dapat berdampak dalam dua minggu. Peserta diinstruksikan untuk secara sengaja berusaha meningkatkan suasana hati mereka dengan mendengarkan musik positif setiap hari selama dua minggu. Peserta lain mendengarkan musik tetapi tidak sengaja diarahkan untuk menjadi lebih bahagia. Ketika para peserta kemudian diminta untuk menggambarkan tingkat kebahagiaan mereka sendiri, mereka yang dengan sengaja mencoba memperbaiki suasana hati mereka melaporkan merasa lebih bahagia setelah hanya dua minggu.

Baca juga: Lagu Opening Anime Meningkatkan Vitalitas

9. Musik mengurangi gejala depresi


Para peneliti juga menemukan bahwa terapi musik dapat menjadi pengobatan yang aman dan efektif untuk berbagai gangguan, termasuk depresi.

Sebuah studi yang muncul dalam World Journal of Psychiatry menemukan bahwa selain mengurangi depresi dan kecemasan pada pasien yang menderita kondisi neurologis seperti demensia, stroke, dan penyakit Parkinson, terapi musik tidak menunjukkan efek samping negatif, artinya sangat aman dan rendah. Pendekatan rawan terhadap pengobatan.

Satu studi menemukan bahwa meski musik dipastikan dapat berdampak pada suasana hati, jenis musik juga penting. Para peneliti menemukan bahwa musik klasik dan meditasi menawarkan manfaat penambah suasana hati terbesar, sementara musik heavy metal dan techno ditemukan tidak efektif dan bahkan merugikan.

10. Musik meningkatkan daya tahan dan performa


Manfaat psikologis penting lainnya dari musik terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan kinerja. Sementara orang memiliki frekuensi langkah yang disukai ketika berjalan dan berlari, para ilmuwan telah menemukan bahwa penambahan irama yang kuat dan ritmis, seperti trek musik yang bergerak cepat, dapat menginspirasi orang untuk mengambil langkah. Pelari tidak hanya dapat berlari lebih cepat saat mendengarkan musik; mereka juga merasa lebih termotivasi untuk terus berlari dan menunjukkan daya tahan yang lebih besar.

Menurut peneliti Costas Karageorghis dari Brunel University, tempo ideal untuk musik latihan adalah antara 125 dan 140 denyut per menit.

Sementara penelitian telah menemukan bahwa sinkronisasi gerakan tubuh dengan musik dapat menyebabkan kinerja yang lebih baik dan peningkatan stamina, efeknya cenderung paling menonjol dalam kasus olahraga intensitas rendah hingga sedang. Dengan kata lain, rata-rata orang lebih mungkin untuk mendapat manfaat mendengarkan musik lebih ketimbang atlet profesional.

"Musik dapat mengubah gairah emosional dan fisiologis seperti stimulan farmakologis atau obat penenang," jelas Dr. Karageorghis kepada The Wall Street Journal. "Ini memiliki kapasitas untuk merangsang orang bahkan sebelum mereka pergi ke gym."

Jadi mengapa musik bisa meningkatkan kinerja latihan? Mendengarkan musik sambil berolahraga menurunkan persepsi seseorang tentang aktivitasnya. Kita bekerja lebih keras, tetapi sepertinya kita tidak berusaha lebih keras. Karena perhatian kita dialihkan oleh musik, kita cenderung tidak merasakan tanda-tanda aktivitas yang jelas seperti peningkatan pernapasan, berkeringat, dan nyeri otot.

Lagu Opening Anime

terror in resonance earphone music

Musik tampaknya alat emosional yang kuat. Nada-nada kalem dan gema dari komposisi warisan Mozart atau Tchaikovsky dari abad lampau masih dapat membangkitkan kesepian dan keputusasaan. Betapa memuaskan bernyanyi bersama The Beatles dan Nirvana saat sedang muak dengan dunia, atau menenangkan diri lewat tiupan saksofon dari John Coltrane, atau menatap langit-langit kamar sambil menyetel Plastic Love-nya Mariya Takeuchi, atau bersedih bersama Someone Like You-nya Adele, atau bergoyang bareng Nella Kharisma dan Darso.

Klasik, folk, rock, blues, jazz, punk, hip hop, alternative, dubstep, Britpop, K-pop, Pop Sunda sampai dangdut koplo, semua musik dan perkembangan sejarahnya, hari ini berada dalam genggaman, kita bebas memilih - meski seringnya algoritma rekomendasi dan selera personal yang membatasi kebebasan ini.

Manfaat Musik Pada Tubuh


Sebagian besar kita bisa mendengarkan beberapa genre musik berkat kemudahan akses tadi, dan mendengarkan musik jadi pengalaman yang jauh lebih personal ketimbang masa-masa sebelumnya (terima kasih buat penemu earphone), dan menemukan satu genre musik yang kita sukai lebih mudah daripada sebelumnya.

Namun, aspek-aspek tertentu dari musik bekerja hampir pada kita semua, yang berarti musik dapat digunakan dalam berbagai pengaturan untuk mengurangi stres, menginspirasi kepercayaan, dan meningkatkan produktivitas. Gagasan bahwa musik dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku ini mungkin tidak terlalu mengejutkan. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan musik yang dimainkan ketika pendengar berfokus pada kegiatan lain, dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas kognitif tersebut.

Lihat: Manfaat Psikologis Musik

Lagu Opening Anime Meningkatkan Vitalitas Hidup



Pasti dari kita punya semacam lagu-lagu penyaman tapi merasa malu kalau ketahuan orang, lagu-lagu yang banyak menemani keseharian kita tapi hanya jadi rahasia kita, lagu-lagu yang sering menyelamatkan kita tapi hanya boleh didengar lewat earphone kita atau ketika tak ada orang lain di sekitar. Buat saya itu adalah lagu-lagu opening anime.

Mereka selalu bikin vitalitas hidup makin meningkat dan efek samping berupa keinginan untuk menonjok monster dan injeksi semangat untuk mengubah dunia ke arah yang lebih baik. Setidaknya saya menyetel lagu-lagu opening anime dalam beragam aktivitas keseharian, dari saat membaca sampai cuci piring. Namun, entah mengapa saya sulit mengumbarnya, sebagian besar alasannya karena malu jika dicap weebo atau dianggap selera musiknya sampah.

Saya teringat Kabakura Taro di Wotakoi: Love Is Hard for Otaku yang awalnya merahasiakan tipsnya menyervis bola, karena malu dicibir sebagai otaku oleh adik kelasnya Hanako Koyanagi. Kabuka bisa menyervis bola dengan cemerlang sebab ia punya trik jitu dengan memainkan lagu anime dalam kepalanya, dan lewat itu ia merasa seperti karakter protagonis anime, bisa melampau batas dirinya dan mampu menciptakan keajaiban. Terdengar konyol tapi bagi Kabakura itu penting.

wotakoi manga kabakura anime song quote

wotakoi manga kabakura anime song quote

Seperti Kabakura, saya sering memilih lagu-lagu anime untuk menemani ketika olahraga lari. Ada alasan bagus mengapa kita merasa lebih mudah untuk berolahraga ketika kita mendengarkan musik, para peneliti telah menemukan bahwa mendengarkan musik bertempo cepat memotivasi orang untuk berolahraga lebih keras.

Penelitian menemukan bahwa mempercepat trek menghasilkan peningkatan kinerja dalam hal jarak yang ditempuh, kecepatan mengayuh, dan tenaga yang diberikan. Sebaliknya, memperlambat tempo musik menyebabkan penurunan semua variabel ini. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik bertempo cepat tidak hanya menyebabkan kita bekerja lebih keras, tetapi juga bakal lebih menikmati musiknya. Jadi, saya selalu mempertimbangkan untuk memuat daftar putar yang diisi dengan lagu-lagu anime.

Kenapa Lagu Opening Anime Begitu Menarik?


Kenapa saya begitu suka lagu-lagu opening anime? Saya percaya ini ada hubungannya dengan aspek yang saling terkait dari anime yang saya tonton. Pertama, lagu-lagu anime sebenarnya sudah bagus dari sananya. Lagu itu sendiri harus bagus untuk saya sukai dan karena saya suka lagu itu, ia meningkatkan pengalaman menonton anime. Ketika saya menonton anime, saya merasakan berbagai jenis perasaan seperti kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, dan semua faktor ini di anime menjadi memori yang hebat.

Ketika saya mendengarkan lagu sambil menonton anime, terasa enak tetapi ketika saya mendengarkannya lagi, apakah dengan anime atau dengan sendirinya, itu menjadi jauh lebih nikmat karena semua yang terkait dengan lagu tersebut.

Baca juga: 7 Lagu Opening Sword Art Online

Kemudian, yang menambah keindahan adalah ketika saya mulai sangat mencintai lagu tersebut dan kemudian tidak bisa menolak untuk mencari artinya. Saya mencari terjemahan liriknya dan terpesona oleh betapa indahnya lirik dan betapa berartinya mereka dibandingkan dengan anime. Itulah yang membuat lagu anime begitu nikmat, meski tentu saja tidak semua lagu anime bagus, tapi banyak di antaranya yang meninggalkan kesan.

Lagu-lagu opening anime memuat optimisme penuh sakarin beserta kekuatan cinta dan persahabatan, semangat pantang menyerah untuk menekel beragam halang rintang, sesuatu yang terasa begitu imajinatif bagi saya hari ini. Namun sebenarnya, jauh di lubuk hati, saya tahu saya masih seorang pemimpi.

Khasiat Kesedihan

Foto: Verne Ho / Unsplash

Cara kesedihan bekerja adalah salah satu teka-teki teraneh di dunia. Ia membakar, bukan hanya karena hadirnya rasa sakit, tetapi karena ia tampaknya menyebar ke seluruh hidup kita, seperti asap dari kebakaran hebat. Kita mungkin merasa sulit untuk melihat apa pun selain kesedihan itu sendiri, seperti asap dapat mengubah pemandangan jadi hitam belaka. Tentu saja, seperti bakal ada petugas pemadam kebakaran yang menjinakkan kobaran api, kesedihan bisa dipadamkan, tetapi tidak pernah memulihkan apa yang telah terbakar.

Ketika kesedihan datang, tampaknya tidak ada yang bisa kita lakukan untuk melarikan diri darinya. Apakah karena berakhirnya sebuah hubungan romantis, atau kegagalan menggapai angan-angan, atau kematian orang yang kita cintai, atau mungkin gara-gara nonton serial drama, kesedihan adalah emosi normal, sekaligus menjadi satu perasaan yang secara konsisten kita coba hindari. Kita merasa harus berlari ke arah kebahagiaan - yang seringnya malah bikin kita makin tertekan.

Kebahagiaan, di sisi lain, memang telah banyak diketahui punya berbagai macam keuntungan, dari meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kita lebih tahan terhadap rasa sakit, juga mengurangi stres dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas hidup kita. Kesedihan sepertinya tak punya guna bagi kita, hanya simbol kelemahan. Namun, selama beberapa tahun terakhir, lewat beragam penelitian ilmiah, telah ditemukan beragam manfaat kesedihan. Sesuatu yang tampaknya bisa membenarkan eksisnya perasaan manusiawi ini, bahwa kesedihan bukan kesalahan.

1. Komunikasi yang lebih baik


Saat kita sedih, berbicara dengan orang lain tampak berat, kecuali jika dengan seseorang yang dekat dengan kita atau konsul langsung ke profesional. Hanya saja itu bukan sesuatu yang kita sukai kalau sedang berada dalam kondisi itu. Namun, jika kita mengumpulkan cukup kemauan untuk melakukannya, kita akan menyadari bahwa kita jauh lebih baik dalam percakapan ketika sedang berada dalam suasana hati yang buruk.

Sebuah penelitian dari UNSW Sydney tentang bagaimana suasana hati memengaruhi keterampilan komunikasi telah menemukan bahwa orang yang sedang sedih jauh lebih persuasif, dan lebih baik dalam memengaruhi pendapat pendengar mereka. Tampaknya, menjadi sedih mengubah cara kita memproses sesuatu, dan membuat kita lebih jelas dalam menyampaikan apa yang ingin kita katakan.

2. Meningkatkan pengembangan memori


Kesedihan memengaruhi otak dengan cara yang tidak kita mengerti, terutama mengenai berbagai kemampuan kognitif kita. Walaupun jelas memiliki efek negatif di banyak hal, seperti kemampuan analitis dan pemikiran abstrak, tapi kesedihan juga membuat kita lebih baik dalam hal-hal lain, seperti menghafal.

Beberapa eksperimen telah menemukan bahwa orang yang sedih jauh lebih baik dalam proses ingatan. Penelitian di Cardiff University menunjukkan bahwa orang yang sedih lebih baik dalam hal pengenalan wajah ketimbang orang yang sedang bahagia.

3. Empati lebih tinggi


Orang yang menderita depresi, bahkan yang ringan, dianggap terputus dari seluruh dunia. Soal empati, kita selalu berpikir bahwa orang yang lebih bahagia akan lebih siap dan lebih bersedia untuk membantu orang lain. Namun, penelitian membuktikan, justru terjadi sebaliknya.

Eksperimen yang dilakukan Queen's University di Kanada pada siswa yang mengalami depresi ringan menunjukkan bahwa menjadi sedih dapat membuat kita lebih berempati terhadap emosi orang lain. Mereka tampil secara signifikan lebih baik pada tes daripada siswa yang tidak depresi. Selain dapat diartikan bahwa kebahagiaan membuat kita lebih egois, para peneliti juga berpikir bahwa hal ini disebabkan oleh munculnya hipersensitivitas pada saat depresi.

4. Keahlian berpikir lebih baik


Kebanyakan orang tidak merasa ingin melakukan apa pun ketika mereka sedang sedih atau dalam suasana hati yang buruk, inginnya duduk nyaman di satu tempat atau makan seenaknya. Ini adalah respons alami tubuh terhadap kesulitan emosional, bahkan jika kita tidak mengerti kenapa itu bisa membantu. Jika kita berusaha dan mengerjakan beragam hal pada saat itu, kita akan menemukan bahwa itu sebenarnya waktu terbaik untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan pemikiran.

Penelitian yang dilakukan University of Waterloo, Kanada, menemukan bahwa orang-orang dalam suasana hati yang buruk jauh lebih baik dalam fokus, manajemen waktu dan prioritas tugas, walaupun hanya jika mereka reaktif secara emosional. Namun, justru sebaliknya bagi orang-orang yang kurang rentan terhadap emosi negatif, yang melihat penurunan kemampuan fungsi mereka selama fase buruk mereka.

5. Motivasi lebih baik


Kesedihan seringnya dikaitkan dengan kurangnya motivasi. Saat kita sedih, kita cenderung berfokus pada hal-hal yang membuat kita sedih ketimbang berfokus untuk mengatasinya. Masuk akal bahwa menjadi sedih juga akan datang dengan ketidakmampuan untuk memperbaiki penyebab sebenarnya dari masalah. Namun, secara ilmiah, kurangnya motivasi bukanlah salah satu efek samping dari kesedihan.

Faktanya, penelitian University of New South Wales menunjukkan bahwa kesedihan adalah alat motivasi yang cukup efektif. Orang yang bahagia cenderung merasa nyaman dan kurang memiliki kecenderungan untuk mengubah apa pun dalam hidup mereka, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perasaan mandek atau tidak terpenuhi. Sebaliknya, orang yang sedih lebih terdorong untuk keluar dari situasi mereka, dan memiliki kemauan yang lebih tinggi untuk berubah menjadi lebih baik.

6. Lebih baik dalam menghadapi kesulitan


Kesedihan adalah respons alami terhadap hal-hal yang tidak menguntungkan kita. Kita semua mengalaminya sesekali tergantung pada keadaan kita masing-masing. Sementara kita sepakat bahwa menyebalkan untuk menjadi sedih, tapi sains mengatakan bahwa kesedihan itu sebenarnya bermanfaat.

Satu studi yang dilakukan di University of Buffalo, New York, pada 2.400 partisipan menemukan bahwa orang-orang yang telah mengalami semacam kemalangan dalam kehidupan masa lalu mereka lebih bisa menyesuaikan diri secara emosional daripada yang lain. Mereka lebih baik dalam menghadapi situasi buruk daripada mereka yang belum pernah mengalami pengalaman serupa, membuat mereka lebih siap untuk menghadapi kesulitan di kemudian hari.

7. Tanda bahwa kita orang baik


Sudah lama diduga bahwa umumnya orang baik memiliki kemungkinan lebih besar untuk bersedih terhadap keadaan dunia di sekitar mereka. Meskipun kita tidak pernah memiliki banyak data untuk mendukungnya, masuk akal bahwa semakin baik terhadap orang lain, semakin besar kemungkinan akan terpengaruh secara negatif oleh situasi buruk mereka.

Penelitian yang dilakukan Rutgers University mengkonfirmasi bahwa hal itu benar. Orang yang lebih prososial atau lebih sadar akan orang lain cenderung memiliki gejala depresi, atau lebih mungkin mengembangkannya di kemudian hari.

Candu Hikikomori


Tatsuhiro Sato, berusia 22 tahun, selama empat tahun paska drop-out dari kuliah karena menderita serangan panik yang parah, hanya hidup di dalam kamar indekos mungilnya di Tokyo. Dia membayangkan bahwa ada semacam konspirasi yang membuatnya jadi hikikomori, bahwa ada organisasi rahasia yang memproduksi ilusi adiktif berupa khayalan yang terus berlanjut dan muncul kembali ketika dia sedang stres.

Ketika mendengar tetangga membunyikan lagu tema dari serial anime magical girl semacam Minky Momo, Sato merasa terganggu dan uring-uringan. Tak tahan, ia memberanikan diri keluar kamar untuk menegur, dan menemukan kalau tetangganya itu adalah adik kelasnya ketika sekolah menengah dulu, Yamazaki Kaoru. Meski tak separah Sato, Yamazaki hampir mendekati hikikomori kalau saja dia tidak harus keluar untuk ambil kelas di sekolah desainer video game. Yamazaki adalah tipikal otaku yang menyukai anime, hentai dan video game.

Kemudian hadir seorang gadis misterius, Misaki Nakahara, yang mengajak Sato ke dalam "proyek" yang ia rancang, untuk membantunya keluar dari jeratan hikikomori. Sato hampir tidak tahu apa-apa tentang Misaki, tetapi Misaki tahu semua tentang Sato dan hidupnya. Bahkan sebelum bertemu dengannya, Misaki sudah tahu namanya, ulang tahun, dan bahkan kenyataan bahwa Sato berhenti kuliah. Pada awalnya Sato ragu untuk menerima tawarannya, berpura-pura bukan seorang hikikomori, tetapi akhirnya menerima tawarannya.

Misaki memberi Sato sebuah kontrak yang pada dasarnya menguraikan bahwa sekali sehari mereka akan bertemu di malam hari di sebuah taman. Misaki akan memberi kuliah kepada Tatsuhiro dalam upaya untuk membebaskannya dari gaya hidupnya. Selama sesi ini, banyak subjek dibahas, kebanyakan berkaitan dengan psikologi atau psikoanalisis, misalnya menafsirkan mimpi Tatsuhiro baru-baru ini. Namun, baik Tatsuhiro dan Misaki, memiliki kecenderungan melakukan hal-hal yang mengada-ada, seperti menyembunyikan kebenaran, terutama dari satu sama lain dan dari diri mereka sendiri.



Welcome to NHK adalah anime yang memiliki tema keputusasaan, kesepian, kecemasan, dan bagaimana hal itu dapat menenggelamkan kita. Apa yang kita lihat di sekitar kita dapat diubah olehnya, dan kita dapat membuat diri kita berpikir bahwa semua orang di sekitar kita keluar untuk menertawakan kita dan meremehkan keberadaan kita, meskipun itu semua hanya ada di kepala kita. Welcome to NHK merupakan novel Jepang yang ditulis oleh Tatsuhiko Takimoto, diterbitkan 2002, dan kemudian diadaptasi menjadi anime 24 episode yang ditayangkan pada tahun 2006. Meski begitu kisahnya masih sangat relevan sampai hari ini.
Lihat: 15 Anime Adaptasi dari Novel

Tema-tema di sepanjang cerita berhubungan dengan depresi, isolasi, ketakutan eksistensial, kesulitan hidup dan bagaimana seseorang harus menghadapinya dengan cara mereka sendiri. Welcome to NHK menganalisa banyak sekali fenomena hikikomori. 
Definisi kamus hikikomori adalah "keadaan atau kondisi penarikan sosial akut". Jumlah orang yang hidup dengan gaya hidup hikikomori atau NEET (Not in Employment, Education or Training) meningkat setiap hari di seluruh dunia tetapi mereka sebagian besar terkonsentrasi di Jepang. Hikikomori pada dasarnya menutup diri. Mereka merasa tidak nyaman di hadapan orang lain sehingga mereka membenamkan diri di kamar atau rumah. Mereka bisa menjalani laku ini karena ada akomodasi, apakah pemberian dari orang tua atau saudara, atau pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah.

Selain berkaitan dengan fenomena hikikomori, Welcome to NHK juga mengeksplorasi banyak subkultur Jepang lainnya, misalnya otaku, lolicon, dan klub bunuh diri internet. Sepanjang jalan kita juga menghadapi skema licik multi-level marketing, kecanduan permainan online serta pornografi internet, dan game erotis yang dirancang untuk menarik para bujangan putus asa.


Sepanjang anime, Sato melalui perjalanan emosional dan mental. Kadang-kadang, ia tampak bisa keluar dari cangkangnya dan bisa keluar dari jerat hikikomori, untuk kemudian disedot kembali oleh hal-hal yang tidak menguntungkan dan keputusasaan dirinya. Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik, Sato malah sering berpikir berlebihan, dan akhirnya berprasangka bahwa apa pun situasi baik yang dia alami hanya untuk membuatnya berubah menjadi hikikomori yang lebih terisolasi secara sosial. Sato sebenarnya cukup pintar untuk seseorang dalam situasinya, dia hanya tidak mampu secara mental untuk keluar dari kebiasaannya. Misaki dan Yamazaki berusaha keras untuk membuatnya kembali ke kehidupan bermasyarakat, tetapi Sato sering membalikkan kemajuan yang dibuatnya.

Hampir semua hal tentang Welcome to NHK mendukung kisahnya yang luar biasa dan memikat. Soundtrack-nya menggairahkan, menekan, dan membuat penonton cemas. Hubungan yang dibangun Sato dengan karakter lain cukup memuaskan untuk ditonton, bahkan jika dia terus-menerus mengacaukannya. Secara keseluruhan, Welcome to the NHK adalah anime brilian yang menampilkan perjuangan seorang yang mencoba memasuki kembali masyarakat setelah bertahun-tahun terisolasi.