Tampilkan postingan dengan label storyboard. Tampilkan semua postingan

Membuat Storyboard Untuk Video Marketing yang Kreatif

storyboard video marketing
Sumber: Freepik

Memiliki profesi marketing bisa menjadi tantangan tersendiri dan profesi ini yang paling diperlukan oleh semua perusahaan. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang marketing saat ini tidak hanya berupa pandai berkomunikasi saja, melainkan membuat storyboard untuk video marketing. Tidak perlu memiliki kemampuan untuk menggambar, karena bisa diserahkan ke bagian desain.

Kamu hanya perlu pandai berakting sesuai storyboard dan menyampaikan tentang kelebihan suatu produk, maka penting untuk memahami apa itu storyboard, fungsi storyboard, tujuan, dan lain-lain. Penggunaan bisa untuk produk apa saja asalkan dikemas dengan kreatif. Penasaran mengenai seluruh informasi yang berkaitan dengan storyboard, bisa kamu lihat di sini.

Pengertian dari Storyboard


Storyboard merupakan sebuah sketsa gambar yang tersusun teratur mirip dengan komik yang dibuat untuk tujuan pembuatan video atau film. Cerita yang disampaikan melalui storyboard harus berurutan dan memuat ide yang menarik. Storyboard juga harus digambar secara rinci untuk bisa membuat para pemainnya paham terhadap scene yang akan dimainkan.

Selain itu, storyboard ini bisa mewakili sebuah film dan bisa diedit tanpa adanya kekurangan adegan sama sekali. Tidak semua sutradara mengandalkan storyboard, tetapi adegan yang penting biasanya menggunakan storyboard.

Penggunaannya tidak hanya meliputi film atau video hiburan saja. Perusahaan juga banyak yang menggunakannya untuk membuat video marketing. Gambar yang ada didalamnya membantu kameramen untuk mengetahui arah angle kamera, pencahayaan, dan transisi yang diperlukan serta lengkap dengan dialog yang ada pada note-nya.

Pentingnya Menggunakan Storyboard


Sebuah storyboard sangat penting dibuat sebelum membuat video marketing. Alur gambarnya membantu perencanaan mulai dari awal scene sampai akhir scene video. Pembuatannya juga harus melibatkan banyak tim, supaya bisa memberikan ide brilian terhadap visual pada video.

Menggunakan storyboard dapat membantu pada saat gladi bersih juga sebelum dilakukan pembuatan video sesungguhnya. Ini juga dapat membantu identifikasi terhadap adanya celah yang kurang sebelum menghabiskan terlalu banyak uang saat melakukan proses produksi. Pengarahan seluruh kru yang bertugas juga menjadi lebih mudah menggunakan storyboard.

Contoh Video Marketing yang Menarik


Pembuatan storyboard yang legenda pernah terjadi pada tahun 2009 silam yang dilakukan oleh Dropbox. Itu hanya merupakan salah satu contoh dari storyboard yang berkesan. Masih ada beberapa perusahaan yang mampu membuat storyboard dengan berhasil yakni Facebook dan Salesforce Demo.
Storyboard juga bisa langsung digunakan untuk membuat video. Tidak lagi perlu pemain dalam jumlah banyak untuk membuat video tersebut. Kamu bisa melihat contoh hasil membuat storyboard untuk video marketing yang sangat menarik melalui perusahaan Dropbox.

Perusahaan yang satu ini pertama kali memperkenalkan diri pada 2009 silam melalui sebuah storyboard yang dibuat menjadi video marketing. Hasilnya sampai saat ini masih sering diperbincangkan oleh banyak marketing yang menyaksikan pertama kali saat video tersebut diluncurkan.


Saat pertama kali dirilis, setiap hari penonton bertambah sekitar 30.000 yang ujungnya berdampak pada pertumbuhan profit perusahaan. Pembuatan video Dropbox ini dinilai berhasil dan akhirnya banyak ditiru oleh perusahaan lain. Kalau kamu penasaran bisa mencoba untuk menonton videonya langsung di Youtube sebagai referensi kamu dalam membuat storyboard.

Struktur Dasar Membuat Storyboard untuk Video Marketing


Kamu memiliki keahlian dalam menggambar bisa saja mencoba membuatnya. Ada beberapa struktur dasar dari storyboard, seperti:

1. Pembukaan


Pembukaan pada video marketing harus dibuat menjadi sangat menarik, sehingga bisa langsung menarik perhatian banyak orang. Cara ini sangat efisien dalam membuat penonton menjadi ingin terus melihat video iklan. Scene pembukaan ini perlu mengerahkan daya kreativitas yang tinggi untuk bisa menciptakan opening video yang mengena di pikiran penonton.

2. Pernyataan Masalah


Bagian selanjutnya adalah membuat gambar storyboard berisikan pernyataan masalah yang banyak dihadapi orang-orang. Pada bagian ini, perlu untuk memahami pola pikir orang-orang yang menjadi target pemasaran. Untuk dapat memahami pola pikir orang-orang yang menjadi target, maka kamu perlu menghabiskan banyak waktu seperti konsumen tersebut.

3. Solusi


Scene yang paling penting dari sebuah storyboard adalah solusi. Jika pernyataan masalah kamu sudah tepat, seharusnya pada bagian solusi ini kamu bisa mendapatkan banyak sekali konsumen. Kamu perlu menjelaskan secara rinci mengenai produk yang ditawarkan dan menunjukkan beberapa review orang yang menyukai produk kamu, termasuk pendapat mereka.

4. Call To Action


Segmen adegan terakhir dari storyboard memuat gambar tentang memanggil konsumen untuk segera memakai produk yang kamu jual. Bagian ini adalah video yang membuat orang langsung berusaha menghubungi bagian penjualan produk. Bisa dikatakan sebagai bagian akhir yang mendatangkan uang.

Seorang marketing perlu beradegan untuk mengambil sebuah form, atau mengunjungi website, atau mencoba untuk membeli produk. Ketika suatu video dibuat menarik dan sesuai dengan pola pikir target serta memberikan solusi yang tepat, ini bisa menjadi video ampuh untuk membujuk konsumen.

Setiap kali membuat storyboard perlu menambahkan brand perusahaan, alamat website, dan CTA yang jelas juga. Storyboard seperti itu dapat mengantarkan pembuatan video yang nantinya dapat terngiang di benak para penonton.

Baca juga: Domain .com murah Indonesia

video marketing director
Sumber: freepik.com

Langkah-Langkah Membuat Storyboard 


Kamu sudah memahami struktur dasar dari membuat storyboard untuk video marketing. Sisanya kamu hanya perlu memahami bagaimana memulainya. Beberapa langkah membuat storyboard bisa kamu lakukan berikut.

1. Buat Timeline


Semua storyboard harus berlandaskan kepada waktu. Pada langkah ini perlu dipikirkan waktu yang dikaitkan dengan setiap adegan. Pastikan saat membuat video sesuai dengan alur timeline yang sudah dibuat.

2. Buat Adegan yang Menyorot Produk


Tim storyboard sudah mendesain adanya adegan call to action. Selanjutnya tim kamu perlu membuat adegan yang menyorot produk secara zoom in. Berikan pengetahuan mengenai fitur apa saja yang membedakan produk kamu atas produk lain yang serupa. Ini bisa menjadi penunjang dari ajakan kepada konsumen untuk segera membeli produk secara tidak langsung.

3. Atur Seberapa Detail Adegan yang Perlu Dilakukan


Membuat storyboard tidak selalu harus rinci dari awal adegan sampai akhir. Terlalu banyak informasi yang diberikan justru akan membuat viewer pusing. Kamu perlu membuat adegan yang rinci hanya untuk bagian yang penting saja.

4. Tulis Script pada Setiap Adegan


Jadi satu scene terdapat gambar, timeline, dan script. Membubuhkan script ini pada setiap adegan akan membantu para pemain film memahami kapan ia harus berbicara untuk setiap scene. Ini juga akan sangat membantu sutradara dalam mengarahkan kru kameramen dan para pemainnya.

5. Pilih Software yang Tepat Untuk Membuat Storyboard


Saat ini ada banyak sekali software desain grafis yang bisa dipilih dalam pembuatan storyboard. Sedangkan alat untuk menampilkan setiap adegan bisa menggunakan software presentasi, seperti Google Slides dan Ms. Power Point. Sedangkan software desain grafis bisa menggunakan Adobe Illustrator maupun InDesign.

Jika kamu menghendaki penggunaan software khusus storyboard, maka kamu bisa menggunakan Amazon Storyteller. Sedangkan masing-masing template untuk storyboard bisa dibuat menggunakan Google Slides.

Ada juga sebagian orang yang menggunakan software Adobe Photoshop Sketch yang perlu didukung dengan stylus dalam pembuatan storyboard. Memang ada banyak sekali software yang diperlukan agar storyboard bisa menjadi baik dan mampu membuat seluruh kru yang bertugas mengambil video menjadi paham terhadap setiap scene.