PC Gaming, Seni Merakit Komputer Idaman

Sebagai platform video game, PC gaming mungkin jadi satu-satunya tempat kita dapat memiliki sesuatu yang menyerupai hubungan dengan perangkat keras.

Kita punya kontrol, berbagai aspek tersedia bagi kita untuk diubah atau diabaikan, yang terbukti bagi siapa pun yang memainkan game di perangkat komputer.

Merakit PC Gaming

PC layaknya game open world, apakah itu The Elder Scroll: Skyrim, Deus Ex, The Witcher 3: Wild Hunt, Divinity: Original Sin 2, atau Red Dead Redemption 2, yang mempercayakan kita untuk memutuskan berbagai hal.

Bahkan jika kita membeli rig yang sudah jadi atau kita menggunakan laptop, seiring waktu, kita mulai mendengarkan ketika perangkat kita bekerja. Kita menyadari bahwa kita tidak sedang bermain dengan kotak hitam misterius.

Kita akan memperhatikan ketika waktu boot yang lama, ketika kipas casing kita berputar kencang, ketika framerate agak goyah setelah update patch terbaru. Kita kemudian akan mengubah perilakunya agar berfungsi lebih baik untuk kita.

PC Gaming adalah kerajinan yang kita praktikkan. Ini adalah hobi yang kaya dengan tradisinya sendiri, dan debat jangka panjangnya sendiri, dari soal AMD atau Nvidia; pendingin liquid atau pendingin kipas; Quake atau Unreal.

PC Gaming memberi kita pilihan untuk menjadi lebih dari sekadar konsumen hiburan yang pasif. Menjadikan kita peserta aktif dalam membuat kesenangan kita sendiri. Modder kadang-kadang dicirikan sebagai faksi pinggiran dari hyper-enthusiast, tetapi sebenarnya seluruh gagasan tentang modifikasi adalah endemik dari hobi ini.

Perkembangan PC Gaming

Kedekatan game PC dengan internet yang lebih besar memberdayakan pembuatan kesenangan itu lebih jauh. Pengalaman dalam game kita menyebar ke komunitas, ketika diskusi, pemecahan masalah, berbagi file dengan mudah, dan pengorganisasian di Discord, Reddit, Battle.net, atau Tom’s Hardware semuanya tak berjarak.

PC gaming makin semarak, dapat diakses, terjangkau, dan bagus. Namun seiring dengan berlanjutnya zaman keemasan yang tak pernah berakhir ini, kita juga memiliki kewajiban untuk mengakui masalah yang menyertainya.

Monopoli Valve atas distribusi sebagian besar telah menempatkan PC gaming di tangan yang baik, tetapi perusahaan terus tersandung melalui hal-hal penting seperti moderasi konten.

Ketika kegilaan cryptocurrency mendorong harga kartu grafis jauh di atas harga ecerannya tahun lalu. Toxicity adalah wabah yang terlihat jelas dan tidak ditangani dengan baik oleh beberapa komunitas dan permainan kompetitif terbesar. Dan pengembang sendiri, yang membuat game untuk beberapa studio tersebut, menghadapi kondisi kerja yang tak stabil dan tak pasti.

Teknologi rakitan ini memang selalu ditemani sedikit sakit kepala. Yang terpenting adalah kita bertanggung jawab atas mereka, dan memberdayakan satu sama lain untuk membuat platform bersama, terbuka, dan independen.

Share your love
Arif Abdurahman
Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial asal Bandung, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Articles: 1772

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *