Kategori
Celotehanku

Adakah Cara Agar Berhenti Bercita-cita Jadi Penulis?

lazy-cat

Selain menonton sekumpulan Tuhan yang pandai menari (baca: idol) di Youtube, kesenangan saya lainnya untuk menjalani kehidupan yang memuakkan ini adalah dengan membaca. Sejauh ini saya sangat menikmati menjadi seorang pribadi yang plegmatis-pesimistik, namun saya optimis bahwa keskeptisan dan kearipan hidup ini akan terus berlanjut. Sialnya, semakin banyak membaca justru semakin timbul hasrat celaka untuk jadi seorang penulis, dan bodohnya, saya malah yakin kalau bakal jadi penulis hebat. Sebab inilah, dari asalnya membaca cuma sebatas bentuk eskapisme, sekarang punya sebuah tuntutan membaca-untuk-menulis. Membaca masih terasa menyenangkan, tapi ada tapinya tadi.

Kategori
Inspirasi

Ingin Jadi Penulis Hebat, Piara Kucing!

“Jika kau ingin menjadi seorang penulis novel psikologis dan menulis soal manusia,” sebut Adous Huxley dalam rangka memberi wejangan bagi penulis muda, “jalan terbaik yang dapat kau lakukan adalah dengan memiara sepasang kucing.”

Memang apa sih yang spesial dari kucing? Apa yang istimewa selain sebagai makhluk imut yang katanya punya sembilan nyawa ini? Nah, Ernest Hemingway menyebut:¬†“Seekor kucing punya kejujuran emosional sebetul-betulnya: manusia, untuk beberapa alasan, dapat menyembunyikan perasaannya, namun kucing enggak.”