Kategori
Argumentum in Absurdum

Hokage, Übermensch dan Aristokrasi

hokage naruto boruto

A historical claim: “The beginnings of everything great on earth are soaked in blood thoroughly and for a long time.” – Nietzsche, Genealogy of Morals

Seperti Desa Konoha, yang meski fiktif, sebuah desa besar yang seringnya dalam lindungan damai, desa yang tumbuh sehabis rekonsiliasi antara klan Senju dan Uchiha – yang terlibat sengketa selama berpuluh-puluh tahun. Berkat inisiasi Hashirama Senju dan Madara Uchiha maka terbentuklah sebuah masyarakat madani dalam sebuah kesatuan desa. Desa Konoha, desa tersembunyi oleh daun pohon, mula-mula hanyalah sebuah ide utopis yang muncul dari kedua pemimpan klan tadi selama masa perang berkecamuk.

Setelah Konoha lahir, Hashirama kemudian mencipta konsep “Hokage”, istilah untuk pemimpin desa, dan menunjuk Madara sebagai orang yang pantas memegang tampuk jabatan ini. Namun, konsensus publik memilih Hashirama yang harus jadi orang no. 1 di Desa Konoha ini. Sebuah proses demokratis.

Kategori
Argumentum in Absurdum TV Geek!

Avatar Legend of Korra dan Ideologi Politik

the_legend_of_korra_wallpaper_1920x1080_06

Setelah manga Naruto dan kisah Doraemon, tahun 2014 diakhiri dengan berakhirnya Avatar: The Legend of Korra.

Di saat long weekend namun jalanan banjir dan macet dimana-mana, satu opsi mengisi liburan yang pas ya maraton nonton. Dan menamatkan kisah Korra sang Avatar setelah Aang ini adalah pilihan tepat.

Jika di Avatar The Last Airbender, seluruh kisah dari book 1 sampai terakhir Aang harus memadamkan kolonialisme yang dilakukan Negara Api. Maka untuk Avatar Korra, tiap book punya musuh yang berbeda-beda. Semua antagonis punya pandangan politis yang berbeda-beda, memang niatnya untuk menciptakan perubahan, namun sayang terlalu ekstrim dan radikal.