The People’s Game: Salman Rushdie’s Notes

jurgen klinsmann tottenham hotspur

1. WE ARE THE WORLD

In 1994, when the soccer World Cup was about to be played across the length and breadth of a largely indifferent America, perhaps the main concern of those few U.S. citizens who knew it was happening was that the alien phenomenon of soccer hooliganism might be about to arrive in the States. Fortunately the England team failed to make the finals, and so the feared English hooligans stayed home. Fortunately for the hooligans, I suspect, for, as I heard an American comedian explaining on British television, the World Cup matches were to be played in some of the toughest neighborhoods of some of the toughest cities in the world. “I tell you what,” he suggested. “Why don’t you bring your hooligans, and we’ll bring ours.”

Baca Selengkapnya

Salman Rushdie dan Tottenham Hotspurs

salman rushdie tottenham hotspur

Aku pindah ke London pada Januari 1961, sebagai bocah berusia tiga belas setengah tahun, dalam perjalanan ke sekolah asrama, dan didampingi ayahku. Itu bulan yang dingin, dengan langit biru di siang hari dan halimun hijau saat malam. Kami menginap di Cumberland, di Marble Arch, dan setelah kami berkemas, ayahku bertanya apakah aku ingin melihat pertandingan sepakbola sungguh. (Di Bombay, tempatku dibesarkan, tak ada yang namanya sepakbola; olahraga lokalnya cuma kriket dan hoki.)

Pertandingan pertama yang ayahku ajak untuk kulihat adalah apa yang kemudian aku tahu sebagai sebuah “laga persahabatan” (sebab hasil akhirnya tak akan berdampak apapun) antara tim London Utara bernama Arsenal dan juara dari Spanyol, Real Madrid. Aku tidak tahu kalau lawan yang bertamu itu digadang-gadang sebagai klub terhebat yang pernah ada. Atau di antara pemainnya ada dua orang yang paling hebat, keduanya pemain asing; seorang Hungaria bernama Ferenc Puskas, “jenderal kecil”, dan dari Argentina, Alfredo di Stefano.

Inilah yang kuingat dari pertandingan itu: di babak pertama, Real Madrid mempecundangi Arsenal habis-habisan.

Baca Selengkapnya

[VIDEO] London. Someday. Soon!

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=CkgD0dB65Og]

NB: Aktifkan opsi subtittle video Youtube-nya.

Baca Selengkapnya