Dilan-Milea Bercinta di 1990-1991

dilan milea pidi baiq

Novel metropop, apalagi teenlit, selalu bikin saya alergi, untuk kemudian menjauhinya. Tapi sialannya, nggak tau kenapa saya menikmati roman picisan bikinan si Pidi Baiq ini. Kuat membacanya sampai habis.

Ya, Dilan ini adalah sebuah novel romansa berlatar SMA, tepatnya kisah cinta-cintaan sepasang siswa dan siswi SMAN 8 Bandung (nama sekolahnya nggak disebut di novelnya), yaitu antara Dilan sang Panglima Tempur XTC (nama geng motornya juga nggak disebut di novelnya) dan si cantik Milea Adnan Hussain. Mereka berdua resmi berpacaran pada 22 Desember 1990, yang dinyatakan sah secara lisan dan tulisan di atas kertas bermeterai.

“Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah.” Dan di tahun 1991, duo sejoli tadi mengakhiri hubungan pacaran mereka. Yang menyisakan suatu momen indah, yang hanya layak untuk dikenang.

Baca Selengkapnya

Saya Bertanya, Pidi Baiq Bermain

pidi baiq

“Kalau nanti ditanya malaikat nih, ari Surayah mau jawabnya sebagai orang beriman apa orang bermain?”

“Orang bermain!”

Kemudian Ketua Front Pembela Islam, Kristen, Hindu & Budha ini menjelaskan lebih lanjut pilihan jawaban tadi, ngalor-ngidul emang. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang saya siapkan, soal filsafat dan fotografi -berhubung ini acara yang diadakan @airfotonetwork. Tapi saya terpaksa milih pertanyaan setengah konyol itu, ya karena mau bertanya apapun, si Pidi Baiq ini pasti bakal jawab semaunya. Yang pasti, berkat pertanyaan tadi saya jadi tahu kalau si Dilan geng motornya XTC!

Baca Selengkapnya

Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik

Caspar_David_Friedrich_-_Wanderer_above_the_sea_of_fog
Wanderer Above the Sea of Fog – David Caspar Friedrich

Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, maka hukum minum racun menghadapinya. Ya, hukuman memang selalu menimpa kepada mereka yang serba ingin tahu dan banyak tahu.

Berabad-abad kemudian, tindakan sokratik ini, khususnya di kegiataan jalan-jalan nggak jelas di pusat perkotaan, diamalkan oleh para kaum borjuis Prancis. Dari cendekia, filsuf, penulis, pelukis, atau seniman yang ingin mencari inspirasi ya keluyuran sendirian di jalanan Paris.

Baca Selengkapnya

Ide Foto: Then & Now Juxtaposed

Mandek. Perasaan jenuh dalam melakukan suatu kegiatan, meskipun itu hobi kesenangan kita sekalipun, adalah suatu hal yang wajar. Nah, sama halnya dalam fotografi. Telah coba genre ini-itu, hunting foto ke sana kemari, dan akhirnya timbul rasa bosan juga. Hey, seorang Daido Moriyama saja selama lebih dari 50 tahun tak pernah bosan menjepret di kampung halamannya Tokyo.

Dalam bidang apapun, kebosanan adalah suatu yang niscaya, namun salah satu faktor dari ini adalah kehabisan ide baru. Untuk fotografi, saya selalu merujuk DigitalRev TV buat mendapatkan sebuah inspirasi.

Baca Selengkapnya

Komunitas Aleut: Mikawanoh Bandung, Mikawanoh Maneh

komunitas aleut ngaleut

Utamana jalma kudu réa batur, keur silih tulungan, silih nitipkeunna diri, budi akal lantaran tipada jalma. Kapan ogé lain ari nu ngarana silaturahmi téh bakal manjangkeun rezeki jeung manjangkeun umur. Aya deui hiji mangpaat ceuk sobat kuring mah, “loba ngilu komunitas, bakal ngabuka loba panto ogé pikeun beubeunangan”.

Enya da gening karumasaan yén manusa mah teu bisa kukumaha di alam dunya téh lamun taya batur pakumaha. Apan hiji tugas manusia di dunya mah kudu ngajadikeun diri anu manfaat boh keur sorangan boh keur batur. Tah pikeun nyieun kahadean téh hese mun migawe sosorangan mah, da estu kawengku ku kawates diri salaku manusa jeung salaku dirina pribadi. Gawe babarengan liwat komunitas solusina.

Aya meureun sataunan ieu kuring getol ngilu kagiatan nu diayakeun Komunitas Aleut!

Baca Selengkapnya