Kategori
Catutan Pinggir

Jalanan Barcelona, Roberto Bolaño

1

La pesadilla empieza por allí, en ese punto.
Más allá, arriba y abajo, todo es parte de la
pesadilla. No metas tu mano en ese jarrón. No
metas tu mano en ese florero del infierno. Allí
empieza la pesadilla y todo cuanto desde allí
hagas crecerá sobre tu espalda como una joroba.
No te acerques, no rondes ese punto equívoco.
Aunque veas florecer los labios de tu verdadero
amor, aunque veas florecer unos párpados que
quisieras olvidar o recobrar. No te acerques.
No des vueltas alrededor de ese equívoco. No
muevas los dedos. Créeme. Allí sólo crece
la pesadilla.

+

Mimpi buruk dimulai dari sana, di sana.
Lebih jauh, atas dan bawah, segalanya bagian dari
mimpi buruk. Jangan sentuh jambangan itu. Jangan
tempelkan tanganmu dalam vas jahanam itu. Di sana
mimpi buruk dimulai dan segala sesuatu yang kau lakukan di sana
akan bikin tumbuh punuk di punggungmu.
Jauhi, jangan berkeliaran di sudut muram itu.
Bahkan jika kau melihat bibir merekah dari
kekasihmu, bahkan jika kau melihat kelopak mata mekar
yang ingin kau lupakan atau ingat kembali. Jauhi
Jangan melingkari kesalahan itu. Jangan
angkat jari. Percayalah padaku. Satu-satunya yang tumbuh di sana
hanya mimpi buruk

+

Los floreros disimulan
La puerta del Infierno
Con cierta clase de luz
Y a determinada hora
De repente te das cuenta
Ese objeto es el terror

+

Vasnya berdimis
Gerbang neraka
Dengan semacam cahaya
Dan pada waktu tertentu
tiba-tiba kau tersadar:
Benda itu adalah teror

+

Duerme abismo mío, los reflejos dirán
que el descompromiso es total
pero tú hasta en sueños dices que todos
estamos comprometidos que todos
merecemos salvarnos

+

Tidurlah jurang mautku, refleks-refleks bilang padaku
pendirian telah teguh
Tapi bahkan dalam mimpi kau bilang kita semua
bersama-sama, kita semua
layak diselamatkan

+

Una voz de mujer dice que ama
la sombra que tal vez es la tuya
Estás disfrazado de policía y contemplas
caer la nieve    ¿Pero cuándo?
No lo recuerdas    Estabas en la calle
y nevaba sobre tu uniforme de poli
Aun así la pudiste observar:
una hermosa muchacha a horcajadas
sobre una motocicleta negra
al final de la avenida

+

Suara seorang wanita mengatakan bahwa dia mencintai
bayangan yang mungkin punyamu
Menyamar sebagai polisi, kau mengawasi
salju yang turun     Tapi kapan?
Kau tidak ingat     Kau sedang berada di jalan
dan salju menuruni seragam polisimu
Tapi tetap saja kau bisa melihatnya:
seorang gadis cantik mengangkangi
sebuah sepeda motor hitam
di ujung jalan

*

Puisi Roberto Bolano berjudul “Calles de Barcelona” ini dialihbahasakan dari Spanyol dan Inggris dengan bantuan Google Translate.

Bolaño menghabiskan usia mudanya hidup sebagai gelandangan, berpindah-pindah dari Cile, Meksiko, El Salvador, Perancis, dan Spanyol. Pindah ke Eropa pada tahun 1977, dan akhirnya sampai ke Spanyol, yang kemudian ia menikah dan menetap di pantai Mediterania dekat Barcelona, bekerja sebagai pencuci piring, penjaga tempat perkemahan, pesuruh dan pengumpul sampah—yang bekerja pada siang hari dan menulis di malam hari.

Kategori
Non Fakta

Clara, Roberto Bolaño

clara roberto bolano

DIA punya dada besar, kaki ramping, dan mata biru. Begitulah caraku ingin mengingatnya. Aku tidak tahu mengapa aku begitu jatuh cinta dengan dia, tapi aku benar-benar mencintainya, dari sejak pertama, maksudku sejak hari pertama, jam pertama, semuanya berjalan lancar; kemudian Clara kembali ke kota tempat dia tinggal, di selatan Spanyol (dia sedang berlibur ke Barcelona), dan semuanya mulai berantakan.

Suatu malam aku bermimpi bertemu seorang malaikat: Aku memasuki sebuah bar besar yang kosong dan melihat malaikat itu duduk di pojok ruangan dengan bertopang siku di meja dan secangkir kopi susu di depannya. Perempuan itu cinta sejatimu, ucap sang malaikat, menatapku, lalu dengan kekuatan tatapannya, api berkobar di matanya, melemparkanku tepat ke seberang ruangan. Aku mulai berteriak, Pelayan, pelayan, kemudian membuka mata dan bisa terlepas dari mimpi buruk itu. Malam lainnya aku tidak memimpikan siapa pun, tapi aku terbangun sambil menitikkan air mata. Sementara itu, Clara dan aku saling bersurat satu sama lain. Surat-suratnya begitu singkat. Hai, bagaimana kabarmu, di sini sedang hujan, aku mencintaimu, dah. Pada awalnya, surat-surat tadi membuatku khawatir. Ini semua akan berakhir, pikirku. Namun, setelah mempelajari lebih saksama, aku mencapai kesimpulan bahwa alasan tulisannya begitu singkat karena ia ingin menghindari kesalahan tata bahasa. Clara berbangga. Dia tidak bisa menulis dengan baik, dan dia tidak ingin membiarkan hal itu diketahui, bahkan jika itu berarti menyakitiku lewat bersikap dingin.

Kategori
Non Fakta

Berbincang Imajiner dengan Kang Emil

Seperti yg diajarkan Kang Haji Pidi Baiq, melakukan wawancara imajiner itu bukan perkara yg mudah, butuh kekuatan khusus yg hanya bisa dilakukan orang-orang yg mau saja. Suatu pengalaman spiritual mengesankan yg perlu sokongan imajinasi dan jalinan kerjasama dengan roh kreativitas.

ridwan kamil persib bandung

Alhamdulillah, di tengah kesibukan saya yg dibuat-buat, akhirnya bisa merancang pertemuan imajiner dengan salah satu tokoh publik terkemuka lagi. Setelah sebelumnya dengan Gubernur Jabar terpilih 2013-2018, kali ini dengan seorang aktivis sosial yg memberanikan diri mencalonkan diri menjadi walikota Bandung periode ini. Ya, beliau adalah Ridwan Kamil, yg sering disapa Kang Emil.

Profesional berkelas internasional, dosen ITB, ahli tata kota, penggiat komunitas kreatif, dan pastinya warga Bandung yg minggu kemarin habis diganjar penghargaan Leadership Award dari Penn Institute for Urban Research di New York ini bercita-cita untuk lebih mengharumkan Kota Kembang. Menjadikan Bandung juara Indonesia, bahkan juara dunia. Amin.

Kategori
Celotehanku

Kebanyakan El Classico, Bosen!

Yups, duel klasik sarat gengsi antara Barcelona dan Madrid belakangan ini, khususnya di musim ini makin sering tergelar. Frekuensi laga yang mempertemukan dua klub superior Spanyol di musim ini lebih banyak ketimbang musim kemarin, yang notabene musim 2010-2011 kemarin mencatatkan rekor sebagai musim terbanyak el classico-nya.

Alhamdulillah, setelah kekalahan Madrid atas Munich di Liga Champions tadi dini hari, laga el classico bakal tersaji untuk memperebutkan posisi ketiga.

Ya konsekuensinya kalau keseringan pasti bakal bikin bosen juga. Laga superklasik ini terancan hanya jadi laga biasa-biasa saja. Mengutip dari tukang jaga gawangnya Madrid, “Saat laga El Clasico jarang dimainkan, maka pertandingan akan berlangsung seru. Tapi, jika terlalu sering, maka semua orang akan merasa bosan”.

Pemain aja bosen, apalagi yang ngeliatnya kan.

Nah, di laga el classico, juragan sekalian ngedukung siapa nih? Kalau admin sih tetap setia ngedukung Madrid.

Go Madrid… Go to hell !! Visca Barca, Visca Persib !!!

Sumber Gambar