Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku

Menikmati Konser

pandai besi taman film

Sebut saya manusia kolot dari zaman purbawi. Dan nampaknya saya sangat tidak cocok dengan genre stage photography. Dari 12 frame klise film Kodak Gold 200 yang saya boroskan untuk menjepret suasana Pandai Besi manggung di Taman Film saat acara Festival Arsitektur Parahyangan kemarin (6/6/15), hanya foto di atas yang menurut saya paling bagus untuk dipamerkan.

Saking dalam kondisi trance karena bisa nyanyi bareng Cholil Mahmud, sampai hirau untuk menyetel kamera primitif secara sungguh-sungguh. Kapan lagi soalnya saya hafal lagu-lagunya satu band, sehingga bisa pede menyuarakan mulut. Yang pasti, untuk urusan mengabadikan momen saat konser memang saya bukan ahlinya.

Kategori
Bandung Fotografi

Minolta P’s: Hasselblad XPan-nya Orang Kere

minolta riva panorama kaa 2015

“Maaf dari media apa ya?”

“Media sosial”

Atuh apa da aku mah hipster, liputan KAA 2015 pakai tustel baheula. Dan salah satu amunisinya adalah kamera bermode panorama yang ngehits medio 90an awal, Minolta P’s. Dasar generasi 90an yang rindu kegemilangan masa lalu.

Kategori
Bandung Fotografi

Film Photography Day 2015: Bandung Bergejolak

Life is like photography, we develop from negatives. Kutipan bijak yang sungguh nggak relevan di era kekinian. Mungkin masih berlaku lah buat manusia primitif yang masih setia pakai roll film ketimbang memory card.

Dan ternyata para homo sapiens tadi masih eksis, buktinya mereka berkumpul ria bersama sesamanya dengan tanpa rasa malu sambil membawa beragam kamera ketinggalan zaman. Dalam momen bertajuk “Film Photography Day”, berbagai kota di pelosok dunia melakukan ritual peringatan, salah satunya Bandung.

http://instagram.com/p/1XvlWsoDWh

Saat dunia terus menghasilkan teknologi terbaru dalam penciptaan foto yang semakin praktis dan ultra-ngebut. Justru secara subkultural muncul para pemotret yang kembali mencicipi metode penciptaan gambar yang lebih tradisional: film. 

Kategori
Fotografi

Jalan-Jalan Asyik Yashica Lynx 14e

yashica lynx 14e roll 2 jalan jalan film

Sebut saya hipster, orang yang ga bisa move on dari masa retro, pecinta segala hal berbau jadul. Merasa kemajuan teknologi adalah kemunduran, namun tetap betah dengan kenyamanan modernitas hari ini. Memotret pakai kamera film analog namun ujung-ujungnya tetap diunggah ke sosial media.

Niat utama pakai kamera analog emang buat keren-kerenan. Rasanya lebih pede aja buat jalan-jalan jepret sambil nenteng kamera vintage ketimbang DSLR yang sekarang kelihatannya pasaran. Dan ya, kamera DSLR saya lebih sering nganggur di drybox.