Kategori
Blog Internet

7 Tipe Artikel Blog yang Bisa Menarik Banyak Traffic

Ketika blog kita sudah mapan dan terus berkembang, tercipta lalu lintas baru, pengunjung tertarget dan SEO yang lebih baik. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengarah ke sana, dan ini berguna dalam meningkatkan traffic blog. Salah satunya adalah memilih tipe artikel blog yang paling banyak dicari oleh orang.

Namun sebelum saya membagikan tipe artikel yang bisa menarik banyak traffic, ada beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Beberapa orang menghindari tipe tulisan tertentu karena berpikir bakal memakan waktu untuk mempelajarinya, terlalu sulit untuk menguasainya, atau bahkan berakhir gagal. Mulailah dulu dan tingkatkan sedikit demi sedikit. 
  • Kita tidak perlu mencoba semua contoh ini. Antitesis dari poin di atas. Tipe tulisan yang berbeda ditujukan dengan cara yang berbeda. Tak masalah jika menurut kita jenis tulisan tertentu tidak cocok.
  • Pilih satu dan masukkan ke dalam jadwal. Jika kita menggunakan penjadwalan, masukkan satu atau dua di antaranya ke dalam kalender editorial untuk bulan depan. Jika kita tidak merencanakannya, kita mungkin tidak akan melakukannya. Saya menantang untuk memilih salah satu dan mencobanya dalam empat minggu ke depan.
  • Daftar ini tidak lengkap. Saya mendorong untuk memikirkan konten bukan dalam bentuk jenis tetapi ide. Tipe tulisan adalah sampingan, idenya yang utama. Pertama, kembangkan ide. Lalu, tentukan seperti apa tampilannya. Variasi tulisan tak terbatas, bahkan mungkin kita ingin menciptakan tipe artikel tersendiri.
girl typing laptop
Foto: Content Pixie / Unsplash

Nah, berikut tipe-tipe artikel blog yang bisa menarik banyak traffic:

1. Panduan

Panduan adalah konten yang detail dan cukup panjang. Panjang, gaya, dan pendekatannya berbeda dengan posting blog biasa. Menulis panduan membutuhkan penulis yang baik, desainer yang baik, dan ide yang bagus. Penulis perlu menghasilkan konten tingkat atas. Perancang perlu tahu bagaimana menyajikan konten itu dengan cara yang menarik. Dan idenya haruslah sesuatu yang diinginkan pembaca. Kita mungkin menyajikan panduan dalam bentuk infografis atau PDF yang dapat diunduh.

Urutan dan Cara Menonton Monogatari adalah tulisan panduan terpopuler yang pernah saya buat, menarik banyak traffic setiap harinya. Saya membuat infografis sendiri sebagai pelengkap, panduannya dibuat lengkap tapi tetap mudah diikuti.

Jenis tulisan panduan lain yang bisa menarik banyak traffic adalah soal panduan wisata di suatu destinasi atau kota tertentu.

2. Review Bacaan dan Tontonan

Resensi adalah pembahasan sederhana tentang buku atau film yang ditambah dengan pendapat kita tentangnya. Kita merekomendasikan mana yang bagus, mengkritik yang perlu, dan membagikan hal-hal yang kita peroleh darinya. Resensi sangat bagus karena membantu memposisikan kita sebagai orang yang kompeten.

Resensi bacaan dan tontonan bisa serumit atau sesederhana yang kita inginkan. Bisa memakai format yang singkat dan sederhana ini, per poin boleh ditulis sepanjang satu sampai lima kalimat untuk menjelaskannya.

  • Perkenalkan bacaan atau tontonan
  • Perkenalkan pembuatnya
  • Rangkuman poin-poin utama dari bacaan atau tontonan tersebut
  • Bagikan apa yang kita sukai darinya
  • Bagikan apa yang tak kita sukai
  • Rekomendasikan atau tidak bacaan atau tontonan tersebut

3. Opini

Gaya posting ini secara substansial berbeda dari posting blog biasa, sebagian besar karena nadanya. Kita mungkin terbiasa menerbitkan bahasan topik yang cermat dan teliti. Racauan atau opini, sebaliknya, mungkin lebih kuat dan ekspresif.

Semakin kuat posisi kita, semakin banyak hal itu akan dibaca dan dibagikan. Saat kita membahas topik populer, kita bisa mendapatkan potensi penelusuran dan kemudahan berbagi yang lebih kuat. Perjelas apa yang kita lakukan, bahwa ini adalah pendapat kita dan kita punya kompetensi untuk menuliskannya, dan tetap rendah hati.

Namun, tulisan ini seharusnya tidak menjadi hal sehari-hari. Seseorang yang terus-menerus berbagi pendapat atau mengomel tentang suatu topik malah bisa bikin jijik. Gunakan dengan hati-hati. Bersikaplah sopan. Jangan biarkan opini kita merosot menjadi celaan orang. Tulisan ini tidak sama dengan “marah-marah”.

4. Review Produk

Seperti halnya review bacaan dan tontonan, review produk dapat membantu membangun otoritas dan kepercayaan yang lain pada kita. Setiap industri memiliki rangkaian produk, perangkat lunak, dan layanan yang unik.

Saat kita melibatkan pengembang, produsen, atau penyedia layanan utama, kita mendapatkan pengakuan dan rasa hormat. Yang perlu kita lakukan hanyalah membagikan pengalaman kita dengan produk dan memberikan rekomendasi kita.

Berikut pola review produk:

  • Perkenalkan produk
  • Perkenalkan perusahaan pembuat produknya
  • Jelaskan produknya
  • Bagikan apa yang kita sukai
  • Bagikan apa yang tidak kita sukai
  • Berikan rekomendasi

Hal-hal yang perlu diingat adalah jika produk adalah barang fisik, tambahkan video untuk ditinjau. Sebuah video memungkinkan kita untuk mengambil pendekatan langsung ke produk.

Bawa ulasan produk ke level berikutnya. Banyak ulasan produk yang bias, kurang kredibilitas, dan tidak terlalu meyakinkan. Alasan mengapa demikian adalah karena sulit untuk membuat yang bagus. Namun, jika Anda benar-benar peduli untuk membuat konten yang bagus, itu berarti ada peluang di sini.

5. How-To

How-To adalah salah satu jenis konten yang paling populer. Seperti halnya panduan tapi dibuat lebih ringkas. Artikel instruksi memiliki potensi pencarian yang luar biasa karena biasanya orang-orang akan mencari dengan keyword: “Bagaimana cara …?” atau “Cara …”

How-to tidak terbatas. Pikirkan satu topik yang mencerminkan sesuatu yang kita lakukan setiap hari. Selanjutnya, tulis artikel panduan berdasarkan satu masalah itu. Ini bisa khusus atau lebih umum: “Cara membalas setiap email dalam satu menit atau kurang” atau “Cara mengoptimalkan robots.txt untuk mesin pencarian”.

Pertama, identifikasi masalah yang umum. Lalu, buat solusi. Modelnya sederhana:

  • Perkenalkan masalahnya
  • Perkenalkan solusinya
  • Diskusikan setiap langkah solusi
  • Rangkum pembahasannya
  • Berikan kesimpulan

Semakin lengkap penjelasan kita, semakin baik. Diagram, video, dan gambar semuanya dapat membantu meningkatkan blog petunjuk.

6. Listicle

Daftar memiliki daya tarik yang tak ada habisnya. Kita terhubung untuk mencintai mereka. Hari ini kemungkinan besar kita akan melihat atau membaca artikel yang melibatkan semacam daftar. Dari Rukun Iman dan Rukun Islam hingga daftar modern segala sesuatu, ide bernomor akan tetap populer. Kita tidak bisa salah dengan jenis tulisan ini.

Pilih topik, lalu pilih sampai berapa nomornya. Kita sudah setengah jalan membuat daftar. Contoh bagus dari ini adalah tulisan ini yang menyoal 7 tipe artikel blog yang meningkatkan traffic. Saat kita menulis listicle, gunakan format sederhana ini: perkenalkan topik, buat daftar poin kita, dan berikan kesimpulan.

Jika listicle kita bagus maka akan dijadikan featured snippet dalam pencarian Google, seperti tulisan saya berjudul 15 Anime Adaptasi Novel yang akan muncul paling atas lewat keyword “anime adaptasi novel”.

google snippet

Semakin rinci daftar kita, semakin baik. Semakin panjang juga bagus. Tidak ada angka ajaib untuk daftar yang mengagumkan. Angka ganjil, angka bulat, semua angka bekerja sama dengan baik.

7. Link Roundup

Hampir seperti listicle, yang dikhususkan untuk mendaftar beragam tautan rekomendasi. Tulis judul artikel, hyperlink, dan beri nomor dan penjelasan. Selesai.

Hal yang hebat tentang link roundup adalah karena kita menyebarkan cinta lewat tautan ke situs lain, memberikan situs kita sendiri dengan sinyal SEO otoritatif, dan menegaskan kompetensi kita dalam bidang tertentu.

Sebaiknya tambahkan uraian atau pengantar sendiri untuk setiap tautan yang kita berikan. Meskipun tidak perlu, ini adalah cara yang baik untuk memasukkan topik kita sendiri atau menambahkan sedikit nilai pada pembahasan.

Kategori
Blog

Ngeblog: Seni Kelola Informasi dan Upaya Tetap Waras di Masa Pagebluk

Pagebluk, sebuah istilah yang diambil dari Bahasa Jawa untuk menyebut pandemi atau wabah penyakit, menghantam 2020 dan tata kehidupan siapa pun dipaksa berubah. Saya masih enggak percaya mengalami hal macam begini, sesuatu yang mungkin bakal masuk pelajaran sejarah di masa depan. Selain pagebluk tadi, kita makin akrab dengan beragam istilah ini: lockdown, physical distancing (yang sebelumnya social distancing), work for home, online learning, webinar, dan yang terbaru new normal.

Ketika melihat perubahan-perubahan yang ditimbulkan pagebluk ini, banyak dari kita melihat dari sudut pandang penuh ketakutan. Yang lainnya menerima perubahan dan melihat peluang untuk pertumbuhan di masa depan. Tentu saja, untuk bergerak ke opsi yang kedua itu, seringnya kita harus menghadapi yang pertama, menanggulangi ketakutan terlebih dahulu.

Ketakutan sangat alamiah. Ketika saya menulis artikel ini, dunia terasa begitu sureal, dan saya juga merasa takut. Beragam efek pandemi ini banyak memengaruhi pikiran kita. Alasan stres berlimpah akibat pagebluk ini. Adanya risiko penularan menciptakan paranoia, baik karena kita khawatir terkena langsung atau takut jika kehilangan orang yang dicintai. Banyak orang kehilangan pekerjaannya, dihadapkan dengan kesulitan finansial. Semua ini, dan banyak lagi, hadir bagai mimpi buruk dalam pagebluk saat ini.

Meski enggak ada semacam penghapus ajaib untuk perasaan sulit ini, ada langkah-langkah yang setidaknya dapat kita ambil untuk membantu meringankan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental kita. Saya menemukan sebuah artikel psikologi kalau menulis pengalaman dan perasaan kita adalah strategi berbasis bukti ilmiah untuk mengatasi kecemasan dan emosi negatif selama krisis ini. Saya sudah menyadur artikel tersebut dalam Menulis Jurnal Sebagai Antidepresan.

Di waktu yang bersamaan, di bulan Mei, hadir sebuah tantangan menulis blog: #31HariMenulis. Untuk berpartisipasi, setiap orang dipaksa menulis sehari satu selama sebulan ini di blognya. Mengawinkannya dengan efek psikologis menulis jurnal tadi, ditambah untuk mengisi blog saya yang sebagian besarnya cuma dipenuhi tulisan buangan paska ditolak redaktur, tak ada ruginya ikut meramaikan tantangan menulis ini. Ternyata, muncul semacam bahan pikiran setelah menjalani #31HariMenulis sebulan kemarin.

https://twitter.com/kearipan/status/1256128799848071168

Blog Sebagai Portofolio

Sebuah blog adalah cara terbaik untuk membuat portofolio online yang memungkinkan kita untuk “ditemukan”. Dengan punya blog saja, kita sudah dianggap seorang penulis, atau setidaknya seseorang yang bisa menulis. Bagi saya yang bekerja dengan teks, dan saya seringnya mendaku diri sebagai esais, meski segala tawaran pasti disambut, ini banyak membantu. Beruntungnya, ini tak hanya berlaku buat pekerja teks komersial seperti saya.

Sebelum pandemi menyerang, beberapa kegiatan di 2019 yang bisa saya jalani akibat ngeblog: pemantik diskusi Selasar Weekend Cinema, partisipan Writingthon Jelajah Kota Garut, pemateri Workshop Menulis Esai di Sabilulung Fest Sosiologi Fisip Unpad, dan tukang review Japanese Film Festival Bandung.

Lanskap jagat maya telah banyak berubah, apalagi dengan adanya media sosial. Namun, masih ada banyak blog yang berfungsi sebagai platform bagi orang-orang untuk menyuarakan ide, pikiran, dan perasaan mereka. Apakah minat kita itu di bisnis, memasak, politik, fotografi, atau berkebun, blog memberi kita kesempatan untuk terhubung dan berjejaring dengan orang-orang yang memiliki pemikiran serupa dan gairah sama.

Bahkan jika kita cuma penggemar drama Korea atau anime, misalnya, dan saya termasuk golongan ini. Kawinkan kegemaran itu dengan minat kita yang lain, ini berguna untuk meluaskan jangkauan pembaca kita sekaligus mendiferensiasi diri kita sendiri. Sering saya menulis soal kokoreaan dan jejepangan, dengan tambahan pendekatan psikologi dan sosial budaya, dan tak jarang dari sini bisa membuka berbagai peluang, dari relasi sampai pintu rezeki.

Ketika internet dan teknologi makin tertanam dalam kehidupan kita sehari-hari, membangun blog perlu dipertimbangkan. Layanan penyedia yang makin ramah pengguna dan banyaknya panduan di internet telah membuat aktivitas ngeblog ini makin gampang.

Saya sendiri sekarang menggunakan platform gratisan Blogspot dengan domain dari Qwords. Dapat rekomendasi dari admin satu media Bobotoh terbesar, dan ternyata puas banget. Tinggal cek domain, dan kalau sesuai langsung bayar. Ada banyak metode pembayaran yang memudahkan, di masa pandemi gini berguna banget. Kalau saya dulu pakai pilihan pembayaran lewat Alfamart, biar ada alasan ketemu sama teteh kasirnya.

Kalau sudah bayar, untuk utak-atik selanjutnya bakal dipandu juga sama pihak Qwords, atau bisa baca di tutorial Cara Pasang Domain ke Blogspot dengan DNS Manager. Waktu pertama mengeset domain, pas ada masalah, saya dibantu sama provider ini dan responnya cepat.

Punya Top Level Domain itu bukan hanya keren, tapi bikin kita semangat ngeblog juga. Logikanya, kita sudah bayar, kalau blog enggak diisi apa-apa pastinya sayang banget.

Memancing Pengetahuan di Lautan Informasi Lewat Ngeblog

Ilustrasi: theifactory.com

Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat. Adalah tindakan bodoh ketika berburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat di keramaian.

Nasihat dari Imam Syafii itu selalu jadi satu kutipan favorit saya. Hari ini, di zaman internet, hewan buruan itu begitu banyak. Yang jadi masalah adalah ketika kita enggak bisa mengolah informasi, dan seringnya terjebak dalam disrupsi. Wejangan Imam Syafii tampak begitu relevan, dan saya pikir dapat dielaborasi ke dalam konsep data, informasi, pengetahuan, wawasan dan kearifan seperti pada ilustrasi di atas.

Di masa pagebluk ini makin banyak webinar dan online learning, juga beragam diskusi daring. Akses dipermudah, yang berbayar digratiskan. Namun, segala informasi ini akan menguap begitu saja kalau enggak dicatat. Bagaimana mungkin sesuatu yang enggak diingat bisa jadi keahlian?

Mencatat, merumuskan ulang dan mengunggah lagi di blog tentu yang paling ideal. Jika kita suka sesuatu, apapun itu, memulai blog dapat memberikan kesempatan untuk mengedukasi orang lain yang tertarik pada bidang keahlian kita. Bagian terbaiknya adalah, ketika kita membangun sumber daya apalagi menciptakan semacam ekosistem lewat blog, dalam satu kesempatan kita bakal menyadari ada peluang untuk menghasilkan uang dari sini.

Semakin banyak kita menulis, semakin baik kita melakukannya. Jangan minder dengan tulisanmu, saya pun sering ingin muntah kalau baca kembali tulisan-tulisan lama saya, tapi menghargainya karena saya berani mencoba. Kebanyakan blogger profesional, dan setiap profesi yang berkaitan merangkai teks, pasti menulis secara teratur dan karenanya menganalisis dan mengoreksi tulisan mereka terus-menerus. Dengan blog, kita bahkan dapat memperoleh umpan balik langsung dari pembaca untuk membantu kita menjadi penulis yang lebih baik.

Teknologi informasi hanya akan jadi polusi notifikasi dan disrupsi, kalau kita enggak bisa mengelolanya. Ketika seni menulis sudah dikuasai, setidaknya kita bisa mengelola kumpulan informasi dan menyulapnya jadi pengetahuan, atau mungkin sampai tahap wawasan, bahkan mencapai kearipan. Eh, Kearipan udah jadi domain saya, ya. 😀

Yuk, segera bikin blog. Saya bersedia bantu kalau ada yang tanya-tanya soal pengelolaan blog atau soal tulis menulis, konsepnya bukan guru-murid, tapi kita sama-sama belajar. Kalau yang butuh domain dan sekalian hosting murah bisa pesan di Qwords. Bagi yang sudah ngeblog, bisa juga ikutan afiliasi hosting, promosi bisa lewat blognya.

https://www.qwords.com/promocom/
https://www.qwords.com/afiliasi-hosting/

Pagebluk masih belum reda, tapi seperti badai, pasti akan berlalu. Beberapa hari kemarin ada dua tawaran proyek masuk ke saya, yang pertama buat mengembangkan situs otaku (manga, anime, video game Jepang) dan yang kedua kerjaan untuk jadi copy editor naskah fiksi. Dua-duanya itu bisa saya terima karena mereka ngintip blog ini. Saya sendiri masih baru dalam dua pekerjaan itu, tapi saya mengiyakan dengan kasih catatan kalau saya pun masih belajar, dan mereka oke-oke aja. Ah, rezeki di kala pagebluk. Masih mikir kalau punya blog itu enggak guna?

Perubahan adalah satu-satunya yang konstan dalam kehidupan. Terkadang lambat dan bertahap. Kadang-kadang datang dalam momen paling singkat, dalam sekejap mata, lewat sesuatu yang mikroskopik: COVID-19. Terlepas dari bagaimana ia datang, kita semua akan diubah. Konon, mengacu pada perjalanan sejarah umat manusia, pagebluk selalu akan mengubah segalanya. Pertanyaannya, siapkah kita?

lomba blog qwords

Kategori
Blog Celotehanku

Zen dan Ngeblog: Prolog

zen dan ngeblog mesin tik

Salah satu hal menarik ketika membaca adalah menemukan kalau ternyata ada orang lain yang punya pandangan, prinsip, dan emosi yang sama dengan kita. Ya, kadang kita bisa dapati si penulis bisa dengan sukses meramu ke bentuk tulisan tentang hal-hal yang ada di benak kita namun susah untuk mengungkapkannya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan dari Bu Dokter Nita, kayaknya udah bisa dijawab lewat postingan yang berjudul “How Many “Favorites” Or “Likes” Are Enough?”. Satu tulisan di blognya Eric Kim, blog seorang street photography internasional yang rajin saya kunjungi.

Kategori
Blog

Reviewisasi Chameleonboys.com

reviewisasi chameleonboys

Chameleonboys.com itu blog yg kerennya gila bukan main. Meski ga nenggak Good Day dulu, ngintip blog ini tuh bikin hidup jadi banyak rasa. Jadi lebih berwarna. Buka dikit aja joss dah.

Adminnya ga kalah kecenya. Masih muda. Ganteng udah pasti. Jago ngegambar. Udah punya usaha toko distro online. Anak teknik lagi, menantu idaman kan tuh.

Oke, staph! Dalam seni ngereview yg baik dan benar tuh haram hukumnya memuja-muji terlalu berlebihan, karena hanya Tuhan lah semata yg wajib dipuja. Dan yg paling penting kudu mengutamakan asas kejujuran. Idealnya nulisnya sih dengan penuh keikhlasan tanpa berharap imbalan, tanpa mengharapkan hadiah kaos gratis.

Jadi, saya harus klarifikasi statemen di atas. Tulisan yg berwarna oranye itu hanya mengandung kebohongan belaka. Tapi bagi yg mau percaya, silahkan.

Sip dah. Saya bakal kupas tuntas blog ini seobjektif mungkin dan dengan rasa ikhlas. Dengan sedikit berharap dapat kaos baru buat dipake ngampus. Langsung aja dah reviewisasinya. Mangga~

Kategori
Blog Inspirasi

Inspiring Words for Bloggers

inspiring words for bloggers

Selamat malam Minggu bagi yg merayakan!

Meminjam judul bukunya Mohammad Fauzil Adhim, Inspiring Words for Writers, saya menyortir berbagai kata-kata motivasi yg diperuntukan buat para penulis, khususnya narablog. Sebenarnya ini dibuat sebagai nutrien saja bagi diri pribadi.

  1. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. – Pramoedya Ananta Toer
  2. Semua harus ditulis. Apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti akan berguna. Pramoedya Ananta Toer
  3. Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.Pramoedya Ananta Toer
  4. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.Ali bin Abi Thalib
  5. Jika kamu bukan seorang raja, Jika kamu bukan seorang ulama besar, Jadilah seorang penulis! – Imam Ghozali
  6. Mungkin ada orang yang menulis untuk mengatakan kata hatinya, maafkan aku kalau salah, karena aku menulis untuk mendengarkan kata hatiku. – Pidi Baiq
  7. Saya menulis bukan hanya untuk dunia, tetapi juga demi akhirat saya.Helvy Tiana Rosa
  8. Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang. Seno Gumira Ajidarma
  9. If you wait for inspiration to write; you’re not a writer, you’re a waiter. – Dan Poynte
  10. Write with the complete palette of emotions.Cindy Lambert
  11. Write what you know. Write what you want to know more about. Write what you’re afraid to write about.Cec Murphy
  12. Never tell a story because it is true: tell it because it is a good story.John Penland Mahaffy
  13. Don’t focus on having a great blog. Focus on producing a blog that’s great for your readers.Brian Clark
  14. As a writer, words are your paint. Use all the colors.Rhys Alexander
  15. For me, the future of journalism is blogging.  Mary Jo Foley
  16. Blogging is good for your career. A well-executed blog sets you apart as an expert in your field. Penelope Trunk
  17. Your blog is your unedited version of yourself. Lorelle
  18. Blogging is an art, same as any other method of self-expression. Some are better at it than others.Hugh Macleod
  19. Blogging is best learned by blogging…and by reading other bloggers.George Siemens
  20. There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed. Ernest Hemingway
  21. If you would not be forgotten as soon as you are dead, either write things worth reading or do things worth writing.Benjamin Franklin
  22. Writing is the best way to talk without being interrupted.Jules Renard
  23. Teruslah berkarya, teruslah menulis, teruslah berimajinasi dan menuangkannya dalam tulisan. Selama kita masih menulis, selama itu pula akan ada orang yang membaca. lambangsarib
  24. Percayalah bahwa menulis itu mampu merubah dunia. Walau kita tidak akan pernah tahu kapan dan bagaimana. lambangsarib
  25. Kita sendiri adalah pengunjung blog yang paling setia, jadi buatlah post yang bikin kita ENJOY. JNYnita
  26. Yang penting menurutku adalah faktor “having fun”, kalau sudah ada itu ngeblog jadi lancar deh karena bikin happy.Ely Meyer
  27. Nulis mah nulis aja, yang penting ekpresinya tersampaikan lewat kata-kata, tsaaaahhh…spicypizza
  28. Saya mulai blogging bukan karena ingin mengembangkan kemampuan menulis, bukan ingin nulis berkualitas, dan bahkan bukan karena ingin banget berbagi dan mengungkapkan pendapat, melainkan karena menulis, sama seperti membaca, memberi semacam efek terapi bagi saya. Rasanya menenangkan, seperti relaksasi.Ahmad Alkadri
  29. Jiwa-jiwa muda, jiwa-jiwa kalian yang penulis! : penulis itu berjiwa muda, meski usia biologis tidak lagi muda. nabils29
  30. Menulislah selagi mampu. Tak mampu torehkan coretan pensil dan tinta, akan aku ketik dengan jari-jari kecilku! Tak lagi mampu, aku akan menulis di kepalaku dan menulis di awan! nabils29
  31. Menulis itu imut! Arif Abdurahman

=

Referensi:

Kategori
Blog

Menjajal Moblogging

101 creative notes
All contents on this book were done by Samsung Note 10.1.

Terpukau saya dengan buku 101 Creative Notes-nya Bang Yoris Sebastian. Selain karena isinya yg inspirasional, pembuatan bukunya sendiri terbilang unik. Sebagian besar pembuatan konten, bahkan covernya digarap hanya dengan memanfaatkan Samsung Galaxy Note 10.1.

Berhubung sekarang sudah punya ponsel pintar, mubazir rasanya kalau ga dioptimalkan fungsinya. Sangat sayang jika sebuah smartphone ga diperlakukan sesuai kapasitasnya yg notabene dikatakan pintar. Masa ponsel yg katanya pintar hanya dipakai buat main Temple Run. Sayang banget lah.