Genta Kebebasan

Lirik lagunya ditulis dalam enam bait dengan tujuh baris masing-masing. Beberapa kritikus menggambarkan lagu tersebut mendapat pengaruh dari puisi simbolis Arthur Rimbaud. Tiap bait berbagi satu baris refrain: “An’ we gazed upon the chimes of freedom flashing“.¬†Ada pula ulangan penggunaan dua metafora soal kebebasan yang diwakili oleh lonceng atau bel berdentang, serta pencerahan yang digambarkan … Baca Selengkapnya

Leonard Cohen Membuatnya Lebih Gelap

leonard cohen

Ketika Leonard Cohen berumur dua puluh lima tahun, dia tinggal di London, duduk di kamar-kamar yang dingin sambil menulis puisi-puisi muram. Dia mendapat hibah tiga ribu dolar dari Dewan Kesenian Kanada. Ini tahun 1960, jauh sebelum ia bermain dalam festival di Isle of Wight di depan enam ratus ribu orang. Pada masa itu, dia adalah seorang Yahudi Jamesian, seorang pengungsi dari skena sastra Montreal. Cohen, yang keluarganya terkemuka dan berbudaya, memiliki pandangan ironis tentang dirinya. Dia seorang bohemian dengan kebutuhan yang dibeli pertamanya di London adalah mesin tik Olivetti dan jas hujan biru di Burberry. Bahkan sebelum dia punya banyak penonton, dia memiliki ide yang berbeda soal audiens yang dia inginkan. Dalam sepucuk surat kepada penerbitnya, dia mengatakan bahwa dia ingin meraih “para remaja yang berorientasi batiniah, para kekasih dalam segala tingkat penderitaan, para Platonis yang kecewa, para pengintip pornografi, para biarawan berambut panjang dan para pendukung Paus.”

Baca Selengkapnya

Esai Salman Rushdie: Musik Rock

bob

Saya baru saja menanyakan Vaclav Havel soal kekagumannya pada ikon rock Amerika Lou Reed. Dia menjawab bahwa sangat mustahil untuk melebih-lebihkan pentingnya musik rock dalam perlawanan rakyat Ceko pada masa-masa gelap antara Prague Spring sampai tumbangnya Komunisme. Saya hanya menikmati gambaran kejiwaan gerakan bawah tanah rakyat Ceko yang mendengar Velvet Underground memainkan “Waiting for the Man,” “I’ll Be Your Mirror,” atau “All Tomorrow’s Parties” lalu Havel menambahkan, dengan wajah sungguh-sungguh, “Apa kau sempat berpikir kenapa kami menamakan ini Revolusi Velvet?”

Baca Selengkapnya