Kategori
Bandung

5 Quote Persib dan Filosofinya

Bobotoh sungguh kelompok suporter paling merepotkan dan bikin ribet berbagai kalangan. Cuma gara-gara final ‘tarkam’ bertitel Piala Presiden 2015, ribuan personil dikerahkan dan Jakarta ditetapkan dalam Siaga 1 untuk mengamankannya. Semua dibikin pusing, padahal saudara-saudara kita di Sumatera dan Kalimantan sedang dapat musibah asap. Duh, #NegaraLagiNgelawak, ya? #AwayRibet pisan lah.

Sialnya, saya pun bobotoh. Bukan sial, lebih tepatnya beruntung. Ya, karena selain bangsawan, bobotoh merupakan pewaris darah biru juga. Bobotoh bukanlah suporter bola, lebih dari itu, adalah warisan budaya yang terus ditransfusikan dari generasi ke generasi. Jadi, alhamdulillah-nya selain Islam, orangtua saya juga mewariskan gen ke-bobotoh-an sepaket dengan agama tadi. 

Kategori
Bandung

Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond

logo bivb persib

Seorang komentator sepakbola di televisi pernah berceloteh kalau sekiranya Persib bertanding, Bandung seakan jadi kota mati. Suatu hiperbola yang benar karena sebagian besar orang akan menghabiskan waktunya untuk menonton Persib, baik di stadion langsung atau di siaran televisi rumah masing-masing.

Ya, Persib seakan menjadi magnet bagi warga Bandung. Selalu menyedot perhatian, pertandingannya selalu ditunggu, selalu bikin penasaran, bahkan bagi orang yang ga suka sepakbola sekalipun. Dan yang hebatnya, atmosfer yang sama terjadi juga di kota-kota lain di Jawa Barat. Persib juga milik Jawa Barat. Coba bayangkan, Persib merupakan satu klub sepakbola yang didukung satu provinsi!

Dan pada hari yang mendung tapi tetap indah ini (14/03/14), Persib menginjak usia 81 tahun. Dilihat dari umurnya yang sudah sangat lansia ini, kita bisa menyimpulkan kalau Persib punya sejarah yang panjang. Nah, dalam rangka milad Persib kali ini, sebagai narablog sekaligus bobotoh, saya akan sedikit mengulas sejarah lahirnya klub kesayangan ini.

Kategori
Celotehanku

Wasit Goblog!

spongebob bobotoh persib

Seringkali wasit dijadikan kambing hitam oleh supporter jika tim kesayanganya kalah, meski sebenarnya kekalahan itu memang karena kesalahan timnya sendiri. Karena memang wasit di persepakbolaan Indonesia pun sering berbuat salah dan berat sebelah.

“WASIT GOBLOG!” berevolusi menjadi suatu frasa populer di persepakbolaan Indonesia. Cacian ini dapat dengan mudahnya terlihat menempel di body motor, terpampang di helm, bahkan tercetak di kaus atau jaket. Fenomena yang merupakan wajah buruk para suporter di Indonesia ini berawal dari kelakuan para bobotoh Persib pada era perserikatan. Karena saat itu merebak banyak isu tentang mafia wasit. Seorang wasit bisa membuat satu tim kalah dengan berbagai keputusan yang merugikan. Sehingga muncul istilah wasit goblog ini.

Nah kalau sekarang, apakah masih ada wasit goblog? Mungkin saja. Namun dari sekian banyak wasit, pasti ada yang beriman dan bertakwa. Wasit goblog itu hanya segelintir oknum, walau mungkin oknumnya banyak.

Jadi yang harus digoblogkan siapa lagi dong? Yang benar-benar goblog mah itu para koruptor. 😆

Sepakbola harusnya mengacu kembali pada filosofi asalnya, yaitu sebagai hiburan. Bukannya dijadikan sebagai ajang perselisihan dan menebar kebencian juga ketakutan. Postingan ini saya dedikasikan dalam rangka ultah skuad Maung Bandung yg ke-77.

Say No to Racism! Hidup persepakbolaan Indonesia, hidup PERSIB!