Kategori
Cacatnya Harianku

Book Acquisition Syndrome

book acquisition syndrome

Seorang kawan berkisah kalau semangat membacanya timbul ketika menginjak masa putih-abu. Gara-gara paksaan, berkat sebuah keharusan dari sekolahnya di SMAN 26 Bandung yang mewajibkan untuk membaca buku di pagi hari selama 30 menit. Berawal dari paksaan, kemudian jadi candu, kawan tadi tersihir oleh ‘Atheis’-nya Achdiat Kartamihardja. Membaca pun menjadi hobinya.

Kebijakan ini bisa ada berkat sang kepala sekolah yang sudah menimba ilmu ke Amerika sana. Memang, membaca menjadi kultur yang melekat di negara-negara maju. Dan nampaknya usaha beliau untuk membudayakannya juga di sini terbukti berhasil, minimal kawan saya tadi terpengaruh. Saya jadi teringat ketika menonton anime dan dorama Jepang yang berlatar sekolah, sering ada sesi pembacaan sebuah buku tebal, novel sastra, nah di saat inilah sang tokoh utama biasanya sedang ketahuan melamun. 

Kategori
Cacatnya Harianku

Sudut Baca Soreang

sudut baca soreang

Jam tangan menunjukan pukul 7, langit tampak biru cerah. Minggu pagi tadi (3/2/2013), ditemani motor bebek biru keluaran 2009, saya menunggu di samping Puskesmas daerah Soreang. Saya yg harus menjadwal ulang agenda latihan fisik dan lari pagi yg inkonsisten dilakukan per pekan, menunggu rombongan yg akan membuat keributan di Sudut Baca Soreang.

Jika dilihat dari lokasinya, fasilitas membaca yg didirikan pada 2009 ini memang kurang strategis,  nun jauh di pelosok sudut kompleks perumahan, sehingga belum terlalu terjangkau masyarakat luas. Namun melalui semangatnya untuk meningkatkan kesadaran membaca, hal itu tidak menjadi kendala bagi Pa Agus Munawar, yg notabene merupakan mantan wartawan, perintis SBS ini.