Cerpen Terjemahan: “Pergi ke Toserba” Karya Kim Aeran

girl in convenience store

Aku pergi ke toko serba ada. Paling banter beberapa kali dalam sehari, paling sedikit seminggu sekali, aku pergi ke sana. Dan tentu saja, seringnya, aku selalu berakhir memerlukan sesuatu.

Seoul, 2003, ketika perjanjian-perjanjian dan kesempatan saling bertemu serta bencana-bencana berlalu seperti kotak-kotak yang dipakai untuk pindahan. Bagi kami, sambil menatap hampa pada tangan kosong kami, hadirlah toserba, seperti sebuah legenda yang asal-usulnya telah hilang dalam kabut waktu. Seperti seorang simpanan suami yang duduk di ruang tamu, bertingkah tanpa perasaan berdosa. Atau seperti waktu vakum – tertutup dalam kaleng makanan. Tak ada yang membangkitkan kecurigaan.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Nestapa” Karya Han Yujoo

vengeance park chan wook

Dia berusia lima puluh empat tahun dengan pikiran masih sehat dan tubuh yang membusuk. Dia meninggal. Dia tidak cukup muda untuk punya sebab kematian tertentu, atau cukup muda untuk mati karena kesedihan luar biasa mendalam. Hanya ada kesedihan yang samar seputar kematian itu sendiri. Dia meninggal pada usia lima puluh empat tahun, dan dia tidak punya siapa pun yang akan sedih atas kematiannya. Tidak ada orang yang akan mengingatnya. Karena dia sudah meninggal, dia bahkan tidak bisa mengklaimnya. Kematian berarti kehilangan semua hal, orang-orang, diri sendiri, dan kepemilikan apapun atas ruang dan waktu. Saya menemukan bahwa itu sesuatu yang benar-benar tragis. Dia meninggal pada usia lima puluh empat tahun, dan saya tidak merasa sedih. Saya pikir ini benar-benar menyedihkan.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Pembunuhan Diri” Karya Kim Young-ha

young ha kim napkin stories honor killing

Dia berumur dua puluh satu tahun, dengan kulit kuning langsat yang mulus. Bahkan tanpa rias muka, wajahnya bersinar, selalu bersih dan berseri. Inilah mengapa klinik dokter kulit mempekerjakannya sebagai resepsionis. Pekerjaannya sederhana. Yang harus dia lakukan hanya menulis nama pasien, mengarahkan mereka dengan suara ramah, “silahkan duduk sampai kami memanggil nama Anda,” mencari bagan mereka, dan menyerahkan ke perawat. Kulitnya yang bercahaya dan kinclong menciptakan harapan tinggi, mendorong pasien agar percaya pada klinik ini, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pasien yang tiba-tiba.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Setelah Suara Tembakan” Karya Lee Ji Myung

soju jinro

Awan hitam berarak rendah dan gundah-gulana menghiasi langit, melimbang di atas aliran merayap sungai. Seperti biasa, Sungai Aprok bergema mengaliri jurang yang dalam. Air naik setelah badai datang tiba-tiba, dan tampak melimpah di bawah bulan yang berkilau.

Sebuah tembakan keras terdengar tidak jauh.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Menanti Sang Gajah” Karya Jo Kyung-Ran [2/2]

polaroid spectrapro

Sampai sekarang hatiku masih terpukul ketika aku mendengar langkah kaki ibuku saat datang menaiki tangga ke kamar lotengku. Malam itu, ibu datang ke kamarku. Dia mengatakan kami harus meninggalkan rumah kami ini. Ada begitu banyak hal yang orang tuaku sembunyikan dari kami. Dia mengatakan kalau rumah kami akan diambil alih dan akan segera dilelang. Kakak tertua ayahku telah meminjam uang dari ayahku dua kali kemudian kabur. Aku tak bisa menyalahkan ayahku. Semua orang hanya mencoba untuk melakukan apa yang dianggapnya baik. Untuk pertama kalinya, aku mengerti ungkapan, “Suatu hari kita bakal menemukan diri kita keluar ke jalanan.”

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Menanti Sang Gajah” Karya Jo Kyung-Ran [1/2]

polaroid spectrapro

Kamera Polaroid yang kumiliki adalah Polaroid Spectra. Memakai film yang 1,5 kali lebih besar dari Polaroid umumnya, dan lebih mahal. Dia membelikan ini untuk hadiah ulang tahunku beberapa tahun yang lalu. Aku masih ingat betapa bahagianya aku ketika membuka kado dan mendapati bahwa ini kamera yang sangat aku idamkan. Dia mengambil foto pertama. Fotoku yang sedang menengok ke bawah, kepalaku sedikit mendongak. Bekas lipstik pada gelas anggurku masih jelas terlihat. Aku merasa harus meminta padanya, bolehkah aku memotretmu? Dia menggeleng. Dengan satu paket film kita dapat mengambil sepuluh foto – yang sekarang tersisa sembilan. Dia tidak ingin dipotret, tapi aku berharap aku punya fotonya untuk kenang-kenangan hari itu. Karena kami tiba-tiba putus tak lama setelah itu. Dan sekarang aku tak bisa mencintainya, aku pun tak bisa membencinya lagi.

Baca Selengkapnya