Cerpen Terjemahan: “Seratus Tahun Pengampunan” Karya Clarice Lispector

eugenia uniflora fruits

Seseorang yang tidak pernah mencuri tidak akan mengerti diriku. Dan seseorang yang tidak pernah mencuri mawar tidak akan pernah bisa mengerti diriku. Ketika aku masih kecil, aku mencuri mawar.

Di Recife ada banyak sekali jalan. Di jalan-jalan orang kaya berjajar istana-istana mungil yang dibangun di tengah-tengah taman luas. Temanku dan aku suka bermain mengaku-aku milik siapa istana kecil tadi. “Yang putih itu punyaku.” “Tidak, aku sudah bilang yang putih itu punyaku.” “Tapi yang ini enggak putih semua. Jendelanya hijau.” Kadang kami menghabiskan waktu yang lama seharian dengan wajah menempel di pagar, memandangi.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Sang Korban” Karya Junichiro Tanizaki

tato jepang yakuza geisha

Hal-hal ini terjadi pada sebuah masa saat kebajikan adiluhung, tingkah laku tak keruan, masih berkembang, ketika pergulatan tanpa henti untuk eksistensi seperti hari ini belum dikenal. Wajah para aristokrat muda dan tuan tanah tidak menggelap oleh awan apa pun; di istana para pelayan kehormatan dan gundik agung selalu menyunggingkan senyum di bibir mereka; pekerjaan badut dan peracik teh profesional dijunjung tinggi; hidup begitu damai dan penuh sukacita. Di teater dan dalam tulisan-tulisan pada waktu itu, keindahan dan kekuatan digambarkan sebagai suatu yang tak terpisahkan.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Naga Cina” Karya Jorge Luis Borges

china dragon

Kosmogoni Tiongkok mengajarkan bahwa Sepuluh Ribu Hal atau Arketip (dunia) lahir dari konjungsi berirama dari dua prinsip abadi yang saling melengkapi, yin dan yang. Yang termasuk yin adalah konsentrasi, kegelapan, kepasifan, angka genap, dan dingin; sementara yang, pertumbuhan, cahaya, aktivitas, angka ganjil, dan panas. Simbol yin adalah perempuan, bumi, warna oranye, lembah, dasar sungai, dan harimau; yang, laki-laki, langit, biru, gunung, pilar, naga.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Kematian Seorang Teolog” Karya Jorge Luis Borges

van_goghs_bedroom_in_arles

Para malaikat menuturkan kepadaku bahwa ketika Melancthon wafat, dia diberi sebuah rumah yang menyerupai rumahnya di dunia ini. (Hal ini terjadi pada kebanyakan para pendatang baru di alam baka pada awal kedatangan mereka – itu sebabnya mereka tidak menyadari kematian mereka dan mengira masih berada di alam dunia.) Semua benda di kamarnya serupa dengan yang dulu pernah dimilikinya – meja, meja tulis berlaci, rak-rak buku. Begitu bangun di kediaman baru ini, Melancthon duduk di mejanya, memulai karangannya, dan berhari-hari menulis – seperti biasa – tentang pengampunan dosa melalui iman semata-mata, tanpa sepatah pun kata tentang amal. Pengabaian ini dipergoki oleh para malaikat, mereka mengirimkan utusan untuk menanyainya. “Aku telah membuktikan tanpa dapat disangkal lagi,” jawab Melancthon kepada mereka, “Bahwa amal tak mengandung apa pun yang hakiki bagi jiwa. Untuk meraih penebusan, iman saja sudah cukup.” Dia berbicara dengan penuh keyakinan, tanpa syak sedikit pun bahwa dia sudah mati dan jatahnya ada di luar Surga. Demi mendengar ucapannya itu, para malaikat pun pergi.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Di Mana Kamu?” Karya Joyce Carol Oates

insomnia

Suami itu punya kebiasaan memanggil istrinya dari suatu tempat di rumah — kalau si istri ada di lantai atas, si suami ada di lantai bawah; jika si istri ada di lantai bawah, si suami ada di lantai atas — dan ketika si istri menjawab, “Ya? Apa?,” si suami akan terus memanggilnya, seolah-olah si suami tidak … Baca Selengkapnya

Carpon Terjemahan Sunda: “Tali” Karya Charles Baudelaire

tali tambang bunuh diri

“Téténjoan mah,” cék babaturan, “sigana hamo kabilang cara rupaning hubungan ti antara papada manusa, atawa hubungan manusa jeung naon baé. Mun téténjoan, dina harti nu ngajirim atawa nu nyata di luareun diri urang, les ilang, urang sok ngarasa hémeng, tagiwur antara handeueul alatan nu ngajirim ngiles kitu baé, jeung reuwas alatan baris pinanggih jeung nu anyar, nu enya-enya nyata. Tapi aya hiji hal nu pohara écésna, déét, teu weléh sarua tur hamo nimbulkeun salah harti, nyaéta kanyaah indung. Teu kacipta aya indung teu boga kanyaah, lir seuneu teu panas. Tétéla, pan, yén pohara benerna mun urang matalikeun sakur laku lampah katut kekecapan hiji indung kana kanyaah indung, paling copélna ka nu jadi anak? Tapi pék regepkeun ieu carita pondok, ngeunaan hiji mangsa nalika déwék éstuning kabandang ku hiji téténjoan nu pohara lumrahna.

Baca Selengkapnya