Kategori
Celotehanku

Design Thinking 101

design thinking 101: kreativitas untuk abad 21

Sekarang, abad 21, adalah masa-masanya otak kanan yg berjaya. Yg kreatif yg bertahan.

Sadisnya, bikin inovasi atau mati aja sekalian. Dan bukan masalah inovasinya, tapi lebih ke arah dampak positif yg dihasilkan dari inovasi tersebut. Nah, muncul suatu proses kreatif yg bernama Design Thinking. Satu metodologi untuk merumuskan solusi atas suatu permasalahan dengan landasan kreativitas.

Design Thinking menjadi salah satu metode keilmuan yg berkembang di Eropa dan Amerika Utara sejak 2005 silam. Pada September 2012, konferensi internasional pertama tentang Design Thinking ini berlangsung di Jerman. Dan pada tahun ini, alhamdulillah Bandung dapat kesempatan.

Berbeda dengan Analytical Thinking yg terlalu mengkultuskan kelogisan, di Design Thinking kita malah dituntut berpikir segila-gilanya dan seedan-edannya. Tanpa perlu terlalu memikirkan tentang resiko kegagalannya. Be outside the box thinking, atau istilah saya mah without the box thinking! Tapi tetap, meski berpikir edan, hasil akhirnya harus sesuatu yg kreatif sekaligus solutif.

Kategori
Cacatnya Harianku

3 Hari Bareng DesignAction.bdg

designaction.bdg 2013

Yg orang Bandung pasti pada inget sama Angkot Day kan? Itu tuh yg angkot Kalapa-Dago jadi tertib, ga ngetem, dan gratis dinaiki sehari pas Jumat, 27 September lalu. Satu eksperimen sosial buat intervensi kemacetan di Kota Bandung tercinta.

Nah, Angkot Day tuh hasil dari sebuah proses kreatif dengan satu metodologi yg sering dipake arsitek dan desainer, yg namanya Design Thinking. Dan Angkot Day ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan, atau pra-event dari DesignAction.bdg. Sebuah konferensi dan wokshop internasional tentang Design Thinking yg digelar komunitas Bandung Creative City Forum (BCCF). Oh ya, untuk Design Thinking-nya saya bahas di post Design Thinking 101: Kreativitas untuk Abad 21.

Saya bukan anak desain. Dan alhamdulillah-nya, karena itulah dapat kesempatan jadi 200 peserta yg terpilih. Soalnya DesignAction.bdg ini menyaring peserta dari beragam latar belakang profesi, ada mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, dan para pejabat pemerintah Kota Bandung. Mereka dipilih guna terlibat secara aktif mencari solusi permasalahan pergerakan warga dalam persfektif yang berbeda-beda.