Kategori
Cacatnya Harianku

Saya dan 5 Profesi di 2013

snsd youtube rewind split personality

Ga kerasa 2013 akan berakhir. Dan momen-momen seperti sekarang menjadi waktu paling pas bagi manusia untuk kilas balik perjalanan hidupnya selama setahun ke belakang. Dari mulai postingan blogger sampai berita di televisi berlomba-lomba bikin yg namanya kaleidoskop.

Gara-gara nonton video ‘YouTube Rewind: What Does 2013 Say?’, jadi pengen juga memutar ulang apa saja yg dilakuin seorang homo sapiens pos-modernis bernama Arif Abdurahman dari awal sampai akhir tahun 2013 ini. Dalam bentuk postingan lah, bikin video mah lama lagi pastinya.

Dan berikut profesi-profesi yg saya geluti selama 2013 ini.

Kategori
Celotehanku Contest/Giveaway

Taman Kota, Solusi Bagi Kota Sakit

kita butuh taman kota

Kota itu bagaikan suatu makhluk hidup. Sebuah keniscayaan, sakit menjadi satu proses fisiologis yang alamiah. Ya, kota bisa jatuh sakit juga. Salah satu ciri kota yang sakit adalah warganya merasa tidak nyaman untuk keluar rumah. Bisa jadi karena merasa di rumah lebih baik ketimbang harus jadi stres di jalan.

Untuk kota-kota besar di Indonesia, bisa dibilang sebagian besar penduduknya menderita sakit jiwa. Macet, udara yang tidak bersahabat, banjir meski cuma hujan sebentar, beban kerja yang menumpuk, ditambah tanggungan hidup yang makin hari makin berat. Bisa dibayangkan, begitu banyak masalah lain yang akan timbul jika suatu kota dihuni para manusia yang akalnya sakit.

Ciri kota sakit adalah pemerintahnya koruptif, pebisnisnya opurtunis dan kaum intelektualnya apatis. -Ridwan Kamil

Betapa jahiliyah-nya suatu kota, jika tiga pilar utama tadi, yang harusnya menjadi penggerak dan pembangun kota, malah jadi faktor bobroknya suatu kota.

Kategori
Celotehanku

Design Thinking 101

design thinking 101: kreativitas untuk abad 21

Sekarang, abad 21, adalah masa-masanya otak kanan yg berjaya. Yg kreatif yg bertahan.

Sadisnya, bikin inovasi atau mati aja sekalian. Dan bukan masalah inovasinya, tapi lebih ke arah dampak positif yg dihasilkan dari inovasi tersebut. Nah, muncul suatu proses kreatif yg bernama Design Thinking. Satu metodologi untuk merumuskan solusi atas suatu permasalahan dengan landasan kreativitas.

Design Thinking menjadi salah satu metode keilmuan yg berkembang di Eropa dan Amerika Utara sejak 2005 silam. Pada September 2012, konferensi internasional pertama tentang Design Thinking ini berlangsung di Jerman. Dan pada tahun ini, alhamdulillah Bandung dapat kesempatan.

Berbeda dengan Analytical Thinking yg terlalu mengkultuskan kelogisan, di Design Thinking kita malah dituntut berpikir segila-gilanya dan seedan-edannya. Tanpa perlu terlalu memikirkan tentang resiko kegagalannya. Be outside the box thinking, atau istilah saya mah without the box thinking! Tapi tetap, meski berpikir edan, hasil akhirnya harus sesuatu yg kreatif sekaligus solutif.

Kategori
Cacatnya Harianku

3 Hari Bareng DesignAction.bdg

designaction.bdg 2013

Yg orang Bandung pasti pada inget sama Angkot Day kan? Itu tuh yg angkot Kalapa-Dago jadi tertib, ga ngetem, dan gratis dinaiki sehari pas Jumat, 27 September lalu. Satu eksperimen sosial buat intervensi kemacetan di Kota Bandung tercinta.

Nah, Angkot Day tuh hasil dari sebuah proses kreatif dengan satu metodologi yg sering dipake arsitek dan desainer, yg namanya Design Thinking. Dan Angkot Day ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan, atau pra-event dari DesignAction.bdg. Sebuah konferensi dan wokshop internasional tentang Design Thinking yg digelar komunitas Bandung Creative City Forum (BCCF). Oh ya, untuk Design Thinking-nya saya bahas di post Design Thinking 101: Kreativitas untuk Abad 21.

Saya bukan anak desain. Dan alhamdulillah-nya, karena itulah dapat kesempatan jadi 200 peserta yg terpilih. Soalnya DesignAction.bdg ini menyaring peserta dari beragam latar belakang profesi, ada mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, dan para pejabat pemerintah Kota Bandung. Mereka dipilih guna terlibat secara aktif mencari solusi permasalahan pergerakan warga dalam persfektif yang berbeda-beda.