Dance Dance Dance!

Aku bermimpi tentang lumba-lumba. Dalam mimpi itu, aku duduk bersila di ujung sebuah dermaga yang menjorok ke laut, dan si lumba-lumba masyuk berenang tepat di hadapanku. Dermaga, atau mungkin jembatan kayu itu sangat panjang, tak begitu jelas memang, sampai aku tak bisa melihat bibir pantai. Hanya lautan biru semata tanpa ombak. Dan si lumba-lumba memulai … Baca Selengkapnya

Apa Asyiknya Jadi Fans Tottenham?

tottenham hotspur fc

Mungkin, saya memilih Tottenham Hotspur di EPL, sama seperti ketika menambatkan hati pada Kinal di JKT48. Saya hanya jadi fans layar kaca. Mengikuti dan menekuri akun Twitter resminya (@SpursOfficial dan @Kinal_JKT48), memasuki fandom mereka (meski tak terlalu fanatik amat), dan sebatas sampai beli merch yang berhubungan dengan mereka.

Baca Selengkapnya

Dua Ribu Lima Belas

Berada di penghujung tahun, bagi saya, seperti saat mencapai halaman terakhir novel Haruki Murakami. Kau bingung, mencoba mengingat awal perjalananmu, apa saja yang terjadi, dan kenapa berakhir seperti ini. Yah kau berakhir hampa, sendiri dan penuh pertanyaan. Kau baru sadar bulan telah Desember, tidak percaya kalau itu adalah halaman terakhir yang kau baca. Entahlah, mungkin ini cuma saya rasakan sendiri, atau mungkin kebanyakan dari kita.

Baca Selengkapnya

Kartini atau Dewi Sartika?

“Aku juga berjuang,” bela Kartini, “ikut melawan tirani budaya yang feodalistis, tiranik dan hegemonis. Sama sepertimu.” “Ya, ya, aku tak hendak mencibirmu atau apa. Maksudku-” “Oke, jujur saja, tak perlu berputar-putar. Kau iri kan?” “Hey!” Muka Dewi Sartika mendadak merah padam. Seakan ada sejuta sumpah serapah tercekat di kerongkongannya, memaksa ingin keluar. “Di Sumatera sana, … Baca Selengkapnya

Eka Kurniawan Juga Fans SNSD!

“Saya sebenarnya tak tahu apakah layak disebut seorang Sone atau tidak. Saya tak memasang poster mereka, tak punya t-shirt bergambar mereka.” ungkap penulis yang dianggap sebagai suksesornya Pramoedya Ananta Toer ini di Catatan dari “SMTown World Tour 3 in Jakarta”. “Saya hanya mendengar lagu-lagu mereka, dan menonton video-video mereka di Youtube.”

Siapa sangka sastrawan Indonesia kontemporer lulusan Fakultas Filsafat UGM ini, yang karyanya diterjemahkan ke beragam bahasa dan dinobatkan sebagai 33 Must Read Books for Fall 2015 ini fasih mengabsen member SNSD alias Girls’ Generation – keahlian yang mungkin konyol namun pastinya sulit untuk dipelajari bagi sebagian besar umat manusia (lebih sulit daripada menghafal nama tokoh-tokoh di novel War and Peace-nya Tolstoy atau One Hundred Year of Solitude-nya Gabriel Garcia Marquez). 

Baca Selengkapnya

Kinal dan Aku Menuju Ruang Hampa

1 Malam berteriak menuju setengah berisik. Dengan gelap yang diterangi beragam sorot lampu tempat minum-minum, terdengar nyanyian gaduh benar dari gang-gang sempit Shinjuku ini. Dari botol-botol sake yang silih berdenting menciprat, para pekerja kantoran yang saling siul, juga berjoget tak karuan, melepas penat sehari tadi. Minuman keras sungguh obat mujarab buat kehidupan yang keras. “Sumimasen,” … Baca Selengkapnya