Kategori
Fotografi

Early Morning Street Photography

kai wong digitalrev street photography

Katanya, kebanyakan orang sukses adalah mereka yang bangun tidurnya lebih awal. Sangat benar memang, karena ini membuktikan kalau mereka adalah orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman – ketika sebagian besar manusia masih tergeletak di ranjangnya. Ya, jika merasa kurang kalau jatah waktu kita sehari cuma 24 jam, maka solusinya cobalah bangun lebih pagi.

Maka, dalam fotografi pun, tanpa perlu pergi dulu ke tempat eksotis, cukup bangun lebih pagi agar bisa dapat jepretan yang ciamik. Seperti yang dilakukan Kai dan tim dari DigitalRev TV, yang rela bangun jam 4 subuh untuk memotret Hongkong.

Kategori
Fotografi

Eric Kim: Streettog dan Blogger Murah Hati

eric kim blogger streettog

Berbagi adalah aktivitas mulia, dan bersyukurlah bagi kita yang telah konsisten ngeblog. Karena kita sudah berada di jalan yang benar. Membagi-bagikan ilmu tak akan membuat kita bodoh, justru sebaliknya, berbagi adalah sarana agar kita lebih berkembang.

| Blogging is good for your career. A well-executed blog sets you apart as an expert in your field. –Penelope Trunk

Seperti halnya Eric Kim ini. Meski nggak tergabung dalam agensi fotografi semacam National Geographic, atau Magnum Photo, dan kalau boleh dibilang karya fotonya pun masih tergolong biasa, tapi bagi mereka yang tertarik menekuni street photography pasti bakal kenal nama satu ini.

Kategori
Blog Celotehanku

Zen dan Ngeblog: Prolog

zen dan ngeblog mesin tik

Salah satu hal menarik ketika membaca adalah menemukan kalau ternyata ada orang lain yang punya pandangan, prinsip, dan emosi yang sama dengan kita. Ya, kadang kita bisa dapati si penulis bisa dengan sukses meramu ke bentuk tulisan tentang hal-hal yang ada di benak kita namun susah untuk mengungkapkannya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan dari Bu Dokter Nita, kayaknya udah bisa dijawab lewat postingan yang berjudul “How Many “Favorites” Or “Likes” Are Enough?”. Satu tulisan di blognya Eric Kim, blog seorang street photography internasional yang rajin saya kunjungi.

Kategori
Fotografi

Preset Lightroom Retro Gratis

preset lightroom gratis

Antara hipster dan geek, saya tertarik sama lomografi dan fotografi film analog. Sayangnya belum punya kameranya. Si Yashica Lynx yang kemarin ternyata cuma bisa jadi pajangan doang. 🙁

Tapi untungnya kita hidup di era digital yang serba manipulatif, jadi semua bisa diatur. Banyak aplikasi bertebaran untuk mempermak jepretan kita dengan beragam pilihan filter. Saya sih biasanya pakai Pixlr-o-matic, tapi belakangan ini seringnya pakai Adobe Lightroom. Bajakan pasti.

Lightroom sendiri memerlukan foto berformat RAW, dan biasanya digunakan untuk ngatur-ngatur kayak contrast, brightness, cuve, dan lalala lainnya yang belum saya ngerti. Ya sekarang mah cuma bisanya buat permakin jepretan pakai preset-preset gratis yang bertebaran di internet. Nah, berikut contoh beberapa hasil jadi preset yang dipakein.