Memoar Domba Tersesat dari Cimahi

“Mereka sudah tiba di Bandung!”

Syahdan, tersiar kabar ada sepasukan bangsa bermata sipit hendak bikin onar. Paniklah manusia yang Totok begitupun Indo, kelimpungan takut dihabisi Nippon.

Dari Cimahi, hiduplah dia yang seorang Indo, berbapak Belanda beribu babu. Seorang dokter, dan katanya sih juga seorang vrijdenker. Memang saat itu lagi tren soal ateis, agnostik, dan beragam jenis lainnya. Banyak umat malas beribadat yang melakukan pembenaran dengan memakan bacotan Nietzsche dari kemarin awal abad. Maka begitupun yang terjadi sama si katolik yang pas bocahnya taat benar ini, yang sekarang sudah amnesia dengan doa-doa rosario.

Baca Selengkapnya

Survivor: Prekuel

survivor prekuel fiksimini

“Kita bunuh semua”

“Tapi-”

“Semua! Ga boleh ada yang nyisa. Kalau lo mau, boleh lah amanin satu cewek”

“Hey! Kenapa kita ga gabung aja sama koloni mereka sih?”

“Emang mereka mau nerima? Yang ada lo malah yang mokat dibantai mereka. Udah! Kita tunggu di sini sampai pasukan pendukung datang”

“Bos.. tapi-”

“Di sini gue punya kewajiban buat ngasih makan koloni gue sendiri. Oke, lo emang anak baru, tapi gue percaya sama kemampuan lo makanya gue simpen di garis depan. Sayang lo terlalu goblok.”

Baca Selengkapnya

Kisah Sang Botol Cola

kisah sang botol cola

Sebuah melodrama mungkin. Humor satir juga mungkin. Inilah dia kisah mengibakan sebotol Cola yang merasakan derita jatuh cinta. Sebotol Cola yang tak bisa bisa berdamai dengan nasibnya yang dicipta hanya jadi botol Cola. Bodoh sih, berani-beraninya si botol tolol ini mencintai semakhluk manusia.

Alkisah, setelah tiga hari mendekam dalam lemari pendingin sebuah minimarket tepi jalan, kini gilirannya bisa berdiri di barisan terdepan pun tiba. Tak sabar baginya menghirup udara kebebasan, sudah cukup muak ditemani udara dingin pengap. Meski memang, sang botol Cola masih harus bersabar karena punya saingan juga dari air mineral, teh botol, larutan penyegar, susu kotak, juga kaum lainnya. Yang pasti setidaknya kau bisa sedikit bersuka ria jika sudah berada di antrian paling depan.

Baca Selengkapnya