Kategori
Fiksi

Duniazát, Salman Rushdie

150601_r26577-880

Pada tahun 1195, sang filsuf besar Ibnu Rushdi, menjabat sebagai qadi, atau hakim, di Sevilla dan belakangan diangkat jadi dokter pribadi khalifah Abu Yusuf Yaqub di istananya di kota Córdoba, secara resmi didiskreditkan dan dicela karena ide-ide liberalnya, yang tidak dapat diterima oleh kaum fanatik Berber yang semakin kuat menyebar seperti wabah penyakit di lingkungan Arab Spanyol, yang kemudian dikirim untuk tinggal di pengasingan domestik di desa kecil Lucena, sebuah desa tempat bermukim orang-orang Yahudi yang tidak bisa lagi mengatakan diri mereka adalah orang Yahudi karena mereka telah dipaksa masuk Islam. Ibnu Rushdi, seorang filsuf yang tidak lagi diizinkan untuk menjelaskan filsafatnya, yang semua tulisannya dilarang dan dibakar, merasakan berada di rumah sendiri justru saat bersama orang-orang Yahudi yang tidak bisa mengatakan diri mereka adalah orang Yahudi itu. Dia sebelumnya merupakan favorit dari Khalifah dalam dinasti yang berkuasa saat ini, Dinasti Almohad, tapi yang namanya favorit bakal ketinggalan jaman juga, maka Abu Yusuf Yaqub tak bisa mengelak untuk mengizinkan para fanatik untuk mendesak sang juru tafsir terbesar Aristoteles ini ke luar kota.

Kategori
Catutan Pinggir

Si Lalat Pengganggu

school of athens raphael
@ Raphael – School of Athens

oleh Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir 3 Oktober 1981

“Aku pusing,” begitulah kata seorang Yunani kuno bernama Theaetetus, pada suatu hari. “Itu permulaan filsafat,” komentar seorang Yunani kuno lain yang bernama Socrates.

Filsafat, seperti masuk angin, dimulai dengan pusing. Tapi berbeda dengan masuk angin, ia tak bisa stop. Setidaknya jika kita mengikuti Socrates – seorang tua bermuka buruk yang menghabiskan waktunya di tepi jalan untuk berdiskusi, di abad ke-4 sebelum Masehi. 2300 tahun yang lalu itu ia selalu nampak di pelataran orang ramai di Athena. Jubahnya itu-itu juga, dan ia bertelanjang kaki. Tapi sudah tentu ia bukan gelandangan.

Ia seorang bekas pejuang dalam perang melawan Sparta. Di waktu muda ia seorang pelajar filsafat. Ayahnya seorang pematung. Daripadanya Socrates mewarisi sebuah rumah. Ia bahkan juga punya uang yang diputarkan dalam bisnis oleh seorang sahabatnya.

Kategori
Argumentum in Absurdum

Hokage, Übermensch dan Aristokrasi

hokage naruto boruto

A historical claim: “The beginnings of everything great on earth are soaked in blood thoroughly and for a long time.” – Nietzsche, Genealogy of Morals

Seperti Desa Konoha, yang meski fiktif, sebuah desa besar yang seringnya dalam lindungan damai, desa yang tumbuh sehabis rekonsiliasi antara klan Senju dan Uchiha – yang terlibat sengketa selama berpuluh-puluh tahun. Berkat inisiasi Hashirama Senju dan Madara Uchiha maka terbentuklah sebuah masyarakat madani dalam sebuah kesatuan desa. Desa Konoha, desa tersembunyi oleh daun pohon, mula-mula hanyalah sebuah ide utopis yang muncul dari kedua pemimpan klan tadi selama masa perang berkecamuk.

Setelah Konoha lahir, Hashirama kemudian mencipta konsep “Hokage”, istilah untuk pemimpin desa, dan menunjuk Madara sebagai orang yang pantas memegang tampuk jabatan ini. Namun, konsensus publik memilih Hashirama yang harus jadi orang no. 1 di Desa Konoha ini. Sebuah proses demokratis.

Kategori
Bandung Celotehanku

Ngaleut Sebagai Piknik Sokratik

Caspar_David_Friedrich_-_Wanderer_above_the_sea_of_fog
Wanderer Above the Sea of Fog – David Caspar Friedrich

Di tengah siang yang terik dan kuno, terlihat Socrates dengan pakaian gembelnya sedang keluyuran, gudag-gidig di seputaran pasar Athena. Edan, sang filsuf ini ujug-ujug berdiskusi soal Tuhan dengan seorang penjual ikan: menjelaskan kalau dewa-dewi nggak ada. Ini bukan satu dua kali, tapi gurunya Plato ini sudah kelewat sering. Karena dianggap subversif, maka hukum minum racun menghadapinya. Ya, hukuman memang selalu menimpa kepada mereka yang serba ingin tahu dan banyak tahu.

Berabad-abad kemudian, tindakan sokratik ini, khususnya di kegiataan jalan-jalan nggak jelas di pusat perkotaan, diamalkan oleh para kaum borjuis Prancis. Dari cendekia, filsuf, penulis, pelukis, atau seniman yang ingin mencari inspirasi ya keluyuran sendirian di jalanan Paris.

Kategori
Catutan Pinggir

Nietzsche, Arung dan Ektase

oleh Goenawan Mohamad dalam Catatan Pendamping buku ‘Nietzsche’ dari St. Sunardi.

“Saya harus hanya mempercayai seorang Tuhan yang mengerti bagaimana menari.” – Also Sprach Zarathustra

Nietzsche hadir tak hanya dengan niat mengejutkan, ketika ia mengatakan bahwa “Tuhan sudah mati”. Ia lebih radikal ketimbang seorang atheis biasa. Beberapa pernyataannya yang termashur bahkan menyebabkan ia bisa ditafsirkan sebagai seorang filosof yang bukan saja menampik filosofi (yang pernah ia cemooh sebagai kegiatan yang mirip vampir; menghisap darah dari kehidupan) dan menentang meta-fisika, tetapi juga seorang pemikir yang menampik adanya kebenaran. Baginya kebenaran adalah ilusi. “Kebenaran”, begitu ia pernah katakan, “adalah sejenis kesalahan yang bila tanpa itu sejenis mahkluk tak dapat hidup”. Bahkan kehendak untuk mendapatkan kebenaran pernah dianggapnya sebagai ekspresi dari ideal yang tidak disukainya, yakni ideal zahid, atau “asketik”, yang menampik kehidupan.

Kategori
Argumentum in Absurdum Celotehanku

Kuliah Sekuler di The School of Life

Kopi diciptakan oleh sejarah, nikmatnya oleh filsafat. Ah ketika sebagian besar penduduk bumi didera kemiskinan, dan mungkin di belahan dunia sana sedang terjadi konflik berdarah, kenapa saya bisa-bisanya duduk santai sambil menyesap secangkir kafein? Kenapa belajar soal humaniora; sastra, psikologi, sosiologi, seni budaya, filsafat, padahal banyak tersebar manusia yang sedang terdzolimi?

Dan pertanyaan-pertanyaan ini sedikit terpecahkan dan tercerahkan lewat satu saluran Youtube dari The School of Life, yang dengan baik hatinya mengajak kita piknik.