Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku

Ngabuburit ala Kapitalis

“Duh stasiun London berapa nih?”

“Oh itu properti milik Arip Podomoro Group, hmm… bayar 2000 weh”

“Jis geuleuh ke cewek mah pake diskon”

ngabuburit main monopoly

Meski cashflow sedang hancur, saya tetap istiqomah jadi pebisnis yang murah hati. Apalagi sedang dalam bulan baik bernama Ramadan. Tapi nampaknya permainan Monopoly nggak mengenal yang namanya matematika sedekah. Meski berhasil memonopoli jaringan bisnis transportasi internasional, krisis finansial pun melanda saya. Ini diperparah dengan munculnya faktor godaan wanita. Ah klise banget.

Kategori
Bandung

Mojang Bandung Cantik di Khazanah JKT48

bandung dan jkt48

Pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1896, Meneer Jules Schenk, seorang Preangerplanter, pengusaha perkebunan di Priangan yang royal, memboyong segudang noni-noni Indo-Belanda yang cantik-cantik untuk ‘menghibur’ peserta kongres. Saat itu Bandung mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan kongres pertama Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula, kongres yang kemudian dapat dikatakan berakhir dengan sukses besar. Lewat bisik-bisik peserta kongres, Bandung disebut sebagai “bunganya” Kota Pegunungan di Hindia Belanda. Nah, julukan Bandung sebagai “Kota Kembang” sangat mungkin muncul akibat selentingan ini.

Adanya cap Parijs van Java pun karena memang Bandung layaknya Paris, khususnya soal dunia malamnya. Bisnis prostitusi gemerlapan karena selalu menyalurkan stok-stok cantik layaknya di pusat mode dunia itu.