Mampus Kau Dikoyak So Nyuh Shi Dae

Pada saat ia secara enggak sengaja menemukan Girls’ Generation, dalam YouTube, ia adalah seorang pria penyuka alternative rock; ia mencintai Weezer. Ia adalah Jon Toth, seorang kulit putih dua puluh sembilan tahun, sarjana komputer. “Aku pasti bukan jenis pria yang Anda harapkan untuk bisa kepincut sama grup Asia beranggota sembilan gadis,” ungkapnya pada sang jurnalis … Baca Selengkapnya

Why Taeyeon On the Road?

Entah kenapa MV terbaru yang aestheticaly-hipsterist-instagramish-pathdaily dan sangat Amerika ini mengingatkan saya pada On the Road-nya Jack Kerouac dan romantisme kebebasan anak muda. Dengan rambut pirang seperti bulu jagung mentah, kemeja flanel merah-biru bertuliskan Queen of Beers (awalnya saya kira Queen of Queers), celana mini gemes, gadis Korea bernama Taeyeon itu ditampilkan berjalan menuju mobil … Baca Selengkapnya

5 Klip Video K-pop dengan Konsep Pemandu Sorak

wendy cheerleader

“Duh si Aip mah nonton cheerleader wae,” hardik seorang kawan di suatu malam Minggu yang riuh di kedai kopi di bilangan Solontongan, Buahbatu. Saya enggak ambil pusing, tetap menatap layar Youtube di ponsel, dan menyesap kopi tubruk Gambung (atau Lampung? saya lupa lagi). Insiden ini mengingatkan saya pada artikel Factory Girls di The New Yorker, sebab penulisnya, John Seabrook, menuliskan kalau dirinya tertangkap basah saat sedang ‘menganalisis’ Gee-nya Girls’ Generation dan dicap mesum oleh keponakan gadisnya karena menonton pemandu sorak.

Baca Selengkapnya

Gadis-Gadis Pabrikan [2/2]

Neil Jacobson adalah seorang eksekutif berusia tiga puluh lima tahun di departemen A. & R. di Interscope Records, salah satu label Universal Music Group, yang bertugas membuat album debut Girls’ Generation di Amerika. Ketika saya bertemu dengannya, di sudut ruang kerjanya yang besar di kantor pusat Interscope, di Santa Monica, ia mengenakan celana jins dan jaket … Baca Selengkapnya

Gadis-Gadis Pabrikan [1/2]

Girls Generation pose before their big stadium show in Jakarta for The New Yorker.

Saat itu pukul lima tepat di suatu Minggu pada bulan Mei, dua jam sebelum waktu pertunjukan, tapi sudah bergumul ribuan fans K-Pop membanjiri lapang terbuka di luar Honda Center, gelanggang besar di Anaheim, California. Penampil malam ini adalah beberapa grup pop terbesar di Korea Selatan—SHINee, f(x), Super Junior, EXO, TVXQ!, dan Girls’ Generation. Di Amerika Serikat, musik pop Korea hidup secara ekslusif lewat YouTube, di beragam video seperti “Gangnam Style,” dari Park Jae-sang, rapper yang lebih dikenal sebagai PSY, yang belakangan jadi viral. Pertunjukan di Honda Center merupakan kesempatan langka bagi fans K-pop untuk bisa melihat “idol,” sebutan para penampil itu, secara langsung.

Baca Selengkapnya

Fiksimini dari Klip Video SNSD

Masih dipusingkan dengan bagaimana caranya mendapat ide menulis? Setelah menonton satu video Girl’s Generation menyanyikan lagu Bruno Mars, Eka Kurniawan jadi memikirkan ide tentang pernikahan, yang kemudian dia tulis di pos berjudul “Marry You”. Dan, dari sekian banyak tulisan yang Eka pos di blognya, ini jadi salah satu favorit saya, bukan semata karena ada embel-embel SNSD aja.

Jadi, masih bingung cara dapat ide menulis? Sungguh, selain menawarkan jutaan foto serta video wanita telanjang, kau bisa mengunduh beragam inspirasi dari internet. Sangat mudah, bung. Baiklah, inspirasi memang melimpah, sayangnya kita generasi pemalas ini terlalu malas saja untuk mengolahnya, dan lagi kita mudah terdistraksi polusi notifikasi – oh ya ini saya sendiri. Maka saya mencoba menyontek proses kreatif seorang Eka di atas, menekuri Taeyeon, Seohyun, Tiffany, Yoona, Yuri, Hyoyeon, Sooyoung, Sunny, dan Jessica (yang masih ada) dalam laman YouTube. 

Baca Selengkapnya