Kategori
Buku

7 Novel Ryū Murakami Guna Membangkitkan Sisi Psikotikmu

“Jika kamu hanya membaca buku-buku yang dibaca orang lain,” sebut si seleb sastra Haruki Murakami, “kamu hanya bisa memikirkan apa yang dipikirkan orang lain.”

Jika mengamalkan saran dari Murakami ini, yang buku-bukunya begitu populer dan dibaca banyak orang, maka segera pindah untuk baca Murakami lainnya: Ryū Murakami. Meski memang, kedua Murakami ini sebenarnya dua penulis mapan. Setidaknya, Ryū lebih klandestin dan obscure ketimbang Haruki.

Kategori
Celotehanku

Kasmaran

Alih-alih sedikit-sedikit mengecek ponsel, saya bisa kembali masyuk membaca buku, setelah selama sekitar dua bulan otak saya dibanjiri dopamin dan testosteron – hormon-hormon yang punya peran mendatangkan “kebodohan yang diprogram secara biologis” pada otak yang sedang kasmaran. Berbarengan dengan semakin menurunnya mereka, How the World Works-nya Noam Chomsky makin menyadarkan saya, dunia ini sedang enggak baik-baik saja: hancurnya beragam gerakan kerakyatan, letusan kudeta-kudeta yang polanya seragam, kacaunya berbagai negara, genosida ini itu, naiknya para diktaktor, dan busuknya media dalam memberitakan, serta bahwa semua itu berakar pada kebijakan Amerika Serikat dan korporasi multinasional. Dapat mengolah bacotan Chomsky ini membuktikan bahwa fungsi otak saya, setidaknya, sudah kembali normal.

Kategori
Buku

Persahabatan Mematikan Mishima dan Kawabata

Persahabatan yang intim antara Yukio Mishima (1925-1970) dan Yasunari Kawabata (1899 – 1972) berada di sanubari skena sastra Jepang dalam dekade-dekade pasca perang, atau begitulah tampaknya. Sampai kemunculan Haruki Murakami sebagai superstar sastra internasional pada tahun 1990an, Mishima dan Kawabatalah yang mendefinisikan apa yang dipikirkan orang saat mereka mempertimbangkan novel Jepang modern.

Kategori
Movie Enthusiast

7 Film Cinta Pilihan Suka-Suka Aja

Jika seorang yang enggak becus menendang bola boleh jadi komentator sepakbola, berarti enggak masalah dong orang yang payah kisah cintanya berbagi soal film cinta kesukaannya.

Tentu, dengan wawasan film seadanya, daftar bikinan saya ini anggap saja kentut tak berbau. Boleh diamini, sangat boleh dilupakan. Dan tentang film cinta, lebih jauh soal cinta sendiri, nampaknya sebutan ini cakupannya luas. Film laga minim cerita pun ada kisah cintanya, meski kacangan. Jadi apa yang saya bicarakan ketika membicarakan film cinta ini? Jenis cinta yang mana? Hehe, mudahnya, anggap saja judulnya hanya sekadar clickbait, atau umpan klik.

Kategori
Celotehanku

Hanya Ada Kosong di Jok Belakang

1

Usianya 15, masih tolol, dan akan selalu begitu. Ketika hidup hanya disesaki tugas sekolah, saat masa depan terbentang lebar – hanya diburamkan ramalan kiamat 2012. Secara hukum, tentu bocah ingusan umur segini belum boleh mengendarai motor, dan jadi sasaran empuk untuk diperas polisi kalau sedang ada razia. Tapi apa asyiknya hidup jika hanya tunduk pada aturan.

Kategori
Korea Fever

Perempuan yang Membaca Dostoyevsky

Kim Taeyeon, yang paras mukanya terpacak dalam grafiti dekat pertigaan gerbang tol Kopo dan juga di Jalan Stasiun Timur, sedang baca Crime and Punishment-nya Fyodor Dostoevsky di video musik terbarunya. “Seperti dia pake kaos Guns N’ Roses di klip ‘Why’, kayaknya Taeyeon memang kirim kode buat sayah,” balas Eka Kurniawan setelah saya kasih info tadi.

Sebelumnya, di ‘Rain’, Taeyeon terlihat baca Harry Potter and the Order of the Phoenix, novel seri kelima dari J.K. Rowling. Taeyeon sang sobat literasi, meski cuma pura-pura, tentu saja. Eh, tapi member SNSD emang beneran pada doyan baca, loh.