Kategori
Catutan Pinggir

Lokalisme

a footpath to rembang henri cartier bresson
@ Henri Cartier-Bresson, A Footpath to Rembang (LIFE Magazine)

oleh Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir 2 November 1985

Tuhan hanya menciptakan satu bumi, tapi kemudian lahirlah bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa itu pun membentuk negara masing-masing. Tembok-tembok pun tegak, dan sejak itu manusia tak tahu persis hendak bagaimana lagi.

Sebab, yang terjadi adalah semacam kekacauan, meskipun kadang-kadang tanpa darah. “Jelaslah,” kata Voltaire di abad ke-18, “bahwa sebuah negeri hanya bisa mendapat apabila sebuah negeri lain merugi.”

Pada mulanya, yang disebut mendapat terbatas pada pengertian memperoleh logam mulia. Yang disebut negeri tentu saja, kurang-lebih, sang penguasa. Kepentingan nasional berarti kepentingan raja, atau kalangan yang menentukan di atas. Kata-kata seorang bangsawan Castilia yang mengingatkan Raja Filipe III dari Spanyol tentang realitas itu agaknya berlaku buat siapa saja, setidaknya di abad ke-17 itu: “Kekuatan Paduka terdiri atas perak; pada hari perak habis, perang tak akan dapat dimenangkan.”

Kategori
Fotografi

Socrates dan Street Photography

matt stuart

Suatu hari Socrates berjalan-jalan bersama seorang muridnya, Phaedrus, sampai mereka tiba di batas luar kota Athena. Tiba-tiba Socrates menyatakan kekagumannya terhadap keindahan pemandangan alam yang membentang di hadapannya – kelihatan seperti orang yang kurang piknik. Terheran-heran Phaedrus bertanya, “Apakah sepanjang umurmu tinggal di Athena ini belum pernah menyaksikan pemandangan di pinggir kota ini?”

“Benar, sahabatku…, tetapi ketimbang pepohonan yang tumbuh di padang membentang ini, aku lebih tertarik pada orang-orang yang bisa kuajak bercakap-cakap,” ungkap Socrates, “sebab dari merekalah bisa kugali pengetahuan dan kearifan, tidak pepohonan itu.”

Kategori
Fotografi

Daido Moriyama dan Kamera Saku

Jepang menurut saya adalah negara terfotogenik. Dari arsitektur sampai orang-orangnya ga bakal ngebosenin buat dijadikan obyek foto. Dan mungkin inilah yang membuat seorang Daido Moriyama selama 50 tahun lebih terus menjepretkan kameranya di jalanan Tokyo, khususnya distrik Shinjuku.

Sampai hari ini, Daido Moriyama yang sudah berusia lanjut masih aktif memotret. Rekornya ini mengalahkan seorang Henri Cartier-Bresson yang pensiun setelah merasa cukup memotret selama empat puluh tahunan.

Jika melihat gayanya, bisa dibilang Daido Moriyama ini layaknya anjing liar, berkeliaran tak tentu arah tanpa tujuan jelas. Masuk ke gang gelap sempit, dan jepret ini-itu yang dianggapnya menarik. Foto fenomenalnya, Stray Dog, bahkan mewakili gaya sang bapak street photography-nya Jepang ini.

Kategori
Fotografi Weekly Photo Challenge

Weekly Photo Challenge: Humanity

wpc humanity

Akhirnya berhasil juga mengabadikan The Decisive Moment-nya Henri Carter-Bresson di foto ini. Emang sebelah mana yang menariknya ya? Katanya sih foto yang bagus bisa dicerna, bisa bercerita sendiri tanpa perlu diterangkan dengan untaian kata-kata. Tapi berhubung ini mah foto ‘biasa aja’, jadi kudu diterangkan.

Pertama, fokuskan perhatian pada model cewek berkemeja putih di tengah dalam baliho. Kalau dilihat, si model cewek itu seakan-akan tengah menatap ke atas ke arah pemuda yang lagi duduk di tangga memasang baliho. Si pemuda berbaju hitam itu pun tengah memperhatikan pekerjaan rekannya yang sedang menstaples baliho.

Kategori
Fotografi Inspirasi

29 Kutipan Fotografi dari Henri Cartier-Bresson

Sama seperti musik dan film, ada beragam genre dalam fotografi. Landscape, macro, portrait, wedding, human interest, underwater, pinhole, nude, dan masih banyak lainnya. Nah, gara-gara sering nonton saluran DigitalRev TV, saya jadi tertarik untuk mendalami genre street photography. Sama nude juga tertarik sih, tapi takutnya nanti malah menjerusnya pornografi bukan fotografi. Pfft~

henri cartier bresson

Henri Cartier-Bresson! Jika ngomongin street photography maka nama fotografer satu ini pasti bakal sering didengar. Ya, karena beliau lah yang mengembangkan apa yang kemudian disebut “fotografi jalanan”, yang memadukan elemen-elemen fotojurnalisme, foto-dokumentasi, dan pendekatan artistik lainnya.

22 Agustus. 106 tahun yang lalu, “father of street photography” ini lahir ke dunia, tepatnya di Chanteloup-en-Brie, Seine-et-Marne, Perancis. Dan sebagai penghormatan kepada beliau, maka saya akan membagi beberapa kutipan-kutipannya soal fotografi dengan tambahan hasil jepretannya.