Kategori
Psikologi

Pseudo-Ekstrovert

The Night Café by Vincent van Gogh
@ Vincent van Gogh – The Night Café

Sederhananya, pseudo-extrovert adalah seorang introvert yang memanipulasi diri jadi extrovert.

Soal extraversi-introversi sendiri adalah teori kepribadian yang dipopulerkan Carl Jung, meski kemudian penggunaan istilah psikologi ini di masyarakat seringnya banyak disalahartikan. Dan sebenarnya nggak ada definisi serbaguna dari introversi dan extraversi ini; keduanya bukanlah kategori-kategori tunggal.

Banyak yang perlu dibahas, namun sebagai orang yang diberi anugerah introversi yang berlebih, saya akan lebih menekankan soal introvert saja. Nah, hal-hal berikut ini bukan introvert: kata introvert bukan persamaan dari petapa atau misantrop (pembenci orang lain). Introvert dapat saja kedua hal itu, tetapi hampir semua introver bersifat sangat ramah – jika kenal kita lebih dekat.

Kategori
Psikologi

Kampretnya Seorang INFP

we are infp

Banyak penelitian yang menjelaskan kalau ada korelasi antara kreativitas dan gangguan mental. Proses berpikir seorang yang memiliki kreativitas tinggi dipercaya memiliki kesamaan dengan skizofrenia. Memang, seorang INFP yang dianggap dianugerahi kreativitas tinggi adalah manusia delusional yang depresif.

Oh ya, INFP itu adalah satu tipe dari 16 tipe kepribadian lainnya dalam instrumen MBTI (Myers-Brigg Type Indicator), tes psikologis kepribadiaan paling sering digunakan. Dan penemu invetori ini adalah seorang INFP, sehingga membuat para INFP merasa sangat tergantung dan menjungjung tinggi hasil tes yang keluar. Mungkin kesalahan terbesar seorang INFP adalah ketika menemukan kalau dirinya INFP, dia jadi bajingan pembenci diri yang justru kagum pada dirinya sendirinya.

Kategori
Celotehanku Islam

Lelaki Pemalu

lelaki pemalu

Saking pemalunya, karena nggak percaya diri berada di keramaian, ketika masih kecil banyak orang berpikir pesimis tentang masa depannya. “Pemalu seperti itu bakalan jadi apa gedenya?”

Adalah sahabat Rasulullah SAW yang termasuk Khulafaur Rasyidin yg ke-3. Seorang pengusaha, pastinya banyak harta, namun sangat dermawan. Nggak segan buat mendonasikan tenaga dan materinya secara jor-joran di jalan kebaikan. Dialah dia yang bergelar Dzu Nurain, Ustman bin Affan.

Lantas apa hubungannya dengan saya. Sangat hina jika membandingkan seorang Arif Abdurahman dengan beliau. Kualitas antara kita berdua, bagai bumi dan langit. Tapi inilah yang namanya role model, menjadikan mereka yg lebih hebat sebagai panutan hidup kita. Siapa sih yang nggak mau sukses seperti Ustman bin Affan coba, suksesnya dunia akhirat.