Kategori
Non Fakta

Mimpi, Julian Barnes

julian barnes the dream

Aku bermimpi terbangun dari tidur. Mimpi yang tertua dari segala mimpi; aku baru saja mengalaminya. Aku bermimpi terbangun dari tidur.

Aku sedang di ranjangku sendiri. Sepertinya agak mengejutkan, tapi setelah berpikir sebentar, masuk akal juga. Memangnya di ranjang siapa lagi aku terbangun? Kulihat sekeliling dan bergumam, Wah, wah, wah. Bukan pemikiran yang hebat, kuakui. Tapi apa kita pernah menemukan kata-kata yang tepat untuk saat-saat yang dahsyat?

Pintu diketuk dan seorang perempuan masuk, berjalan menyerong dan mundur sekaligus. Mestinya kelihatan wagu, tapi tidak juga; tidak, malah lembut dan bergaya. Ia membawa nampan, itu sebabnya dia masuk dengan cara seperti itu. Ketika ia berbalik, kulihat dia mengenakan sejenis seragam. Seorang perawat? Bukan, ia tampak lebih mirip pramugari maskapai penerbangan yang tak pernah kaudengar namanya. “Layanan kamar,” katanya dengan seulas senyum yang seolah berkata bahwa dia tidak terbiasa, atau aku yang tidak terbiasa mengharapkan sapaan itu; atau kedua-duanya.